Tolosang, Krest D.
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH INVESTASI SWASTA DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN SORONG Erjergit, Heilda; Rorong, Ita P.; Tolosang, Krest D.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 9, No 2 (2021): JE VOL 9 NO 2 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.525 KB) | DOI: 10.35794/emba.v9i2.33375

Abstract

Pertumbuhan ekonomi adalah permasalahan jangka panjang yang dihadapi oleh suatu negara dalam upaya meningkatkan pendapatan nasional rill. Pertumbuhan ekonomi mengukur seberapa besar keberhasilan suatu negara dalam memproduksi barang dan jasa yang dipengaruhi oleh faktorfaktor yang mengalami pertambahan jumlah dan kualitas sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah dan investasi swasta terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sorong dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasakan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah dapat memberian pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sementara untuk investasi swasta tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan secara bersama pengeluaran pemerintah dan investasi swasta dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sorong Kata Kunci: investasi swasta dan pengeluaran pemerintah, Pertumbuhan Ekonomi
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DAERAH DAN INVESTASI SWASTA DI SEKTOR PARIWISATA TERHADAP JUMLAH WISATAWAN DI KOTA MANADO Popato’on, Cindy C.; Engka, Daisy S.M; Tolosang, Krest D.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 9, No 3 (2021): JE. Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.897 KB) | DOI: 10.35794/emba.v9i3.35137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Pengeluaran Pemerintah Daerah dan Investasi Swasta di Sektor Pariwisata terhadap Jumlah Wisatawan di Kota Manado. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder pada tahun 2012-2019. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Regresi Berganda dengan metode OLS. Perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan analisis adalah Eviews 8. Hasil Penelitian menunjukan bahwa variabel Pengeluaran Pemerintah Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Wisatawan. Variabel Investasi Swasta berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Jumlah Wisatawan. Kata Kunci : pengeluaran pemerintah daerah, investasi swasta, jumlah wisatawan
ANALISIS POTENSI PEREKONOMIAN WILAYAH DI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR TAHUN 2010-2019 Wararag, Verki; Rorong, Ita Pingkan F.; Tolosang, Krest D.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sektor Basis dan Non Basis dan Potensi Perekonomian Wilayah di Kabupaten Halmahera Timur. Alat Analisis yang digunakan adalah Analisis Location Quotient (LQ) dan Analisis Klassen Tipology (KT). Hasil penelitian dengan Analisis Location Quotient (LQ) menunjukkan bahwa terdapat dua sektor basis yaitu Sektor Pertambangan dan Penggalian dan Sektor Konstruksi. sedangkan Sektor Non Basis adalah Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Sektor Industri Pengolahan, Sektor Pengadaan Listrik dan Gas, Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Sektor Informasi dan Komunikasi, Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi, Sektor Real Estate, Sektor Jasa Perusahaan, Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, Sektor Jasa Pendidikan, Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial dan Sektor Jasa Lainnya. Sedangkan  dengan Analisis Klassen Tipology (KT) menunjukkan bahwa secara umum potensi perekonomian wilayah di Kabupaten Halmahera Timur masih tergolong pada Sektor Potensial atau Masih Dapat Berkembang. 
PENGARUH BELANJA MODAL DAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP KEMISKINAN MELALUI PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI INTERVENING VARIABEL DI KABUPATEN MINAHASA TAHUN 2005-2019 Saerang, Joel C. J; Kumenaung, Anderson G.; Tolosang, Krest D.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 21, No 5 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Belanja Modal dan Kesempatan Kerja terhadap Kemiskinan melalui Pertumbuhan Ekonomi sebagai intervening variabel di Kabupaten MinahasaPenelitian ini dilakukan di kabupaten Minahasa dengan rentang penelitian tahun 2005-2019. Pengujian dilakukan menggunakan metode analisis jalur.Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengaruh Belanja Modal dan Kesempatan Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi secara parsial yaitu belanja Modal bersifat positif sedangkan Kesempatan Kerja bersifat negatif, Pengaruh Belanja Modal dan Kesempatan Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi secara gabungan adalah bersifat positif, Pengaruh Belanja Modal terhadap kemiskinan adalah bersifat positif. Pengaruh Kesempatan Kerja terhadap Kemiskinan adalah negatif dan pengaruh Pertumbuhan ekonomi terhadap Kemiskinan adalah negative, Pengaruh belanja modal, kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan adalah positif.
