Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BULBIL PORANG (Amorphophallus oncophyllus PRAIN.) PADA TANAH INCEPTISOL BEKAS LAHAN BUDIDAYA GAMBIR KABUPATEN 50 KOTA Andrik Marta Marta; Shintya Ona Guserike Afner; Fatardho Zudri Zudri; Fery Endang Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.8039

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus PRAIN.) salah satu tanaman penghasil karbohidat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan, selain itu porang juga merupakan salah satu tanaman dengan nilai ekonomis tinggi.  Manfaat porang yang begitu besar mengakibatkan permintaan porang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Untuk melaksanakan budidaya porang dibutuhkan lahan yang mencukupi dan mendukung pertumbuhan tanaman, lahan dengan tipe tanah inceotisol merupakan lahan yang tersebarluas di Kabupaten Lima Puluh Kota, lahan dengan tipe tanah inceptisol biasa digunakan oleh petani sebagi area budidaya tanaman gambir sampai gambir tersebut berumur 30 tahun. Perbanyakan porang secara vegetatif menggunakan umbi bulbil ataupun umbi akar, penggunaan umbi bulbil dianggap efektif karena membutuhkan waktu yang tidak lama dalam proses produksinya. Penanaman bulbil porang pada tanah inceptisol lahan gambir memberikan informasi bahwa tanaman porang mampu tumbuh dengan baik pada lahan bukaan baru, lahan umur gambir 15 dan lahan dengan umur gambit 30 tahun, hal ini juga menggambarkan bahwa porang mempunyai potensi sebagai tanaman tumpangsari bagi tanaman gambir
PENGARUH BERBAGAI DOSIS PUPUK KIMIA DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TEMBAKAU PAYAKUMBUH (Nicotiana tabacum L.) Fatardho Zudri; Nin Patri Enati; Fefri Yanti DS
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.10472

Abstract

Tembakau merupakan salah satu komoditi perkebunan yang diusahakan di Indonesia. Diversifikasi produk tanaman daun tembakau dapat dimanfaatkan menjadi bahan kimia dasar sebagai bahan baku pestisida, produk kosmetik dan industri farmasi. Selain dari pada itu minyak atsiri dan pemanfaatannya untuk campuran parfum (tabac perfume) dan debu tembakau untuk pupuk kompos. Untuk mendapatkan nilai ekonomis yang baik maka perlu peningkatan produksi dan kualitas hasil tanaman tembakau. Sehingga dalam aspek budidaya perlu untuk dilakukan perbaikan.  Pemupukan merupakan salah satu upaya pemeliharaan tanaman dengan tujuan memperbaiki kesuburan tanah melalui cara penambahan unsur hara, baik makro maupun mikro yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tembakau. Salah satu produk yang bisa dipakai adalah Pupuk organik cair Hantu. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan Februari sampai Juli 2022. Rancangan yang digunakana Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas lima taraf perlakuan dan lima ulangan yang dianalisis dengan Uji F dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Perlakuan adalah P0 = Tanpa Pupuk Kimia dan POC 2 ml/l air,P1 = Pupuk Kimia 25% dosis anjuran dan POC 2 ml/l air, P2= Pupuk Kimia 50% dosis anjuran dan POC 2 ml/l air, P3 = Pupuk Kimia 75% dosis anjuran dan POC 2 ml/l air, dan P4 = Pupuk Kimia 100% dosis anjuran dan POC Hantu 2 ml/l air. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), panjang daun terpanjang (cm), lebar daun terlebar (cm), jumlah daun (helai), panen (gram), berat basah (gram), dan berat kering (gram). Hasil penelitian pemberian pupuk kimia 25%, 50% 75% dan 100% dosis anjuran dengan pemberian POC Hantu 2 ml/l air memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tembakau Payakumbuh. Pemberian perlakuan pupuk buatan 75% dosis anjuran dengan POC 2 ml/l air merupakan perlakuan terbaik yang memberikan pengaruh terhadap dibandingkan terhadap semua parameter pengamatan dan mampu menghemat penggunaan pupuk buatan 25%. 
PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA BERBAGAI JENIS MEDIA TANAM SECARA HIDROPONIK Fatardho Zudri
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.10471

Abstract

Sayuran adalah sayuran hijau dan sayuran berwarna lainnya. Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah jenis tanaman sayur-sayuran yang termasuk keluarga Brassicaceae. Kandungan tanaman pak coy teridiri dari 93% air, 3% karbohidrat, 1,7% protein, 0,7% serat, 0,8% abu, juga merupakan sumber dari vitamin dan mineral seperti ß-karoten, vitamin A, C, Ca, P, dan Fe sehingga memiliki nilai nutrisi yang cukup baik untuk manusia. Tanaman pakcoy dapat dibudidayakan di lahan sawah maupun dengan sistem hidroponik. Budidaya tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik merupakan satu usaha yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pakcoy yang tinggi sepanjang tahun. Tujuan penelitian adalah mendapatkan media alternative untuk budidaya tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan satu faktor dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu perbandingan media tanam, maka terdapat 3 taraf perlakuan yaitu: Media rockwool (M1), Media arang sekam (M2), Media pecahan batu bata (M3). sampel dipilih secara acak 4 tanaman sebagai sampel pengamatan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan pengujian sidik ragam dengan uji F. Jika F hitung perlakuan lebih besar dari F tabel 5% dilanjutkan dengan uji lanjut BNT pada taraf 5%.Parameter pengamatan Jumlah daun per tanaman (helai),Lebar daun per tanaman (cm), Tinggi tanaman (cm), Bobot segar tanaman (gram),Berat kering tanaman, Rasio Tajuk Akar. Perlakuan berbagai media tanam pada tanaman pakcoy secara hidroponik menunjukkan tidak terdapatnya perbedaan pada pengamatan tinggi tanaman, Lebar daun dan berat kering tanaman. Penggunaan media tanam yang berbeda menunjukkan perbedaan pada jumlah daun, berat basah tanaman dan ratio tajuk akar pada tanaman pakcoy.