Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

CROSS SECTIONAL STUDY : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEK PADA KOMUNITAS IBU HAMIL Mastryagung, Gusti Ayu Dwina; Rato, Leni Nopliana Delu Mila; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i1.6289

Abstract

Latar belakang: Kehamilan merupakan rangkaian proses alami dan fisiologis yang terjadi dalam tubuh wanita. Ketidakseimbangan asupan gizi, terutama antara energi dan protein selama masa kehamilan, sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK). KEK pada ibu hamil merupakan masalah yang bersifat multifaktorial, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi, usia saat hamil, serta jumlah paritas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya KEK pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 175 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas. Hasil analisis data menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan usia ibu hamil terhadap kejadian KEK (α < 0,05) Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jumlah paritas dengan kejadian KEK (nilai P = 0,838; > 0,05) Kesimpulan: bahwa usia dan pengetahuan berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil.
Efektivitas Media Audio Visual Screening Prakonsepsi terhadap Pengetahuan dan Motivasi Wanita Usia Subur (WUS) Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Fitriani, Pande P Elza
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15319

Abstract

ABSTRACT                                Preconception health is an essential aspect of primary and preventive care efforts. Preconception care is considered a major component of health care for women of childbearing age. Lack of knowledge is one of the factors that causes women's low access to preconception health services. With knowledge, a good level of education and economic factors, it will also lead to good behavior, thus giving rise to a person's motivation in a better direction. This research aims to determine the effectiveness of preconception audio visual screening media on the knowledge and motivation of women of childbearing age. Quasi-experimental research with a one group pre-test and post-test research design without control design. The sample for this study consisted of 105 WUS. The instruments used were audio-visual media and questionnaires related to knowledge and motivation for preconception screening in WUS. Bivariate analysis with the Wilcoxon statistical test. Based on statistical tests using the Wilcoxon test, it shows that there is a significant difference in the knowledge and motivation of WUS before and after being given audio visual media about premarital screening with a p value <0.001, it can be concluded that audio visual media is effective in increasing knowledge and motivation for preconception screening in women of childbearing age (WUS). Keywords: Effectiveness of Audio Visual, Preconception Screening, Knowledge,                 Motivation, Women of Childbearing Age  ABSTRAK Kesehatan prakonsepsi merupakan aspek esensial dari upaya asuhan primer dan preventif. Pelayanan prakonsepsi dianggap sebagai komponen utama pelayanan kesehatan pada wanita usia subur. Kurangnya pengetahuan merupakan salah satu factor yang menyebabkan rendahnya akses wanita terkait pelayanan kesehatan prakonsepsi. Dengan pengetahuan, tingkat pendidikan dan factor ekonomi yang baik makan akan menyebabkan perilaku yang baik pula, sehingga menimbulkan motivasi seseorang untuk kearah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media audio visual screening prakonsepsi terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur.  Penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian one group Pre-test and Post-test without control design. Sampel penelitian ini berjumalh 105 WUS. Instrumen yang digunakan adalah media audio visual dan kuesioner terkait pengetahuan dan motivasi screening prakonsepsi pada WUS. Analisis bivariat dengan uji statisti Wilcoxon. Berdasarkan uji statistic dengan uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang siginifikan pada pengetahuan dan motivasi WUS sebelum dan setelah diberikan media audio visual tentang skrining pranikah dengan p value <0.001, sehingga dapat disimpulkan media audio visual efektif meningkatkan pengetahuan dan motivasi skrining prakonsepsi pada WUS. Kata Kunci: Efektivitas Audio Visual, Skrining Prakonsepsi, Pengetahuan,                  Motivasi, Wanita Usia Subur
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI UPTD.PUSKESMAS NUSA PENIDA I Dwijayanti, Yuke; Nurtini, Ni Made; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita
JURNAL MEDIKA USADA Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v7i1.218