ANALISIS POLA PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SEKTOR POTENSIAL KABUPATEN PRINGSEWU PERIODE 2015-2019 Amalia, Valentin Vina; Kalangi, Josep Bintang; Tolosang, Krest D.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 21, No 4 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor basis dan non basis serta sektor yang berpotensi di Kabupaten Pringsewu periode 2015-2019. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa nilai produk domestik regional bruto Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung atas dasar harga konstan periode 2015-2019. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis location quontient (LQ) dan tipologi klasen. Hasil penelitian berdasarkan analisis location quontient (LQ) menunjukkan bahwa terdapat sebelas sektor basis di kabupaten Pringsewu yaitu sektor konstruksi, sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, sektor Informasi dan Komunikasi, sektor Jasa Keuangan dan Asuransi, sektor Real Estate, sektor Jasa Perusahaan, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, sektor Jasa Pendidikan, sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, dan sektor Jasa Lainnya. Sektor non basis terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Industri Pengolahan, sektor Pengadaan Listrik dan Gas, sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, serta sektor Transportasi dan Pergudangan Hasil penelitian tipologi klasen menunjukan bahwa hanya terdapat satu sektor potensial yaitu sektor Jasa lainnya.
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, INVESTASI, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI SULAWESI UTARA Mamuane, Novelya; Kalangi, Josep B.; Tolosang, Krest D.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi dari perkembangan suatu perekonomian dari suatu periode ke periode berikutnya. Secara teoritis pengeluaran pemerintah yang diperuntukkan bagi kepentingan umum dan kesejahteraan masyarakat akan mendorong meningkatnya pendapatan perkapita yang semakin besar dari tahun ketahun. investasi pada hakekatnya juga merupakan langkah awal kegiatan pembangunan ekonomi. Tenaga kerja juga merupakan suatu faktor yang mempengaruhi output suatu daerah. Angkatan kerja yang besar akan terbentuk dari jumlah penduduk yang besar. Metode analisis yang digunakan untuk mengalisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Inviestasi, dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Sulawesi Utara adalah Analisis Deskriptif dan Analisis Statistik Inferensia. Analisis Deskriptif berupa metode analisa tabel yang bertujuan untuk mengkaji dan  menganalisa perkembangan yang terjadi dalam perekonomian di Sulawesi Utara secara umum dan lebih khusus lagi mengenai perkembangan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian. Dan Analisis Statistik Inferensia Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda yang ditransformasi kedalam bentuk logaritma yakni Model Linier- Logaritma atau Model Semi Logaritma. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series tahun 2000-2019 yang bersumber dari instansi yang memiliki kaitan dengan masalah dan variabel dalam penelitian ini antara lain dari Badan Pusat  Statistik  Propinsi Sulawesi Utara, dan Bank Indonesia Sulawesi Utara.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengeluaran pemerintah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara. Investasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara. Tenaga kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara. Pengeluaran pemerintah, investasi, dan tenaga kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan  terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara.
ANALISIS PENGARUH UPAH MINIMUM DAN PDRB TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA BITUNG Lube, Felber; Kalangi, Josep Bintang; Tolosang, Krest D.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 21, No 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upah minimum dan PDRB, sangat berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di kota bitung. Upah berpengaruh positif karena upah dapat meningkatkan permintaan tenaga kerja dalam hal ini tenaga kerja terdidik yang mempunyai skill, keterampilan, dan kualitas bekerja. Selanjutnya upah juga diniali dapat mendorong tenaga kerja untuk dapat lebih produktif. Kenaikan upah juga dinilai berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat, sebab itu naiknya daya beli akan berdampak pada meningkatnya tingkat produksi perusahaan, sehingga pada tahap ahkir pengusaha akan menambah jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk proses produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis Pengaruh Upah Minimum dan Produk Domestik Regional Bruto Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Bitung. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder pada tahun 2008-2019 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bitung dan Instansi terkait. Adapun penelitian ini menggunakan Alat analisis yang digunakan adalah analisis Regresi Linear Berganda. Perangkat lunak yang digunakan untuk analisis data adalah SPSS 23. Hasil Penlitian menunjukan bahwa variabel Upah Minimum Kota memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial dan bersifat positif terhadap penyerapan Tenaga Kerja di Kota Bitung artinya jika Upah Minimum Kota  meningkat maka Penyerapan tenaga kerja akan mengalami peningkatan dan Produk Domestik Regional tidak memiliki pengaruh secara parsial terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Bitung. Sedangkan Upah Minimum Kota dan Produk Domestik Regional Bruto secara simultan memiliki pengaruh terhadap Penyerapan tenaga kerja di Kota Bitung.