Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT) DI LPSE KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Lumintang, Michael Nelsen; Masinambow, Vecky A.J.; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 3 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.29224.20.3.2020

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Belanja Konstruksi, Belanja Konsultasi dan Belanja Barang terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018. Metode analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Secara parsial Belanja Konstruksi berpengaruh terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018, (2) Secara parsial Belanja Konsultansi berpengaruh terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018, (3) Secara parsial Belanja Barang tidak berpengaruh terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018 dan (4) Secara simultan Belanja Konstruksi, Belanja Konsultansi dan Belanja Barang berpengaruh signifikan terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018 Kata kunci : belanja konstruksi, belanja konsultansi, belanja barang, belanja langsung AbstractThe purpose of this study was to determine the effect of Construction Shopping,  Consultation Shopping and Goods Expenditures Shopping on Direct Shopping in the Southeast Minahasa District Work Unit (SKPD) in 2014-2018. The data analysis method that will be used in this study is the panel data regression model. The results of the study show that: (1) Partially Construction Shopping influences Direct Expenditures in the Regional Ministries Work Unit (SKPD) of Southeast Minahasa Regency in 2014-2018, (2) Partially Consultants Shopping influences Direct Expenditures in the Regional Work Units (SKPD) ) Southeast Minahasa Regency in 2014-2018, (3) Partially the Goods Shopping do not influence Direct Expenditure in the Regional Ministries Work Unit (SKPD) of Southeast Minahasa Regency in 2014-2018 and (4) Simultaneously Construction Shopping, Consultancy Shopping and Goods Shopping have a significant effect on Direct Expenditure in the Southeast Minahasa Regency 2014-2018 Regional Ministries Work Unit (SKPD) Keywords : construction shopping, consulting shopping, goods expenditures shopping, capital expenditure
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NELAYAN TRADISIONAL DI KELURAHAN TUMUMPA KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Konoralma, Samuel; Masinambow, Vecky A.J.; Londa, Albert T.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 20, No 02 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis pengaruh factor Modal usaha, Umur,  Jarak, Pengalaman bekerja, Waktu bekerja (lama melaut) terhadap pendapatan nelayan di Kelurahan Tumumpa Kota Manado.  Jenis penelitian ini bersifat survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional design. analisis data menggunakan uji statitik regresi linear berganda didahului dengan uji normalitas data.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0,602 dimana proporsi modal, umur, jarak, lama melaut dan pengalaman kerja sebesar 60,2% mempengaruhi pendapatan nelayan.            Kesimpulan dalam  penelitian ini bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel modal, umur dan jarak terhadap pendapatan nelayan, sedangkan variabel  lama melaut, dan pengalaman bekerja tidak berpengaruh siginifikan terhadap pendapatan nelayan. Disarankan kepada para nelayan untuk mengakses informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan mereka.
PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MANADO Torar, Fanny; Kindangen, Paulus; Masinambow, Vecky A.J.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 2 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32788.20.2.2019

