Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI ORGAN PENCERNAAN MANUSIA MELALUI METODE BERMAIN KARTU PADA SISWA KELAS V Syahrani, Fadiaz; Hadiwijaya Z, Rizki; Febriani, Winarti Dwi
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2025): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pjsd.v5i2.2413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan metode bermain kartu kelas V SD Negeri 4 Karangnunggal. Metode penelitian ini merupakan penelitian  tindakan kelas (PTK). PTK model Kemiss dan Mc Taggart. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan.pengamatan dan refleksi. Lembar rencana pelaksanaan pembelajar pembelajaran, lembar observasi guru dan siswa, untuk hasil belajar menggunakan tes dan dokumentasi. Populasi pada penelitian ini seluruh peserta didik di kelas V di SD Negeri 4 Karangnunggal dengan jumlah 19. Hasil nilai rata-rata belajar IPA Pra tindakan (61,05) siklus I (68,15) dan siklus II (73,68). Hasil belajar IPA Pra tindakan 4 Peserta didik (21%) yang tuntas dan 15 peserta didik (79%) tidak tuntas KKM dengan perolehan rata-rata 61,05. Hasil meningkatkan belajar IPA pada siklus I terdapat 10 peserta didik(52,6)% yang tuntas dan 9 peserta didik (47,3%) tidak tuntas KKM dengan perolehan rata-rata 68,15. Siklus II terdapat 16 peserta didik (84,2%) yang tuntas dan 3 peserta didik (15,8%) yang tidak tuntas KKM dengan rata-rata 73,15. Dengan demikian terjadi peningkat dengan setiap siklus (31,6%) dengan metode bermain kartu. Kata Kunci: Hasil Belajar IPA, Metode Bermain Kartu
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MISTAR BILANGAN PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT Syamsa, Denisa Nurul; Zahrah, Riza Fatimah; Febriani, Winarti Dwi
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 13 No. 1 (2023): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v13i1.46157

Abstract

During elementary school age children who are experiencing developments in the level of thinking definitely need a stimulus to better understand a material, one of which is in learning mathematics. Understanding of mathematical concepts is one of the most important things in the learning process, especially in the matter of addition and subtraction of integers. The purpose of this study was to improve students' learning outcomes in mathematics by using number rule media in grade 4 elementary schools in Tasikmalaya. The research method used is Classroom Action Research, data collection is done through tests, observation, documentation, interviews. The subjects in this study were 12 male students and 11 female students. The results of this study stated that learning mathematics by using a number ruler media can improve student learning outcomes. Based on the results of the pre-cycle research, cycle I and cycle II, student learning completeness in the pre-cycle reached 17.39% and experienced an increase in cycle I by 26.31% to 65.21% then in cycle II it increased again by 30.44%. to 95.65%.
Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Siswa Kelas V SDN Sukarindik Menggunakan Media Puzzle Pada Materi Pecahan Campuran Syabani, Rahmi Nur; Zahrah, Riza Fatimah; Febriani, Winarti Dwi
FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2025): FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/farabi.v8i2.1240

Abstract

Problem solving ability is one of the important skills in mathematics learning, especially in solving story problems on mixed fractions. The results of initial observations in grade V of SDN Sukarindik showed that students' problem solving abilities were still low, with only 33.33% of students achieving the Minimum Completion Criteria (KKM). This study aims to improve students' problem solving abilities through the use of fraction puzzle media in mathematics learning. The method used was the Classroom Action Research (CAR) model of Kemmis and McTaggart which was implemented in two cycles. Data collection instruments were tests, observations, and documentation. The results of the study showed a significant increase. The average student score increased by 36.91 points, namely from 46.42 (very poor category) in the initial ability test stage to 83.33 (good category) in cycle II. Learning completeness also increased by 57.14%, from 33.33% (very poor category) to 90.47% (very good category). Student activity in learning increased by 8%, from 80% to 88% (very good category). Teachers' ability in lesson planning also showed a 2.18% increase, from 96.73% to 98.91% (very good category). Thus, the use of puzzles has been proven to improve students' problem-solving skills in mixed fractions, as well as creating active, meaningful, and well-planned learning.
Pelatihan Penyusunan Instrument Assessment Deep Learning pada Guru SDIT TQ Al Hasan Kota Tasikmalaya Mahendra, Hatma Heris; Zahrah, Riza Fatimah; Zulkarnaen, Rizki Hadiwijaya; Febriani, Winarti Dwi; Chandra, Deni; Mulyani, Hanifah; Nurkholish, Rizqy Arziqna
Abdimas Siliwangi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di sekolah dasar terus mengalami perkembangan seiring dengan kebijakan pemerintah yang mengedepankan pendekatan deep learning. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru SDIT TQ Al Hasan Kota Tasikmalaya mengenai penyusunan instrumen assessment berbasis deep learning. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan praktikal dan interaktif, yang dilakukan baik secara luring maupun daring dengan peserta berjumlah 18 orang yang terdiri dari guru kelas dan guru bidang. Hasil pelatihan mennunjukkan pemahaman peserta mengalami peningkatan, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 64,72 dan skor post-test mencapai 86,11.. Skor tertinggi post-test mencapai 100, menandakan bahwa beberapa peserta berhasil mencapai pemahaman yang optimal. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen assessment deep learning, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas penilaian di sekolah dasar. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun instrumen assessment yang berbasis teknologi dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad 21. Kata Kunci : pelatihan, instrumen assessment, deep learning