Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The differences about behaviour of providing breast milk’s complementasry food by mother with under two years child stunting and non stunting in Kedungwaringin Health Centre Area Agustin, Dewi; Fitri Andini, Rizky; Prastiwi, Ikha
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v6i1.4757

Abstract

Nutrition in the first 1000 days of birth (HPK) is seen as one of the main factors in a child's growth and development, this can influence the stunting status of children during that period. breast milk’s Complementary food (MPASI), which is additional food given to babies after the baby is 6 months old, is given to accompany and complement breast milk. Breast milk must continue to be given to babies, at least until the age of 24 months. This research is aimed at finding out any differences in the pattern of giving MP ASI by mothers to stunting and non-stunting infants in the Kedungwaringin Community Health Center working area. This research is an observational study with a cross sectional approach, with a sample size of 34 respondents. where data on stunting and non-stunting was obtained based on data on the nutritional status of toddlers at the Kedungwaringin Community Health Center, followed by a questionnaire on providing MP ASI to the respondent's mother.  The results of this study showed that the inappropriate behavior of giving MP ASI to stunted and non-stunting toddlers was 81.25% and 38.8%, the results of the chi square test showed a p value of 0.017 (< 0.05) There is a significant difference in the behavior of giving breast milk’s complenetary food to stunted and non-stunting toddlers in the Kedungwaringin Community Health Center working area. Suggestion - It is important to carry out education and counseling regarding the behavior of giving complementary food which can be given before the pregnancy period
Pengaruh Teknik Stimulasi Oral Pada Bayi Dengan Resiko Stunting Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi: The Effect of Oral Stimulation Techniques in Babies at Risk of Stunting on the Increase in Baby's Weight Prastiwi, Ikha; Zuriati, Zuriati; S, Melti; Kamila, Syifa Halida
Binawan Student Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/33c7ga47

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) seringkali sulit mengalami peningkatan berat badan dikarenakan kurangnya kemampuan minum yang membuat bayi mengalami kegagalan dalam pertumbuhan. Pertumbuhan bayi yang baik dapat dilakukan dengan stimulasi seperti sentuhan atau pijat bayi dan rangsangan sensorik pada struktur oral yang dapat meningkatkan kemampuan struktur oral dalam menyedot (sucking) dan menelan (swallow) bayi ketika menyusu. Tujuan penelitian adalah menjelaskan pengaruh teknik stimulasi oral pada bayi dengan resiko stunting terhadap peningkatan berat badan bayi. Desain penelitian menggunakan desain studi two group test design dengan pre and post test. Sampel yang digunakan 15 bayi kelompok intervensi dan 15 bayi kelompok kontrol dengan accidental sampling. Pemberian stimulasi oral selama 10 hari, setiap hari dilakukan selama tiga kali selama 10 menit, kemudian dievaluasi pada hari terakhir. Analisa univariat dan bivariat dengan Uji T Test. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan berat badan kelompok stimulasi oral rerata sebesar 340 gram, dengan nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05  dapat disimpulkan ada perbedaan rerata hasil berat badan bayi untuk pretest kelompok intervensi dengan post test kelompok intervensi. Saran Stimulasi oral dan pijat bayi treatment sebagai salah satu asuhan komplementer dalam merangsang reflek hisap dan menelan bayi sehingga nutrisi terpenuhi untuk menaikkan berat badan bayi.
Pengabdian kepada Masyarakat Edukasi Anemia pada Remaja dalam Upaya Pencegahan Stunting Prastiwi, Ikha; Suriya, Melti; Setiawati, Noor Lusty Putri; Zuriati, Zuriati; Yusup, A. baharudin; Furqon, Muhammad; Putri, Kinanti Amelia; Karmila, Syifa Halida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15591

