Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Program Kemitraan Wilayah (PKW) Kecamatan Kedungkandang: Peningkatan Pendapatan Keluarga Melalui Budi Daya Tanaman Nanas Eko Yuni Prihantono; Agus Suprapto; Noermijati Noermijati
Jurnal ABM Mengabdi Vol 5 (2018): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The socio-economic conditions of Kedungkandang Subdistrict especially Kedungkandang Sub-District and Buring Sub-District as relatively disadvantaged areas in Malang City become relevant as a target area to be developed into a more developed area of awareness about their education, health and environment as well as their social economy When agriculture is still the economic foundation of the community but still fails to improve welfare, efforts to increase added value for agricultural commodities are one of the solutions that need to be tried. Pineapple cultivation is chosen because these plants do not require intensive care and pineapple processed products in semi-finished and finished goods are common in the community so they can be marketed and increase family income.
Pendampingan Penerapan IoT untuk Monitoring dan Kontrol Listrik untuk Petani Hidroganik Desa Kanigoro Malang Darto Darto; Agus Suprapto; Wahyu Dirgantara
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 6, No 3 (2021): August 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v6i3.5107

Abstract

The farming profession in the industrial era 4.0 is considered ancient and has no potential and bonafide. To change such a mindset, Community Service (PKM-Unmer Building Village) in collaboration with hydroganic farmer groups to make greenhouse and hydro-gas models accompanied by water flow monitoring (flow sensor), temperature, and humidity monitoring (DHT11 sensor) and electricity control (UPS). By utilizing the IoT concept in a monitoring tool that is placed in hydroganics, it can monitor the flow of water and plants in real-time. To access monitoring, the cellphone must be connected to the same wifi as the device, then enter the IP address using a mobile browser. The method of implementation used consists of three stages: preparation includes a review of partner locations, coordination, and the number of partners and existing facilities, pilot and, socialization. The results obtained from this activity are to accelerate and make it easier to control the hydroganics contained in the greenhouse in real-time. By utilizing a UPS to make the water pump always on, the equipment is not easily damaged if there is an electrical disturbance such as a blackout or short circuit. PKM-Unmer Building Village produces a pilot modeled in a greenhouse, socialization to the community and Bengkel Mimpi farmer groups, and training to make simple monitoring tools.
PELATIHAN PEMBUATAN BUSINESS PLAN MENGANTAR POSDAYA MERGOSINGO DAN POSDAYA TAMAN RAJUT MENDAPATKAN PINJAMAN BUNGA RENDAH DAN TANPA AGUNAN DARI YAYASAN DAMANDIRI GUNA MENGEMBANGKAN USAHA Wahyu Wiyani; Agus Suprapto; Boge Triatmanto
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v2i2.1814

Abstract

Keberhasilan suatu usaha sangat ditentukan oleh bagaimana pemilik mengatur dan mengelola usahanya. Pengelolaan dimulai dari perencanaan yang matang atas usaha yang dijalankan, proses/operasional  sampai dengan  pengawasan usahanya. Suatu usaha bisa dijalankan dengan baik jika  manajemen produksinya, manajemen pemasarannya, menajemen keuangannya  hingga pencatatan atas aktivitasnya dijalankan sesuai kaidah yang ada. Banyak kemanfaatan yang diterima pelaku UKM ketika manajemen usahanya dikelola dengan baik, salah satunya adalah kepercayaan pemberi pinjaman (kreditur) yang semakin kuat. Selama ini manajemen usaha kecil lebih banyak dijalankan berdasar intuisi sehingga pemilik tidak mengetahui apakah usahanya untung atau rugi, berapa keuntungan atau kerugiannya. Untuk itulah tim memberikan beberapa pelatihan bagi Usaha yang dikelola Posdaya  agar usahanya dapat berkembang lebih baik dan mendapatkan kepercayaan dari pihak luar. Setelah mendapatkan beberapa pelatihan yang diberikan berupa pelatihan  pembukuan sederhana dan pelatihan pembuatan business plann, usaha UKM binaan posdaya menjadi lebih bagus manajemennya, bahkan dari 100 UKM Binaan Posdaya seluruh Indonesia yang mengirimkan Business Plann ke Yayasan Damandiri,  dua diantaranya  posdaya binaan Unmer Malang yang  berhasil mendapatkan pinjaman dengan  bunga rendah tanpa agunan. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v2i2.1814
KOLABORASI SMK MUTU, POSDAYA KOLBANDA DAN LPPM UNMER MALANG DALAM BERBAGI KETRAMPILAN Agus Suprapto; Mochammad Rofieq; Andi Poerwanto
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 2, No 1 (2017): June 2017
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v2i1.1287

