Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

TRANSFORMASI KEDAI TUAK SEBAGAI SARANA PENGINJILAN GEREJA Siagian, Riris Johanna; Silalahi, Jojor; Saragih, Ratna
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v1i1.16

Abstract

This writing tries to analyze the influence of kedai tuak toward the presence of congregation members, especially males in church. It begins with a study of the concrete reality of the church dan how the common response of the father according to it. And how the church does evaluation and reflection of the church, by doing persuasive action for serving the laity, not by giving a negative stigma. This research is qualitative with Sociology of Religion perspective. The expectation, the transformation for changing of preaching method will get.
PENDIDIKAN PERDAMAIAN SEBAGAI PANGGILAN PROFETIS GEREJA DI TENGAH KRISIS KEMANUSIAAN GLOBAL Siahaan, Wilson Afandi; Siagian, Riris Johanna
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 4 (2025): PeTeKa : Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i4.1348-1354

Abstract

The current global humanitarian crisis, encompassing war, ethnic violence, human rights violations, economic inequality, and environmental degradation, presents urgent moral and spiritual challenges for the church as the body of Christ. In this context, the church is called to fulfill its prophetic role, proclaiming justice, truth, and peace, while serving as a witness of God’s reconciling love in the world. Peace is understood not merely as the absence of conflict, but as the restoration of relationships between humans, God, fellow humans, and creation, as implied in the concepts of syalom and eirene. The church’s prophetic calling demands moral courage to oppose injustice, discrimination, and practices that undermine human dignity, while offering practical solutions grounded in love, justice, and reconciliation. In practice, church strategies include peace education, social advocacy, reconciliation, interfaith and cross-sector collaboration, as well as utilizing technology to disseminate messages of peace. This theological and prophetic dimension emphasizes that the church’s calling is holistic spiritual, social, and structural so that peace becomes a tangible experience for individuals, communities, and society at large. Thus, a church that lives out its prophetic calling is not only a teacher of God’s truth but also a social transformation agent relevant to global dynamics. This study employs a qualitative approach through library research, with descriptive analytical analysis of theological literature, church documents, and academic writings on peace theology. This method enables the identification of key ideas, interpretation of theological meanings, and translation of the church’s prophetic peace concepts into contemporary social contexts
Integrasi Dalihan Na Tolu Ke Dalam Pelayanan Gereja: Studi Teologi Kontekstual Budaya Batak Hutasoit, Nortima; Siagian, Riris Johanna
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 1 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/qjtcwg31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai Dalihan Na Tolu, sebagai sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba, dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan pelayanan penatua di HKBP Setia Negara. Fokus utama penelitian ini adalah menjawab sejauh mana nilai budaya tersebut dapat selaras dengan ajaran iman Kristen dan berkontribusi terhadap spiritualitas pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap penatua dan pelayan gereja yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Dalihan Na Tolu seperti penghormatan, kerendahan hati, dan tanggung jawab sosial tidak hanya hidup dalam relasi adat, tetapi juga memperkuat etika dan semangat pelayanan Kristen. Namun, ditemukan pula potensi ketegangan ketika simbol adat dimaknai secara berlebihan, sehingga dibutuhkan pemaknaan ulang dalam terang iman. Kesimpulannya, Dalihan Na Tolu dapat menjadi sumber kekayaan spiritual yang mendukung pelayanan gereja, selama dimaknai secara kritis dan kontekstual agar tidak melampaui sentralitas ajaran Kristus.
Analisis Teologis–Interseksional tentang Posisi Perempuan dalam Sistem Kekuasaan Maskulin–Mayoritarian di Indonesia Sirait, Musa Aprindo; Siagian, Riris Johanna
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 2 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/545x3x06

