Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STRATEGI GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SOPAN SANTUN SISWA KELAS IX DI MADRASAH TSANAWIYAH ASSUNNAH CIREBON Ayatinabila, Farah; Mubarok, Frenky
Wulang: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 2 (2024): Wulang Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah
Publisher : Study Program of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education at Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/wjp.v1i2.303

Abstract

Penelitian ini dilandaskan oleh fenomena banyaknya siswa di zaman sekarang yang telah kehilangan karakter sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat. Penyimpangan moral dan sikap siswa akan semakin tidak terkendali apabila tidak ditangani secara serius. Melihat kenyataan saat ini, peran orang tua dan guru sangat penting dalam membentuk sikap santun pada siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi guru kelas IX dalam membentuk karakter sikap sopan santun siswa dan mengetahui karakter sopan santun siswa kelas IX di MTs Assunnah Cirebon. Tulisan ini dibuat berdasarkan ilmiah dan data lapangan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Pengumpulan data ini menggunakan analisis dokumen, wawancara dan observasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian bersifat narasi. Data yang disajikan berupa deskriptif mengenai strategi guru dalam membentuk karakter sopan santun siswa kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Assunnah Cirebon. Proses analisis dilakukan dengan pengumpulan data oleh sumber data kemudian data direduksi. Proses mereduksi data dilakukan dengan merangkum, memilih pokok-pokok informasi, kemudian penyajian data. Penyajian data dilakukan dengan menarik kesimpulan berdasarkan sumber informasi yang terkumpul. Hasil temuan ini yaitu strategi yang di lakukan guru dalam membentuk karakter sopan santun meliputi : 1) Memberi salam atau menyapa ketika bertemu guru, 2) Menanamkan pembiasaan baik dan menjadi teladan bagi siswa, 3) Menegur siswa yang tidak sopan baik dalam berbicara atau bersikap, dan 4) Memotivasi siswa agar selalu bersikap dan berbicara sopan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan sikap sopan santun siswa MTs Assunnah Cirebon sudah baik. Akan tetapi perlu adanya peningkatan strategi dalam pembentukan karakter sopan santun siswa.
A Study on the Quality of Mashhur Ghairu Istilahi Hadith: Reconsidering the Stereotype of Misogynistic Hadiths Mubarok, Frenky; Suci Muzfirah; Muidatul Faziyah
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/yinyang.v19i2.9670

Abstract

Hadith serves as the second authoritative source of Islamic teachings after the Qur’an, functioning either to elucidate the Qur’an or to supplement aspects not explicitly addressed within it, thereby guiding the religious practices of Muslims. The Mashhur Hadith is classified as a hadith transmitted by three or more narrators in each level of its chain but does not reach the level of Mutawatir. Despite not achieving the status of Mutawatir, Mashhur Hadiths are considered valid for legal determinations. In contemporary discourse, the term “Mashhur Hadith” extends beyond its technical classification by Hadith scholars to include hadiths that have gained popularity among the general populace (‘inda lisān al-nās), referred to as Mashhur Ghairu Istilahi. This article aims to examine hadiths that are prevalent among feminists, particularly those perceived as misogynistic. Muslim feminists, in their scholarly pursuits, often utilize hadiths as foundational texts. They compile hadiths they believe contradict the principles of gender equality—labeling them as misogynistic—and conduct takhrij studies to critically analyze these hadiths, seeking arguments to support the notion of feminism within Islam.
Pengaruh Pendekatan Saintifik Pada Mata Pelajaran Fikih Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas V MI Muhammadiyah Tegalurung Muzfirah, Suci; Afdal, Muhammad; Mubarok, Frenky
Wulang: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 1 (2025): Wulang: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Study Program of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education at Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/wjp.v3i1.334