Abstract

Background: The prevalence of stunting incidence based on weighing operations in Februari 2022 on toddlers aged 12-59 months in the working area of Public Health Center I Nusa Penida is above the average of stunting rate in Bali in 2021which was 24.61%. The causes of stunting are mothers’ characteristics such as age, education, occupation, family income, and mother’s knowledge about nutrition. Purpose: To identify the correlation between characteristics and mothers’ knowledge about nutrition and stunting incidence on toddlers aged 12-59 months in the working area of Public Health Center I Nusa Penida. Method: This study employed analytical quantitative design with cross sectional approach. The sample of this study was 312 mothers which were chosen by using probability sampling technique. The data were analyzed by using bivariate with chi square test. Findings: Based on statistical test with chi square test showed that there was significant correlation between mothers’ age (p=<0,001), knowledge level (p=<0,001), and income (p=0,000) toward stunting incidence on toddlers aged 12-59 months. There was not correlation between mothers’ occupation, parity, and mothers’ knowledge about nutrition toward stunting incidence on toddlers aged 12-59 months. Conclusion: It can be concluded that most of toddlers aged 12-59 months do not experience stunting. Having child in the vulnerable age (<20 and >35 years), education level, and income has correlation with stunting, meanwhile parity and knowledge level do not have correlation with stunting.
Edukasi Dan Skrining Kecemasan Sebagai Upaya Pencegahan Kecemasan Pada Ibu Nifas Di Kota Denpasar Darmayanti, Putu Ayu Ratna; Santi , Luh Komang Suwarma; Ariani, Ni Komang Sri; Darmawati, I Dewa Ayu Agra; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.859

Abstract

Masa nifas merupakan periode yang sering menimbulkan kecemasan karena adanya perubahan peran dan tanggung jawab baru. Sebagian ibu mampu beradaptasi dengan baik, namun banyak pula yang mengalami kecemasan bahkan depresi. Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan melalui edukasi dan skrining kecemasan untuk mendeteksi masalah serta mencegah dampak psikologis yang lebih berat. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan melalui edukasi dan skrining kecemasan sebagai upaya promotif dan preventif. Pendekatan yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan metode ceramah, tanya jawab, serta pemutaran video animasi. Kegiatan dilaksanakan di Kota Denpasar pada Juli 2025. Metode meliputi persiapan, edukasi kesehatan menggunakan video animasi, pretest–posttest untuk mengukur pengetahuan, serta skrining kecemasan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan analisis data. Program dilaksanakan oleh tim dari ITEKES Bali dengan partisipasi aktif ibu nifas. Sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang sebanyak 26 orang (52%), setelah diberikan edukasi menurun drastis dari menjadi hanya 4 orang (8%). Hampir setengahnya peserta skrining kecemasan mengalami kecemasan ringan selama masa nifas sebanyak 23 orang ibu nifas (46%). Edukasi dan skrining kecemasan efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas dan cakupan skrining serta mendukung upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kebidanan. Kata kunci : Kecemasan, Ibu Nifas, Edukasi Kesehatan, Skrining
Studi Retrospektif: Faktor – Faktor yang Memengaruhi Kejadian Preeklampsia di Ruang Bersalin RSU Negara Ermayanti, Putu Dewinta; Mastryagung, Gusti Ayu Dwina; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 9 No 2 (2025): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v9i2.568

Abstract

Latar belakang: Peningkatan kejadian preeklampsia mengindikasikan masih adanya ancaman komplikasi yang terjadi selama kehamilan. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh preeklampsia pada ibu diantaranya adalah solusio plasenta hingga kematian. Tujuan: untuk menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi kejadian preeklampsia di Ruang Bersalin RSU Negara tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan deskriptif analitik retrospektif dengan desain case control. Sampel yang digunakan yaitu pasien preeklamsia sejumlah 106 orang dan kelompok kontrol yaitu ibu bersalin tidak preeklamsia/normal sejumlah 106 orang yang berkunjung di RSU Negara sehingga total keseluruhan jumlah sampel yang digunakan adalah 212 orang. Hasil: Ada hubungan antara obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RSU Negara dengan p-value = 0,00 dan OR=6,7. Ada hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia di RSU Negara dengan p-value = 0,01 dan nilai OR=2,5. Tidak ada hubungan antara DM dengan kejadian preeklampsia di RSU Negara dengan p-value = 0,4 (>0,05). Kesimpulan: Obesitas merupakan faktor risiko yang paling berhubungan dengan kejadian preeklampsia dilihat dari hasil odd ratio tertinggi dari ketiga faktor risiko. Ibu hendaknya Mengadopsi gaya hidup sehat, termasuk pola makan yang seimbang dan aktivitas fisik yang cukup, dapat membantu mengurangi risiko
Peran Pengetahuan dalam Meningkatkan Minat Penggunaan KB Pascasalin pada Ibu Hamil Trimester III di UPTD Puskesmas IV Denpasar Selatan Susanti, Ni Nyoman; Gusti Ayu Dwina Mastryagung; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 9 No 2 (2025): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v9i2.588