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan suatu keadaan dimana komponen di dalam darah yaitu hemoglobin dalam darah jumlahnya kurang dari kadar normal. Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra.  Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang Anemia dalam upaya pencegahan Stunting di SMK Bintang Harapan Cibarusah Kabupaten Bekasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu dimulai dengan tahap persiapan, pembagian tugas untuk tim pengabmas, pemberian edukasi, tahap pelaksanaan dilakukan dengan pemberian edukasi menggunakan dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta, tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan ceklist pre-test dan post test terhadap peningkatan pengetahuan terkait anemia dalam upaya pencegahan stunting. Hasil pre-test pengetahuan 27% dan post-test 67%. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap pencegahan stunting. Diharapkan adanya kerjasama lebih lanjut antara sekolah dan puskesmas setempat dalam hal pemeriksaan hemoglobin berkala dan pemberian tablet tambah darah sebagai tindakan pencegahan anemia dalam upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: Anemia, Stunting, Hemoglobin  ABSTRACT Anemia is a condition in which the hemoglobin levels in the blood are lower than normal. Young women are ten times more likely to develop anemia compared to young men. This is because adolescent girls experience menstruation every month and are in a period of growth, which increases their need for iron intake. This community service activity aims to increase adolescents' knowledge about anemia in an effort to prevent stunting at SMK Bintang Harapan Cibarusah, Bekasi Regency. This community service activity is carried out through several stages, starting with the preparation stage, the division of tasks for the community service team, and providing education. The implementation stage involves delivering education using the lecture method, followed by discussions and Q&A sessions. The evaluation stage is conducted using a pre-test and post-test checklist to measure the increase in knowledge related to anemia and its prevention as a means to prevent stunting. The results showed that the knowledge pre-test scores were 27%, and the post-test scores were 67%. In conclusion, there was an increase in adolescent knowledge about stunting prevention. It is hoped that there will be further cooperation between schools and local health centers for periodic hemoglobin checks and the provision of iron supplement tablets as a preventive measure for anemia in efforts to prevent stunting. Keywords : Anemia, Stunting, Hemoglobin
The Effect of Using the Nesting Method and Prone Position on Changes in Oxygenation Status in Low Birth Weight Babies Suriya, Melti; Prastiwi, Ikha; Marlina, Lina Marlina; Zuriati
AACENDIKIA: Journal of Nursing Vol. 3 No. 2 (2024): AACENDIKIA: Journal of Nursing
Publisher : Althar Cendikia Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/aacendikiajon.v3i2.38

Abstract

Low birth weight babies is a public health problem because it is one of the causes of the high infant mortality rate (AKB). Prematurity is the 2nd cause of death in babies aged 0 - 6 days, which is caused by immaturity of almost all organs of the baby's body. Babies with BBLR are one of the risk factors that have various complications. Low birth weight babies who are quite large and susceptible to impaired vital functions that can affect the growth and development of the baby require proper treatment. The use of nesting is one of the recommended treatments for BBLR. This study aims to determine the effect of the use of nesting and prone position in premature infants on changes in oxygen saturation at Bhakti Husada Purwakarta Hospital in 2024. This study is a quantitative research using the quasi-experiment design method type one group pretest-posttest with a total of 15 respondents in the BBLR in the control group and 15 respondents in the intervention group. The conclusion of this study is that there is an effect of nesting and prone position on changes in oxygen saturation in BBLR. There was no significant effect of nesting on pulse frequency and BBLR breath rate. The use of nesting and prone positions can be used as a form of nursing intervention.  
EDUKASI DAMPAK BULLYING DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL PADA SISWA SMAN 1 KEDUNG WARINGIN: EDUCATION ON THE IMPACT OF BULLYING IN AN EFFORTS TO IMPROVE MENTAL HEALTH IN STUDENTS OF SMAN 1 KEDUNG WARINGIN Mutianingsih, Mutianingsih; Prastiwi, Ikha; Agustin, Dewi; Ambari, Sigit; Paija, Shabrina; Noviyani, Intan Putri; Zahra, Nazwa Mutia
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2221

Abstract

Bullying didefinisikan sebagai serangan atau intimidasi baik secara fisik, verbal, atau psikologis yang dilakukan secara sistematis yang dimaksudkan untuk menyebabkan ketakutan, penderitaan, atau kerugian pada korban. Keterlibatan dalam bullying memiliki efek buruk bagi perkembangan anak dan remaja. Remaja yang terlibat dalam bullying mengalami gejala kecemasan dan depresi, harga diri rendah, kompetensi sosial rendah, dan kesulitan yang mempengaruhi jalur akademik mereka, seperti bolos sekolah dan angka putus sekolah yang tinggi. serta kinerja akademik yang terganggu. Melihat dampak dari bullying yang begitu luas, maka dibutuhkan upaya pencegahan   dan   perlawanan   terhadap   tindak bullying pada remaja. Salah satu cara untuk pencegahan perilaku bullying adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan dalam perlawanan terhadap tindak bullying. Pengabdian ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 19 Desember 2024 bertempat di SMA N 1 Kedungwaringin. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi sehingga terjadi peningkatan pengetahuan mengenai dampak bullying bagi kesehatan mental para siswa, yang dilakukan dalam bentuk ceramah dengan bantuan power point, diskusi dengan para pelajar, dan roleplay terkait dampak bullying di sekolah. Adapun yang menjadi peserta adalah siswa kelas X dan XI yang berjumlah 29 orang. Pengabdian ini dilaksanakan secara mandiri dan terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh pelaksana. Adapun hasil kegiatan ini menunjukan setelah dilakukan edukasi terkait dampak bullying terdapat peningkatan pada nilai pretest dan post test Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 35% dari 62% menjadi 97% pada kriteria pemahaman baik. Sedang kriteria pemahaman cukup mengalami penurunan signifikan dari 38% menjadi 3%.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi Implant Di Klinik Sri Adika Iskandar, Marini; Prastiwi, Ikha
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 8 No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v8i1.140