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dalam politik Indonesia dengan menggunakan kerangka interseksionalitas dan Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA). Meskipun kebijakan kuota 30 persen telah meningkatkan keterwakilan perempuan secara kuantitatif, temuan penelitian menunjukkan bahwa keberadaan perempuan di parlemen belum beranjak dari representasi simbolik menuju representasi substantif. Data CDA mengungkap lima pola tokenisme yang secara konsisten dialami perempuan, yaitu penempatan pada nomor urut tidak strategis, pengkategorian pada isu domestik, keterbatasan akses terhadap posisi strategis, stereotip internal partai, dan representasi simbolik tanpa dampak legislasi. Hambatan ini semakin kompleks bagi perempuan dari kelompok agama minoritas, yang mengalami marginalisasi ganda akibat persilangan identitas gender, agama, dan kelas sosial. Dalam konteks teologis, penelitian ini menyoroti perlunya rekonstruksi spiritualitas perempuan melalui pendekatan teologi rahim Kartini dan konsep Ina na Marsahala. Keduanya menegaskan perempuan sebagai imago Dei yang memiliki martabat dan agensi penuh dalam ruang publik maupun religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan substantif hanya dapat dicapai melalui reformasi struktural partai politik, penguatan kapasitas legislator perempuan, serta reinterpretasi wacana keagamaan yang membebaskan. Dengan demikian, studi ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memahami dinamika representasi perempuan dalam politik Indonesia.
Integrasi Allah yang Turut Menderita dalam Spiritualitas Umat Miskin:: Studi Pengalaman Iman dan Doa Jemaat HKBP Sola Gratia Berdasarkan Teologi Jurgen Moltmann Banjarnahor, Alan; Siagian, Riris Johanna
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/jvwa2d60

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana konsep Allah yang turut menderita dalam teologi Jurgen Moltmann terintegrasi dalam spiritualitas dan praktik doa jemaat miskin HKBP Sola Gratia. Moltmann menegaskan bahwa Allah tidak berjarak dari penderitaan manusia, melainkan aktif berpartisipasi dalam kesengsaraan melalui salib Kristus. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pemahaman teologis tersebut membentuk pengalaman iman dan kehidupan doa jemaat yang menghadapi kemiskinan struktural. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis terhadap spiritualitas anggota jemaat HKBP Sola Gratia yang mengalami kondisi ekonomi marginal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam untuk menggali narasi pengalaman iman, praktik doa, dan interpretasi teologis mereka terhadap penderitaan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema dalam kata kunci yang menghubungkan konsep Allah yang turut menderita dengan resiliensi spiritual jemaat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang Allah yang bersolidaritas dalam penderitaan menghasilkan tiga dimensi utama bagi jemaat miskin; 1. Pengalaman iman yang mengakui kehadiran Allah dalam situasi penderitaan, 2. Pemaknaan penderitaan bukan sebagai hukuman tetapi justru sebagai ruang perjumpaan dengan Allah, dan 3. Pembentukan komunitas solidaritas sebagai ekspresi iman. Konsep ini mentransformasi doa dari sekadar permohonan menjadi ekspresi persekutuan dengan Allah yang turut merasakan derita mereka. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual yang relevan dengan realitas kemiskinan di Indonesia
PEMBINAAN ORANG TUA UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI ERA DIGITAL: PROGRAM PKM STT HKBP DI HKBP GARU VIII, MEDAN Siagian, Riris Johanna
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.2985

