Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EFISIENSI PEMASARAN JAGUNG DI KELURAHAN KALAMPANGAN KECAMATAN SABANGAU KOTA PALANGKA RAYA Novica Sari Br Purba; H. Ahmad Zaki Yamani; Pordamantra, Pordamantra
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 14 No. 1 (2019): Februari 2019 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v14i1.470

Abstract

The aim of this research is to analyze marketing channel, marketing institution, marketing function, marketing margin, marketing cost, marketing profit, corn farmer's share, marketing efficiency of maize in various channel in Kalampangan village. The results showed that: (1) marketing of corn in Kalampangan village there are two kinds of channels, where channel I involves four institutions namely: farmers, merchants village, retailers, and consumers. While channel II involves two institutions only, namely, farmers as traders and consumers. Maize's marketing functions are: sales function, purchasing function, storage function, transport function and facility function. (2) From calcution result at Marketing Channel I, total marketing margin of maize in Kalampangan Villge is Rp. 3.860,-/kg, total cost of corn marketing is Rp. 310,-/kg, total profit of corn marketing is Rp. 3.550,-/kg and the result obtained by corn farmer are 58,04%. From calculating result at Marketing Channel II, total margin of maize in Kalampangan Village is Rp. 2.160,-/kg, total cost of corn marketing is Rp. 310,-/kg, total profit of corn marketing is Rp. 1.850,-/kg and the result obtained by corn farmer are 71,20%. (3) marketing efficiency at Marketing Channel I equal to 41.96%, and on Marketing Channel II is 28,80%. Marketing efficiency value in Channel I is lower than marketing efficiency II, it is considered more efficient marketing Channel II.
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA LEBAH MADU DI KELURAHAN KALAMPANGAN KECAMATAN SABANGAU KOTA PALANGKA RAYA Yunita, Yunita; Pordamantra, Pordamantra; Berkat A. P.
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 14 No. 1 (2019): Februari 2019 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v14i1.484

Abstract

This research is done (1). to identify about the internal and external factors which become the strength, weakness, opportunity, threat by analysis method of IFAS and EFAS; (2). to formulate the alternative strategy that being possible to be applied by SWOT matrix. The results of this research show that (1). internal factors (strengths and weaknesses) and external (opportunities and threats) the development of honey bee cultivation in the Kalampangan Village, that is strength has four variables, among others workforce training, production facilities are available, cultivation management has been implemented and the marketing chain is short. Weakness has two variables, among others lack of group members participation and less attractive product packaging. Opportunities have three variables, that is the government's attention, establishing partnership relations and technological and information development. While threats have three variables, among others competitively priced honey products, weather changes and pest attacks. (2). the alternative strategy which can be applied for the effort of developing honey bee cultivation in the urban village of Kalampangan is the (SO) strategy which means to use the government’s support on spreading product marketing network, and developing cultivation technology of honey bee; the (WO) strategy which means we make a training and associating to improve the skills of the breeder and repairing the product’s packaging; the (ST) strategy which means to maintain the production, and maintain the product’s quality; and the (WT) strategy which means to maintain the group cooperation and to keep the area of woof plants.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR Imam Maulana; Jhon Wardie; Pordamantra, Pordamantra
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 15 No. 1 (2020): Februari 2020 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v15i1.1045

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan berasdi Kabupaten Kotawaringin Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah datasekunder berupa data time series selama 16 tahun (tahun 2000 sampai tahun 2015) meliputidata permintaan beras (Kg/tahun), harga beras (Rp/kg), harga mie instan (Rp/bungkus), hargatelur ayam ras (Rp/butir), pendapatan (Rp/kapita) dan jumlah penduduk (Jiwa). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras diKabupaten Kotawaringin Timur adalah harga beras, harga mie instan, harga telur ayam ras,pendapatan per kapita dan jumlah penduduk. Berdasarkan hasil analisis statistik menyatakanbahwa variabel harga beras, harga mie instan, harga telur ayam ras, pendapatan per kapita danjumlah penduduk secara keseluruhan berpengaruh nyata (signifikan) terhadap permintaanberas di Kabupaten Kotawaringin Timur. Sementara secara parsial hanya variabel jumlahpenduduk saja yang berpengaruh nyata (signifikan), sedangkan variabel harga beras, hargamie instan, harga telur ayam ras dan pendapatan per kapita tidak berpengaruh nyata terhadappermintaan beras di Kabupaten Kotawaringin Timur.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA KARYA BERSAMA KECAMATAN PARENGGEAN KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (Studi Kasus Pada Usahatani Sawit Rakyat Ibu Hj. Sunarsih) Kurniadi, Fery; Pordamantra, Pordamantra; Barbara, Betrixia
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 16 No. 1 (2021): Februari 2021 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v16i1.3384

