Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Integrasi Dalihan Na Tolu Ke Dalam Pelayanan Gereja: Studi Teologi Kontekstual Budaya Batak Hutasoit, Nortima; Siagian, Riris Johanna
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 1 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/qjtcwg31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai Dalihan Na Tolu, sebagai sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba, dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan pelayanan penatua di HKBP Setia Negara. Fokus utama penelitian ini adalah menjawab sejauh mana nilai budaya tersebut dapat selaras dengan ajaran iman Kristen dan berkontribusi terhadap spiritualitas pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap penatua dan pelayan gereja yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Dalihan Na Tolu seperti penghormatan, kerendahan hati, dan tanggung jawab sosial tidak hanya hidup dalam relasi adat, tetapi juga memperkuat etika dan semangat pelayanan Kristen. Namun, ditemukan pula potensi ketegangan ketika simbol adat dimaknai secara berlebihan, sehingga dibutuhkan pemaknaan ulang dalam terang iman. Kesimpulannya, Dalihan Na Tolu dapat menjadi sumber kekayaan spiritual yang mendukung pelayanan gereja, selama dimaknai secara kritis dan kontekstual agar tidak melampaui sentralitas ajaran Kristus.
Analisis Teologis–Interseksional tentang Posisi Perempuan dalam Sistem Kekuasaan Maskulin–Mayoritarian di Indonesia Sirait, Musa Aprindo; Siagian, Riris Johanna
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 2 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/545x3x06

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dalam politik Indonesia dengan menggunakan kerangka interseksionalitas dan Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA). Meskipun kebijakan kuota 30 persen telah meningkatkan keterwakilan perempuan secara kuantitatif, temuan penelitian menunjukkan bahwa keberadaan perempuan di parlemen belum beranjak dari representasi simbolik menuju representasi substantif. Data CDA mengungkap lima pola tokenisme yang secara konsisten dialami perempuan, yaitu penempatan pada nomor urut tidak strategis, pengkategorian pada isu domestik, keterbatasan akses terhadap posisi strategis, stereotip internal partai, dan representasi simbolik tanpa dampak legislasi. Hambatan ini semakin kompleks bagi perempuan dari kelompok agama minoritas, yang mengalami marginalisasi ganda akibat persilangan identitas gender, agama, dan kelas sosial. Dalam konteks teologis, penelitian ini menyoroti perlunya rekonstruksi spiritualitas perempuan melalui pendekatan teologi rahim Kartini dan konsep Ina na Marsahala. Keduanya menegaskan perempuan sebagai imago Dei yang memiliki martabat dan agensi penuh dalam ruang publik maupun religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan substantif hanya dapat dicapai melalui reformasi struktural partai politik, penguatan kapasitas legislator perempuan, serta reinterpretasi wacana keagamaan yang membebaskan. Dengan demikian, studi ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memahami dinamika representasi perempuan dalam politik Indonesia.
Integrasi Allah yang Turut Menderita dalam Spiritualitas Umat Miskin:: Studi Pengalaman Iman dan Doa Jemaat HKBP Sola Gratia Berdasarkan Teologi Jurgen Moltmann Banjarnahor, Alan; Siagian, Riris Johanna
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/jvwa2d60

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana konsep Allah yang turut menderita dalam teologi Jurgen Moltmann terintegrasi dalam spiritualitas dan praktik doa jemaat miskin HKBP Sola Gratia. Moltmann menegaskan bahwa Allah tidak berjarak dari penderitaan manusia, melainkan aktif berpartisipasi dalam kesengsaraan melalui salib Kristus. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pemahaman teologis tersebut membentuk pengalaman iman dan kehidupan doa jemaat yang menghadapi kemiskinan struktural. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis terhadap spiritualitas anggota jemaat HKBP Sola Gratia yang mengalami kondisi ekonomi marginal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam untuk menggali narasi pengalaman iman, praktik doa, dan interpretasi teologis mereka terhadap penderitaan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema dalam kata kunci yang menghubungkan konsep Allah yang turut menderita dengan resiliensi spiritual jemaat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang Allah yang bersolidaritas dalam penderitaan menghasilkan tiga dimensi utama bagi jemaat miskin; 1. Pengalaman iman yang mengakui kehadiran Allah dalam situasi penderitaan, 2. Pemaknaan penderitaan bukan sebagai hukuman tetapi justru sebagai ruang perjumpaan dengan Allah, dan 3. Pembentukan komunitas solidaritas sebagai ekspresi iman. Konsep ini mentransformasi doa dari sekadar permohonan menjadi ekspresi persekutuan dengan Allah yang turut merasakan derita mereka. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual yang relevan dengan realitas kemiskinan di Indonesia
Tantangan dan Peluang Gereja Dalam Pembentukan Karakter di Era Modern Lumbantobing, Kristin Danayun; Siagian, Riris Johanna
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 6, No 2 (2025): EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership - December 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v6i2.295