Abstract

The role of parents is very important and strategic in shaping children's character, especially in the digital era which is marked by rapid and fundamental changes in various aspects of life. This study aims to explore the understanding and challenges faced by parents in character formation, provide information to help parents comprehend their duties and responsibilities, encourage them to give full attention and affection to their children, and formulate the church’s role in strengthening support for Christian families. The Community Service Program (PkM) of HKBP Theological Seminary was conducted at HKBP Garu VIII, Ress. Sola Gratia, Amplas, Medan, with the topic “The Role of Parents in Shaping Children’s Character in the Digital Era.” The activity was attended by students of the Master of Theology Program at HKBP Theological Seminary and 32 informants consisting of church ministers and congregants. The research employed a qualitative method through Focus Group Discussion (FGD). The discussion revealed several findings: parents have limited understanding of their children’s way of thinking; they spend little time communicating with their children; they acknowledge having limited digital literacy; children are often busy with their own activities and prefer socializing with peers; and there is a general expectation that the church should give greater attention to children’s ministry. This study concludes that the church needs to provide teachings that strengthen the Christian calling and responsibility of parents in educating their children; design programs and spaces conducive to implementing character formation models such as family worship and outdoor children’s services accompanied by parents; and offer continuous mentoring by utilizing digital media.
Tantangan dan Peluang Gereja Dalam Pembentukan Karakter di Era Modern Lumbantobing, Kristin Danayun; Siagian, Riris Johanna
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 6, No 2 (2025): EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership - December 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v6i2.295

Abstract

This study analyzes the implementation of contemporary theology in the formation of Christian character within the context of the modern era, marked by rapid social change, digitalization, and globalization. Employing a qualitative approach with a descriptive-analytical method, this research is based on an extensive literature review of contemporary theological writings, church documents, and scholarly works related to Christian character formation, discipleship, and church leadership. The study examines how contemporary theology functions as a contextual framework that bridges enduring biblical doctrines with present-day cultural, technological, and ethical challenges. The findings indicate that contemporary theology plays a crucial role in shaping Christian character by encouraging contextualized worship practices, integrative faith education, and holistic discipleship models that emphasize spiritual, moral, social, and intellectual dimensions. Furthermore, effective character formation is closely linked to discipleship approaches grounded in relational community, mentoring, and spiritual disciplines, as well as leadership models characterized by servant leadership, collaboration, and ethical integrity. In response to digitalization and globalization, the church is also called to develop strategies that integrate digital literacy, ethical discernment, and social engagement as essential components of faith formation. This study concludes that the formation of Christian character in the modern era requires a balanced integration of contemporary theological reflection, contextual discipleship, adaptive church leadership, and responsible engagement with digital culture. Such an integrative approach enables the church to remain faithful to biblical foundations while responding constructively to the complexities of modern life, ensuring that Christian faith is lived authentically as a transformative way of life rather than merely a doctrinal system.AbstrakPenelitian ini menganalisis implementasi teologi kontemporer dalam pembentukan karakter Kristen di era modern yang ditandai oleh perubahan sosial, digitalisasi, dan globalisasi yang pesat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap literatur teologi kontemporer, dokumen gereja, serta kajian ilmiah yang membahas pembentukan karakter Kristen, pemuridan, dan kepemimpinan gereja. Kajian ini menempatkan teologi kontemporer sebagai kerangka reflektif yang menjembatani ajaran Alkitab yang bersifat normatif dengan tantangan budaya, teknologi, dan etika masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi kontemporer berperan penting dalam pembentukan karakter Kristen melalui praktik ibadah yang dikontekstualisasikan, pendidikan iman yang integratif, serta model pemuridan holistik yang mencakup dimensi spiritual, moral, sosial, dan intelektual. Pembentukan karakter yang efektif juga sangat bergantung pada model pemuridan berbasis relasi, mentoring, dan disiplin rohani, serta kepemimpinan gereja yang meneladani kepemimpinan Kristus yang melayani, kolaboratif, dan berintegritas. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan media digital, gereja perlu mengembangkan strategi pembinaan yang mengintegrasikan literasi digital, ketajaman etis, dan pelayanan sosial sebagai bagian dari proses formasi iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan karakter Kristen di era modern menuntut integrasi yang seimbang antara refleksi teologi kontemporer, pemuridan yang kontekstual, kepemimpinan gereja yang relevan, serta keterlibatan kritis terhadap budaya digital. Pendekatan ini memungkinkan gereja tetap berakar pada iman Alkitabiah sekaligus relevan dan transformatif dalam kehidupan umat di tengah dinamika zaman.