Abstract

This research was conducted to know the general description of the smallholder palm oil plantation farming of Mrs. Hj. Sunarsih in Karya Bersama Village and to analyze the financial feasibility of an oil palm plantation run by Mrs. Hj. Sunarsih. The research location was chosen purposively, namely Karya Bersama Village, Parenggean District, Kotawaringin Timur Regency based on the consideration that the most of population in Karya Bersama Village were their living in the agricultural and plantation sectors. Respondent of this research was Mrs. Hj. Sunarsih with consideration of smallholder palm oil plantation of Mrs. Hj. Sunarsih had oil palm trees with the same age were 11 years with this area was 10 hectares and it was the largest in Karya Bersama Village. This research only took the tree age of 11 years palm oil trees planted by Mrs. Hj. Sunarsih in 2009. The data analysis method in this research was qualitative analysis which was processed descriptively based on the result of observation and financial analysis which was processed quantitatively. The result of this research of the financial feasibility analysis of Mrs. Hj. Sunarsih’s oil palm farming during 11 years planting period showed that Mrs. Hj. Sunarsih deserves to be implemented. Based on the financial feasibility investment criteria as follow: a) NPV value at DF 6 % (NPV > 0) namely Rp 458.477.970 ; b) The IRR value is more than the 6 % interest rate on KUR Micro Bank BRI (IRR > i) namely 16,48 % ; c) Gross B/C > 1 namely 1,68 ; d) Net B/C value > 1 namely 2,97 ; and the payback period is relatively fast namely 6,98 (6 years 11 months).
ANALISIS PEMASARAN PISANG KEPOK DI KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR KABUPATEN SERUYAN Makomalasari, Retno; Pordamantra, Pordamantra; Masliani, Masliani
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 17 No. 1 (2022): Februari 2022 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v17i1.4347

