Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Eksplorasi Pengalaman Partisipasi Suami Dalam Penggunaan Kontrasepsi Vasektomi Aulia, Fika; Putri, Rr. Sri Nuriati Masdi; Puteri, Mahfuzhah Deswita; Lestari, Pratiwi Puji
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/cs089h31

Abstract

Vasektomi merupakan kontrasepsi pria efektif dan aman dengan angka kegagalan kurang dari 0, l-0,15%, namun masih rendah peminatnya. Penambahan jumlah akseptor Vasektomi pada tahun 2020 di Banjarmasin sejumlah 8 akseptor. Angka ini tergolong rendah yang dapat memberikan dampak negatif dalam pencapaian Program Keluarga Berencana (KB). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengeksplorasi pengalaman yang melatarbelakangi partisipasi suami dalam penggunaan kontrasepsi vasektomi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan informan dengan purposive sampling. Sampel diperoleh dengan prinsip kecukupan yaitu sebanyak 6 informan. Hasil penelitian ini menunjukkan partisipasi suami dalam penggunaan kontrasepsi vasektomi meliputi persepsi dan alasan yang melatar belakangi. Persepsi meliputi: KB merupakan tugas perempuan, namun jika kondisi tidak memungkinkan dapat dilakukan oleh laki-laki dengan alasan menggantikan peran istri dan membantu tugas istri. Alasan suami menjadi akseptor vasektomi meliputi: alasan ekonomi, alasan kesehatan, alasan sudah tidak ingin memiliki anak, adanya kesempatan layanan vasektomi dari petugas pemerintah. Disarankan adanya optimalisasi peran fasilitas pemberi pelayanan KB karena sangat potensial untuk meningkatkan jumlah akseptor vasektomi.
DUKUNGAN PASANGAN DAN PANDANGAN NILAI ANAK LAKI-LAKI DALAM KEIKUTSERTAAN VASEKTOMI FAMILY SUPPORT AND THE VALUE OF BOYS IN VASECTOMY PARTICIPATION: Family Support And The Value Of Boys In Vasectomy Participation Aulia, Fika Aulia
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKeb | Maret 2023
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v9i1.893