Abstract

ABSTRAK Berubahnya sistem pemerintahan dari sentralisasi menjadi desentralisasi, menuntut pembangunan yang merata di setiap daerah sehingga pembangunan yang tadinya dilaksanakan secara terpusat diberikan kepada daerah untuk mengatur daerahnya sendiri. Kebijakan pemerintah dibidang otonomi daerah pada dasarnya dimaksudkan untuk menata ulang hubungan antara pusat dan daerah dalam berbagai tugas dan tanggung jawab yang menyangkut urusan penyelenggaraan pemerintahan. Inspektorat merupakan suatu lembaga pengawasan di lingkungan pemerintah daerah, baik untuk tingkat provinsi, kabupaten atau kota memaikan peran yang sangat penting dan signifikan untuk kemajuan dan kebersihan pemerintah daerah dan perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah dan mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat atas penyelenggaraan pemerintah yang bersih, adil, transparan dan akuntabel harus disikapi dengan serius dan sistematis.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis apakah pengawasan berpengaruh terhadap APBD  dan pertumbuhan ekonomi di Kota Manado. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis). Hasil penelitian menunjukan bahwa Anggaran Pengawasan Reguler berpengaruh negatif tidak signifikan secara statistik terhadap APBD. Anggaran Pengawasan Khusus berpengaruh positif  tidak signifikan secara statistik terhadap APBD  Kota Manado. Anggaran Pengawasan Reguler berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Variabel Anggaran Pengawasan Khusus berpengaruh positif tidak signifikan secara statistik terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan variabel APBD berpengaruh positif signifikan secara statistik terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Manado. Kata kunci: Anggaran Pengawasan, APBD, Pertumbuhan Ekonomi  ABSTRACT The change in the government system from centralization to decentralization requires demand for equitable development in each region so that the development that was carried out centrally was given to the regions to regulate their own regions. Government policy in the area of regional autonomy is basically intended to rearrange relations between the center and the regions in various tasks and responsibilities concerning the affairs of administering the government. The Inspectorate is a supervisory institution within the local government, both at the provincial, district or city levels displaying a very important and significant role for the progress and cleanliness of regional government and regional apparatus in the local government in carrying out governance in the regions and achieving the goals and objectives set. With the increasing demands of the community for the administration of a clean, fair, transparent and accountable government, it must be taken seriously and systematically. The purpose of this study is to analyze whether supervision influences the regional budget and economic growth in the city of Manado. The analysis technique used is path analysis. The results showed that the Regular Oversight Budget had a negative effect not statistically significant on the APBD. The Special Supervision Budget has a positive and not statistically significant effect on the Manado City Budget. The Regular Oversight Budget has no significant negative effect on Economic Growth. The Special Supervision Budget variable has a positive and not statistically significant effect on Economic Growth and the APBD variable has a statistically significant positive effect on the Economic Growth of the City of Manado. Keywords: Supervision Budget, Regional Budget, Economic Growth
ANALISIS PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT) DI LPSE KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Lumintang, Michael Nelsen; Masinambow, Vecky A.J.; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 1 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32816.21.1.2020

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Belanja Konstruksi, Belanja Konsultasi dan Belanja Barang terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018. Metode analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Secara parsial Belanja Konstruksi berpengaruh terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018, (2) Secara parsial Belanja Konsultansi berpengaruh terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018, (3) Secara parsial Belanja Barang tidak berpengaruh terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018 dan (4) Secara simultan Belanja Konstruksi, Belanja Konsultansi dan Belanja Barang berpengaruh signifikan terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018 Kata kunci : belanja konstruksi, belanja konsultansi, belanja barang, belanja langsung ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of Construction Shopping,  Consultation Shopping and Goods Expenditures Shopping on Direct Shopping in the Southeast Minahasa District Work Unit (SKPD) in 2014-2018. The data analysis method that will be used in this study is the panel data regression model. The results of the study show that: (1) Partially Construction Shopping influences Direct Expenditures in the Regional Ministries Work Unit (SKPD) of Southeast Minahasa Regency in 2014-2018, (2) Partially Consultants Shopping influences Direct Expenditures in the Regional Work Units (SKPD) ) Southeast Minahasa Regency in 2014-2018, (3) Partially the Goods Shopping do not influence Direct Expenditure in the Regional Ministries Work Unit (SKPD) of Southeast Minahasa Regency in 2014-2018 and (4) Simultaneously Construction Shopping, Consultancy Shopping and Goods Shopping have a significant effect on Direct Expenditure in the Southeast Minahasa Regency 2014-2018 Regional Ministries Work Unit (SKPD) Keywords : construction shopping, consulting shopping, goods expenditures shopping, capital expenditure
DAMPAK SOSIAL EKONOMI PENGGUNA JALAN AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS DI ZERO POINT KOTA MANADO Muarif, Munazar Rafsanjani; Masinambow, Vecky A.J.; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 1 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32721.19.1.2018

