Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STUDI LIVING HADIS PADA SENI BELADIRI MOSLEM SELF DEFENCE (MOSSDEF SYSTEM) Widiani, Desti; Jiyanto, Jiyanto; Wibawa, Nugraha Agung
RIWAYAH Vol 5, No 1 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i1.4754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji living hadis dalam fenomena seni beladiri Moosdem System (Moslem Self Defence). Mossdef System atau Moslem Self-Defence System atau lebih dikenal dengan Moslem Street Fighting merupakan sebuah sistem pembelajaran beladiri atau pertahanan diri khusus penanggulangan dini konfrontasi, aksi premanisme dan aksi kriminalitas. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada data lapangan yang diperoleh dari informan dan responden dengan melakukan observasi dan wawancara. Teori fenomenologi Alfred Schutz sebagai pisau analisis yaitu Because Of Motive dan In Order to Motive untuk mengetahui sebab dan tujuan dari anggota seni beladiri Moosdef System. Adapun hadis-hadis yang hidup dalam praktik seni beladiri pada Moosdef System antara lain bermental Tauhid, mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT, menolak aksi premanisme, berkasih sayang pada kaum muslimin, bersikap rendah hati dan tidak sombong, do'a merupakan sumber segala kekuatan dan senjata paling utama dan bertawakkal pada Allah swt. 
Revitalisasi Peran Guru PAI dalam Membangun Karakter Anti-Bullying melalui Pendekatan Psiko-Spiritual Muharom, Fauzi; Kibtiyah, Mariah; Widiani, Desti; Hafidah; Suluri; Aminudin; Fauroni, R Lukman
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/alkhidmah.321773

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan dan berpotensi merusak perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam mencegah dan menanggulangi bullying melalui pembinaan akhlak mulia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama Asosiasi Guru PAI Kabupaten Sukoharjo untuk meningkatkan kapasitas guru PAI dalam membangun karakter anti-bullying melalui pendekatan psiko-spiritual. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru PAI dalam penanganan bullying, perubahan pendekatan pembelajaran yang lebih integratif, serta indikasi penurunan perilaku bullying di sekolah peserta program. Pendekatan psiko-spiritual terbukti relevan untuk membentuk kesadaran moral dan empati siswa secara berkelanjutan.
Implementasi Metode Famī Bisyauqin dalam Memelihara Hafalan Al-Qur’ān Pada HuffāẒ di Ma’had Tahfidzul Qur’ān Abu Bakar Ash-Shidiq Muhammadiyah Yogyakarta jiyanto, Desti widiani; Jiyanto, Jiyanto
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Islamic Religious Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.015.2.03

Abstract

Abstract The methods of maintaining the memorization of the Qur'an which have so far not provided and alternative solution to the huffāẓ to maintain the recitation of the Qur'an easily, practically, systematically, flexibly and in accordance with the Sunnah of the Prophet, so that not a few huffs have difficulty in maintaining their memorization. Ma'had Tahfiẓul Qur'an Abu Bakr Ash Shidiq Muhammadiyah Yogyakarta offers a method of maintaining the memorization of the Qur'an easily, practical, systematic, flexible and in accordance with the sunnah of the Prophet Muhammad, namely the famī bisyauqin method. This research is a study that uses a qualitative descriptive approach, carried out in Ma'had Tahfidzul Qur'an Abu Bakar ash-Shidqi Muhammadiyah Yogyakarta. The research subjects are mudir ma’had and huffāẓ. The purpose of this research is to find out the implementation of the famī bisyauqin method, the supporting and inhibiting factors for the implementation of the famī bisyauqin method, and the advantages and disadvantages of the implementation of the famī bisyauqin method in maintaining the memorization of the Qur'an at huffāẓ in the ma'had tahfidzul Qur'an Abu Bakar ash -Shidiq Muhammadiyah Yogyakarta. Keywords: Fami Bisyauqin's method, Maintaining the Hafalan al-Qur'an, Huffāẓ Abstrak Metode-metode memelihara hafalan al-Qur’ān yang ada selama ini belum memberikan solusi alternatif kepada para huffāẓ untuk mempertahankan hafalan al-Qur’ān secara mudah, praktis, sistematis, fleksibel dan sesuai sunnah Rasulullah SAW. Ma’had Tahfiẓul Qur’an Abu Bakar Ash Shidiq Muhammadiyah Yogyakarta menawarkan metode dalam memelihara hafalan al-Qur’ān secara mudah, praktis, sistematis, fleksibel dan sesuai sunnah Rasulullah SAW, yaitu metode famī bisyauqin. Peneletian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan secara kualitatif deskriptif, dilaksanakan di Ma’had Tahfidzul Qur’an Abu Bakar ash-Shidqi Muhammadiyah Yogyakarta. Subyek penelitiannya adalah mudir ma’had dan huffāẓ. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi metode famī bisyauqin, faktor pendukung dan penghambat implementasi metode famī bisyauqin, dan kelebihan dan kekurangan dari implementasi metode famī bisyauqin dalam memelihara hafalan al-Qur’ān pada huffāẓ di ma’had tahfidzul Qur’an Abu Bakar ash-Shidiq Muhammadiyah Yogyakarta. Kata Kunci : Metode Famī Bisyauqin, Memelihara Hafalan al-Qur’an, Huffāẓ
PENGUATAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL: TANTANGAN DAN STRATEGI ADAPTIF Syihab, Najwa Aulia; Musthofa, Abdul Aziz Al; Nurmaharani, Nindika; Oktaviani, Olivia; Khayaty, Lyna Nur; Widiani, Desti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10244