Abstract

This study analyzes the implementation of contemporary theology in the formation of Christian character within the context of the modern era, marked by rapid social change, digitalization, and globalization. Employing a qualitative approach with a descriptive-analytical method, this research is based on an extensive literature review of contemporary theological writings, church documents, and scholarly works related to Christian character formation, discipleship, and church leadership. The study examines how contemporary theology functions as a contextual framework that bridges enduring biblical doctrines with present-day cultural, technological, and ethical challenges. The findings indicate that contemporary theology plays a crucial role in shaping Christian character by encouraging contextualized worship practices, integrative faith education, and holistic discipleship models that emphasize spiritual, moral, social, and intellectual dimensions. Furthermore, effective character formation is closely linked to discipleship approaches grounded in relational community, mentoring, and spiritual disciplines, as well as leadership models characterized by servant leadership, collaboration, and ethical integrity. In response to digitalization and globalization, the church is also called to develop strategies that integrate digital literacy, ethical discernment, and social engagement as essential components of faith formation. This study concludes that the formation of Christian character in the modern era requires a balanced integration of contemporary theological reflection, contextual discipleship, adaptive church leadership, and responsible engagement with digital culture. Such an integrative approach enables the church to remain faithful to biblical foundations while responding constructively to the complexities of modern life, ensuring that Christian faith is lived authentically as a transformative way of life rather than merely a doctrinal system.AbstrakPenelitian ini menganalisis implementasi teologi kontemporer dalam pembentukan karakter Kristen di era modern yang ditandai oleh perubahan sosial, digitalisasi, dan globalisasi yang pesat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap literatur teologi kontemporer, dokumen gereja, serta kajian ilmiah yang membahas pembentukan karakter Kristen, pemuridan, dan kepemimpinan gereja. Kajian ini menempatkan teologi kontemporer sebagai kerangka reflektif yang menjembatani ajaran Alkitab yang bersifat normatif dengan tantangan budaya, teknologi, dan etika masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi kontemporer berperan penting dalam pembentukan karakter Kristen melalui praktik ibadah yang dikontekstualisasikan, pendidikan iman yang integratif, serta model pemuridan holistik yang mencakup dimensi spiritual, moral, sosial, dan intelektual. Pembentukan karakter yang efektif juga sangat bergantung pada model pemuridan berbasis relasi, mentoring, dan disiplin rohani, serta kepemimpinan gereja yang meneladani kepemimpinan Kristus yang melayani, kolaboratif, dan berintegritas. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan media digital, gereja perlu mengembangkan strategi pembinaan yang mengintegrasikan literasi digital, ketajaman etis, dan pelayanan sosial sebagai bagian dari proses formasi iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan karakter Kristen di era modern menuntut integrasi yang seimbang antara refleksi teologi kontemporer, pemuridan yang kontekstual, kepemimpinan gereja yang relevan, serta keterlibatan kritis terhadap budaya digital. Pendekatan ini memungkinkan gereja tetap berakar pada iman Alkitabiah sekaligus relevan dan transformatif dalam kehidupan umat di tengah dinamika zaman.
An Dualisme Adat Batak dan Aturan Gereja di HKBP Karang Bangun: Sudut pandang Pemimpin Gereja Tentang Otoritas pastoral Berdasarkan Sahala Nababan, Christon; Siagian, Riris Johanna; Panjaitan, Key; Sihombing, Ridho; Bako, Stevan; Manullang, Samuel
REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 7 No. 2 (2026): REDOMINATE
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v7i2.177

Abstract

Dualisme yang terjadi antara iman Kristen dan adat Batak sering sekali menjadi suatu hal yang digumulkan, khususnya bagi jemaat HKBP, terkait bagaimana kehidupan sehari-hari terkait kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang bagaimana sebenarnya dualisme tersebut dialami oleh jemaat HKBP Karang Bangun Resort Dame serta bagaimana pemimpin gereja menjadi jembatan bagi ketegangan yang terjadi antara aturan gereja dan tradisi adat. Dengan pendekatan yang kualitatif yakni studi pustaka dan wawancara yang mendalam terhadap empat narasumber yaitu: Jemaat, Sintua, Naposobulung/pemudi, dan pemimpin gereja/pendeta. Data ini kemudian dianalisis secara sistematis dengan teori otoritas antara Thomas F. O'Dea dan Max Weber, serta konsep Sahala yang dikaitkan dengan budaya Batak. Hasil menunjukkan bahwa dualisme yang terjadi tidak dianggap sebagai konflik di mana Gereja ditempatkan sebagai prioritas utama. Pemimpin gereja menerapkan tiga otoritas yang diungkapkan oleh Thomas F. O'Dea dan Max Weber, yaitu tradisional, kharismatik, dan legal-rasional , yang dalam tradisi atau budaya Batak seakan-akan perwujudan Sahala. Penelitian ini sendiri seakan-akan menawarkan kontribusi yang orisinal dengan menunjukkan keberhasilan pengelolaan dualisme adat dan Gereja tanpa sistem birokratis.