Abstract

ABSTRAKSektor tranportasi merupakan salah satu komponen utama dalam peningkatan arus perekonomian, baik untuk memaksimalkan potensi daerah yang selama ini dimiliki namun juga untuk membuka sektor-sektor ekonomi baru yang berujung pada  peningkatan perekonomian sebuah daerah.Guna memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki maupun membuka potensi-potensi perekonomian yang baru maka peran serta pemerintah dalam mengatur alokasi belanjanya perlu untuk lebih dimaksimalkan. Untuk melihat seberapa besar pengaruh belanja pemerintah dalam bentuk belanja langsung dan belanja tidak langsung mempengaruhi peningkatan sub-sektor transportasi.Penelitian ini menggunakan Ordinary least square dengan  metode regresi berganda, dari hasil penelitian didapatkan hasil r square sebesar  96,7. Dengan hasil ini maka dapat terlihat pengaruh belanja pemerintah terhadap peningkatan sub-sektor transportasi hampir mencapai angka 97 persen, yang artinya hanya tersisa 3 persen tingkat pengaruh variabel lain. Kata kunci : Belanja Langsung (BL), Belanja Tidak Langsung (BTL), Otonomi, Transportasi ABSTRACT                    Transport sector is one of the main components to increase the flow of the economy, to maximize the potential of the area that had been held, but also to open up new economic sectors which resulted in an increase in the economy of a region.               In order to utilize the potential that may or unlock the potential of the new economy, the role of government in regulating the allocation of spending needs to be maximized. To see how much influence government spending in the form of direct expenditure and indirect expenditure affect the improvement of the transport sub-sector.               This study using the Ordinary least squares multiple regression method, the result showed the the r-square of  96.7. With that, it can be seen the effect of government spending to increase transport sub-sector almost reached 97 percent, which means that only the remaining 3 percent the level of influence of other variables. Keywords: Direct Expenditure, Indirect Expenditure, Autonomy, Transportation
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PENDIDIKAN DAN TINGKAT UPAH TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA MANADO Kawet, Jefry Antonius; Masinambow, Vecky A.J.; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 2 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32790.20.2.2019

Abstract

ABSTRAK Tenaga kerja adalah salah satu dari faktor produksi yang penting, karena produktivitas dari faktor produksi lain bergantung pada produktivitas tenaga kerja dalam menghasilkan produksi. Menurut Todaro (2006) pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan Angkatan Kerja (AK) secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. Selain itu hampir semua negara berkembang menghadapi masalah kualitas dan kuantitas SDM akibat rendahnya pendidikan. Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalann jasa yang telah maupun yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jumlah penduduk, tingkat pendidikan dan tingkat upah terhadap penyerapan tenaga kerja. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan varibel X1 jumlah penduduk, X2 tingkat pendidikan, X3 tingkat upah dan Y penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan didapat bahwa secara parsial variabel jumlah penduduk dan tingkat upah tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Kemudian secara simultan variabel jumlah penduduk, tingkat pendidikan dan tingkat upah berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Manado. Kata Kunci: Jumlah Penduduk, Tingkat Pendidikan, Tingkat Upah, Penyerapan Tenaga Kerja  ABSTRACT Labor is one of the important production factors, because the productivity of other production factors depends on the productivity of labor in producing production. According to Todaro (2006) population growth and growth of the Work Force (AK) are traditionally considered as one of the positive factors that spur economic growth. In addition, almost all developing countries face the problem of quality and quantity of human resources due to low education. Wages are revenues as compensation for services that have been or will be done. The purpose of this study was to determine the effect of population, education level and wage level on employment absorption. The data analysis method used in this study is multiple linear regression analysis with X1 variable population, X2 education level, X3 wage level and Y labor absorption. Based on the results of the research data analysis and discussion, it was found that partially the population number and wage level did not influence labor absorption, while the education level variable had an effect on employment absorption. Then simultaneously the variable population, education level and wage level have a significant effect on employment in Manado City. Keyword: Population, Education Level, Wage Level, Labor Absorption
ANALISIS PENDAPATAN PETANI SALAK DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Hadijanto, Dwi Kusumawati; Masinambow, Vecky A.J.; Rorong, Ita Pingkan Fasnie
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 3 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32827.21.3.2020

