Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendidikan Karakter bagi Anak Autis di Sekolah Khusus Taruna al-Qur’an yogyakarta Desti Widiani; Siti Wangidah
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i1.1365

Abstract

Amtsal of the Qur'an and Its Relevance in Islamic Education Desti Widiani
At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol 11 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.041 KB) | DOI: 10.52640/tajdid.v11i1.252

Abstract

Di antara keunikan Al-Qur’an dalam menyampaikan pesan-pesan kehidupan menggunakan model penyampaian pesan yang singkat, mudah, dan jelas, untuk dipahami. Dan salah satu metodenya adalah melalui ungkapan Maśāl (perumpamaan). Maśāl digunakan untuk menjelaskan hal-hal yang sangat mendasar dan bersifat abstrak. Penggunaan metode Amtsal membantu seorang pendidik dalam menjelaskan materi pelajaran dan mendekatkan mereka kepada pemahaman dan penguasaan materi ajar. Persoalan-persoalan yang abstrak dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi konkrit, nyata, dan mudah dipahami. Dengan demikian, metode Amtsal membantu dalam menciptakan komunikasi yang menarik antara pendidik dan peserta didik. Pada sisi lain, metode Amtsal juga membantu pendidik dalam mengasah dan mengembangkan potensi akademik peserta didik, dan dari sini pula maka kegiatan pembelajaran menjadi menarik, menantang dan mendidik.
Pendidikan Karakter bagi Anak Autis di Sekolah Khusus Taruna al-Qur’an yogyakarta Desti Widiani; Siti Wangidah
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i1.1365

Abstract

The Importance of Mother’s Role in Preventing Children’s Radicalism Desti Widiani; Jiyanto Jiyanto
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 13 No 1 (2018)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.742 KB)

Abstract

Tulisan ini diangkat karena melihat fenomena yangberkembang terkait radikalisme dan terorisme yang terjadi di Indonesia.Gerakan radikalisme yang justru dilakukan oleh individu atau kelompokyang mengaku percaya kepada ajaran-ajaran agama, dan seolah-olahagama dijadikan sebagai alat untuk melegitimasi berbagai macam tindakankekerasan. Sebagai contoh, kasus bom bunuh diri yang melibatkan satukeluarga di Surabaya pada 13 Mei 2018. Orang tua mengajak keempa t anaknya untuk ikut meledakkan bom bunuh diri di Gereja KristenIndonesia (GKI) di Surabaya. Sungguh ironis memang, orang tua yangseharusnya mendidik dan memberikan teladan yang baik bagi anakanaknya justru menjadi pencetus dan pelaksana dari tindakan radikaldan terorisme. Di sinilah Ibu memiliki peranan yang sangat penting dalammempengaruhi kehidupan dan perilaku anak. Kedudukan dan fungsi ibubersifat fundamental, karena ibu merupakan wadah pembentukan watakdan akhlak yang pertama bagi anak. Pertanyaan mendasar yang hendakdijawab melalui tulisan ini adalah, pertama, bagaimana peran Ibu dalammencegah paham radikal pada anak?, kedua, bagaimana strategi ibudalam mencegah paham radikal anak ?.
IMPLEMENTASI METODE KARIMAH DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN DI PUSAT PENDIDIKAN AL-QUR’AN (PPQ) AL MAHIR, COLOMADU, KARANGANYAR Desti Widiani Widiani
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 24 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.105 KB) | DOI: 10.24090/insania.v24i1.2571

