Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Konsumsi Pangan Rumah Tangga Dengan Pola Beragam, Bergizi, Seimbang Dan Aman (B2sa) Di Desa Garung Kabupaten Pulang Pisau Febriani, Cinka; Maleha, Maleha; Prajawahyudo, Tri; Masliani, Masliani; Pordamantra, Pordamantra
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 20 No. 1 (2025): Februari 2025 (Journal Socio Economic Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v20i1.19546

Abstract

Konsep pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) adalah perbaikan dari konsep 4 Sehat 5 Sempurna. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat dalam mendukung kemajuan negeri khususnya menyongsong era Indonesia Emas tahun 2045 supaya menghasilkan sumber daya manusia yang kuat, baik secara fisik maupun non-fisik dalam persaingan mutu kerja secara global. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman pola konsumsi pangan rumah tangga di Desa Garung, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau sebagai salah satu desa penerima bantuan program B2SA untuk membantu dalam menunjang ketahanan pangan rumah tangga penduduk desa. Penelitian ini bersifat kuantitatif, menggunakan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang diperoleh melalui teknik simple random sampling sebanyak 76 Kepala Keluarga (KK) dari total populasi 377 KK. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner wawancara yang mengacu pada panduan FAO dan FANTA. Hasil analisis menunjukkan tingkat keanekaragaman pangan yang tinggi dengan skor HDDS sebesar 7,2. Akan tetapi, pola konsumsi rumah tangga belum dapat dikatakan seutuhnya menerapkan standar B2SA yang ideal karena tingkat konsumsi yang berlebih pada golongan GGL (gula, garam dan lemak) dengan sumber pemenuhan pangan jenis ultra proses. Temuan ini mengindikasikan bahwa perlu adanya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan keanekaragaman konsumsi pangan agar pemenuhan gizi yang berkualitas melalui ketahanan pangan lokal dapat terpenuhi dengan baik.
Factors Affecting Field Rice Production (Oryza et al.) in East Barito Regency, Central Kalimantan Province Barbara, Betrixia; Dewi Nopembereni, Eti; Prajawahyudo, Tri; K.P. Asiaka, Fandi; Pordamantra, Pordamantra; Yuliana Eka Sintha, Tri; Yuprin, Yuprin
Journal of World Science Vol. 2 No. 6 (2023): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v2i6.314

Abstract

This study aims to determine the factors that influence the production of field rice farming in Kalamus Village, Paku District, East Barito Regency. The research location is in Kalamus Village, Paku District, East Barito Regency. Location determination using a purposive sampling method. The sampling technique in this study uses the Saturated Sampling Technique, where the number of samples is equal to the total population, namely 35 farmers. Data analysis using multiple linear regression. The results showed that field rice farming activities were still carried out subsistence to support food security for farmers and their families. Based on the results of multiple linear regression analysis, partially, the factors that significantly influence the production of upland rice are planting area, seeds, and labor. In contrast, the pesticide factor has no significant effect on production. Swid management has been carried out permanently or no longer moving, and pesticides have been used in clearing land and handling pests and diseases of Paddy Field plants. So it can be concluded that although the results of the Multiple Regression Test show that pesticides do not have a significant effect on the production of upland rice, this may occur because, in general, the cultivators did not carry out maintenance on their land, only relying on the generosity of nature. Still, now with permanent land conditions, without burning, farmers must be able to manage their land with technology, especially clearing land and weeds, as well as pests and diseases using pesticides.
Issues and Strategies for Accelerating the Implementation of Sustainable Smallholder Oil Palm Rejuvenation Program in Indonesia Eka Sintha, Tri Yuliana; Pordamantra, Pordamantra; Prajawahyudo, Tri; Dewi Nopembereni, Eti; AD, Yuprin; Karuniawan Putera Asiaka, Fandi; Barbara, Betrixia; Ludang, Ellydia
Journal of World Science Vol. 2 No. 9 (2023): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v2i9.416