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk; menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani salak di  Kecamatan Ratahan Timur (Desa Pangu Raya) Kabupaten Minahasa Tenggara. Pendapatan adalah suatu pertambahan modal, dikatakan suatu pendapatan apabila pendapatan diimbangi dengan pertambahan modal yang bukan berasal dari pemasukan pemilik modal akan tetapi merupakan pemasukan atas jasa yang diberikan pada orang lain . Pendapatan merupakan penerimaan sebagai balas jasa factor-faktor produksi yang digunakan dan terlibat dalam suatu proses produksi, menghasilkan barang atau jasa.Hasil penelitian ini menunjukkan adalah luas panen berpengaruh terhadap pendapatan petani salak, karena secara statistic hasil uji menunjukkan luas panen berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, artinya perluasan luas panen akan mampu meningkatkan pendapatan petani salak jika factor input lainnya digunakan secara efisien.Tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani salak dengan syarat pemanfaatan tenaga kerja dengan produktifitas tertentu akan mampu meningkatkan hasil panen dengan penggunaan input yang efisien.Harga jual merupakan penjumlahan dari harga pokok dan margin keuntungan. Sifat klasik dari hasil pertanian termasuk buah-buahan salak, harga jualnya meningkat saat paceklik dan akan menurun drastis saat panen raya. Harga berpengaruh positif terhadap pendapatan petani salak jika para petani mampu mengukur jumlah pasokan pada saat panen raya. Kata Kunci:  LuasPanen, , Tenaga Kerja , Harga, Pendapatan ABSTRACTThis study aims to analyze the factors that affect the income of salak farmers in Ratahan Timur District (Pangu Raya Village), Southeast Minahasa Regency. Income is an increase in capital, it is said to be an income if the income is balanced by an increase in capital that does not come from the income of the owner of the capital but is income for services provided by other people. Income is revenue as remuneration for the factors of production that are used to be involved in a production process, to produce goods and services. Remuneration for production factors that produce goods or services.The results of this study indicate that the harvested area has an effect on salak farmers 'income because statistically the test results show that the harvest area has a positive and significant effect on income, meaning that the expansion of the harvest area will be able to increase the salak farmers' income if other input factors are used efficiently.Labor has a positive and significant effect on salak farmers' income provided that the use of labor with certain productivity will be able to increase crop yields with the use of efficient input.The selling price is the sum of the cost of goods and the profit margin. The classic nature of agricultural products includes zalacca fruits, their selling price increases during famine and decreases drastically during high harvest. Price has a positive effect on salak farmers' income if the farmers are able to measure the amount of supply at harvest time. Keywords: Harvested Area, Labor, Price, Income
PENGARUH BESARAN ANGGARAN PROGRAM PENGAWASAN TERHADAP KINERJA INSPEKTORAT KOTA MANADO Marentek, Yuke K.; Masinambow, Vecky A.J.; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 2 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32792.20.2.2019