Abstract

Latar Belakang. KB pasca salin adalah metode kontrasepsi yang digunakan oleh wanita setelah melahirkan untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Kontrasepsi pasca salin termasuk dalam kategori kontrasepsi jangka panjang. Faktor pengetahuan dan minat ibu hamil trimester III terhadap KB pasca salin menjadi faktor krusial yang mempengaruhi keputusan untuk menggunakan metode kontrasepsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan minat penggunaan KB pasca salin pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas IV Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Selatan. Metode. Metode penelitian menggunakan metode penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu non probability sampling dalam bentuk total sampling dengan sampel berjumlah 108 responden. Uji analisa data menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi sejumlah 103 (95,4%) dan sebagian besar responden memiliki minat tinggi sejumlah 105 (97,2%). Analisis pengetahuan dengan minat penggunaan KB pasca salin didapatkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Kesimpulan. Simpulan penelitian berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan minat penggunaan KB pasca salin pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas IV Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Selatan. Melalui penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan alat KB pasca salin sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pemilihan kontrasepsi jangka panjang
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT WANITA USIA SUBUR MENGGUNAKAN KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS BERU KABUPATEN SIKKA NUSA TENGGARA TIMUR Wigati Dwi Istiari; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/8m84x666

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan penduduk yang tinggi dan kesejahteraan ekonomi menurun merupakan masalah jika angka kelahiran masih tinggi dari angka kematian. Pemerintah menerapkan program keluarga berencana yang diharapkan mampu mengatasi masalah tersebut. IUD merupakan kontrasepsi terbaik bagi wanita. Alat ini sangat efektif, tidak perlu diingat setiap hari seperti pil. Bagi ibu yang menyusui, IUD juga tidak akan mempengaruhi ASI. Beberapa faktor yang berhubungan dengan minat Wanita Usia Subur (WUS) menggunakan IUD diantaranya: pengetahuan, umur dan pendidikan ibu. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat WUS menggunakan IUD di Puskesmas Beru Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur. Metode: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 91 WUS yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik analisa untuk variabel pengetahuan dan umur menggunakan uji spearman, variabel pendidikan menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 54 WUS (59,3%), umur 20-35 tahun sebanyak 70 WUS (76,9%), tingkat pendidikan SMA/SMK sebanyak 67 WUS (73,6%). Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rho dengan nilai p=0,000<0,05 maka  ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan minat ibu menggunakan kontarsepsi IUD. Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rho dengan nilai p=0,835>0,05 maka tidak ada hubungan antara umur dengan minat ibu menggunakan kontarsepsi IUD. Hasil uji statistik menggunakan Chi-square dengan nilai p= 0,000 < 0,05 maka ada hubungan tingkat pendidikan dengan minat ibu menggunakan kontarsepsi IUD. Simpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan pendidikan dengan minat ibu menggunakan IUD dan tidak ada hubungan umur dengan minat ibu menggunakan IUD.
PENINGKATAN LITERASI PUBERTAS PADA REMAJA PANTI ASUHAN MELALUI EDUKASI HORMON DAN PERUBAHAN FISIK Ketut Eka Larasati Wardana; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja; Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.72

Abstract

Pubertas merupakan fase kritis yang ditandai perubahan fisik, hormon, dan emosional. Remaja di panti asuhan sering memiliki keterbatasan akses informasi sehingga berisiko mengalami miskonsepsi mengenai perkembangan tubuhnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pubertas pada remaja Panti Asuhan Saiwa Dharma melalui edukasi mengenai hormon reproduksi dan perubahan fisik. Sebanyak 45 remaja mengikuti kegiatan ini. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pemutaran media audio-visual. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi partisipatif untuk menilai keterlibatan peserta. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi pubertas. Skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 56,4 (kategori cukup) pada pre-test menjadi 84,7 (kategori baik) pada post-test, dengan peningkatan rata-rata sebesar +28,3 poin. Sebanyak 91% remaja menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai fungsi hormon (estrogen, progesteron, dan testosteron), dan 88% mampu mengidentifikasi perubahan fisik utama pada masa pubertas. Diskusi juga memperlihatkan penurunan miskonsepsi, terutama terkait menstruasi, mimpi basah, dan perubahan emosional. Observasi menunjukkan 95% peserta aktif dalam kegiatan, menandakan metode edukasi interaktif sangat efektif. Kegiatan ini terbukti berhasil meningkatkan literasi pubertas dan kesiapan remaja dalam menghadapi perubahan biologis maupun psikologis. Edukasi hormon berbasis pendekatan interaktif direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di panti asuhan dan lembaga pendidikan sejenis.
PENGUATAN KAPASITAS SOSIAL DAN LITERASI GIZI MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN SPIRULINA SEBAGAI PANGAN SEHAT Ketut Eka Larasati Wardana; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja; Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi; Ni Made Raningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.81