Abstract

Lack of student interest in fiqh lessons is one of the problems that occur in educational institutions. Fiqh learning in the Madrasah Ibtidaiyah curriculum is one of the subjects that is directed to prepare students for the ability to recognize, understand, appreciate, and practice Islamic law, which then becomes the basis for a way of life through guidance, teaching, training, and experience activities. This study aims to determine the effect of the scientific approach to fiqh subjects on the learning interests of class V students of MI Muhammadiyah Tegalurung. This type of research uses quantitative descriptive. To obtain the data studied, the researcher took data from the sample in this study using 1 class, namely class V A as the experimental class, the data collection method in this study used a questionnaire, while for the data analysis technique in this study using the R Square test Based on the SPSS output table "Model Summary" above, it is known that the determination coefficient value or R Square is 0.757. The R Square value of 0.757 comes from the squaring of the correlation coefficient value or "R", which is 0.870 x 0.870 = 0.757. The magnitude of the determination coefficient (R Square) is 0.757 or equal to 75.7%. This figure means that the motivation variable (X1) and the interest variable (X2) simultaneously (together) affect the achievement variable (Y) by 75.7%. While the rest (100% - 75.7% = 24.3%) is influenced by other variables outside this regression equation or variables that are not studied. Based on the results of the study above, it shows that there is a positive influence between the influence of the scientific approach on students' learning interests at MI Muhammadiyah Tegalurung, from here it can be concluded that the hypothesis can be accepted and proven. It is hoped that this thesis will be a source of information and input for those who read it and can be used as a reference for further research.
PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA KELAS VI UPTD SDN I TUGU KECAMATAN LELEA Rohman, Agus; Mubarok, Frenky
Wulang: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2024): Wulang Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah
Publisher : Study Program of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education at Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/wjp.v2i1.373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dan orang tua dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada siswa kelas VI UPTD SDN I Tugu Kecamatan Lelea. Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan salah satu keterampilan dasar yang penting dalam pendidikan agama Islam, yang tidak hanya membutuhkan pembelajaran teknis tetapi juga pembentukan karakter spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggali lebih dalam tentang peran guru dan orang tua dalam pembelajaran membaca Al-Qur'an. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran signifikan dalam memberikan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa, seperti penggunaan metode Iqro’ dan pembelajaran berbasis permainan. Guru juga memberikan perhatian lebih kepada siswa yang membutuhkan bantuan khusus dalam mengenal huruf hijaiyah dan membaca dengan tajwid yang benar. Di sisi lain, orang tua berperan sebagai pendamping di rumah, memberikan motivasi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran anak. Kerja sama antara guru dan orang tua terbukti meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa, terutama melalui komunikasi yang terjalin dengan baik dan pelaksanaan pembelajaran yang berkesinambungan antara sekolah dan rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara peran guru dan orang tua sangat berpengaruh dalam mendukung perkembangan kemampuan membaca Al-Qur'an pada siswa, serta membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan dalam kehidupan mereka.
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Murid Kelas 4A SDIT Assunnah Kota Cirebon Firdaus, Arof; Mubarok, Frenky
Wulang: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 2 (2025): Wulang: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Study Program of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education at Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/wjp.v3i2.354

Abstract

Latar Belakang Penelitian ini adalah motivasi belajar dapat muncul karena faktor intrinsik berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita, sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah berupa penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar terhadap hasil belajar murid. Penelitian dilaksanakan di SDIT Assunnah Kota Cirebon, dengan memilih 22 orang murid sebagai sampel. Penelitian ini dilaksanakan 6 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket atau kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Dimana angket digunakan untuk memperoleh data tentang motivasi belajar terhadap hasil belajar yang diberikan kepada guru kelas, dokumentasi kegiatan pencatatan dokumen tentang jumlah murid serta data murid kelas 4A sedangkan wawancara merupakan teknik pendukung guna memperoleh informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan hubungan motivasi terhadap hasil belajar. Hasil analisis data menunjukkan bahwa motivasi belajar (X), mempunyai hubungan signifikan tehadap hasil belajar (Y) yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,99. Sedangkan untuk uji signifikan uji r diperoleh bahwa rhitung yang diperoleh adalahlebih besar dari rtabel (0,99 > 0,444), pada taraf signifikan 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel motivasi belajar (X) mempunyai hubungan terhadap variabel hasil belajar (Y).
TEACHER’S EFFORTS TO DEVELOP THE CHARACTER OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS THROUGH CHILD-FRIENDLY EDUCATION Muzfirah, Suci; Mubarok, Frenky; Azizah, Muasromatul; Afdal, Muhammad
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v5i2.285

Abstract

Every human being has various characters, especially children in elementary school. Children aged 7-12 years are in the "golden age", where character begins to form. The character of students seems to have not been implemented well in the school environment, even though it is very important to form a good personality. The purpose of this study is to determine the important role of teachers in developing student character in elementary schools through child-friendly education. This research method uses a descriptive and qualitative approach, to describe, illustrate, and explain the teacher's efforts in developing student characteristics with data collection techniques, observation, and interviews. The results of the study indicate that teachers are good and able to understand the characters that must be applied to students, the role of teachers is quite significant in developing student character through habituation learning activities, school culture, extracurricular activities and the school's vision and mission.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN YANG UMUM DIGUNAKAN Mubarok, Frenky
Iftitiah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2019): IFTITIAH: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PIAUD IAI Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/ijpiaud.v1i1.337