Abstract

Terdapat dua saluran pemasaran Pisang Kepok di Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan. Saluran I dari petani langsung ke pedagang pengecer, dan saluran II dari petani ke pedagang pengumpul ke pedagang pengecer. Lembga pemasaran yang terlibat adalah pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Fungsi pemasaran yang dilakukan petani adalah fungsi pertukaran yaitu penjualan, fungsi fisik yaitu pengangkutan, dan pada saluran I petani melakukan fungsi fasilitas yaitu pembiayaan, dan informasi pasar. Fungsi pemasaran yang dilakukan pedagang pengumpul yaitu fungsi fasilitas yaitu pembiayaan, standarisasi dan grading, fungsi pertukaran yaitu penjualan dan pembelian, serta fungsi informasi pasar. Fungsi pemasaran yang dilakukan pedagang pengecer adalah fungsi pertukaran yaitu pembelian, fungsi fasilitas yaitu permodalan, standarisasi dan grading dan fungsi fisik yaitu informasi harga. Margin pemasaran saluran pemasaran I yaitu saluran pemasaran Ib sebesar Rp 1.500/kg, saluran pemasaran Ip sebesar Rp 2.000/kg. Pada saluran II yaitu IIb sebesar Rp 3.120/kg, dan IIp sebesar Rp 2.620/kg. Biaya pemasaran saluran I yaitu Ib sebesar Rp l000/kg, dan Ip sebesar Rp l0/kg. Biaya pemasaran saluran II yaitu IIb sebesar Rp 1.100/kg, dan IIp sebesar Rp 600/kg. Keuntungan yang diperoleh yaitu intensif diperoleh petani saluran Ib sebesar Rp 6.000/kg, Ip sebesar Rp 5.000/kg, IIb dan IIp sebesar Rp 4.380/kg. Keuntungan pedagang pengumpul IIb sebesar Rp 520/kg dan IIp sebesar Rp 520/kg. Keuntungan pedagang pengecer saluran Ib sebesar Rp 1.400/kg, Ip sebesar Rp 1.400/kg, IIb sebesar Rp 1.400/kg dan IIp sebesar Rp 1.400/kg. Efisiensi pemasaran saluran Ib sebesar 20,00%, Ip sebesar 28,57%, IIb sebesar 41,6%, dan IIp sebesar 37,43%. Farmer’s share tertinggi pada saluran I yaitu Ib sebesar 80% dan Ip sebesar 71,4%.There are two marketing channels for Kepok Bananas in East Seruyan Hilir District, Seruyan Regency. Channel I from farmers directly to retailers, and channel II from farmers to collectors to retailers. The marketing agencies involved are collectors and retailers. The marketing function carried out by farmers is the exchange function, namely sales, the physical function is transportation, and in channel I, the farmers perform the facility function, namely financing, and market information. The marketing function performed by the collecting traders is the facility function, namely financing, standardization and grading, the exchange function, namely selling and purchasing, Retno Makomalasari, Pordamantra, MaslianiANALISIS PEMASARAN PISANG KEPOKDI KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMURKABUPATEN SERUYAN62and the market information function. The marketing function performed by retailers is the exchange function, namely purchasing, the facility function, namely capital, standardization and grading, and the physical function, namely price information. The marketing margin for marketing channel I is Ib's marketing channel of IDR 1,500/Kg, Ip's marketing channel of IDR 2,000/kg. In channel II, namely IIb of Rp. 3,120/kg, and IIp of Rp. 2,620/kg. The marketing costs of channel I are Ib of Rp. 1000/kg, and Ip of Rp.l0/kg. While the marketing costs for channel II are IIb of Rp. 1,100/kg, and IIp of Rp. 600/kg. The profits obtained are the intensifs obtained by the Ib channel farmers of Rp. 6,000/kg, Ip of Rp. 5,000/kg, IIb and IIp of Rp. 4,380/kg. The profit of IIb collectors is Rp 520/kg and IIp is Rp. 520/kg. The profit of retailer channel Ib is Rp. 1,400/kg, Ip is Rp. 1,400/kg, IIb is Rp. 1,400/kg and IIp is Rp. 1,400/kg. The marketing efficiency of channel I is Ib 20.00%, and IIp is 37.43%. The highest Farmer’s share is on chennel I, namely Ib of 80% and Ip of 71,4%.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TERNAK BABI (Sus scrofa) DI KECAMATAN JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA Simangunsong, Mawar Widuri; Pordamantra, Pordamantra; Daud, Wilson
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 17 No. 2 (2022): Agustus 2022 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v17i2.7525

Abstract

Pola usaha ternak babi yang dilakukan masyarakat Kecamatan Jekan Raya masih menggunakan jenis usaha peternakan rakyat, dimana sistem yang digunakan masih sistem peternakan tradisional, maka perlu untuk memahami besarnya jumlah penerimaan, keuntungan dan biaya yang dikeluarkan pada usaha ternak babi agar diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui gambaran umum usaha ternak babi di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya; dan (2) Menganalisis biaya, pendapatan, penerimaan, dan tingkat efisiensi ternak babi di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode saturation atau sampling jenuh. Total responden dalam penelitian ini berjumlah 14 orang peternak babi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil analisis menunjukan rata-rata penerimaan dari usaha ternak babi adalah sebesar Rp. 76.500.000, dengan rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 25.449.446 dan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 51.050.554 dalam satu periode. Sehingga diperoleh tingkat efisiensi dari usaha ternak babi sebesar 3,00 artinya usaha ternak babi di Kecamatan Jekan Raya telah efisien dan menguntungkan Pig livestock business carried out by the people of Jekan Raya District still uses the type of people’s livestock business, where the system used is still a traditional livestock system, it is necessary to understand the amount of revenue, profits, and costs incurred in pig livestock so that the public knows. This study aims to (1) Determine the general description of the pig business in Jekan Raya District, Palangka Raya City, and (2) Analyze the production costs, income, revenues, and efficiency level of pigs livestock in Jekan Raya District Palangka Raya City. The type of research used is descriptive quantitative research. Determination of the sample is done by using the saturation method or saturated sampling. The total respondents in this study amounted to 14 pig farmers. Data the collection methods used are primary data and secondary data. The results of the analysis showed that the average revenue from the pig business was Rp. 76,500,000, with an average cost of Rp. 25.449.446 and an average income of Rp. 51.050.554 in one period. So that the efficiency level of the pig business is 3.00, meaning that the pig business in Jekan Raya District has been efficient and profitable.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA OBAT- OBATAN TRADISIONAL DI PASAR KAHAYAN KOTA PALANGKA RAYA (Studi Kasus Toko Pasak Bumi) Damanik, Reza Fadila; AP, Berkat; Sunaryati, Revi; Pordamantra, Pordamantra; Antang, Emmy U
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 18 No. 1 (2023): Februari 2023 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v18i1.10646