Abstract

This research aims to analyze various literature that discusses problems and strategies for accelerating the realization of the national sustainable smallholder oil palm rejuvenation (PSR) program. The primary method used in this research is a literature study (desk study). The results of the study show that there are several strategies that the government must implement to accelerate the realization of the sustainable PSR program in Indonesia. The strategies in question include mandatory ISPO certification in 2025 (Indonesian Sustainable Palm Oil) for smallholder oil palm plantations, increasing the resource capacity of smallholder oil palm growers in implementing good agricultural practices (GAPs), providing access to smallholder oil palm growers to production inputs, resolving legality issues. Smallholders' land, encouraging land productivity and strengthening smallholders in fulfilling ISPO certification requirements, strengthening the institution of smallholders as a forum for smallholders to access government programs, and encouraging entry into the palm oil (CPO) processing sector which is an industrial raw material, and the government and related parties signed PSR cooperation through partnerships.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usaha Budidaya Lebah Madu Pada Kelompok Tani Hutan Lima Bersaudara Di Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya Doniy, Doniy; Anggreini, Trisna; Pordamantra, Pordamantra; AD, Yuprin; Ludang , Ellydia; Asiaka, Fandi K.P.
J-SEA (Journal Socio Economic Agricultural) Vol. 20 No. 2 (2025): Agustus 2025 (Journal Socio Economic Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/j-sea.v20i2.21447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui aktivitas budidaya lebah madu yang dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan Lima Bersaudara di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya; 2) Menganalisis faktor- faktor pakan lebah, jumlah stup, suhu, hama, masa panen, dan pengalaman beternak memengaruhi produksi madu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dilakukan secara bertahap melalui berbagai tahap, seperti pembuatan dan penempatan stup, pemindahan koloni, perawatan, pemanenan, pengemasan, dan pemasaran madu. Hasil uji menunjukkan bahwa model tidak mengalami penyimpangan seperti autokorelasi, multikolinearitas, dan heterokedastisitas. Uji Kesesuaian Model pada koefisien determinasi (R2) sebesar 90,6% menunjukkan bahwa itu sesuai dengan model dan dapat menjelaskan dampaknya terhadap produksi lebah madu. Variabel lain selain variabel independen dalam penelitian menyumbang 9,4 persen dari total.  Pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05), Fhitung sebesar 47,747 lebih besar dari Ftabel sebesar 2,527 dalam uji simultan.  Ini menunjukkan bahwa variabel dependen produksi madu (Y) pada Kelompok Tani Hutan Lima Bersaudara di Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya dipengaruhi oleh variabel independen berikut: pakan lebah (X1), jumlah stup (X2), suhu (X3), hama (X4), masa panen (X5), dan pengalaman berternak (X6). Uji secara parsial atau individu beberapa variabel independen yang mempengaruhi secara signifikan variabel dependen (Produksi Madu), yaitu pakan lebah (X1), jumlah stup (X2), masa panen (X5), dan pengalaman berternak lebah (X6). Uji juga beberapa variabel independen yang tidak mempengaruhi secara signifikan variabel dependen (Produksi Madu), yaitu suhu (X3) dan hama (X4).
Development of Stingless Bee Enterprises in Peatland Ecosystems: A Strategic Approach in Tuwung Village, Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan, Indonesia Pordamantra, Pordamantra; Anggreini, Trisna; Nopembereni, Eti Dewi; Barbara, Betrixia; Sintha, Tri Yuliana Eka
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 4 No. 12 (2025): December 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijar.v4i12.15878

Abstract

Kelulut bees (Trigona sp.) are a type of honey-producing bee native to Kalimantan, Indonesia, known for their stingless nature. These bees have high economic value, particularly in the peat ecosystem areas. This study aims to analyze the strategy for developing the Kelulut Bee cultivation business in Tuwung Village, Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan. Using a quantitative approach and purposive sampling, the study found that one major challenge for breeders is the lack of a definite market and reliance on manual, word-of-mouth marketing. The SWOT analysis revealed that the business is in a weak position (quadrant IV), requiring a survival strategy to avoid failure and improve profitability.