Abstract

A learning model is a framework that helps educators design and implement effective teaching and learning processes. Various learning models, such as traditional, active, differentiated, integrated, technology-based and social-emotional models, have their own characteristics, advantages and disadvantages. Choosing the right model depends on the students' needs, learning objectives and educational context. Each student is unique in the way they learn, so teachers are required to be dynamic and flexible in applying learning models in the classroom. This flexibility allows teachers to combine various models to create an inclusive, effective and fun learning environment. Adaptive approaches not only help students understand the material more deeply but also encourage the development of their individual character and potential. This article examines various learning models and highlights the importance of teachers' dynamic attitude in adapting models to students' needs in order to achieve optimal educational goals.
Peran Guru dan Orang Tua Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Anak Usia Dini pada Siswa Kelas A TK Al-Qur’an Nahdlatut Tujjar Latifah, Nurul; Mubarok, Frenky
Iftitiah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2025): IFTITIAH: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PIAUD IAI Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/ijpiaud.v3i1.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dan orang tua dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada siswa kelas A TK Al-Qur’an Nahdlatut Tujjar. Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan salah satu keterampilan dasar yang penting dalam pendidikan agama Islam, yang tidak hanya membutuhkan pembelajaran teknis tetapi juga pembentukan karakter spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggali lebih dalam tentang peran guru dan orang tua dalam pembelajaran membaca Al-Qur'an. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran signifikan dalam memberikan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa, seperti penggunaan metode Iqro’ dan pembelajaran berbasis permainan. Guru juga memberikan perhatian lebih kepada siswa yang membutuhkan bantuan khusus dalam mengenal huruf hijaiyah dan membaca dengan tajwid yang benar. Di sisi lain, orang tua berperan sebagai pendamping di rumah, memberikan motivasi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran anak. Kerja sama antara guru dan orang tua terbukti meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa, terutama melalui komunikasi yang terjalin dengan baik dan pelaksanaan pembelajaran yang berkesinambungan antara sekolah dan rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara peran guru dan orang tua sangat berpengaruh dalam mendukung perkembangan kemampuan membaca Al-Qur'an pada siswa, serta membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan dalam kehidupan mereka.
TRADISI SAKRAL DAN TRADISI POPULIS DALAM MASYARAKAT MUSLIM DI INDRAMAYU Mubarok, Frenky
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v3i2.2288

Abstract

Masyrakat tidak dapat dilepaskan dengan tradisi yang ada di dalamnya. Salah satu unsur yang membentuk tradisi tersebut adalah keberadaan agama yang menjadi keyakinan masyrakat. Bagi masyarakat Jawa – Indramayu tradisi tidak hanya bersifat sakral namun juga dikemas secara populis sehingga dapat berpengaruh dalam perkembangan sosial dan ekonomi masyrakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk perkembangan tradisi sakral dan tradisi populis di dalam masyrakat Indramayu dan pengaruhnya bagi masyrakat itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis yang diambil dari literatur maupun pengolahan data lapangan yang penulis dapatkan. Agar cakupan penelitian ini lebih terfokus maka penulis membatasi pembahasan penelitian ini pada tradisi sunatan, rasulan dan arak-arakan depok. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terdapat ambivalensi dalam relasi antara tradisi sakral dan tradisi populis di dalam masyrakat Indramayu. Hal tersebut karena meskipun masyarakat Indramayu tatap memelihara keyakinannya terhadap agama dengan menjaga tradisi-tadisi yang bernilai sakral, akan tetapi tetap terbuka terhadap budaya populis yang memberikan peluang terjadinya pelanggaran etika dan moral yang ada di dalam agama. Meskipun demikian dalam kedudukannya di masyarkat, kedua tradisi ini berjalan beriringan bahkan saling melengkapi.
The Role of Students in Religious Development in Society: (Community service in Rancajawat Village, Tukdana District, Indramayu Regency) Mubarok, Frenky
Kusuma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Kusuma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IAI Pangeran Dharma Kusuma Segeran Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/kjpkm.v1i1.328

Abstract

Community service activities by lecturers and students of IAI Pangeran Dharma Kusuma Segeran Indramayu were carried out in Rancajawat Village, Tukdana District, Indramayu Regency, for 43 days, starting from January 15 to February 26, 2024, as part of the Real Work Lecture (KKN) program. This activity focuses on religious development with the aim of increasing understanding, awareness, and practice of Islamic values ​​in the community. Various activities are carried out in strategic locations such as residents' homes, prayer rooms, mosques, schools, and KKN posts. Personal religious guidance is carried out in residents' homes, while activities in prayer rooms and mosques include training in reading the Qur'an, religious studies, lectures, and worship training. At school, students provide religious training aimed at forming Islamic character in students. The KKN post functions as a center for coordinating activities and discussions to design programs according to community needs. This program is expected to be able to strengthen Islamic values, strengthen relations between universities and the community, and create a sustainable positive impact on the social and spiritual lives of the residents of Rancajawat Village.