Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Detection of Resistant Escherichia coli Isolated From Cats In Dukuh Kupang Sub-District, Surabaya Wibisono, Freshinta Jellia; Wirjaatmadja, Roeswandono; Candra, Adhitya Yoppy Ro; Rahmaniar, Reina Puspita; Trirahayu, Rizkika Amalia; Diningrum, Dinda Prisilya; Rianto, Vinsensius; Kendek, Irfan Alias
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.1.1-7

Abstract

Resistansi antimikrob merupakan isu global yang menjadi pusat perhatian dunia. Penularan pada manusia melalui hewan peliharaan penting untuk diwaspadai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya resistansi antimikrob bakteri Escherichia coli pada kucing. Sebanyak 60 sampel swab diambil, yang terdiri atas 30 sampel kucing liar dan 30 sampel kucing peliharaan. Sampel diuji di Laboratorium Kesmavet Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Sampel kemudian di isolasi dan identifikasi dengan media selektif diferensial Eosin Methylene Blue Agar. Isolat Escherichia coli kemudian dilakukan uji sensitivitas untuk mengetahui adanya resistensi pada antibiotik ampicillin, tetracycline, dan streptomycin. Hasil penelitian menunjukkan 83% sampel terdapat bakteri Escherichia coli pada kucing, dengan resistansi antibiotik sebesar 16% terhadap antibiotika ampisilin, pada kucing liar 19%, dan kucing peliharaan 12%. Resistansi pada antibiotik tetrasiklin menunjukkan 12%, dimana kucing liar 15%, dan kucing peliharaan 8%. Sedangkan resistensi pada antibiotik streptomisin menunjukkan 4% (2/50), dengan resistensi pada kucing liar 8% dan pada kucing peliharaan tidak ditemukan adanya resistensi (0%). Kucing sebagai hewan yang memilliki kedekatan dengan kehidupan manusia, mampu menjadi faktor penular resistensi antimikroba, hal ini menjadi kewaspadaan dini sebagai tindakan pencegahan penularan resistensi antimikrobial pada manusia.
Studi Kasus: Identifiksi Patogen Penyebab Penyakit pada Burung Merpati (Columba livia domestica) di Pasar Hewan Kota Surabaya Putri, Mariana Febrilianti Resilinda; Kendek, Irfan Alias; Mandala, Aletha Yuliana; Malelak, Marlin Cindy Claudia; Yanardhini, Ganis; Moekti, Bima Satria
Jurnal Veteriner Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jvn.v8i2.26753

Abstract

Pigeons (Columba livia) are a species that often adapt well to urban environments and play an important role in the ecosystem as vectors for the spread of various parasites and zoonotic pathogens. This study aimed to identify the presence of gastrointestinal parasites, blood protozoa, and ectoparasites in pigeons originating from live animal markets in Surabaya, Indonesia. Samples were taken from six pigeons showing clinical symptoms such as diarrhea, anorexia, and weakness. Microscopic examination of feces revealed the presence of Capillaria sp. and Raillietina sp. worm eggs, as well as Eimeria sp. and Haemoproteus columbae protozoan parasites found through blood smears. In addition, ectoparasite identification included Columbicola columbae, Menopon sp., and Menacanthus stramineus. These results show that pigeons in live animal markets have the potential to be a source of parasite and zoonotic disease transmission and have a negative impact on poultry and human health. Therefore, it is important to control parasites through improved sanitation, better habitat management, and vector control to reduce the risk of disease transmission.