Abstract

SMK bertujuan untuk mempersiapkan lulusan yang dapat menerapkan keahlian dan ketrampilan di bidangnya,siap kerja dan mampu bersaing secara global. Untuk menjawab itu semua maka kegiatan proses belajarmengajar diarahkan pada penguatan hard skill,namun tidak mengesampingkan penguatan softskill nya. Untukitu bebagai kerjasam telah dilakukan termasuk kerjsama dengan Unmer sebagai institusi yang peduli terhadappengembangan pendidikan.Dalam kerjasama ini antara kedua institusi saling bertukar ketrampilan yang dimiliki, dimana SMK Mutumemberikan pelatihan pembuatan krupuk kunyit kepada anggota posdaya binaan LPPM dan dosen UnmerMalang, sementara LPPM memberikan wawasan kewirausahaan dan posdaya binaan LPPM memberikanpelatihan pembuatan kerajinan berbahan barang bekasManfaat kegiatan pelatihan para anggota posdaya dan dosen bisa memanfaatkan lahannya untuk menanamkunyit dan daunnya bisa dimanfaatkan menjadi krupuk, sementara siswa smk mendapatkan pelatihanketrampilan menggunakan barang bekas untuk menghasilkan berbagai hasil ketrampilan yang bernilai jual.Selain itu pelatihan ketrampilan berbahan barang bekas ini memiliki efek domino lingkungan sekitar menjadilingkungan yang bersih karena sampah bisa dimanfaatkan dan dirubah menjadi barang baru dengan nilai jual. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v2i1.1287
ANALISIS TEGANGAN DAN REGANGAN PADA KAWAT STAINLESS STEEL 304 HASIL PERLAKUAN HARDENING DAN TEMPERING Sekiwa; Suprapto, Agus; Tsamroh, Dewi Izzatus; Rusdijanto
RING ME Vol 4 No 1 (2024): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rm.v4i1.21747

Abstract

Currently, the demand for materials, especially metals, is very significant. Iron and steel are inseparable basic needs. However, with diverse needs, the desired mechanical characteristics of a material also vary. These mechanical aspects include hardness, ductility, strength, and toughness. The use of stainless steel is increasing worldwide due to its superior characteristics. One of them is using stainless steel wire. This research aims to identify the tensile strength limit of 304 stainless steel wire with variations in hardening and tempering. The test results show that the unheat treated 304 stainless steel wire has a higher stress value than the heat treated one. The test results show that the stress value in the test object which has undergone heat treatment of hardening at a temperature of 820°C with a holding time of 30 minutes with water cooling and tempering at a temperature of 400°C with a holding time of 20, 30, 40 minutes with air cooling has decreased. This can be compared with raw or untreated specimens which have a stress value of 176.815 kg/mm2. For specimens that underwent the hardening heat treatment process, the stress value decreased to a value of 88.025 kg/mm2. Meanwhile, for test objects that underwent a tempering process, the stress also decreased compared to normal or untreated test objects with stress values ​​for 20 minutes of tempering 87,261 kg/mm2, 30 minutes of tempering 87,261 kg/mm2, and 40 minutes of tempering 87,006 kg/mm2.
INVESTIGASI PENGARUH VARIASI AIR LAUT TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST 37 Djahilepang, Raywantus Baur; Suprapto, Agus; Tsamroh, Dewi Izzatus
RING ME Vol 4 No 1 (2024): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rm.v4i1.21765