Abstract

ABSTRACT The advancement of digital technology has driven fundamental changes in learning practices and requires Islamic Religious Education (PAI) teachers to adapt their professionalism to these evolving dynamics. This study aims to comprehensively examine the various challenges faced by PAI teachers in maintaining and developing their professionalism amid digital transformation. The research employs a qualitative approach with a library research design through the processes of literature searching, selection, and analysis of relevant scholarly sources. Data were analyzed using content analysis techniques to identify patterns, themes, and relationships among findings in the literature. The results reveal four main aspects influencing the professionalism of PAI teachers: the strengthening of teacher competencies, digital literacy, the integration of technology in learning, and challenges in adapting to educational changes. The findings indicate that the major obstacles include limited digital skills, lack of access to continuous professional training, the complexity of curriculum demands, and unequal availability of educational infrastructure. In addition, the misalignment between educational policies and their implementation at the school level further hinders the optimal development of teacher professionalism. Overall, the professionalism of PAI teachers in the digital era can be understood as a multidimensional construct that requires the integration of pedagogical competence, subject-matter mastery, and technological skills simultaneously. These findings emphasize that strengthening teacher professionalism cannot be carried out partially, but must be pursued through a systematic and sustainable approach. This study contributes conceptually to understanding the dynamics of PAI teacher professionalism and provides a foundation for future empirical research in broader educational contexts. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan mendasar dalam praktik pembelajaran dan menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menyesuaikan profesionalismenya dengan dinamika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai tantangan yang dihadapi guru PAI dalam mempertahankan dan mengembangkan profesionalisme di tengah transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research melalui penelusuran, seleksi, dan analisis terhadap sumber-sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan keterkaitan antar temuan dalam literatur. Hasil penelitian mengidentifikasi empat aspek utama yang memengaruhi profesionalisme guru PAI, yaitu penguatan kompetensi guru, literasi digital, integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta tantangan adaptasi terhadap perubahan pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan kemampuan digital, kurangnya akses pelatihan berkelanjutan, kompleksitas tuntutan kurikulum, serta ketimpangan ketersediaan infrastruktur pendidikan. Selain itu, ketidaksesuaian antara kebijakan pendidikan dan praktik di tingkat sekolah turut memperlemah optimalisasi pengembangan profesionalisme guru. Secara keseluruhan, profesionalisme guru PAI di era digital dapat dipahami sebagai konstruksi multidimensional yang menuntut integrasi antara kompetensi pedagogik, penguasaan materi, dan kemampuan teknologi secara simultan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan profesionalisme guru tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memahami dinamika profesionalisme guru PAI serta menjadi dasar bagi pengembangan kajian empiris pada konteks pendidikan yang lebih luas.
PROFESIONALISME GURU DALAM PERSPEKTIF ISLAM: INTEGRASI KOMPETENSI, MORAL-SPIRITUAL, DAN KODE ETIK PROFESI Fatikhah, Bunga Septia Nurul; Nadhifah, Shofiatu; Rofi’ah, Soffy Nur; Ilma, Hani Nafiatul; Fathimah, Yasmin Putri; Widiani, Desti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10248