Abstract

The number of male participation in Indonesia has decreased from 0.3% in 2012 to 0.1% (IDHS, 2017).The addition of the number of male participation in becoming vasectomy acceptors in Banjarmasin City during 2020 was still small, namely 8 acceptors. The low participation of men has a negative impact on the success of the family planning program. In advancing the male family planning program, especially vasectomy, the role of partner support is very necessary because it can affect the husband's motivation and desire to become a vasectomy acceptor. Boys in Indonesia are still considered to be of a higher than girls. families have not stopped give birth because they don’t have son yet. The purpose of this study was to determine the relationship between partner support and vasectomy family planning participation. The method in this study is a type of descriptive analytic research with sampling using accidental sampling technique with the Mann Whitney statistical test. The conclusion of this study is that there is a relationship between family support, value of boys and male participation in using vasectomy.
PENGALAMAN PSIKOLOGIS PASIEN KANKER PAYUDARA DALAM MENJALANI KEMOTERAPI Fika Aulia; Bardiati Ulfah; Yaolanda Rizqi Agustina; Pratiwi Puji Lestari; Meylinasari
Jurnal Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Februari
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to describe the psychological experience of breast cancer patients undergoing chemotherapy. Researchers want to describe the psychological experience of breast cancer sufferers undergoing chemotherapy so that they can contribute to supporting the healing process of breast cancer sufferers.
Pengenalan Metode Alat Kontrasepsi Guna Meningkatkan Keikutsertaan Dalam Menjadi Peserta Keluarga Berencana Aulia, Fika Aulia; Sari, Dwi Karika Sari; Siti Maria Ulfa; Pratiwi Puji Lestari
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 06 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The intensive family planning program in most countries has had a significant effect. Indonesia has launched various programs to deal with population problems, is called National Family Planning Program. This program targets are divided into two, namely direct targets and indirect targets. There are many considerations that influence decision making in participating in the family planning program, so efforts are needed to assist the introduction of contraceptive methods and devices. The method used in this education is interactive education with pre-test and post-test. The results obtained from this activity are the achievement of maternal knowledge in the introduction of contraceptive methods and devices so that they decide to join the family planning program. The education provided interactively has a positive impact, so interaction in sharing information becomes more extensive and flexible. An increase in participants' knowledge of the importance of participating in family planning is indicated by the increased interest of participants in becoming a family planning participant. Interactive education for participants in this activity is effective in increasing the commitment of women of childbearing age who have not taken family planning to become family planning participants.
EDUKASI TEKNOLOGI JEJARING SOSIAL TERHADAP PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA DI BANJARBARU Ulfah, Bardiati; Fika Aulia; Yaolanda Rizqi Agustina; Ulya Karimah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 01 (2024): JANUARI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) usia remaja dimulai pada usia 10 tahun dan berakhir pada usia 22 tahun. Usia tersebut tergolong rentan hingga memerlukan pembinaan sikap ataupun perilaku yang di harapkan dapat memberikan perubahan pada diri remaja. Membina pertemanan dalam kehidupan adalah bagian dari orientasi yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari terutama di bangku sekolah. Meningkatkanya arus moderinisasi dengan maraknya penggunaan sosial media elektronik berefek posistif dan negative, segi negatifnya sering disalahgunakan remaja dengan aksi perilaku cyberbullying atau perundungan. Dalam hal ini cukup berdampak pada Kesehatan fisik, jiwa dan raga remaja. Global School-based Student Healty Survey diperoleh data 16,1% pernah menggalami perlakuan tidak menyenangkan. Bentuk kekerasan secara sengaja dan terus-menerus atau berulang melalui telemedia, baik telepon genggam dan alat elektronik lainnya berdampak cukup besar baik pada korban maupun pelaku itu sendiri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan perundungan anak adalah dengan memberikan edukasi secara berkesianmbungan dan menyeluruh seperti upaya edukasi dengan berbagai media untuk dapat menarik dan menimbulkan pertanyaan maupun minat bagi remaja. Tujuan pengabdian ini setelah mendapatkan edukasi terjadi perubahan sikap dan peningkatan pengetahuan. Metode yang digunakan dengan memberikan edukasi media audiovisual interaktif. Hasil remaja memiliki pengetahuan yang meningkat dari sebelumnya, serta harapannya dapat mempengaruhi sikap dan menimbulkan motivasi yang baik
OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI LANSIA MELALUI EDUKASI DAMPAK FISIK DAN PSIKOLOGIS MENOPAUSE Fika Aulia; Bardiati Ulfah; Yaolanda Rizqi Agustina; Suryati; Ika Sri Haryati; Fathasha Aulia
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause ditandai dengan berhentinya menstruasi yang sangat berdampak pada kehidupan seorang wanita. Dampak ini meliputi dampak fisik dan psikologis yang dapat mempengaruhi kehidupannya. Ketidaktahuan akan dampak menopause dapat menimbulkan permasalahan dalam kehidupan. Permasalahan dapat meliputi permasalahan fisik dan psikologis. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 320 Tahun 2022 tentang Pedoman Asuhan Kebidanan Pada Perimenopause, tugas bidan pada masa menopause adalah membantu pemberdayaan perempuan menopause dan keluarganya melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif agar perempuan dapat melewati masa tersebut bahagia dan sejahtera. Bidan dapat memberikan informasi mengenai dampak, keluhan, kebutuhan, tanda bahaya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan masa menopause. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Sarum Bolum dengan hasil kegiatan meningkatnya pengetahuan tentang dampak psikologis dan dampak fisik menopause pada lansia. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah optimalisasi kesehatan reproduksi lansia melalui edukasi dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai dampak fisik dan psikologis menopause, sehingga penting diadakannya keberlanjutan program ini sebagai program rutin dalam kegiatan posyandu lansia.
PEMBENTUKAN DAN PELATIHAN KADER KESEHATAN SEKOLAH DI SDN SUNGAI JINGAH 4 KOTA BANJARMASIN Aulia, Fika; Ulfah, Bardiati; A, Yaolanda Rizqi; Sandy, Nofa Irmaya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25868