Abstract

ABSTRAK Kinerja organisasi merupakan gambaran mengenai hasil kerja organisasi dalam mencapai tujuannya yang tentu saja akan dipengaruhi oleh sumber daya yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Konsep kinerja organisasi juga menggambarkan bahwa setiap organisasi publik memberikan pelayanan kepada masyarakat dan dapat dilakukan pengukuran kinerjanya dengan menggunakan indikator-indikator kinerja yang ada untuk melihat apakah organisasi tersebut sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan untuk mengetahui tujuannya sudah tercapai atau belum. Kinerja pegawai merupakan tingkat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai atau tugas yang harus dicapai atau tugas yang harus dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing dalam kurun waktu tertentu. Kinerja pegawai juga merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang dapat dilihat secara nyata dengan standar kerja yang telah ditetapkan organisasi.  Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian assosiatif dengan teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH tidak berpengaruh terhadap Kinerja Inspektorat Kota Manado, Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan berpengaruh terhadap Kinerja Inspektorat Kota Manado dan Secara simultan Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH dan Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Inspektorat Kota Manado. Kata kunci: besaran anggaran, kinerja inspektorat ABSTRACT Organizational performance represents the work of the organization in discussions which of course will be allocated by the resources owned by the organization. The concept of organizational performance also examines every community organization providing assistance to the community and providing performance appraisal using existing performance indicators to see whether the organization must do its job well and to find out what has been improved or not. Employee performance that determines the results or work results of a person from the target that must be achieved or tasks that must be approved or tasks that must be carried out in accordance with their respective responsibilities in a certain period of time. Employee achievement which is a work achievement, which is determined between work results that can be seen that is real with the work standards set by the organization. The type of research used is the type of associative research with data analysis techniques using multiple linear regression. The results showed that the Internal Oversight System Improvement Program and Control of KDH policy implementation did not contradict the Performance of the Manado City Inspectorate, Professionalism Improvement Program Examining Staff and Supervision Apparatus improved the Performance of the Manado City Inspectorate and the Simultaneous Program for Internal Supervision System and KDH Workmanship and Program Control Services Increasing Professionalism. Supervision of significant improvements to the performance of the Manado City Inspectorate. Keywords: the amount of the budget, the performance of the inspectorate
ANALISIS FAKTOR PENENTU PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Ampou, Jonly; Masinambow, Vecky A.J.; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 22, No 1 (2021): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.34134.22.1.2021

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, usia nelayan, lamanya melaut, pengalaman dan biaya operasional (modal) secara bersama-sama terhadap hasil tangkapan/produksi nelayan. (2) Mengetahui pengaruh secara parsial antara tingkat pendidikan, usia nelayan, lamamnya melaut, pengalaman dan biaya operasional (modal)  terhadap hasil tangkapan/produksi nelayan dan (3) Mengetahui pengaruh hasil tangkapan/produksi nelayan terhadap pendapatannya.Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Tenggara dan jenis data yang digunakan adalah data primer dengan melakukan interview langsung ke 50 rumahtangga nelayan yang ada 3 kecamatan utama yaitu Kecamatan Belang, Pusomaen dan Ratatotok,Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Pendidikan tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Umur tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Lama melaut berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Pengalaman memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Biaya Operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Tingkat pendidikan, umur, lama melaut, pengalaman dan biaya opersioanl secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Hasil tangkapan nelayan sangat berpengaruh positif terhadap pendapatan nelayan.Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara sebaiknya lebih konsentrasi lagi untuk meningkatkan pendapatan nelayan dengan memberikan stimulan biaya operasioanl dan kemudahan kepada nelayan untuk medapatkan modal usaha Kata Kunci: Pendapatan Rumah Tangga Nelayan, Tingkat Pendidikan, Umur, Lama Melaut, Pengalaman, Biaya Operasional dan Produksi Nelayan. ABSTRACTFactors that affect fishermen's income are: education, age of fishermen, length of sea, experience and operational costs (capital). This study aims to (1) Know the influence of education level, age of fishermen, length of sea, experience and operational costs (capital) together on the catch / production of fishermen. (2) To know the partial influence between the level of education, the age of fishermen, the length of sea, experience and operational costs (capital) on the catch / production of fishermen and (3) Knowing the influence of fishermen's catch / production on their income.The research was conducted in Southeast Minahasa Regency and the type of data used is primary data by conducting direct interviews to 50 fishing houses in 3 main sub-districts namely Belang, Pusomaen and Ratatotok.Les résultats ont montré que le niveau d’éducation n’affecte pas la capture ou la production des pêcheurs; L’âge n’affecte pas la capture ou la production des pêcheurs; La longueur de la mer a un effet positif et significatif sur la capture ou la production des pêcheurs; L’expérience a une influence positive et significative sur la capture ou la production des pêcheurs; Les coûts opérationnels ont un effet positif et significatif sur la capture ou la production des pêcheurs; Le niveau d’éducation, l’âge, la longueur de la mer, l’expérience et le coût de l’opersioanl affectent ensemble les prises ou la production des pêcheurs; Les prises des pêcheurs ont un effet très positif sur le revenu des pêcheurs.The Government of Southeast Minahasa Regency is more focused on increasing the income of fishermen by providing stimulants of operational costs and convenience to fishermen to obtain business capital. Key words: Fishermen's Household Income, Education Level, Age, Length of Sea, Experience,       Operational Costs and Production of Fishermen
PENGARUH PENDAPATAN TRANSFER DESA DAN BELANJA MODAL TERHADAP PDRB SERTA DAMPAKNYA PADA ANGKA KEMISKINAN DI KABUPATEN MINAHASA Ondang, Joike Ishak; Masinambow, Vecky A.J.; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 22, No 1 (2021): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.34245.22.1.2021

