Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STUDI LIVING HADIS PADA SENI BELADIRI MOSLEM SELF DEFENCE (MOSSDEF SYSTEM) Widiani, Desti; Jiyanto, Jiyanto; Wibawa, Nugraha Agung
RIWAYAH Vol 5, No 1 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i1.4754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji living hadis dalam fenomena seni beladiri Moosdem System (Moslem Self Defence). Mossdef System atau Moslem Self-Defence System atau lebih dikenal dengan Moslem Street Fighting merupakan sebuah sistem pembelajaran beladiri atau pertahanan diri khusus penanggulangan dini konfrontasi, aksi premanisme dan aksi kriminalitas. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada data lapangan yang diperoleh dari informan dan responden dengan melakukan observasi dan wawancara. Teori fenomenologi Alfred Schutz sebagai pisau analisis yaitu Because Of Motive dan In Order to Motive untuk mengetahui sebab dan tujuan dari anggota seni beladiri Moosdef System. Adapun hadis-hadis yang hidup dalam praktik seni beladiri pada Moosdef System antara lain bermental Tauhid, mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT, menolak aksi premanisme, berkasih sayang pada kaum muslimin, bersikap rendah hati dan tidak sombong, do'a merupakan sumber segala kekuatan dan senjata paling utama dan bertawakkal pada Allah swt. 
Psychopedagogical Study of Self-Efficacy and Problem-Solving in Aqidah Akhlak Learning for Sdg 4 Jiyanto; Desti Widiani; Lilik Istiqomah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 26 No. 02 (2025): Profetika Jurnal Studi Islam 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v26i02.13960

Abstract

Objectives:   This study aims to assess the self-efficacy levels and problem-solving abilities of ninth-grade students at MTs Muhammadiyah Gemolong in Aqidah Akhlak learning. It also seeks to examine the correlation between self-efficacy and problem-solving abilities, contributing to the achievement of Sustainable Development Goal 4 (Quality Education). Theoretical framework: The research is based on Bandura’s self-efficacy theory and problem-solving theory, applied to the context of Quality Education in Sustainable Development Goal 4. Literature review:  Previous studies indicate a positive relationship between self-efficacy and problem-solving skills. However, research specifically examining this in Aqidah Akhlak learning is limited. Method: A quantitative correlational design was used in this study, which involved 87 ninth-grade students at MTs Muhammadiyah Gemolong. A simple random sampling technique selected 71 students as participants. Data were collected using validated self-efficacy questionnaires and problem-solving tests. The data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov normality test and Pearson’s Product-Moment correlation, conducted with SPSS version 26.0. Result: The study found that 66.20% of students had moderate self-efficacy, and 67.61% exhibited moderate problem-solving ability. A significant positive correlation (r = 0.247, p = 0.038) was found between self-efficacy and problem-solving ability, indicating a low but positive relationship between the two variables. Implications: Enhancing self-efficacy can improve problem-solving skills in Aqidah Akhlak learning, supporting the goals of Sustainable Development Goal 4. Novelty: This study provides new insights into the relationship between self-efficacy and problem-solving abilities in Aqidah Akhlak learning, an area with limited research.
Keteladanan Guru dalam Biografi K.H. M. Hasyim Asy’ari: Analisis Konten dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Ahmad Zainun Nibrasi Abu Ali; Desti Widiani; Ainun Yudhistira; Ahmad Muhammad Mustain Nasoha
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 25 No. 1 (2026): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/mk.v25i1.12070

Abstract

This study aims to identify and analyze the exemplary values of teachers in the biography of KH. M. Hasyim Asy’ari and their relevance to contemporary Islamic education. The research employed a qualitative approach with a descriptive-analytical design through library research. Primary data sources consisted of biographies of KH. M. Hasyim Asy’ari, while secondary data were obtained from scientific journals, books, and other supporting documents. Data were collected through documentation study and analyzed using content analysis with a narrative approach. The findings reveal that the exemplary values of KH. M. Hasyim Asy’ari are classified into three main dimensions: spiritual (religiosity), personal (personal integrity), and socio-pedagogical (interpersonal). The spiritual dimension is reflected in the values of ubudiyah and muraqabah; the personal dimension includes zuhud, wara’, and istiqamah; while the socio-pedagogical dimension consists of rahmah, tawadhu’, and ‘adalah. These values are relevant to contemporary Islamic education in strengthening teachers’ character, improving professionalism, fostering a humanistic educational culture, and developing education based on Islamic values.
PERAN GURU PAI DALAM PENGUATAN NILAI SPIRITUAL DAN MORAL DI ERA SOCIETY 5.0 Anita Mulia Arifiani; Khoiru Nisa; Muammar Muammar; Anggita Novitasari; Nur Azizah; Desti Widiani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.10668