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi industri pengolahan produk obat tradisional di Toko Pasak Bumi Pasar Kahayan Kota Palangka Raya. (2) Mengetahui strategi apa saja yang dapat di terapkan dalam mengembangkan industri pengolahan produk obat tradisional di Toko Pasak Bumi Kota Palangka Raya. Metode pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling didasari atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai hubungan yang erat. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif mengenai analisis IFAS dan EFAS yang mempengaruhi pengembangan Usaha obat-obatan tradisional, nilai bobot, rating dan skor; analisis SWOT untuk menemukan alternatif strategi yang diterapkan dalam pengembangan usaha obat-obatan tradisional toko pasak bumi. Hasil yang diperoleh: (1) faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan Usaha obat-obatan tradisional toko pasak bumi: faktor internal meliputi permodalan, sumberdaya manusia, pemasaran dan operasional. Faktor eksternal politik,sosial dan lingkungan industri; (3) alternatif strategi yang dapat diterapkan strategi SO (Strengths-Opportunities) dengan memanfaatkan peluang yang ada, serta memaksimalkan kekuatan yang berasal dari internal dan peluang dari eksternal usaha obat-obatan tradisional, sehingga dapat mengembangkan usaha obat-obatan tradisional toko pasak bumi.
PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM KARTU TANI DALAM PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI DI KECAMATAN SEBANGAU KOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Cristini, Maria; Taufik, Eka Nor; Pordamantra, Pordamantra; Asiaka, Fandi K. P.; Mukti, Abdul
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 18 No. 1 (2023): Februari 2023 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v18i1.10652

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui gambaran pelaksanaan program kartu tani dalam penyaluran pupuk subsidi di Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya Provinsi Kaimantan Tengah dan untuk mengetahui persepsi petani terhadap program kartu tani dalam penyaluran pupuk subsidi di Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama yaitu menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif melalui wawancara dan metode yang digunakan untuk menjawab tujuan ke dua yaitu dengan metode kuantitatif dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukan gambaran umum pelaksanaan program kartu tani di Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya yaitu dilaksanakan dengan tahap pendataan dan penerbitan, pendistribusian kartu tani, penyaluran pupuk bersubsidi dan penebusan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani. Persepsi petani terhadap program kartu tani di Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya diukur dengan 2 indikator yaitu tujuan program kartu tani yang terdiri dari 6T sub indikator yaitu tepat jenis, jumlah, harga tempat, waktu, dan tepat mutu dan indikator mekanisme program kartu tani terdiri dari sub indikator mekanisme penerbitan dan pendisitribusian kartu tani dan mekanisme penggunaan kartu tani dengan total skor keseluruhan sebesar 1622 dengan indeks 67,66 % dengan kategori tinggi atau baik. ABSTRACK This research aims to determine the general description of the implementation of the farmers card program for the distribution of subsidized fertilizers in Sebangau District, Palangka Raya City, Central Kaimantan Province and to find out farmers' perceptions of the farmer card program in distributing subsidized fertilizers in Sebangau District, Palangka Raya City, Central Kalimantan Province. The method used to answer the first objective is to use a qualitative method with descriptive analysis through interviews and the method used to answer the second objective is to use a quantitative method using a Likert scale. The research results showed the general description of the implementation of the farm card program in Sebangau District, Palangka Raya City, which was carried out with the stages of data collection and issuance, distribution of farmer cards, distribution of subsidized fertilizers and redemption of subsidized fertilizers using farmer cards. Farmers' perceptions of the farmer card program in Sebangau District, Palangka Raya City are measured by 2 indicators, namely the purpose of the farmer card program which consists of 6T sub-indicators, namely the right type, quantity, place price, time, and quality. indicators of the mechanism for issuing and distributing farmer cards and the mechanism for using farmer cards with a total score of 1622 with an index of 67.66% in the high or good category.
ESTIMASI PRODUKSI DAN KETERSEDIAAN PANGAN LOKAL DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Sembiring, Dinofta Amos; Pordamantra, Pordamantra; Mukti, Abdul; Wilson, Wilson; Nopembereni, Eti Dewi
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 19 No. 1 (2024): Februari 2024 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v19i1.15447

