Gst. Kade Adi Widyas Pranata
Institut Teknologi Dan Kesehatan Bali

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JRKN

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN BULELENG Ni Kadek Dian Rastika Dewi; Ni Luh Adi Satriani; Gst. Kade Adi Widyas Pranata
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.256 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v6i1.360

Abstract

Latar Belakang. Angka kejadian DBD di Provinsi Bali terus menerus meningkat setiap tahunnya. Kabupaten Buleleng tercatat sebagai kabupaten dengan incident rate tertinggi yaitu sebanyak 1.631 kasus pada tahun 2019. Faktor-faktor yang diduga terlibat dalam tingginya kejadian ini adalah pengetahuan dan sikap yang kurang sehingga berdampak terhadap perilaku yang buruk dalam pencegahan DBD. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan DBD pada masyarakat di Kabupaten Buleleng. Metodelogi. Jenis penelitian ini adalah analitik correlation, dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Panji Anom Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng sebanyak 95 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang sudah valid (face validity). Teknik analisa menggunakan uji Spearman Rho. Hasil. Dari 95 responden didapatkan yaitu masyarakat yang mempunyai pengetahuan yang cukup yakni sebanyak 53 (55.8%) orang, sikap yang cukup yakni sebanyak 52 (54.7%) orang, dan perilaku yang cukup yakni sebanyak 54 (56.8%) orang. Hasil uji Spearman Rho ditemukan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku (r = 0.308, p-value = 0.002), serta terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku (r = 0.601, p-value = 0.000) pencegahan DBD pada masyarakat di Kabupaten Buleleng. Diskusi. Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan, sikap dan perilaku yang cukup serta terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan DBD dan terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan DBD. Saran meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dan mengoptimalkan kegiatan penyuluhan atau sosialisasi pada masyarakat di Desa Panji Anom tentang pencegahan DBD.  Kata Kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, pencegahan,
PENGALAMAN KELUARGA DALAM PENANGANAN PERTAMA PADA ANAK YANG MENGALAMI KEJANG DEMAM Gst. Kade Adi Widyas Pranata; Mei Chih Huang
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.992 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.146

Abstract

Pendahuluan: serangan kejang demam pada anak tidak hanya disaksikan oleh orang tua, namun juga oleh anggota keluarga lainnya. Namun sangat sedikit penelitian yang menjelaskan tentang pengalaman mereka sebagai keluarga yang utuh dalam memberikan pertolongan pertama terhadap peristiwa yang menyeramkan itu. Tujuan penelitian: untuk menggali lebih dalam tentang pengalaman keluarga dalam melakukan penanganan pertama pada anak yang mengalami kejang demam. Metode: pendekatan fenomenology deskriptif dengan teknik purposive sampling telah digunakan untuk memotret intisari dari pengalaman keluarga terhadap pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejang demam di Bali, Indonesia. Wawancara mendalam dengan tatap muka telah dilakukan sampai data jenuh dengan memperhatikan Francis method dan dengan menggunakan panduan wawancara semi-terstruktur dengan pertanyaan terbuka. Wawancara telah direkam dan catatan lapangan telah diambil setiap kali wawancara dilakukan. Teknik analisis tujuh langkah dari Colaizzi’s (1978) telah digunakan untuk menganalisa transkrip yang dihasilkan. Credibility, transferability, dependability, dan confirmability oleh Lincoln and Guba (1994) telah diaplikasikan untuk memastikan tingkat kepercayaan hasil penelitian. Hasil: data telah dikumpulkan dari 12 keluarga yang memiliki pengalaman melakukan pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejang demam. Dua tema utama yaitu “tidak tahu harus melakukan apa” dan “melakukan sesuatu yang terpikirkan” telah ditemukan dari hasil analisis. Diskusi: tidak tahu harus melakukan apa dan melakukan sesuatu yang terpikirkan telah diterima sebagai intisari dari pengalaman keluarga dalam pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejang demam. Hasil penelitian ini menegaskan tentang pentingnya pemberian pendidikan kesehatan untuk menghilangkan kepanikan pada keluarga ketika menghadapi anak mengalami serangan kejang demam, sekaligus membimbing penggunaan respon tindakan yang lebih tepat.
The Effect of Acupressure Therapy to Reduce The Intensity of Low Back Pain on The Third Semester Pregnant Women Luh Yenny Armayanti; Ketut Eka Larasati Wardana; Putu Pinahyu Pratiwi; Gst. Kade Adi Widyas Pranata
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v7i2.505

Abstract

Abstrak Sebanyak 70% ibu hamil trimester III mengalami nyeri punggung bawah. Apabila tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan kesulitan untuk berdiri, duduk bahkan berpindah apabila nyeri telah menyebar ke area pelvis dan lumbar, sehingga dapat mempengaruhi rutinitas sehari-hari dan kualitas hidup mereka. Akupresur mulai banyak diterapkan untuk mengurangi nyeri punggung bawah pada ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh akupresur terhadap mengurangi nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan design pra-eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 orang yang diambil secara Nonprobability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan di Praktik Mandiri Bidan  “EPS” Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi. Data yang diperoleh berupa data kategorik sehingga tidak dilakukan uji normalitas data. Data diuji menggunakan aplikasi SPSS secara Non Parametric Test yaitu Wilcoxon Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan rata-rata skala nyeri responden dari 5.31 menjadi 2.44 dengan penurunan skala nyeri sebanyak 2.87 (54,04%). dari hasil analisis dapat dilihat bahwa nilai p= 0.00(<0.05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengeruh pemberian akupresur terhadap intensitas nyeri pada punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Kata Kunci: Akupresur, nyeri punggung bawah, ibu hamil, trimester III
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KESIAPAN MAHASISWA ILMU KESEHATAN DALAM PENERAPAN EVIDENCE BASED PRACTICE (EBP) Pranata, Gst. Kade Adi Widyas; Wulandari, Ida Ayu Putri
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v8i1.564

Abstract

Abstrak Banyak konsekuensi buruk yang mungkin terjadi jika praktik layanan kesehatan tidak berbasis bukti. Namun, pengenalan dan penyertaan konsep EBP dalam kurikulum mahasiswa ilmu kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia belum terlaksana secara maksimal. Banyak di antara mereka bahkan dilaporkan tidak mampu mencari literature. Oleh karena itu, sebagai landasan penyempurnaan kurikulum, pengukuran pengetahuan, sikap, dan kesiapan mahasiswa ilmu kesehatan terkait penerapan EBP sangat penting untuk ditelusuri lebih jauh. Desain penelitian ini adalah survei deskriptif cross-sectional. Penelitian ini dilakukan secara online terhadap 369 mahasiswa kesehatan di Bali, Indonesia tahun 2021. Adapun kuisioner yang digunakan dalam mengukur tiga variable independent adalah EBPQ (Evidence-Based Practice Questionnaire) versi bahasa Indonesia. Uji analisis deskriptif dengan bantuan SPSS 20 for Windows digunakan sebagai teknik analisa data. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (86,2%) dan merupakan mahasiswa keperawatan (70,2%). Sebagian besar dari mereka secara subyektif menyatakan memiliki pengetahuan yang baik (65.2±14.9; 87.3%), sikap mendukung (20.2±4.4; 92.9%), dan kesiapan yang baik (24.8 ± 8.1; 69.1%) dalam penerapan praktik berbasis bukti. Temuan-temuan ini dapat menjadi landasan bagi perubahan atau penyempurnaan kurikulum pendidikan tinggi ilmu kesehatan. Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, kesiapan, bukti, mahasiswa, kesehatan.