Abstract

Pendahuluan: Implant adalah kontrasepsi jangka panjang yang efisien dan efektif pengguna implan diindonesia masih kurang diminati presentase pengguna implan di Indonesia pada tahun 2019 hanya berkisar (7,4%) bila dilihat dari pengguna kontrasepsi implant masih sangat rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi implan Di Klinik Sri Adika Kecamatan Sukatani tahun 2020 yang meliputi faktor paritas, Pengetahuan, Pendidikan,Usia, Sumber Informasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode rancangan penelitian analitik, dengan desain Cross sectional teknik accidental sampling responden pada penelitain ini adalah seluruh wanita subur yang berkunjung ke klinik, dengan jumlah sampel 63 responden wanita usia subur. Hasil: Analisis bivariat paritas tidak ada hubungan dengan P value 0,566 > α 0,05 OR 1,531 Pengetahuan tidak ada hubungan dengan P value 1,000 > α 0,05, OR 0,871. Pendidikan ada hubungan dengan P value 0,047 < α 0,05 OR 0,303. Sumber informasi tidak ada hubungan P value 0,881 > α 0,05 OR 0,812. Kesimpulan: Dari hasil penelitian 4 variabel yang diteliti paritas, usia, sumber informasi tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan minat ibu menggunakan kontrasepsi implan tetapi pada pengetahuan mempunyai hubungan yang signifikan. Saran : Meningkatkan promosi mengenai kontrasepsi jangka panjang implan, meningkatkan kualitas pelayanan KB, Pembinaan penempatan peserta KB aktif, serta meningkatkan kerja sama dengan UPTD KB, Puskesmas dan memperbanyak sumber informasi tentang kontrasepsi jangka panjang implant
Efektivitas Baby Spa Terhadap Frekuensi Menyusu Dan Berat Badan Bayi Usia 3–6 Bulan Prastiwi, Ikha; Soepardan2, Suryani; Syarief, Osman
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 8 No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v8i1.145

Abstract

Pendahuluan: Baby SPA merupakan perawatan kesehatan menggunakan air dan perawatan lain yaitu baby gym, berenang, dan pijat bayi. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas baby SPA terhadap frekuensi menyusu dan berat badan bayi usia 3– 6 bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian pre test and post test with control group, jumlah responden 50 bayi usia 3–6 bulan, terdiri atas 25 responden kelompok perlakuan dan 25 responden kelompok kontrol. Penelitian diuji secara statistik dengan Uji Saphiro Wilk, uji F, dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan perubahan rerata frekuensi menyusu pada kelompok baby SPA sebelum perlakuan 9,64 kali/hari dan setelah perlakuan 11 kali/hari, sedangkan pada kelompok pijat bayi sebelum perlakuan 9,64 kali/hari dan setelah perlakuan 10,64 kali/hari. Selisih rerata frekuensi menyusu pada kelompok baby SPA 1,36 kali/hari, sedangkan kelompok pijat bayi 1 kali/hari (p=0,25). Perubahan rerata berat badan bayi pada kelompok baby SPA sebelum perlakuan 6.568 gram dan setelah perlakuan 7.322 gram, sedangkan pada kelompok pijat bayi sebelum perlakuan 6.260 gram dan setelah perlakuan 6.900 gram. Selisih rerata berat badan bayi kelompok baby SPA 754 gram, sedangkan kelompok pijat bayi 640 gram (p=0,00). Kesimpulan terdapat perbedaan rerata kenaikan frekuensi menyusu sebelum dengan sesudah perlakuan, dan tidak terdapat perbedaan selisih mean frekuensi menyusu antara kelompok baby SPA dan pijat bayi. Rerata berat badan bayi bertambah antara kelompok baby SPA dengan pijat bayi dan terdapat perbedaan selisih mean berat badan antara kelompok baby SPA dan pijat bayi. Kenaikan berat badan bayi pada kelompok baby SPA lebih besar dibanding dengan kelompok pijat bayi. Saran bagi bidan sebaiknya menerapkan baby SPA sebagai salah satu asuhan holistik.
Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Dengan Perkembangan Anak Usia Prasekolah Prastiwi, Ikha; Andini, Rizky Fitri; Abidanom, Alfaura Ajeng
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 8 No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v8i2.153