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perkembangan produksi pangan lokal selama 2012 - 2021 dan estimasi produksi dan ketersediaan pangan lokal selama 2022 - 2031. Penelitian ini dilakukan di provinsi Kalimantan Tengah dengan menggunakan data sekunder (data time series) dimulai dari bulan februari hingga bulan juni 2023 dengan menggunakan analisis trend menggunakan aplikasi Minitab, penentuan jenis trend menggunakan aplikasi minitab penting untuk menentukan trend apa yang paling akurat dalam mengestimasi produksi dan ketersediaan pangan lokal kedepanya. Hasil penelitian ini menunjukkan estimasi produksi, konsumsi dan ketersediaan jagung mengalami kenaikan untuk 10 tahun kedepan. Estimasi produksi, konsumsi dan ketersediaan kedelai mengalami peerbedaan arah trend untuk 10 tahun kedepan. Untuk produksi kedelai mengalami downtrend, sedangkan untuk konsumsi dan ketersediaan kedelai mengalami trend menaik. Estimasi produksi, konsumsi dan ketersediaan ubi jalar mengalami trend menaik. Estimasi produksi, konsumsi dan ketersediaan ubi kayu mengalami penurunan untuk 10 tahun kedepan. Estimasi produksi, konsumsi dan ketersediaan kacang tanah mengalami penurunan selama 10 tahun kedepan. Berdasarkan kesimpulan produksi, konsumsi dan ketersediaan memiliki hubungan, karena produksi merupakan salah faktor yang berpengaruh dalam menentukan ketersediaan, dan ketersediaan berpengaruh dalam menentukan jumlah konsumsi pangan lokal di Provinsi Kalimantan Tengah. Kata Kunci: , , , , .
Analisis Tingkat Kepuasan Pengunjung Terhadap Agrowisata Cipta Rasa Slamet Riyadi Di Kota Palangka Raya Tobing, Amoi Br; Nopembereni, Eti Dewi; Pordamantra, Pordamantra; Taufik, Eka Nor; Prajawahyudo, Tri
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 19 No. 2 (2024): Agustus 2024 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v19i2.19136

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan pengunjung, dan mengetahui fasilitas yang perlu ditingkatkan dan dipertahankan oleh pengelola Agrowisata Cipta Rasa Slamet Riyadi di Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilaksanakan di Agrowisata Cipta Rasa Slamet Riyadi di jalan Pasir Panjang, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau Kota palangka Raya. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian, meliputi metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil Penelitian menunjukan bahwa tingkat kepuasan pengunjung, berada pada skor 77,01%, dan terdapat 7 atribut yang memiliki prestasi yang baik menurut pengunjung, namun terdapat 8 atribut yang masih perlu ditingkatkan oleh pengelola Agrowisata Cipta Rasa Slamet Riyadi. Pengunjung sudah merasa puas dengan pengelolaan agrowisata petik buah, karena fasilitas sudah tersedia dengan memadai.