Abstract

The ability of the tilawah of the majority of Muslims is still weak. It is seen that there are still frequent mistakes in khaffi and jalli when reading the holy verses of the Qur'an while giving speeches, preaching or when becoming priests in congregational prayers. Many factors cause this situation, and especially the most important factor is the method of teaching that lacks manhaji. In general, the methods in learning the Qur'an today cannot provide an alternative solution for beginner learners to learn to read the Qur'an easily, practically, systematically, and in accordance with the rules of recitation. Karimah as one of the methods of reading the Qur'an which is applied in the Al-Qur'an Education Center Al Mahir Colomadu Karanganyar is one of the alternative methods to help beginners who want to read the Qur'an easily, practically, systematically, and in accordance with the rules of recitation. The purpose of this study was to determine the implementation of the Karimah method in Al-Qur'an learning at the Al-Qur'an Education Center (PPQ) Al Mahir Colomadu Karanganyar. The results of this study are the implementation of Al-Qur'an reading at the Al-Mahir Colomadu Karanganyar Al-Qur'an Education Center (PPQ) easy, practical, systematic, and in accordance with the rules of recitation. The implementation of the Karimah method begins with the opening, the cult, the teaching of reading the Qur'an and closing. Teaching Al Qu'an reading with the Karimah method is divided into 3 stages namely beginner, pre-tahsin and tahsin.
Konsep Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an Desti Widiani
Murabby: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2018): Murabby Vol. 1 No. 2 September 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mrb.v1i2.321

Abstract

Kajian terhadap berbagai aspek pendidikan yang berdasarkan perspektif al-Qur’an lebih lanjut banyak dilakukan oleh para ulama modern. Dengan bersandar pada ayat-ayat al-Qur’an, mengkaji bagian-bagian penting dalam pendidikan, seperti tujuan pendidikan dalam al-Qur’an, visi misi pendidikan dalam al-Qur’an, serta teknik-teknik pendidikan yang meliputi teladan, nasihat, hukuman, cerita, kebiasaan dll. Dalam tulisan ini, penulis akan membahas ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pendidikan yang meliputi istilah-istilah pendidikan dalam al-Qur’an, konsep kurikulum pendidikan dalam al-Qur’an yaitu tujuan pendidikan, materi pendidikan, metode pendidikan, dan evaluasi pendidikan dalam al-Qur’an.
PEREMPUAN DALAM KEBIJAKAN: KAJIAN TERHADAP DISKRIMINASI GENDER DALAM KEBIJAKAN Desti Widiani; Layyin Mahfiana
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 12 No. 2 (2021): April 2021
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v12i2.2310

Abstract

This research’s aim is to study woman discrimination in Indonesian policy especially in Surakarta region. This study uses law sociology approach with both observation and interview as method to gather the data, while for the data analysis, it utilizes Miles & Huberman’s Interactive model that include data display, drawing conclution, and verifying. The result shows that Sukoharjo authority empowers woman through policy by establishing Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Eventhought this special taskforce is established, the authority still facing drawbacks and one of them is the lack of stakeholders’ participation which lead to its slow development.
Construction of Religious Moderation among Indonesian Islamic Student Organizations Desti Widiani; Muhammad Miftah; Jiyanto Jiyanto
At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol. 12 No. 2 (2023): At-Tajdid
Publisher : Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine the social reality of religious moderation among students, especially activists from extra-campus Islamic organizations. The existence of student organizations has a strategic role in the process of building student character. In its development, Islamic student organizations are very vulnerable to being infiltrated by radical ideology. Religious higher education is the most relevant vehicle for sowing the virus of religious moderation. This study is important as material for evaluating the extent to which students respond to the mainstreaming of religious moderation echoed by the government. The results of this study indicate that students actively and continuously accept and respond to social issues and events related to religious moderation that occur on campus. It includes the process of externalization, objectification, and internalization.
Rekonstruksi Kisah Pangeran Samudro: di Tengah Mitos Ritual Seks Gunung Kemukus, Sumber Lawang, Sragen Widiani, Desti; Jiyanto, Jiyanto
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 17 No 1 (2019)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.484 KB) | DOI: 10.31291/jlka.v17i1.632