Abstract

Permasalahan gizi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas hidup dan risiko penyakit degeneratif. Desa Les memiliki potensi spirulina yang dikelola oleh KUB Sari Alga, namun pemanfaatannya sebagai pangan sehat belum optimal akibat keterbatasan kapasitas sosial dan literasi gizi masyarakat. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan menguatkan kapasitas sosial dan meningkatkan literasi gizi masyarakat Desa Les dalam pemanfaatan spirulina sebagai pangan sehat, tanpa berorientasi pada luaran produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif, meliputi pemetaan sosial, edukasi gizi berbasis komunitas, penguatan peran kelembagaan KUB dan kader kesehatan, pendampingan perubahan perilaku, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap positif masyarakat terhadap gizi seimbang dan pemanfaatan spirulina, disertai penguatan peran sosial KUB Sari Alga sebagai agen edukasi gizi di tingkat desa. Perubahan praktik konsumsi mulai terlihat pada sebagian keluarga sebagai indikator awal kesiapan sosial. Program ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas sosial dan literasi gizi efektif sebagai fondasi intervensi kesehatan berbasis pangan lokal, serta menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan program lanjutan yang berorientasi pada diversifikasi produk spirulina untuk pencegahan gizi buruk dan penyakit degeneratif.
Efektivitas Video Edukasi Premenstrual Syndrom terhadap Pengetahuan, Perilaku dan Tingkat Kecemasan pada Remaja Putri Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi; Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Ida Ayu Ningrat Pangruating Diyu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.17926

Abstract

ABSTRACT Premenstrual syndrome (PMS) is a symptoms of physical and mental disorders, which usually appear from one week to several days before menstruation comes, and disappear after menstruation comes, although sometimes it lasts until menstruation stops. PMS which occurs in teenagers can reduce productivity in carrying out daily activities. PMS symptoms in teenagers can affect their performance at school. The incidence of PMS affects activities at school, for example: decreased concentration in learning, disruption of communication with friends, it is also possible that there will be a decrease in learning productivity and an increase in absenteeism and attendance. The purpose this research was to determine the effectiveness of premenstrual syndrome educational videos on the knowledge, behavior and stress levels of teenager at Senior high School 1 Dawan Klungkung. This research are pre-experimental design with  one-group pretest-post-test desaign. This research location was at Senior high School 1  DawanKlungkung. Analysis data was used univariate analysis, bivariate analysis with Wilcoxon test. The results of this study show that educational videos are effective in increasing knowledge and behavior as well as reducing the anxiety level of teenager with premenstrual syndrome with a p value of 0.0001. Educational videos are effective to increasing knowledge and behavior as well as reducing the anxiety level of teenager with premenstrual syndrome  Keywords: Educational Video, Knowledge, Behavior and Anxiety Level  ABSTRAK Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti PMS yang terjadi pada remaja dapat menurunkan produktivitas dalammelakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala PMS pada remaja dapat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah. Kejadian PMS mempengaruhi kegiatan di sekolah, misalnya: penurunan konsentrasi belajar, terganggunya komunikasi dengan teman juga dimungkinkan terjadi penurunan produktivitas belajar dan peningkatan absensi kehadiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas video edukasi premenstrual syndrom dengan pengetahuan, perilaku dan tingkat stress remaja putri di SMAN 1 Dawan Klungkung. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain pre eksperimental dengan pendekatan one- group pretest-post-test. Tempat penelitian yaitu di SMA 1 Dawan Klungkung. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video edukasi efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku serta penurunan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi premenstrual syndrome dengan p value 0,0001. Video edukasi efektif dalam peningkatan pengetahuan dan perilaku serta penurunan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi premenstrual syndrome Kata Kunci: Video Edukasi, Pengetahuan, Perilaku dan Tingkat Kecemasan