Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GAMBARAN ASUPAN ZAT BESI DAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI Siti Nur Fatinah; Anna Yuliastani Pomalingo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.492

Abstract

Iron is an essential microelement for the body. This substance is especially needed in hemopoboesis (blood formation), namely the synthesis of hemoglobin (Hb) an oxygen that delivers erythrocytes to function important for the body. Hemoglobin consists of Fe (iron), protoporphyrin, and globin (1/3 weight of Hb consists of Fe). Objective of the study was describe the iron intake and nutritional status of adolescent girls in Dutohe Barat Village, Bone Bolango Regency. Research methods was used a descriptive survey, which is a survey conducted to describe the variables studied. The population was 83 people, with a sample that meets the inclusion criteria of 40 people. The results was showed that all young women (100%) in Dutohe Barat Village had less iron intake. Adolescent girls with good nutritional status are 37 people (92.5%), overweight are 2 people (5%), and obese are 1 person (2.5%). Conclusion was all young women as a subject in the study have low iron intake, while the majority of their nutritional status (BMI/U) was in good category. ABSTRAK  Zat besi merupakan mikroelemen yang esensial bagi tubuh. Zat ini terutama diperlukan dalam hemopoboesis (pembentukan darah) yaitu sintesis hemoglobin (Hb) suatu oksigen yang mengantarkan eritrosit berfungsi penting bagi tubuh. Hemoglobin terdiri dari Fe (zat besi), protoporfirin, dan globin (1/3 berat Hb terdiri dari Fe). Tujuan Penelitian : untuk mengetahui gambaran asupan zat besi dan status gizi pada remaja putri di Desa Dutohe Barat Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variabel yang diteliti. Populasi berjumlah 83 orang, dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua remaja putri (100%) memiliki asupan zat besi kurang. Remaja putri berstatus gizi baik berjumlah 37 orang (92,5%), gizi lebih berjumlah 2 orang (5%), dan obesitas berjumlah 1 orang (2,5%). Kesimpulan seluruh remaja putri memiliki asupan zat besi dengan kategori kurang, sedangkan mayoritas status gizinya (IMT/U) berkategori baik.  
KEMITRAAN DALAM PENCEGAHAN OBESITAS DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA PINOGU PROVINSI GORONTALO Arifasno Napu; Indra Domili; Zulfiayu Sapiun; Anna Y. Pomalingo; Novian Swasono Hadi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v3i2.16734

Abstract

Kegemukan dan obesitas cenderung meningkat dari masa ke masa. Ini dapat menjadi faktor risiko terjadinya berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, ginjal, hipertensi, gout, dan penyakit lainnya. Penyebabnya banyak faktor diantaranya pengetahuan gizi, pola makan dan aktivitas fisik. Keadaan ini dapat dialami oleh siapa saja apalagi masih dimasa pandemi Covid-19. Oleh karena itu Program Studi Gizi Poltenik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Pinogu Kecamatan Pinogu Kabupaten Bone Bolango. Kebaruan kegiatan ini adalah melakukan kemitraan dalam pencegahan obesitas di masa pandemic Covid-19. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan pengetahuan para kader gizi tentang kegemukan dan obesitas, sehingga dapat mengimplementasikan pengetahuannya ke dalam hidup sehari-hari serta menyampaikan kepada masyarakat di wilayahnya. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu penyuluhan dalam bentuk presentasi dan diskusi tentang obesitas berbasis lokal, dengan materi: pengertian obesitas, penyebab obesitas, dampak obesitas, pencegahan dan penaatalaksanaan obesitas berdasarkan potensi lokal. Hasil penyuluhan, peserta penyuluhan yang terdiri para kader gizi mendapatkan tambahan pengetahuan dan pemahaman tentang obesitas dan makanan yang seimbang berbasis lokal. Kesimpulan strategis untuk mencegah obesitas dimasa pendemi covid-19 dibutuhkan kemitraan dan dukungan kegiatan dalam bentuk penyuluhan dan diskusi yang berkesinambungan.Kata kunci: Desa Pinogu; Kemitraan; Obesitas; Penyuluhan  
KEBIASAAN MINUM TEH BERHUBUNGAN SIGNIFIKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Talibo, Sofyawati D.; Pomalingo, Anna Y.; Kani, Nur Asri
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 2 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i2.1474

Abstract

Tea is a widely popular beverage around the world and has become part of many people daily routines. Although it offers various health benefits, tea also contains tannins, compounds that can inhibit the body's ability to absorb iron. The aim of study to examine the relationship between tea drinking habits and the incidence of anemia among pregnant women in the working area of the Dungaliyo Community Health Center. The study was quantitative study employed a cross-sectional approach, in which the independent and dependent variables were measured and observed at the same time. The sample size was determined using the Slovin formula, with a purposive sampling technique, resulting in 74 pregnant women as participants. The results of the study indicated that the respondents were 41 (55.4%)  categorized as having good tea drinking habits, while 33 (44.6%) had poor habits. In terms of anemia incidence, 41 respondents (55.4%) did not experience anemia, whereas 33 (44.6%) having anemia. Bivariate analysis showed a significant association between tea drinking habits and the incidence of anemia in pregnant women (p-value < 0.005). the conclusion was a significant association between tea drinking habits and the incidence of anemia among pregnant women. Teh adalah minuman yang sangat populer di seluruh dunia dan sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari banyak orang. Meskipun teh memiliki banyak manfaat, namum minuman teh mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan minum teh dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus slovin dengan teknik pengambilan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi responden yang memiliki kebiasaan minum teh pada kategori baik sebanyak 41 responden (55.4%) dan tidak baik sebanyak 33 responden (44.6%). Identifikasi responden kejadian anemia pada ibu hamil diwilayah kerja Puskesmas Dungaliyo Kabupaten Gorontalo yaitu jumlah terbanyak pada kategori yang tidak mengalami anemia sebanyak 41 responden (55.4%) dan yang sedikit pada kategori mengalami anemia sebanyak 33 responden (44.6%). Berdasarkan hasil analisa uji bivariat menunjukkan bahwa kebiasaan minum teh dengan kejadian anemia pada ibu hamil (nilai p-value <0,005).  Dapat disimpulan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan minum teh dengan kejadian anemia pada ibu hamil.