Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Tindakan Pemilihan Obat Untuk Swamedikasi Madania, Madania; Sy. Pakaya, Mahdalena; Papeo, Pirdawati
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 1, No 1 (2021): Januari-April 2021
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v1i1.9948

Abstract

One of the curative efforts often carried out by the community is self-medication. Self-medication is one of the efforts in treating symptoms of illness or illness that is being suffered by someone without consulting a doctor in advance. Self-medication in its implementation cannot be separated from the use of traditional medicine and modern medicine. This study aimed to measured the correlation between the knowledge and attitude of the people of Tontulow village, North Sulawesi, regarding the tradisional medicine and modern medicine towards their act of selecting the type of medicine for self-medication. This study was an observational study with a cross sectional design. The sampling technique was performed by cluster sampling method. The instrument of  the study was using questionnaire. For normality tes used Klomogrov-Smirnov test while for the correlation test used Pearson test. The number of participants were 83 respondents. Most of the people of Tontulow village have a sufficient level of knowledge regarding the traditional medicine and modern medicine, as many as 67 respondents (80.7%) with their attitude tended to be positive towards both medicine type. There was a correlation between knowledge and attitude regarding the tradisional medicine and modern medicine towards the act of selecting medicine type (the result of Pearson test: significance value less than 0,05)
Overview of Antipsychotic Use in Schizophrenia Patients at the East City Health Center in 2024 Tuloli, Teti Sutriyati; Makkulawu, Andi; Sumaga, Khairunnisa Alya; Madania, Madania; Manno, Mohamad Reski
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 5, No 2 (2025): August 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v5i2.1388

Abstract

Schizophrenia is a severe mental disorder that affects individuals and greatly impacts their families and society, with symptoms like hallucinations, delusions, and emotional or thought disturbances that disrupt daily life and well-being. Treatment for schizophrenia usually involves a combination of antipsychotic drug therapy, psychotherapy, and social support. This study aims to determine the description of antipsychotic use, including the type of drug, rules of use, drug dosage, and duration of use in schizophrenia patients at the Kota Timur Health Center. This study used a descriptive observational research design with data collection using a retrospective method. The research data were obtained from secondary data in the form of medical record data from as many as 25 patients with mental illness. The data were processed with Excel and analyzed using SPSS version 26. The results showed that schizophrenia was predominantly suffered by male patients (56%), and more were in the age range of 34-46 years (as many as 48%). The most widely used antipsychotic drugs were a combination of typical and atypical, as many as 92%. The most frequently used type of drug is clozapine with a dose of 25 mg, and the rules of use are 2 x 1/2 as much as 46%. The longest duration of treatment is already in the maintenance phase, which is 96%. Additional drug trihexyphenidyl 2 mg (2 x 1) is used as much as 92%. The most widely used type of therapy is 3-combination therapy, namely Risperidone + THP + Clozapine, as much as 56%. This study was conducted at the East City Health Center, Gorontalo, which is one of the largest primary healthcare facilities in the region and manages a considerable number of schizophrenia patients with limited psychiatric resources. Therefore, the study setting provides important insights into the real-world use of antipsychotic medications in a community-based healthcare center.
Produk Spray Antinyamuk Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Tanaman Lidah Buaya dan Sereh Sebagai Upaya Menangkal Penyakit Demam Berdarah Taupik, Muhammad; Madania, Madania; Mursyidah, Andi; S. Latif, Multiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.22149

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is one of the deadly health problems in Indonesia caused by the bite of the Aedes Aegypti mosquito. In Gorontalo alone, there were 329 cases affected by dengue fever (DHF) in 2019. The first step is socialization of how to prevent the life of mosquito larvae by doing 3M, namely Draining, Closing, and Burying. The second step is to counsel DHF and demonstrate to the public how to make electric herbal mosquito repellent made using the basic ingredients of aloe vera leaves and lemongrass leaves. The product made is very effective for exterminating mosquitoes. When spraying the mosquito-infested room in the first 8 minutes showed that most of the mosquitoes had died. So that the product is considered very effective to eradicate mosquitoes. The hope is that the community is able to maintain the health and cleanliness of the environment and can be independent in making electric herbal mosquito repellent with plant-based ingredients that are easy to find.
Studi Farmakovigilance Efek Samping Obat Herbal di Kelurahan Tamalate Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo dengan Metode Naranjo Giasi, Mohamad; Tuloli, Tety; Madania, Madania; Rasdiana, Nur; Makkulawu, Andi
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Edisi 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v1i2.4

Abstract

Studi pharmacovigilance atau farmakovigilans mengunakan alogaritma Naranjo yaitu mengenai keamanan dan efektivitas obat untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi terkait dengan penggunaan obat-obatan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui efek samping yang di timbulkan oleh pengunaan obat herbal di masyarakat Kelurahan Tamalate Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian obserfatif dengan desain penelitian cross sectional, yaitu didukung oleh data primer yang diperoleh langsung pada responden melalui pengisian kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 97 responden. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan hubungan karakteristik responden dengan profil penggunaan obat herbal yaitu hubungan jenis kelamin dengan sumber informasi obat herbal, hubungan jenis kelamin dengan tempat memperoleh obat, hubungan usia dengan lama penggunaan obat herbal, hubungan usia dengan variasi penggunaan obat herbal, hubungan pendidikan dengan lama penggunaan obat herbal, hubungan pendidikan dengan jenis penyakit, hubungan pekerjaan dengan lama penggunaan obat herbal, hubungan pekerjaan dengan sumber informasi obat herbal, serta hubungan pekerjaan dengan variasi penggunaan obat herbal, dengan nilan (p value < 0,05)
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Prolanis Di Puskemas Pilolodaa Tahun 2019 Tuloli, Teti Sutriyati; Puluhulawa, Lisa Efriani; madania, madania; Igirisa, Fitriwiah
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 1 Edisi 1 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v1i1.12

