Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perkembangan Bahasa di Media Sosial: dari Bahasa Gaul hingga Singkatan Populer Bajuri, Muhammad Zahrul Jihadurrohim; Rahman, Fauzi; Ilma, Awla Akbar
Pujangga : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v10i2.3910

Abstract

Penggunaan bahasa gaul di media sosial oleh remaja Indonesia semakin berkembang pesat. Fenomena ini dapat saja mengaburkan batas antara bahasa baku dan bahasa informal yang diajarkan di sekolah. Meskipun bahasa gaul mempermudah interaksi sosial, dampaknya terhadap kemampuan berbahasa formal dan penguasaan bahasa Indonesia yang benar masih menjadi bahan perdebatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan bahasa di media sosial, mulai dari bahasa-bahasa gaul hingga singkatan populer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten untuk mengidentifikasi istilah dan singkatan gaul populer di media sosial yang digunakan oleh Masyarakat, khususnya remaja. Data dikumpulkan dari platform seperti Instagram, X, TikTok, dan YouTube, yang dianalisis secara tematik untuk memahami pola penggunaan bahasa gaul serta kaitannya dengan fenomena sosial dan budaya di kalangan remaja. Hasil penelitian ini adalah bahwa bahasa gaul populer yang digunakan di media sosial mencakup istilah-istilah slang dan kata kerja unik yang berkembang di kalangan remaja, seperti "kece," "ngab," dan "ngegas." Selain itu, dalam bahasa gaul juga terdapat penggunaan singkatan dan akronim, seperti "LOL" dan "ASAP," yang digunakan untuk mempermudah komunikasi yang cepat, sekaligus menciptakan identitas kelompok dan berimplikasi pada penguatan kedekatan sosial di antara pengguna.
Digitalisasi Produk UMKM di Kabupaten Blora dalam Rangka Optimalisasi Usaha Darmono, Darmono; Ilma, Awla Akbar; Nurdiyanto, Heri; Wulandari, Ella; Susanto, Tofan; Sudaryono, Sudaryono; Praptiwi, Wahyu Kharina
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/nnjrx063

Abstract

Digitalisasi produk menjadi strategi penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing di era ekonomi digital. Kabupaten Blora sebagai salah satu wilayah dengan potensi UMKM yang beragam menghadapi tantangan dalam pemasaran, keterbatasan akses pasar, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses digitalisasi produk UMKM di Kabupaten Blora dalam rangka optimalisasi usaha, khususnya melalui pemanfaatan e-commerce, media sosial, dan integrasi layanan finansial digital. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan visibilitas produk, perluasan jangkauan pasar, dan efisiensi operasional. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan literasi digital, infrastruktur teknologi, dan modal usaha. Dengan dukungan pelatihan, pendampingan, serta kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri, UMKM di Blora berpotensi mengoptimalkan digitalisasi sebagai strategi pengembangan usaha berkelanjutan
Representation of middle eastern countries in Geni Jora's novel: An analysis of travel literature according to Carl Thompson theory Ilma, Awla Akbar; Manshur , Fadlil Munawwar; Sudibyo, Sudibyo
SULUK : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/suluk.2023.5.1.63-76

Abstract

This study aims to explain the representation of society and culture in Middle Eastern countries, including Morocco, Syria, and Jordan in the novel Geni Jora. The theory used is the theory of travel literature with the concept of representation of others according to Carl Thompson. Travel literature is a report about the world that is written based on the author's subjectivity and has a role in shaping the reader's knowledge. The results of the analysis show that the novel Geni Jora uses exploratory journey narratives and presents critical and courageous subjects. Morocco is described as a tolerant Islamic country because it succeeded in combining European modernity with past Islamic religiosity and Jewish culture. While Syria is described as a modern country, it is less religious and too Westernized. Likewise, Jordan is described as an Islamic country, but too westernized and inconsistent with Islamic ethics. The novel represents a contemporary travel literary genre that presents alternative and realistic narratives about the condition of the Middle East as a complex and diverse region. The novel also represents the contemporary travel genre which has not succeeded in narrating cosmopolitanism by still presenting competitive narratives and travel subjects that are superior when interacting with the characters encountered.
METODE PENELITIAN SASTRA LOKAL: SEBUAH RUMUSAN AWAL Ilma, Awla Akbar; Bakthawar, Puri
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.24-36