Abstract

ABSTRACT The digital transformation accompanying the development of Society 5.0 has created new challenges for education, particularly in maintaining a balance between technological advancement and students’ character development. In the context of Islamic Religious Education (IRE), teachers are no longer limited to the role of transmitting religious knowledge but also play a crucial role in shaping the spiritual and moral development of a generation growing up in an increasingly digitalized environment. This study examines how IRE teachers fulfill these responsibilities through a review of relevant scholarly literature. The research employed a library research approach, utilizing scientific articles, books, and other academic sources as the primary data. Data were collected through documentation techniques and analyzed using content analysis involving the processes of selection, categorization, and synthesis of findings. The results indicate that IRE teachers perform interconnected roles as spiritual mentors, learning facilitators, innovators in technology integration, character role models, and promoters of digital literacy grounded in Islamic values. The strengthening of students’ spiritual and moral dimensions is achieved through the integration of digital technology with Islamic teachings, the habituation of religious practices, the implementation of contextual learning, and the development of twenty-first-century competencies. These findings demonstrate that IRE teachers occupy a strategic position in fostering students who can adapt to technological advancements without losing their value orientation, enabling them to grow as religious, ethical, and resilient individuals capable of navigating the dynamics of modern society. ABSTRAK Transformasi digital yang mengiringi perkembangan Society 5.0 menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pembentukan karakter peserta didik. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), keberadaan guru tidak lagi terbatas pada fungsi transfer pengetahuan keagamaan, melainkan turut menentukan arah perkembangan spiritual dan moral generasi yang hidup di tengah arus digitalisasi. Kajian ini menelaah bagaimana Guru PAI menjalankan peran tersebut melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah yang relevan. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan studi kepustakaan yang memanfaatkan artikel ilmiah, buku, dan berbagai literatur akademik sebagai sumber data utama. Informasi yang diperoleh dihimpun melalui dokumentasi, kemudian diolah menggunakan analisis isi melalui proses pemilahan, pengelompokan, dan sintesis temuan. Hasil kajian memperlihatkan bahwa Guru PAI menjalankan fungsi yang saling terhubung, mencakup pembimbing spiritual, fasilitator proses belajar, inovator dalam pemanfaatan teknologi, teladan dalam pembentukan karakter, serta penggerak literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penguatan aspek spiritual dan moral peserta didik dilakukan melalui pemaduan teknologi digital dengan ajaran keislaman, pembiasaan aktivitas religius, penerapan pembelajaran yang dekat dengan realitas kehidupan, serta pengembangan kompetensi abad ke-21. Temuan ini menunjukkan bahwa Guru PAI memegang posisi penting dalam membentuk peserta didik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan orientasi nilai, sehingga tumbuh sebagai individu yang religius, berkarakter, dan siap menghadapi dinamika masyarakat modern.
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Program Boarding School di MTs N 2 Surakarta Yasmin Fathimah; Desti Widiani
Tirai Edukasi : Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Tirai Edukasi Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/5db9yh76

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya degradasi moral di kalangan remaja, yang ditandai dengan meningkatnya kasus kenakalan remaja serta masih ditemukannya perilaku bullying verbal di lingkungan sekolah. Program boarding school dipandang sebagai salah satu alternatif dalam pembentukan karakter karena memungkinkan pembinaan yang lebih intensif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam program boarding school di MTs Negeri 2 Surakarta Tahun Ajaran 2025/2026 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter dilakukan melalui pembiasaan ibadah, pembiasaan keagamaan, pembiasaan kedisiplinan dan kemandirian, keteladanan serta pembinaan oleh guru pembina, dan pemberdayaan organisasi siswa melalui OSBS. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembentukan karakter melalui pembiasaan dan pengalaman langsung dalam kehidupan berasrama. Faktor pendukung meliputi sarana dan prasarana yang memadai, program yang terstruktur, keteladanan dan pengawasan pembina, dukungan lingkungan, serta penerapan reward dan punishment yang edukatif. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran sebagian siswa, proses adaptasi pada awal masuk asrama, serta pengaruh teman sebaya.
Internalization of Islamic Religious Education Values among Gen Z Students through ROHIS: A Study at SMA Negeri 1 Gemolong Khofifah Az Zahra; Shokhibul Mighfar; Desti Widiani
Aslim: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/aslim.v3i2.101

