Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Kerajaan Demak Sebagai Pusat Maritim di Pulau Jawa Maulidan, Aldy Cahya; Ramadhan, Ilham Rohman; Jayusman, Iyus
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v7i1.12345

Abstract

Kerajaan Demak dapat tumbuh menjadi salah satu kerajaan maritim terbesar karena beberapa faktor salah satu faktornya adalah runtuhnya Majapahit yang secara otomatis melemahkan pengaruhnya di wilayah Utara Jawa. Sehingga Demak menjadi kerajaan Islam terkuat di pulau Jawa. Metode yang diterapkan pada penelitian tersebut merupakan metode historis dengan pendekatan kualitatif, yaitu satu cara menguji dan menganalisis berdasarkan pertimbangan sumber-sumber yang tersedia baik berupa tulisan maupun bukti-bukti lapangan. Pada penelitian ini terdiri dari lima tahapan yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan sejarah. Hasil dan pembahasan penelitian ini adalah Demak banyak mengekspor beras dan kayu ke berbagai negara, terutama Malaka, Pasai, dan Maluku. Kemudian Demak memiliki posisi strategis yang menghubungkan dua pasar besar saat itu, yaitu Malaka di Barat dan Maluku di Timur. Posisi ini membuat Demak memiliki peran besar dalam kegiatan ekspor dan impor serta menjadi lokasi penting untuk transit kapal-kapal dagang dari barat ke timur dan sebaliknya. Selama lebih dari seratus tahun, Demak hampir menguasai perdagangan nusantara. Hubungan kapal-kapal yang dibangun tidak hanya ke arah Timur dengan Malaka dan Pasai, tetapi juga ke arah Timur, terutama Maluku. Saat itu, Jepara merupakan kadipaten di bawah Demak. Dari Demak dan Jepara, ekspor ke Maluku didominasi oleh kayu jati. Tentu saja impor dari Maluku adalah rempah-rempah. Posisi strategis Demak menjadikan Demak menjadi kerajaan Islam dengan kekuatan maritim terkuat.