Abstract

The story of Prince Samudro's tomb invites pros and cons. This arises because of the negative paradigm that developed in the community that there is trust if the wish is granted, then the visitors to Prince Samudro's grave must perform a ritual of having sex with the opposite sex but not their wife or husband 7 times in one eighty/35 days. From the negative paradigm makes the myth on Mount Kemukus an opportunity for the perpetrators of the practice of prostitution. This negative paradigm needs to be clarified so that the pilgrims are not trapped in the wrong paradigm and belief. The sex ritual at Mount Kemukus is a reality that cannot be covered. Although the Sragen Regency Government has banned the practice of such deviant behavior, the reality is that there are still ritualists who perform the sex ritual. From this reality, there needs to be an effort to straighten out the understanding of the community about the pilgrimage ritual at the tomb of Prince Samudro. One thing that can be done is by reconstructing the story of Prince Samudro so that the people know the true story about Prince Samudro. This research is a descriptive study using historical methods with the following steps: heuristics, verification, interpretation, and historiography. The research site was conducted at Gunung Kemukus, Sumber Lawang, Sragen. This study aims to (1) find out about the myths of sex rituals at Gunung Kemukus, Sumber Lawang, Sragen (2) reconstruct the true story of Prince Samudro at Gunung Kemukus, Sumber Lawang, Sragen.Keywords: Reconstruction, Prince Samudro, Myth of Sexual Rituals Kisah tentang makam Pangeran Samudro ini mengundang pro dan kontra. Hal ini muncul karena paradigma negatif yang berkembang di masyarakat bahwa adanya kepercayaan apabila ingin permohonannya terkabul, maka para pengunjung makam Pangeran Samudro harus mela­kukan suatu ritual berhubungan intim dengan lawan jenis tetapi bukan istri atau suaminya selama 7 kali dalam satu lapan/ 35 hari. Dari paradigma negatif tersebut menjadikan mitos di Gunung Kemukus menjadi peluang bagi para pelaku praktik prostitusi. Paradigma negatif ini perlu diluruskan agar para peziarah tidak terjebak dalam paradigma dan kepercayaan yang keliru. Ritual seks di Gunung Kemukus adalah kenyataan yang tidak bisa ditutupi. Meskipun Pemerintah Kabupaten Sragen sudah melarang adanya praktik perilaku menyimpang tersebut, namun realitasnya masih ada pelaku ritual yang melakukan ritual seks tersebut. Dari realitas tersebut perlu adanya upaya dalam meluruskan pemahamaman masyarakat tentang ritual ziarah di makam Pangeran Samudro. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan rekonstruksi terhadap kisah Pangeran Samudro agar masyarakat mengetahui kisah yang sebenarnya tentang Pangeran Samudro. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut: heuristik, verifikasi, inter­pretasi, dan historiografi. Tempat penelitian dilaksanakan di Gunung Kemu­kus, Sumber Lawang, Sragen. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui tentang mitos ritual seks di Gunung  Kemukus, Sumber Lawang Kabupaten Sragen (2) merekonstruksi kisah yang sesungguhnya tentang Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Sumber Lawang Kabupaten Sragen.Kata Kunci: Rekonstruksi, Pangeran Samudro, Mitos Ritual Seks
Desain Kurikulum Pendidikan Islam pada Kuttab Ibnu Abbas Surakarta Widiani, Desti; Jiyanto
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 12 No 1 (2024): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v12i1.340

Abstract

This research aims to determine the design and implementation of the Kuttab Ibnu Abbas Surakarta curriculum. This research includes qualitative field research. The method used in this research is descriptive-analytical; data is obtained through observation, interviews, and documentation. Data is collected, condensed, analyzed, presented, and concluded. The results of this research show that: 1) The curriculum design used at Kuttab Ibnu Abbas Surakarta is The Grass Roots Model; initiatives and efforts to develop the curriculum do not come from above but from below. 2) Implementing the curriculum at Kuttab Ibnu Abbas is almost the same as elementary school-level learning, which implements the 2013 Curriculum with a thematic learning model. (Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui desain dan implementasi kurikulum Kuttab Ibnu Abbas Surakarta. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode analisis-deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dikumpulkan, dikondensasi, dianalisis, disajikan dan disimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Desain kurikulum yang digunakan pada Kuttab Ibnu Abbas Surakarta yaitu dengan The Grass Roots Model yaitu, inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum, bukan datang dari atas tetapi datang dari bawah. 2) Implementasi kurikulum pada Kuttab Ibnu Abbas hampir sama dengan pembelajaran tingkat Sekolah Dasar yang menerapkan Kurikulum 2013 dengan model pembelajaran tematik.)