Abstract

In the current era of globalization, metal has an important role and is a primary need in various aspects of human daily life. One metal that is widely used is steel, which is a mixture of iron (Fe) and carbon (C) with the addition of other ingredients in the modern context. Low carbon steel, such as ST 37, is often used in making components such as nails, bolts and screw threads. The affordability and availability of ST 37 makes it a top choice in the construction industry, although it is often subject to corrosion problems due to its natural properties. In various situations and conditions, the wide use of ST 37 steel often interacts with natural elements, such as sea water, river water, oxygen, pH values, and other environmental conditions. The problem of corrosion is a major concern for many researchers and industry, because it can affect various processes such as cleaning by etching, pickling, and the use of corrosive chemicals such as acids and salts to inhibit corrosion. The test results showed that the highest corrosion rate occurred in Tanjung Perak Surabaya sea water, amounting to 2.817 mpy, while Panjang Pasuruan sand sea water had the lowest corrosion rate of 0.626 mpy.
Failure Analysis of Galvanized Iron Pipe at Perumda Tirta Kanjuruhan Pramita, Cynthia Rosa; Suprapto, Agus; Widyastuti, Ike
TRANSMISI Vol 19, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v19i2.12015

Abstract

The most commonly used type of water pipe is iron pipe or commonly called Galvanized Iron pipe. The disadvantage of GI pipe is that it rusts easily. So it can result in degradation, decreased efficiency and construction, poor water quality, and higher maintenance costs. Water channeled through rusty pipes will pollute the water and adversely affect the health of those who consume it. This study aims to determine the factors causing failures of GI pipe in the distribution pipeline that have failed due to corrosion. The tested pipes is 1/2"ᴓ sized, 5-year-old corroded pipe whose distribution uses a gravity system and a pumping system. To support this analysis, operational data on fluid and environmental conditions around the pipeline are needed, observations on macro and micro structures, and hardness testing. The corrosion rate is calculated through the thickness loss method and the corrosion rate in the gravity system is 0.153 mm / year that higher than pipe in pumping system. Microstructure observations support the characterization of the material that this pipe is a mild steel, where this type of steel has a high Fe content so it is vulnerable to corrosion attacks. Rockwell hardness testing showed that the corrosion rate is directly proportional to the hardness value of the pipeline. The results of the analysis show that the environment around the pipe which has low soil resistivity and high humidity levels is the main factor in the occurrence of uniform corrosion of the pipe. The selection of inappropriate materials is also supportive as the cause of corrosion occurring.
Analisis Pengaruh Kecepatan Putaran Cetakan dan Temperatur Peleburan Pengecoran Sentrifugal Terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Aluminium 6061 Suprapto, Agus; Andrijono, Djoko; Jumiadi, Jumiadi; Tsamroh, Dewi Izzatus
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v7i01.22386