Abstract

The rapid development of technology has led to deviant behaviors among teenagers, such as dating, smoking or vaping, and bullying. Limited PAI learning in class makes ROHIS activities an important alternative for internalizing Islamic values among Gen Z students at SMA Negeri 1 Gemolong. This research aims to explain the internalization process of PAI values and identify supporting and inhibiting factors. The subjects are ROHIS members. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through interviews, observation, and documentation. Results show the internalization process through ROHIS aligns with the ROHIS Work Program Plan, including daily (WhatsApp channel), weekly (routine studies, mosque cleaning, and da'wah posters and videos), and annual programs (Ta'aruf, zakat management, Pesantren Kilat, Bukber and Sarasehan, Takjil distribution, training, grand study and talkshow, and social service). This aligns with ROHIS's vision and mission. Internalization occurs in three stages: 1) value transformation through WhatsApp, routine studies, da'wah posters and videos, Pesantren Kilat, training, and grand study; 2) value transaction through mosque cleaning, da'wah posters and videos, Ta'aruf, zakat management, Bukber and Sarasehan, Takjil distribution, and social service; 3) transinternalization of values, embedding morals towards Allah, humans, and the environment. Methods used include exemplary, habituation, motivation, and rule enforcement. Supporting factors include clear ROHIS vision and mission, support from coaches and PAI teachers, and internal motivation of ROHIS members. Inhibiting factors include suboptimal social media use and limited time and activity schedules.
PENGUATAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL: TANTANGAN DAN STRATEGI ADAPTIF Najwa Aulia Syihab; Abdul Aziz Al Musthofa; Nindika Nurmaharani; Olivia Oktaviani; Lyna Nur Khayaty; Desti Widiani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10244

Abstract

ABSTRACT The advancement of digital technology has driven fundamental changes in learning practices and requires Islamic Religious Education (PAI) teachers to adapt their professionalism to these evolving dynamics. This study aims to comprehensively examine the various challenges faced by PAI teachers in maintaining and developing their professionalism amid digital transformation. The research employs a qualitative approach with a library research design through the processes of literature searching, selection, and analysis of relevant scholarly sources. Data were analyzed using content analysis techniques to identify patterns, themes, and relationships among findings in the literature. The results reveal four main aspects influencing the professionalism of PAI teachers: the strengthening of teacher competencies, digital literacy, the integration of technology in learning, and challenges in adapting to educational changes. The findings indicate that the major obstacles include limited digital skills, lack of access to continuous professional training, the complexity of curriculum demands, and unequal availability of educational infrastructure. In addition, the misalignment between educational policies and their implementation at the school level further hinders the optimal development of teacher professionalism. Overall, the professionalism of PAI teachers in the digital era can be understood as a multidimensional construct that requires the integration of pedagogical competence, subject-matter mastery, and technological skills simultaneously. These findings emphasize that strengthening teacher professionalism cannot be carried out partially, but must be pursued through a systematic and sustainable approach. This study contributes conceptually to understanding the dynamics of PAI teacher professionalism and provides a foundation for future empirical research in broader educational contexts. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan mendasar dalam praktik pembelajaran dan menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menyesuaikan profesionalismenya dengan dinamika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai tantangan yang dihadapi guru PAI dalam mempertahankan dan mengembangkan profesionalisme di tengah transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research melalui penelusuran, seleksi, dan analisis terhadap sumber-sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan keterkaitan antar temuan dalam literatur. Hasil penelitian mengidentifikasi empat aspek utama yang memengaruhi profesionalisme guru PAI, yaitu penguatan kompetensi guru, literasi digital, integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta tantangan adaptasi terhadap perubahan pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan kemampuan digital, kurangnya akses pelatihan berkelanjutan, kompleksitas tuntutan kurikulum, serta ketimpangan ketersediaan infrastruktur pendidikan. Selain itu, ketidaksesuaian antara kebijakan pendidikan dan praktik di tingkat sekolah turut memperlemah optimalisasi pengembangan profesionalisme guru. Secara keseluruhan, profesionalisme guru PAI di era digital dapat dipahami sebagai konstruksi multidimensional yang menuntut integrasi antara kompetensi pedagogik, penguasaan materi, dan kemampuan teknologi secara simultan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan profesionalisme guru tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memahami dinamika profesionalisme guru PAI serta menjadi dasar bagi pengembangan kajian empiris pada konteks pendidikan yang lebih luas.
PROFESIONALISME GURU DALAM PERSPEKTIF ISLAM: INTEGRASI KOMPETENSI, MORAL-SPIRITUAL, DAN KODE ETIK PROFESI Bunga Septia Nurul Fatikhah; Shofiatu Nadhifah; Soffy Nur Rofi’ah; Hani Nafiatul Ilma; Yasmin Putri Fathimah; Desti Widiani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10248