Abstract

Abstrak Munculnya karya sastra lokal di Indonesia akhir-akhir ini secara massif penting untuk direspon. Hal pertama yang perlu dilakukan ialah merumuskan metode penelitian yang sesuai dengan pendekatan dan permasalahan yang dominan muncul dalam karya sastra lokal. Permasalahan tersebut antara lain, narasi budaya lokal dan kearifan lokal yang ditampilkan di dalam karya sastra, serta relasi antara narasi budaya lokal dengan masyarakat, pengarang, dan pembaca. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis meyakini bahwa pendekatan klasik M.H Abrams, yang terdiri dari pendekatan objektif, mimetik, ekspresif, dan pragmatik relevan untuk menjawab dan menjelaskan permasalahan. Sementara metode penelitian yang digunakan ialah metode deskripsi analisis dengan langkah kerja sesuai asumsi dari masing-masing 4 pendekatan tersebut. Hal yang penting dalam penelitian sastra lokal ialah penelusuran data melalui sumber pustaka dan wawancara. Data wawancara penting untuk membangun pemahaman mengenai konteks budaya dari masyarakat yang digambarkan oleh karya. Sementara analisis yang penting dilakukan ialah mendeteksi sikap dari karya sastra dalam memandang budayanya sendiri dan budaya lain dalam interaksi budaya. Analisis ini merupakan langkah awal dalam mendeteksi munculnya sikap-sikap negatif dalam tumbuh kembangnya budaya lokal, yakni sikap konservatif dan persaingan budaya yang tidak sehat.
CITRA TOKOH PRIBUMI DAN BELANDA DALAM CERPEN “SELAMAT TINGGAL HINDIA” KARYA IKSANA BANU Ilma, Awla Akbar
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.1-14

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  memahami  citra  tokoh  pribumi  dan  tokoh Belanda dalam cerpen “Selamat Tinggal Hindia” karya Iksana Banu. Berdasarkan  teori  pascakolonialisme  dan  metode  pembacaan  dekat diketahui  bahwa  cerpen  ini  merepresentasikan  situasi  transisi  sesaat setelah  Indonesia  merdeka  melalui  sudut  pandang  tokoh  Martinus, seorang  wartawan  Belanda.  Melalui  sudut  pandang  ini,  tokoh Indonesia  digambarkan  dalam  dua  citra  antara  lain:  a).  Pribumi antagonis  yang  bodoh  dan  tidak  rasional  dengan  bertindak  kejam kepada siapapun, baik kolonial maupun sesama pribumi,  b) Pribumi yang  patuh  dan  mengabdi  kepada  para  tokoh-tokoh  Belanda. Sementara  tokoh  Belanda  diwakili  oleh  dua  kelompok,  yaitu  tokoh Belanda yang bekerja sebagai wartawan dan keturunan Belanda yang lahir serta tinggal di  Indonesia,  yang bahkan tidak mengenal negara Belanda sebagai negeri asal usulnya. Kedua kelompok ini meskipun ditampilkan  humanis,  namun  ternyata  masih  terpengaruh  pandangan kolonial  dengan  merasa  lebih  beradab  dan  superior  dari  tokoh Indonesia.  Cerpen  juga  tampak  memotret  betapa  kompleks  dan heterogennya  identitas  masyarakat  yang  tinggal  di  Indonesia  setelah kemerdekaan.  Meskipun  demikian,  tokoh-tokoh  Belanda  tetap diposisikan sebagai superior dan tokoh Indonesia sebagai inferior.Kata Kunci: pascakemerdekaan, superior, inferior, colonial