Abstract

Pengecoran logam adalah proses pembuatan komponen dengan cara melelehkan logam dan menuangkannya ke dalam cetakan, yang kemudian dibiarkan mendingin dan mengeras. Penelitian ini menggunakan metode pengecoran sentrifugal, di mana cetakan diputar sehingga gaya sentrifugal menyebar logam cair ke tepi cetakan tanpa menggunakan inti. Bahan yang digunakan adalah aluminium 6061 dengan variasi putaran cetakan antara 400 rpm, 800 rpm, dan 1200 rpm pada suhu peleburan aluminium sebesar 800℃. Selain itu, variasi suhu peleburan juga dilakukan pada 800℃, 900℃, dan 1000℃ dengan putaran cetakan tetap pada 800 rpm. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan peningkatan seiring dengan peningkatan putaran cetakan, dari 93,8 HRH pada 400 rpm, 95,6 HRH pada 800 rpm, hingga 96,5 HRH pada 1200 rpm. Sedangkan pada variasi suhu peleburan, kekerasan meningkat dari 97,1 HRH pada 800℃, 96,7 HRH pada 900℃, hingga 96,1 HRH pada 1000℃. Selanjutnya, pengujian struktur mikro dilakukan dengan metode planimetri, menghasilkan ukuran rata-rata butir mikro. Ukuran butir mikro menunjukkan kecenderungan berkurang seiring dengan peningkatan putaran cetakan, dengan ukuran rata-rata sebesar 90 µm pada 400 rpm, 65 µm pada 800 rpm, dan 45 µm pada 1200 rpm. Sebaliknya, suhu peleburan yang lebih tinggi menghasilkan butir mikro yang lebih besar. Terlihat bahwa semakin kecil ukuran butir mikro, maka kekerasan benda cor juga semakin tinggi.
Perbandingan Laju Korosi dengan Menggunakan Spray Chamber Test dan Corrosion Coupon Rack pada Baja Karbon Rendah Suprapto, Agus; Tsamroh, Dewi Izzatus; Sentosa, Obaja Eden Riyanto
RING ME Vol 4 No 2 (2024): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v4i2.22887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laju korosi baja karbon rendah menggunakan dua metode pengujian, yaitu spray chamber test dan corrosion coupon rack. Baja karbon rendah dipilih karena penggunaannya yang luas di berbagai industri, seperti konstruksi dan peralatan, namun memiliki kerentanan terhadap korosi di lingkungan tertentu. Penelitian ini menggunakan metode spray chamber test dengan mensimulasikan lingkungan korosif dengan penyemprotan larutan garam secara terkontrol, sedangkan corrosion coupon rack menggunakan eksposur langsung terhadap larutan korosif dalam kondisi statis. Laju korosi dianalisis berdasarkan perubahan massa spesimen dan dievaluasi menggunakan perhitungan corrosion rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi yang dihasilkan oleh spray chamber test cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan corrosion coupon rack. Hal ini disebabkan oleh mekanisme penyemprotan yang meningkatkan kontak permukaan spesimen dengan larutan korosif, mempercepat reaksi oksidasi. Sementara itu, corrosion coupon rack menunjukkan laju korosi yang lebih lambat karena kondisi larutan statis yang mengurangi dinamika reaksi.
Pengaruh Carburizing dan Cryogenic Treatment terhadap Kekerasan Baja Karbon Rendah ST 37 Suprapto, Agus; Widyastuti, Ike; Darto, D
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon aktif dari tempurung kelapa dipakai sebagai media pada proses Carburizing untuk meningkatkan kekerasan permukaan. Pengembangan metode untuk meningkatkan kekerasan dapat dilakukan dengan cryogenic treatment. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, menganalisa pengaruh cryogenic treatment terhadap sifat kekerasan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan proses Carburizing dengan pemanasan sampai temperatur austenite (γ) dengan variasi 8000C, 8500C dan 9000C dengan media karbon aktif dari tempurung kelapa dengan variasi holding time 1 jam, 2 jam dan 3 jam selanjutnya dicelup cepat pada air. Hasil Carburizing sebagai bahan untuk Cryogenic treatment pada nitrogen cair – 1950C dan ditahan pada – 1950C bervariasi holding time: 2 jam, 24 jam, 48 jam selanjutnya dipanaskan sampai temperatur kamar. Analisa pengujian ini dilakukan dengan metode analitis dan uji kekerasan. Temuan hasil penelitian: (1). Hasil proses Carburizing dengan media karbon aktif dari tempurung kelapa menunjukkan kekerasannya meningkat dibanding sebelum proses Carburizing, (2). Hasil Cryogenic Treatment menunjukkan kekerasannya lebih tinggi dibanding hasil proses Carburizing.