Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sosio Dialektika

Lesser States And Multinational Companies: Studi Kasus Terhadap Implikasi Keberadaan Perusahaan H&M Di Industri Fast Fashion Bangladesh Ma?sumah, Innesia; Kusumawardhana, Indra
SOSIO DIALEKTIKA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v5i1.3468

Abstract

Abstract This article probes to understanding the dynamics of multinational companies (MNC) versus least developed countries (LDC). The multinational company that is the object of this study is H&M, which has a base in Sweden as a home country. Then, this study focuses on H&M with its phenomenon of fast fashion, penetrating into Bangladesh and making it a host country to run the clothing production process to meet global consumption. Bangladesh itself is a least developed country whose national economic growth, especially in the export sector, is highly dependent on the garment industry. Therefore, this study will try to answer the phenomenon of the role of H&M in Bangladesh with the research question what are the implications of the growing H&M industry for workers in Bangladesh in 2005-2011? This problem will be seen through the lens of international political economy (IPE) with a focus on the interaction of multinational companies and less developed countries. Keywords: MNCs, LDCs, H&M, Bangladesh, Fast Fashion
Diplomasi Angkatan Laut Indonesia-Cina: Studi Kasus Implementasi Forum NTNCT (Navy to Navy Cooperation Talk) dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Maritim Indonesia Irawan, Fendi; Kusumawardhana, Indra
SOSIO DIALEKTIKA Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v8i1.8306

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar memiliki tujuan menjaga stabilitas keamanan maritim. Dalam mewujudkannya perlu adanya stabilitas kerja sama keamanan maritim. Pada prinsipnya, upaya Indonesia dalam menciptakan stabilitas keamanan maritim masih belum optimal. Masalah pencurian ikan oleh kapal asing masih marak terjadi. Faktor lingkungan strategis dan kerja sama pertahanan keamanan maritim menjadi aspek yang paling penting dalam mewujudkan poros maritim dunia. Cina menjadi negara dengan kekuatan armada laut maritim terbesar di Asia Pasifik dipandang perlu menjadi mitra strategis Indonesia dalam kerja sama pertahanan keamanan maritim. Diplomasi Angkatan Laut antara Indonesia dan Cina sudah terjalin sejak tahun 2005 dan terus mengalami pembaharuan. Kerja sama tersebut diperbaharui dalam kesepakatan Joint statement on strength comprehensive strategic partnership between the people's republic of China and the Republic of Indonesia in 2015 yang menghasilkan Navy to Navy Cooperation Talk (NTNCT) sebagai forum dialog kerja sama pertahanan angkatan laut. Penelitian ini bertujuan melihat implementasi dari NTNCT sebagai wujud kerja sama pertahanan yang telah dibentuk kedua negara dalam menjaga stabilitas keamanan maritim. Adapun metode yang digunakan peneliti adalah kualitatif deskriptif dan wawancara untuk menjelaskan lebih dalam mengenai diplomasi angkatan laut. Beberapa konsep seperti keamanan maritim, kerja sama pertahanan, dan kebijakan pertahanan sebagai alat negosiasi kepentingan kedua negara didalam forum NTNCT. Peneliti menemukan implementasi Navy to Navy Cooperation Talk sangat berkontribusi dalam bidang pertahanan keamanan maritim. Hal ini, dimanfaatkan Indonesia untuk dapat belajar dengan Cina sebagai armada laut kuat dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia dalam bidang pertahanan menuju poros maritim dunia.