Abstract

Sekolah menjadi lingkungan awal terbentuknya kader kesehatan sekolah sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan siswa di sekolah. Kader kesehatan sekolah dapat memberikan motivasi kepada siswa dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, dan meminimalisir perilaku berisiko. Permasalahan yang ada di SDN Sungai Jingah 4 adalah tidak memiliki kader kesehatan sekolah dan tidak aktifnya Unit Kesehatan Siswa (UKS). Solusi dari masalah tersebut adalah diadakannya pembentukan kader kesehatan sekolah dan pelatihan kepada kader kesehatan sekolah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk, melatih serta membina kader kesehatan sekolah. Metode Pengabdian Masyarakat ini adalah pembentukan kader kesehatan sekolah, kemudian dilakukan pelatihan siswa tentang Kader Kesehatan Sekolah mengenai PHBS dan Pengukuran BB dan Tinggi Badan. Kader kesehatan Sekolah juga diberikan Booklet Kader Kesehatan Sekolah yang berisi tentang tugas kader kesehatan sekolah, PHBS Sekolah, Cara Pengukuran BB dan TB. Kegiatan PKM dilaksanakan di SDN Sungai Jingah 4 pada bulan Januari 2024 dengan hasil kegiatan terbentuknya kader kesehatan sekolah di SDN Sungai Jingah 4. Kegiatan ini berdampak baik yaitu meningkatnya pengetahuan PHBS dan meningkatnya keterampilan dalam mengukur tinggi badan dan berat badan, sehingga penting keberlanjutan pembinaan kader kesehatan sekolah di materi kesehatan yang lainnya.
Edukasi Kesehatan Organ Reproduksi Remaja Putri di Desa Keliling Benteng Ilir [Health Education on Female Adolescent Reproductive Organs in Keliling Benteng Ilir Village] Suryati, Suryati; Ulfa, Siti Maria; Aulia, Fika; Norsyifa, Norsyifa
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261358

Abstract

Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood characterized by physical, psychological, and social changes. One of the most important aspects of this phase is the development of the reproductive system. A lack of adequate knowledge and appropriate attitudes toward reproductive health can lead to various problems, such as sexually transmitted infections, unintended pregnancies, and other health disorders resulting from unhealthy behaviors. This community service activity aimed to enhance adolescent girls’ knowledge and awareness of the importance of maintaining reproductive organ health. The activity was carried out in Keliling Benteng Ilir Village on October 5, 2025, as an implementation of the Tri Dharma of Higher Education in the field of community service. The target participants were 15 adolescent girls aged 12–18 years, selected through a purposive sampling technique. The implementation method consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage involved interactive lectures, group discussions, and educational video screenings, supported by leaflets and posters as learning media. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure the participants’ improvement in knowledge. The results showed a significant increase in participants’ knowledge regarding the anatomy of the reproductive organs, personal hygiene during menstruation, and the prevention of reproductive tract infections. This program successfully improved adolescents’ awareness and positive attitudes toward maintaining reproductive health and is expected to be sustainably implemented in other areas. Abstrak. Remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan yang ditandai oleh perubahan fisik, psikis, dan sosial. Salah satu aspek penting pada fase ini adalah perkembangan sistem reproduksi. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat terhadap kesehatan reproduksi dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti infeksi menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, serta gangguan kesehatan akibat perilaku tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Keliling Benteng Ilir pada tanggal 5 Oktober 2025 sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat. Sasaran kegiatan adalah 15 remaja putri berusia 12–18 tahun yang dipilih secara purposive. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pemutaran video edukatif dengan bantuan media leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta mengenai anatomi organ reproduksi, kebersihan diri saat menstruasi, serta pencegahan infeksi saluran reproduksi. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan sikap positif remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah lain.
The Influence of Peer Counselors on Adolescent Mental Health Using the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Method Ulfah, Bardiati; Aulia, Fika; Agustina, Yaolanda Rizqi; Padlillah, Rahmi; Salsabilla, Anggun; Nazwa, Alya
International Journal Scientific and Professional Vol. 5 No. 1 (2026): December 2025 - February 2026
Publisher : Yayasan Rumah Ilmu Professor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56988/chiprof.v5i1.135