Abstract

ABSTRACT Teacher professionalism in Islamic education cannot be confined to mastery of instructional competencies alone, but also encompasses value-based integrity rooted in Islamic teachings. Previous studies have tended to examine professionalism and codes of ethics separately, resulting in the absence of a unified ethical framework. This study aims to formulate the concept of teacher professionalism from an Islamic perspective while also analyzing the role of ethical codes in shaping professional behavior. The study employs a qualitative approach through library research, utilizing thematic analysis of relevant scholarly literature and Islamic normative sources. The findings indicate that teacher professionalism consists of three main dimensions: academic-pedagogical competence, moral-spiritual integrity, and socio-professional ethics reflected in the consistent application of ethical codes. The code of ethics functions not only as a formal guideline but also as a medium for internalizing values within educational practice. This study proposes an integrative conceptual framework that positions professionalism and ethics as an inseparable unity in Islamic education. The findings highlight the importance of strengthening professional ethics education in developing teachers who are not only competent but also possess strong character and value-oriented dispositions. ABSTRAK Profesionalisme guru dalam pendidikan Islam tidak dapat dibatasi pada penguasaan kompetensi pembelajaran, tetapi juga mencakup integritas nilai yang bersumber dari ajaran Islam. Berbagai kajian sebelumnya cenderung membahas profesionalisme dan kode etik secara terpisah, sehingga belum menghasilkan kerangka etika yang terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep profesionalisme guru dalam perspektif Islam sekaligus mengkaji fungsi kode etik dalam pembentukan perilaku profesional. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis tematik terhadap literatur ilmiah dan sumber normatif Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme guru tersusun atas tiga dimensi utama, yaitu kompetensi akademik-pedagogik, integritas moral-spiritual, dan etika sosial-profesional yang tercermin dalam penerapan kode etik. Kode etik tidak hanya berperan sebagai aturan formal, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual integratif yang memposisikan profesionalisme dan etika sebagai satu kesatuan dalam pendidikan Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pendidikan etika profesi dalam pengembangan guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter dan berorientasi pada nilai.
Pembinaan Karakter Religius Sebagai Strategi Preventif dalam Menanggulangi Perilaku Bullying di Madrasah Bethra Yuan Syah Putra; Desti Widiani
Journal Islamic Pedagogia Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v6i1.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembinaan karakter religius sebagai strategi preventif dalam menanggulangi perilaku perundungan di MTsN 3 Boyolali. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana nilai-nilai transendental diinternalisasi untuk membangun kontrol diri dan empati siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, guru BK, dan siswa, serta observasi langsung terhadap aktivitas keagamaan dan dokumentasi program madrasah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius di MTsN 3 Boyolali berhasil memitigasi perilaku perundungan melalui tiga mekanisme utama: (1) Habituasi Ibadah, seperti tadarus pagi dan shalat berjamaah yang menenangkan emosi serta menghapus batasan hierarkis antar siswa; (2) Keteladanan dan Budaya 5S, yang menciptakan iklim lingkungan ramah dan persuasif ; serta (3) Internalisasi Nilai Transendental, yang membangun kesadaran akan pengawasan Tuhan (Muraqabah), sehingga siswa menahan diri dari tindakan agresi bukan karena takut sanksi, melainkan tanggung jawab moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi preventif berbasis religiusitas efektif menyentuh akar permasalahan perundungan dengan membangun benteng moral internal (internal locus of control) pada siswa.
Keteladanan Guru dalam Biografi K.H. M. Hasyim Asy’ari: Analisis Konten dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Ahmad Zainun Nibrasi Abu Ali; Desti Widiani; Ainun Yudhistira; Ahmad Muhammad Mustain Nasoha
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 25 No. 1 (2026): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/mk.v25i1.12070

Abstract

This study aims to identify and analyze the exemplary values of teachers in the biography of KH. M. Hasyim Asy’ari and their relevance to contemporary Islamic education. The research employed a qualitative approach with a descriptive-analytical design through library research. Primary data sources consisted of biographies of KH. M. Hasyim Asy’ari, while secondary data were obtained from scientific journals, books, and other supporting documents. Data were collected through documentation study and analyzed using content analysis with a narrative approach. The findings reveal that the exemplary values of KH. M. Hasyim Asy’ari are classified into three main dimensions: spiritual (religiosity), personal (personal integrity), and socio-pedagogical (interpersonal). The spiritual dimension is reflected in the values of ubudiyah and muraqabah; the personal dimension includes zuhud, wara’, and istiqamah; while the socio-pedagogical dimension consists of rahmah, tawadhu’, and ‘adalah. These values are relevant to contemporary Islamic education in strengthening teachers’ character, improving professionalism, fostering a humanistic educational culture, and developing education based on Islamic values.