Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Profil Resistensi Antibiotik pada Isolat Aeromonas hydrophila dari Sampel Klinis Ikan Nila dan Ikan Gurame Rahmaniar, Reina Puspita; Widhowati, Dyah; Candra, Aditya Yoppy Ro
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.18978

Abstract

This study aimed to determine the antibiotic resistance profile of Aeromonas hydrophila isolated from clinical samples of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) and gourami (Osphronemus goramy) showing disease symptoms. The research method involved sampling fish organs exhibiting anatomical pathological changes, followed by bacterial isolation using MacConkey Agar. Bacterial identification was conducted through Gram staining and biochemical tests, including TSIA, SIM, MR, VP, Simmons Citrate Agar, urease, and catalase tests. Isolates identified as A. hydrophila were subsequently tested for antibiotic susceptibility using the Kirby–Bauer disk diffusion method on Mueller Hinton Agar. Eight antibiotics were evaluated, namely ciprofloxacin, tetracycline, erythromycin, cefotaxime, ampicillin, gentamicin, streptomycin, and nalidixic acid. The results showed that four A. hydrophila isolates were obtained from a total of 20 fish samples examined. Antibiotic susceptibility testing revealed that two out of four isolates (50%) were resistant to ampicillin and one isolate (25%) was resistant to streptomycin, while all isolates remained sensitive to ciprofloxacin, tetracycline, erythromycin, cefotaxime, gentamicin, and nalidixic acid. In conclusion, the presence of antibiotic resistance in A. hydrophila, particularly to certain β-lactam and aminoglycoside antibiotics, indicates the need for continuous monitoring and prudent use of antibiotics in aquaculture practices to prevent the further development and spread of resistant pathogenic bacteria.
PENCEGAHAN MASTITIS SUBKLINIS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DI BENDUL MERISI SURABAYA Reina Puspita Rahmaniar; Dyah Widhowati; Hana Cipka Pramuda Wardhani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2621-2627

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkan kualitas susu melalui pencegahan mastitis subklinis pada wilayah peternakan sapi perah di Bendul Merisi Surabaya. Urgensi dilakukan pengabdian ini yaitu atas dasar tidak adanya KUD yang mengontrol Kesehatan sapi perah di wilayah tersebut, penyakit mastitis subklinis mempengaruhi kualitas susu namun tidak dapat dilihat secara langsung oleh peternak, lokasi peternakan dekat dengan penduduk, sehingga perlu edukasi agar tidak mudah terjadi kontaminasi silang dari agen infeksi yang menyebabkan penyakit. Pelaksanaan pengabdian ini terdiri beberapa tahapan. Pertama dilakukan kontrol penyakit mastitis subklinis melalui pengujian CMT, kemudian dilakukan isolasi bakteri pada sampel susu. Tahap selanjutnya dilakukan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit mastitis pada sapi perah serta penggunaan antiseptik dan desinfektan. Berdasarkan hasil uji CMT didapatkan bahwa empat sampel negatif dan sampel yang positif hanya sampai positif dua. Hasil pengujan isolasi bakteri menunjukkan adanya pertumbuhan koloni bakteri Escherichia coli. Sampel pada uji CMT positif tidak selalu menunjukkan adanya bakteri, begitu juga sampel yang dilakukan uji CMT dengan hasil negatif, terdapat pertumbuhan bakteri. Pengujian tersebut penting untuk dilakukan untuk Tindakan pencegahan dan pengendalian penyakit. Peternak di bendul merisi Surabaya harus menerapkan prinsif aseptis dan menggunakan desinfektan pada kandang