Abstract

ABSTRACT Teacher professionalism in Islamic education cannot be confined to mastery of instructional competencies alone, but also encompasses value-based integrity rooted in Islamic teachings. Previous studies have tended to examine professionalism and codes of ethics separately, resulting in the absence of a unified ethical framework. This study aims to formulate the concept of teacher professionalism from an Islamic perspective while also analyzing the role of ethical codes in shaping professional behavior. The study employs a qualitative approach through library research, utilizing thematic analysis of relevant scholarly literature and Islamic normative sources. The findings indicate that teacher professionalism consists of three main dimensions: academic-pedagogical competence, moral-spiritual integrity, and socio-professional ethics reflected in the consistent application of ethical codes. The code of ethics functions not only as a formal guideline but also as a medium for internalizing values within educational practice. This study proposes an integrative conceptual framework that positions professionalism and ethics as an inseparable unity in Islamic education. The findings highlight the importance of strengthening professional ethics education in developing teachers who are not only competent but also possess strong character and value-oriented dispositions. ABSTRAK Profesionalisme guru dalam pendidikan Islam tidak dapat dibatasi pada penguasaan kompetensi pembelajaran, tetapi juga mencakup integritas nilai yang bersumber dari ajaran Islam. Berbagai kajian sebelumnya cenderung membahas profesionalisme dan kode etik secara terpisah, sehingga belum menghasilkan kerangka etika yang terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep profesionalisme guru dalam perspektif Islam sekaligus mengkaji fungsi kode etik dalam pembentukan perilaku profesional. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis tematik terhadap literatur ilmiah dan sumber normatif Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme guru tersusun atas tiga dimensi utama, yaitu kompetensi akademik-pedagogik, integritas moral-spiritual, dan etika sosial-profesional yang tercermin dalam penerapan kode etik. Kode etik tidak hanya berperan sebagai aturan formal, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual integratif yang memposisikan profesionalisme dan etika sebagai satu kesatuan dalam pendidikan Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pendidikan etika profesi dalam pengembangan guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter dan berorientasi pada nilai.
Revitalisasi Peran Guru PAI dalam Membangun Karakter Anti-Bullying melalui Pendekatan Psiko-Spiritual Fauzi Muharom; Mariah Kibtiyah; Desti Widiani; Hafidah; Suluri; Aminudin; R Lukman Fauroni
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/alkhidmah.321773

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan dan berpotensi merusak perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam mencegah dan menanggulangi bullying melalui pembinaan akhlak mulia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama Asosiasi Guru PAI Kabupaten Sukoharjo untuk meningkatkan kapasitas guru PAI dalam membangun karakter anti-bullying melalui pendekatan psiko-spiritual. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru PAI dalam penanganan bullying, perubahan pendekatan pembelajaran yang lebih integratif, serta indikasi penurunan perilaku bullying di sekolah peserta program. Pendekatan psiko-spiritual terbukti relevan untuk membentuk kesadaran moral dan empati siswa secara berkelanjutan.