Abstract

Adolescence is a transitional phase of self-discovery and lifestyle adjustments that can cause stress. Mentally healthy adolescents are those who are able to cope with life's pressures, be productive, and contribute to their communities. According to the 2024 I-NAMHS survey, 15.5-2.45 million adolescents have mental health problems, with the highest prevalence being 14 years old (75%). Mental health problems in adolescents, such as stress and anxiety, can hinder physical activity and quality. Mental health is crucial for adolescents, with psychoeducation to build a strong mental character, one of which is through peer counselors. The Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) method as an educational medium has proven to be effective in addressing adolescent mental health issues. The purpose of this study was to determine the influence of peers using the SEFT method approach on adolescent mental health. The method used was a Quasi-Experimental Design with a Pretest Posttest Control Group design. The results showed a significant influence of the SEFT method by peers on improving the emotional mental state of adolescents in the depression category with a t-test p value of 0.015, while in the anxiety and stress problem categories there was no influence of the SEFT method given by peers. The approach of those closest to them with continuous education through beneficial spiritual methods has an impact on the continuation of a generation of mentally and physically healthy adolescents.
PENGUATAN PERSIAPAN MENGHADAPI PUBERTAS SESUAI KAJIAN ISLAM PADA SISWA KELAS VI Aulia, Fika; Suryati, Suryati; Ulfah, Bardiati; Agustina, Yaolanda Rizqi; Assyfa, Mutia Aura Nazwa
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38600

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Masa pubertas merupakan fase transisi yang ditandai perubahan fisik, psikologis, dan spiritual, namun banyak siswa sekolah dasar belum memiliki pemahaman yang terintegrasi dengan nilai Islam sehingga kurang siap menghadapi perubahan dan kewajiban setelah baligh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi pubertas sesuai ajaran Islam. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan melalui ceramah interaktif dan simulasi praktik mandi wajib. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, persiapan materi dan instrumen, pelaksanaan, serta evaluasi. Mitra kegiatan adalah SDIT Al Firdaus Banjarmasin dengan jumlah peserta 90 siswa kelas VI. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan rerata nilai dari 56,22 menjadi 93,56 dengan persentase peningkatan sebesar 66,40%. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan praktik mandi wajib. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesiapan siswa secara holistik dan berpotensi direplikasi pada sekolah dasar berbasis keagamaan lainnya.Kata kunci: Siswa Sekolah Dasar; Edukasi; Pubertas; Nilai Islam. ABSTRACTPuberty is a transitional phase characterized by physical, psychological, and spiritual changes; however, many elementary school students still lack a comprehensive understanding integrated with Islamic values, leading to unpreparedness in facing these changes and religious obligations after reaching puberty (baligh). This community service activity aimed to improve students’ knowledge (cognitive) and skills (psychomotor) in dealing with puberty in accordance with Islamic teachings. The implementation methods included educational sessions through interactive lectures and simulation of obligatory bathing (ghusl) practices. The stages of the activity consisted of coordination with partners, preparation of materials and instruments, implementation, and evaluation. The partner in this activity was SDIT Al Firdaus Banjarmasin, involving 90 sixth-grade students. Evaluation was conducted using pre-test and post-test, as well as observation of students’ practical skills. The results showed an increase in the average score from 56.22 to 93.56, with a percentage increase of 66.40%. In addition, there was an improvement in students’ skills in performing obligatory bathing practices. This activity was effective in enhancing students’ readiness holistically and has the potential to be replicated in other Islamic-based elementary schools. Keywords: Elementary School Students; Education; Puberty; Islamic Values.