Abstract

Di Indonesia lebih dari 50% pengguna gadget berumur dibawah 25 tahun. Dewasa ataupun lanjut usia berumur 25 tahun keatas 32%, remaja berumur 12 sampai 21 tahun 25%, anak-anak berumur 7 sampai 11 tahun 17%, dan pada usia 3 sampai 6 tahun sekitar 9% yang seharusnya anak belum layak untuk menggunakan gadget. Periode pada perkembangan anak yang sangat sensitive adalah disaat anak berusia 1-5 tahun. Gadget pada saat ini digunakan juga oleh anak usia 3-6 tahun sekitar 9% yang seharusnya anak belum layak untuk menggunakan gadget. Durasi dalam menggunakan gadget pada anak hanya boleh berada di depan layar <1jam setiap harinya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan perkembangan anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik accidental sampling dengan populasi sebanyak 53 dan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dengan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0,003 dan OR = 9,091 yang berarti terdapat hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan perkembangan anak usia prasekolah. Disarankan agar meningkatkan penyuluhan mengenai kejadian perkembangan anak usia prasekolah dan diberikan pengarahan atau cara penanganan yang sesuai agar anak dapat membatasi kebiasaan bermain gadget Kata Kunci : durasi, gadget, perkembangan anak
Edukasi Pemenuhan Gizi Seimbang melalui Perbaikan Pola Makan pada Remaja Putri dalam Upaya Pencegahan Anemia Andini, Rizky Fitri; Agustin, Dewi; Prastiwi, Ikha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14096

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan kondisi yang masih banyak terjadi pada remaja putri yang bisa berdampak pada kesehatan, baik sekarang maupun dimasa mendatang yang mana nantinya remaja putri akan mengalami masa kehamilan dan melahirkan  sehingga sangat penting bagi remaja putri mengetahui salah satu dampak masalah kesehatan yang muncul yaitu anemia akibat kurangnya asupan zat besi pada remaja sebagaimana yang diketahui bahwa status gizi seseorang juga dipengaruhi oleh pola makan yang dijalani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pemenuhan gizi seimbang dalam upaya pencegahan anemia pada remaja putri di SMAN 1 Kedungwaringin Kabupaten Bekasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu dimulai dengan tahap persiapan dengan mempersiapkan bahan dan alat yang digunakan untuk pemberian edukasi dan cek Hb, tahap pelaksanaan dilakukan dengan pemberian edukasi menggunakan media video, metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta pemeriksaan Hb, tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan ceklist pre-test dan post test terhadap peningkatan pengetahuan terkait gizi seimbang dalam pencegahan anemia. Hasil pre-test pengetahuan 35% dan post-test 80%. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri terhadap pencegahan anemia. Diharapkan adanya kerjasama lebih lanjut antara sekolah dan puskesmas setempat dalam hal pemeriksaan hemoglobin berkala dan pemberian tablet tambah darah sebagai tindakan pencegahan anemia Kata Kunci: Gizi, Remaja Putri, Pencegahan Anemia  ABSTRACT Teenage girls are still frequently affected by anemia, which can have long-term effects on their health, including the possibility of pregnancy and delivery in the future. Since it is well recognized that a person's nutritional condition is also impacted by the diet they follow, it is imperative that teenage girls understand one of the effects of health issues that might occur, specifically anemia caused by a lack of iron consumption in teenagers.The purpose of this community service project at SMAN 1 Kedungwaringin, Bekasi Regency, is to educate teenage girls about eating a balanced diet in order to prevent anemia.There are many stages to this community service project. The first is preparation, which involves gathering supplies and equipment for the Hb checks and education phases.Pre-test and post-test checklists are used in the evaluation stage to increase knowledge about balanced nutrition in the prevention of anemia. The implementation stage involves educating the public through video and lecture methods, followed by discussion, Q&A, and Hb checks.35% of the findings were from the pre-test, and 80% were from the post-test. The findings indicate that teenage females are becoming more knowledgeable about preventing anemia. In order to avoid anemia, it is envisaged that there will be more collaboration between local health facilities and schools regarding routine hemoglobin testing and the distribution of blood supplement pills. Keywords: Nutrition, Teenage Females, Preventing Anemia
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Disminorea Pada Remaja Putri Andini, Rizky Fitri; Prastiwi, Ikha; Astuti, Rina; Putri, Farisa Fabia
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 11 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v11i2.243

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang sering dialami oleh remaja putri pada saat remaja adalah masalah disminorea atau nyeri pada saat mensturasi. Salah satu penyebab pencetus kejadian disminorea dikarenakan faktor psikologis seperti kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian disminorea pada remaja putri di SMPN 3 Cibitung Bekasi Tahun 2024. Metode: metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMPN 3 Cibitung dengan populasi sebanyak 34 siswa dengan teknik accidental sample. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan menggunakan uji statistik gamma. Hasil: Hasil penelitian dengan uji statistik gamma diperoleh nilai P-value = 0,002 atau nilai p<α yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian disminorea pada remaja putri di SMPN 3 Cibitung tahun 2024. Diharapkan para guru dapat bekerjasama dengan Puskesmas terdekat untuk memberikan penyuluhan ataupun pendidikan kesehatan terkait dismenorea dengan melibatkan keluarga Kata Kunci : Disminorea, Tingkat Kecemasan, Remaja