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan transfer desa dan belanja modal terhadap PDRB di Kabupaten Minahasa serta dampaknya terhadap kemiskinan. Belanja modal atau pengeluaran pemerintah daerah dapat meningkatkan PDRB sedangkan dana transfer desa akan mampu meningkatan pendapatan masyarakat desa sekaligus mampu menurunkan angka kemiskinan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder sedangkan alat analisis adalah analisis jalur. Menurut Webley (1997) mengatakan analisis jalur merupakan pengembangan langsung bentuk regresi berganda dengan tujuan memberikan estimasi tingkat kepentingan (Magnitude) dan signifikansi (significance)  hubungan sebab akibat hipotetikal dalam seperangkat variabel (Sugiono, 2012:1). Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya analisis jalur merupakan kepanjangan dari regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan transfer desa berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap PDRB sedangkan belanja modal berpengaruh negatif akan tetapi tidak signifikan secara statistik terhadap PDRB di Kabupaten Minahasa. Secara keseluruhan atau simultan, Pendapatan transfer desa  dan Belanja Modal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai PDRB.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan transfer desa berpengaruh negatif akan tetapi tidak signifikan secara statistik terhadap kemiskinan sedangkan belanja modal berpengaruh positif tidak signifikan secara statistik terhadap kemiskinan dan PDRB berpengaruh negatif akan tetapi tidak signifikan secara statistik terhadap kemiskinan di Kabupaten Minahasa.  Secara keseluruhan, ketiga variabel Pendapatan Transfer desa, Belanja Modal, dan PDRB mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kemiskinan. Kata Kunci : PDRB, Pendapatan Transfer, Belanja Modal dan Kemiskinan ABSTRACTPoverty is a condition of economic inability to meet the average standard of living of the people in an area. This condition of inability is indicated by the low ability of income to meet basic needs in the form of food, clothing and shelter. This low income ability will also result in a reduced ability to meet average living standards such as public health standards and education standards. The problem of poverty also occurs in Minahasa District, where the local government with the available resources is trying to reduce the poverty rate through poverty reduction policies and programs. For this reason, the purpose of this study is to see whether the transfer income and capital expenditure have an effect on GRDP and its impact on poverty in Minahasa Regency.  The results showed that transfer income has a positive and statistically significant effect on GRDP, while capital expenditure has a negative but not statistically significant effect on GRDP in Minahasa Regency. Overall or simultaneously, village transfer income and capital expenditure have a significant effect on the value of GRDP. The results showed that village transfer income had a negative but not statistically significant effect on poverty, while capital expenditure had a positive and insignificant effect on poverty and GRDP had a negative but statistically insignificant effect on poverty in Minahasa District. Overall, the three variables of Village Transfer Income, Capital Expenditure, and GRDP have a significant effect on poverty.  Keyword : GRDP, Transfer Income, Capital Expenditures and Poverty