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Saknosiwi, Yoaneth Selvita; Kalangi, Josep B.; Tolosang, Krest D.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 21, No 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu unsur yang paling penting dalam pembangunan daerah adalah cara pengelolaan keuangan daerah secara berhasil guna dan berdaya guna. Pengelolaan keuangan daerah yang baik dilakukan untuk mewujudkan otonomi daerah dan desentralisasi yang luas, nyata dan bertanggung jawab serta diperlukan pengelolaan daerah secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Keleluasan yang dimiliki daerah diharapkan dapat meningkatkan kemandirian keuangan daerah serta kinerja pemerintah daerah untuk mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang lebih baik. Adapun penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi serta pengelolaan keuangan dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi di Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Deskriptif dengan pendekatan secara Kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder melalui pencarian data dan pengumpulan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bolaang Mongondow dan Visualisasi Data APBD Kementerian Keuangan. Hasil penelitian menunjukan tingkat efektivitas 5 tahun terakhir masih berada pada rasio di atas 100 % kondisi ini menunjukan pengelolaan pendapatan daerah semakin efektif. Untuk tingkat efisiensi selama 5 tahun terakhir masih belum efisien karena rasionya belum mencapai rasio dibawah 90 %. Hal ini mengindikasi bahwa sistem pengelolaan keuangan daerah oleh pemerintah daerah Kabupaten Bolaang Mongondow masih kurang baik. 
PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN, TINGKAT KEMISKINAN, PERTUMBUHAN EKONOMI, BELANJA PEMERINTAH BIDANG PENDIDIKAN DAN BIDANG KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2008-2019 Ranadhani, Ariska; Kumenaung, Anderson G.; Tolosang, Krest D.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mencapai  tujuan pembangunan Pemerintah harus melakukan suatu upaya  peningkatan sumber daya manusia. Maka diperlukan adanya sumber  daya  manusia yang memiliki kualitas dari segi pendidikan dan keterampilan sehingga mampu bekerja untuk mengaktualisasikan diri serta memperoleh manfaat ekonomi dalam upaya peningkatan kualitas kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari Tingkat Pengangguran, Tingkat Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Pemerintah Bidang Pendidikan, dan Belanja Pemerintah Bidang Kesehatan terhadap IPM di Provinsi Sulawesi Utara selama tahun 2008-2019. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara dan Badan Pusat Statistik. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah regresi berganda dengan bantuan software Eviews 8. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Tingkat Pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM. Tingkat Kemiskinan berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap IPM. Pertumbuhan Ekonomi tidak berpengaruh dan signifikan terhadap IPM. Belanja Pemerintah Bidang Pendidikan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap IPM.  Belanja Pemerintah Bidang Kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Hasil penelitian ini menunjukkan Tingkat Pengangguran, Tingkat Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Pemerintah Bidang Pendidikan, dan Belanja Pemerintah Bidang Kesehatan berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Sulawesi Utara. 
ANALISIS PERFORMA KEUANGAN DAERAH KABUPATEN BOVEN DIGOEL Renahuremba, Makdalena; Kawung, George M.V.; Tolosang, Krest D.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 21, No 4 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performan keuangan daerah di Kabupaten Boven Digoel. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari instansi pemerintah terkait, yakni mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun waktu 2014-2017. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan kuantitatif. Adapun alat analisisnya adalah Pertumbuhan PAD, Pertumbuhan Total Pendapatan Daerah, Rasio Kemandirian Keuda, Rasio Ketergantungan Keuda, dan Rasio DDF. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa dari tahun 2014-2017 PAD pertumbuhannya meningkat, TPD mencapai pertumbuhan positif, Tingkat Kemandirian Keuda relatif rendah tetapi terjadi peningkatan, Tingkat ketergantungan terhadap dana pemerintah pusat masih tinggi akan tetapi rasio semakin rendah, dan Rasio DDF masih rendah akan tetapi semakin baik.  Secara keseluruhan performa keudanya masih terbatas dalam membiayai sendiri kegiatan penyelenggaraan pemerintahan di daerahnya. Untuk itu diharapkan pemerintah daerah Kabupaten Boven Digoel lebih mengefektifkan perolehan sumber PAD yang sudah ada dan mampu menggali potensi-potensi sumber pendapatan asli daerah yang baru dengan memanfaatkan sumber daya yang telah ada, sehingga dapat meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah.Â