Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Manfish Journal

Pengaruh Madu dari Jenis Lebah yang Berbeda Terhadap Maskulinisasi Ikan Cupang (Betta sp.) Al Hasan, Haifar Amru Zein; Waluyo, Waluyo; Mujtahidah, Tholibah
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 2 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i2.670

Abstract

Betta fish (Betta sp.) is an ornamental fish that is in great demand by ornamental fish lovers. The characteristics and features of male Betta fish have a higher economic value than female Betta fish. One way to increase the number of male Betta fish to meet market demand is by masculinization. Fish masculinization strategies can be carried out by administering synthetic androgen hormones in the form of 17α-methyltestosterone (MT). Masculinization of fish using MT shows success in fish in increasing the number of male individuals compared to without hormone administration. The use of the synthetic hormone 17α-methyltestosterone has been prohibited in aquaculture activities because it is difficult to degrade naturally and has the potential to pollute the environment. Several other ingredients that can be used as alternatives to replace synthetic hormones are honey. This research uses honey from different types of bees with the aim of getting the best results for the percentage of male Betta fish in masculinization efforts. CRD research method (Completely Randomized Design) with 3 treatments and 4 replications. The treatments applied were T1 (Apis cerana), T2 (Apis mellifera), T3 (Trigona sp.). The best treatment was T3 (Trigona sp.) which had an effect and was very significantly different with a male percentage of 82,63 % followed by T2 (Apis mellifera) which had an effect and was not significantly different with a male percentage of 71,06 %, and T1 (Apis cerana) had an effect. and not significantly different from the male percentage of 64,45 %.
Evaluasi Suplementasi Kombinasi Minyak Nabati dan Minyak Hewani terhadap Kinerja Reproduksi Awal Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Betina Tartila, Shobrina Silmi Qori; Mujtahidah, Tholibah; Azril, Muh.; Risqulloh, Sultan Jibran; Oktavian, Muhammad Abizar Sakti; Azmi, Rifky Tsabitul; Fatikasari, Amelia
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 7 No 1 (2026): MANFISH JOUNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v7i1.1156

Abstract

nabati (minyak ikan dan minyak sawit) dalam pakan yang dapat meningkatkan proses kematangan awal gonad pada calon induk betina ikan beong (206,88±31,84 g; 26,18±2,04 cm). Seluruh ikan betina dipelihara dalam delapan unit keramba jaring berukuran 2×1×1 m³ dengan kepadatan 2 ekor/keramba. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan, yaitu pakan kontrol (tanpa kombinasi minyak ikan dan minyak sawit/K) dan kombinasi minyak ikan serta minyak sawit masing-masing 2% (IS). Parameter yang diamati meliputi: (1) kinerja reproduksi (bobot akhir/Wt, panjang akhir/Pt, konsumsi pakan/JKP, indeks gonadosomatik/GSI, dan indeks hepatosomatik/HSI); (2) profil kimia darah (high density lipoprotein/HDL, trigliserida/TG, kolesterol total/TC, dan glukosa/GLU). Seluruh data dianalisis menggunakan uji t-sampel independen dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan IS berbeda nyata dibandingkan perlakuan K pada FI dan Wt (p<0,05), dimana nilai Wt pada perlakuan IS (233±49,82 g) lebih tinggi daripada perlakuan K (179±16,27 g). Namun, nilai JKP pada perlakuan IS (95,5±40,73 g) lebih rendah daripada perlakuan K (169,8±21,82 g; p<0.05). Seluruh parameter profil kimia darah menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata (p>0,05), kecuali pada nilai TG, dimana perlakuan IS (94,27±9,76 mg/dL) lebih tinggi daripada perlakuan K (103,08±10,93 mg/dL). Suplementasi pakan berupa minyak ikan (2%) dan minyak sawit (2%) dapat mempercepat tingkat pematangan gonad awal pada calon induk betina ikan beong, berdasarkan peningkatan nilai TG dan bobot akhir dengan tingkat konsumsi pakan yang lebih rendah.