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih darah sama dengan 90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antihipertensi pada pasien prolanis di Puskesmas Pilolodaa yang disesuaikan dengan buku panduan praktek klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan rancangan cross sectional dan pengumpulan data secara retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 91 pasien. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar pengumpulan data, dimana data diperoleh dari buku kontrol prolanis penderita hipertensi dari Januari-Juli 2019. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pasien prolanis penderita hipertensi di Puskesmas Pilolodaa paling banyak berjenis kelamin perempuan (79%), berdasarkan usia terbanyak yaitu >60 tahun (62%). Pada penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan adalah diberikan secara tunggal dengan item obat terbanyak yaitu amlodipin (89%). Berdasarkan evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada kategori tepat obat (92%) tidak tepat obat (8%,) kategori tepat dosis (96%) tidak tepat dosis (4%), kategori ketepatan aturan pakai (90%) dan tidak tepat aturan pakai (10%).
Analisis Persespi Tenaga Farmasi Tentang Telefarmasi di Apotek Kota Gorontalo Rasdianah, Nur; Djuwarno, Endah Nurrohwintah; Lasimpala, Natasya Indaputri; Suryadi, A. Mut’thi Andi; Madania, Madania
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Edisi 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v1i2.28

Abstract

Telefarmasi merupakan salah satu analog kesehatan dengan konsep terbaru untuk melakukan pelayanan kefarmasian dengan menggunakan teknologi sehingga dapat melakukan praktek pelayanan secara jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persespi apoteker terhadap penggunaan telefarmasi di apotek kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, pengambilan data dilakukan dengan menyebar kuesioner di apotek kota Gorontalo yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 41 apoteker. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik jenis kelamin permepuan lebih banyak dengan presentase 95%, laki-laki dengan presentase 5%, karakteristik berdasarkan umur pada rentang 17-25 tahun presentase sebanyak 32%, 26-35 tahun presentase sebanyak 66%, dan pada rentang 36-45 sebanyak 2%. Terbentuknya sebuah persepsi terdiri dari 3 komponen yaitu, kognitif, afekftif dan konatif. Respon konatif apoteker terhadap telefarmasi di apotek kota Gorontalo termasuk dalam kategori baik dengan presentase 95%, respon afektif apoteker terhadap telefarmasi termasuk dalam kategori baik dengan presentase 98% dan respon konatif apoteker termasuk dalam kategori baik dengan presentase sebanyak 90%. Pengukuran persespi menggunakan 3 kategori, baik 100-76%, cukup 75%-56% dan kurang <50%, berdasarkan komponen persespsi, persepsi apoteker terhadap telefarmasi sebagai salah satu layanan kefarmasian di apotek kota Gorontalo termasuk dalam kategori baik dengan persentase 98%.
Gambaran Keberhasilan Terapi Pada Pasien Swamedikasi di Apotek Dunia Sehat Paputunngan, Mitha; Tuloli, Teti Sutriyati; Madania, Madania; Rasdianah, Nur
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Edisi 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v1i2.56

Abstract

Swamedikasi merupakan penggunaan obat-obatan tanpa konsultasi medis sebelumnya mengenai indikasi, dosis, dan lamanya pengobatan yang dilakukan. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, kecacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif observasional yang bertujuan untuk mengetahui gambaran keberhasilan terapi pada pasien swamedikasi di Apotik Dunia Sehat. Subyek penelitian adalah seluruh pasien swamedikasi obat antibiotik di Apotik Dunia Sehat sebanyak 80 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengujian data menggunakan uji validitas dan realibilitas menggunakan program SPSS versi 22 yang bertujuan agar kuesioner mendapatkan hasil yang valid serta reliabel. Hasil Penelitian menunjukkan jumlah responden yang berhasil dalam terapi swamedikasi yaitu sebanyak 72 responden (90%) dansebagian kecilnya tidak berhasil dalam terapi swamedikasi yaitu sebanyak 8 responden (10%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dengan Perilaku Swamedikasi Common Cold (Batuk, Pilek) di Desa Padengo Kabupaten Gorontalo Puhi, Melly Agustin Is; Madania, Madania; Akuba, Juliyanty; Latif, Multiani S; Manno, Mohamad Reski; Tuloli, Teti Sutriyati
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Edisi 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v1i2.87

Abstract

Pengetahuan merupakan domain penting terbentuknya tindakan seseorang terutama pada masyarakat yang berupaya mengobati dirinya sendiri terhadap penyakitnya atau sering disebut swamedikasi. Salah satu penyakit atau keluhan dalam swamedikasi adalah common cold. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi common cold (batuk, pilek) di Desa Padengo Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kuantitatif melalui pendekatan cross sectional menggunakan data primer. Terdapat 303 sampel dengan analisis data dalam bentuk presentase dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Desa Padengo tentang swamedikasi Common Cold dengan kategori pengetahuan rendah (3%), kategori pengetahuan sedang (10%) dan kategori pengetahuan tinggi (87%). Perilaku swamedikasi masyarakat Desa Padengo tentang Common Cold dengan kategori perilaku negatif (4%) dan kategori perilaku positif (96%). Adanya hubungan antara usia, pendidikan terakhir dan pendapatan dengan pengetahuan, serta adanya hubungan antara pendidikan terakhir dan status pernikahan dengan perilaku. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, pekerjaan, status pernikahan dengan pengetahuan, serta tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan pendapatan dengan perilaku. Adanya hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi Common Cold di Desa Padengo, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05).