Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Swim Tether Belt Meningkatkan Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Dada Nadzifah, Wardah; Mulya, Gumilar; Narlan, Abdul; Priana, Ari
Journal of Physical Education and Sport Pedagogy Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jopes.v4i1.69131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dari alat bantu swim tether belt terhadap peningkatan kecepatan renang 50 meter gaya dada. Selain melatih teknik dalam renang, atlet juga harus ditunjang dengan latihan-latihan yang bisa meningkatkan performa gerakan lengan dan kaki, maka dari itu dibutuhkan alat bantu yang dapat menunjang terhadap proses latihan diantaranya swim tether belt yang merupakan alat bantu yang dapat meningkatkan kekuatan atau performa pada kayuhan lengan dan kaki atlet. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen one group pretest posttest design. Dalam penelitian ini adanya hubungan sebab akibat dan sebuah perlakuan yang diuji cobakan yaitu pemberian treatment berupa latihan menggunakan swim tether belt  pada saat latihan renang gaya dada sebagai variabel bebas, yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan renang 50 meter gaya dada sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini merupakan atlet KU-III yang berjumlah 12 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes renang 50 meter gaya dada. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari latihan menggunakan swim tether belt terhadap peningkatan kecepatan renang 50 meter gaya dada pada atlet KU-III Shark Aquatic Academy Kota Tasikmalaya. Uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung 11,19 ttabel 1,79, sehingga hal tersebut menunjukkan H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kecepatan renang 50 meter gaya dada setelah diberi perlakuan dengan menggunakan swim tether belt.
Profil Kondisi Fisik Ekstrakurikuler Bola Basket SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya Sudiansah, Sudiansah; Afif, Ucu Muhammad; Narlan, Abdul; Setiawan, Deni; Gunawan, Sani
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 8, No 3 (2024): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v8i3.13137

Abstract

Kondisi fisik sangat penting bagi atlet, dengan adanya kondisi fisik yang baik maka atlet akan mudah menguasai teknik-teknik dalam bermain basket dengan adanya kondisi fisik yang baik maka hal tersebut dapat mendukung atlet dalam pertandingan dan juga atlet akan bertanding dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kondisi fisik ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah cara tes komponen kondisi fisik yang di buat oleh Narlan dan Januar tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta didik putra ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya yang berjumlah 15 atlet di ambil sampel semua populasi. Hasil penelitian yang telah dikonversikan dengan nilai 74 dibagi ke dalam 9 tes menjadi 8,22. Berdasarkan rata-rata yaitu sebesar 8,22. Kesimpulan profil Kondisi fisik Ekstrakurikuler Bola Basket SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya berada pada kategori “Baik”.
Intentionally Structuring the Foundation of Moral Character Values in Physical Education, Sports, and Health Learning Subekti, Nuriska; Juhrodin; Mulyadi, Agus; Narlan, Abdul
JUMORA: Jurnal Moderasi Olahraga Vol 4 No 2 (2024): JUMORA: Jurnal Moderasi Olahraga
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/mor.v4i2.1385

Abstract

Character education has become a crucial aspect of Indonesia's national education system, particularly in shaping a generation that excels not only academically but also possesses strong morality and social responsibility. In line with the Merdeka Curriculum, learning is not only focused on knowledge transfer but also on shaping students' character through the internalization of moral values. Physical Education, Sports, and Health (PESH) plays a strategic role in strengthening character because it offers students opportunities to develop values such as self-confidence, sportsmanship, honesty, discipline, teamwork, self-control, leadership, and democratic attitudes through physical activities. This study aims to explore how PESH can be designed with an intentionally structuring approach to more effectively internalize these moral values. The research involved 72 students, divided into experimental and control groups, each consisting of 36 participants. The study used a quasi-experimental design, where the experimental group received a character-based PESH learning intervention. Data collection techniques included questionnaires and observation, while data analysis was conducted using a t-test to compare the program's effectiveness between the two groups. The results of the study showed that PESH learning with a focus on moral character had a significant impact on students' personality development compared to the control group. In conclusion, the integration of moral values in PESH should be consistently applied, as it effectively shapes students with strong character and responsibility, in line with the goals of national education
Pelatihan Renang Peserta Dididk Berkebutuhan Khusus Sebagai Upaya Peningkatan Tumbuh Kembang & Penanggulangan Stunting Narlan, Abdul; Priana, Ari; Rubiana, Iman; Desi Puspareni, Luh
MADDANA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): MADDANA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam stunting diantaranya terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain perbaikan gizi, salah satu solusi untuk mengatasi pertumbuhan daan perkembangan anak yaitu dengan rajin berolahraga. Olahraga yang diyakini untuk memperbaiki kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak diantaranya olahraga renang. Pada pelaksanaan pengabdian kali ini bertujuan melakukan pelatihan renang kepada peserta didik berkebutuhan khsusus tunarungu wicara sebagai upaya peningkatan kualitas tumbuh kembang anak dan penanggulangan stunting yang mana mereka membutuhkan pelayanan khsus terhadap pendidikan termasuk pelayanan kesehatan. Metode kegiatan pengabdian diawali dengan pengukuran tinggi badan, dipandu oleh dosen dan mahasiswa Prodi Ilmu Gizi. Selanjutnya Edukasi gizi dilaksanakan di ruang rapat kolam renang Sukapura yang dihadiri oleh 8 guru dan 8 orangtua siswa SLB Yayasan Patriot Indihiang serta 5 guru, dan 5 orangtua siswa SLB N Tamansari. Bersamaan dengan itu pelatihan renang dilakukan kepada 17 siswa SLB Yayasan Patriot Indihiang dan 18 siswa SLB N Tamansari tuna rungu wicara yang dilaksanakan di kolam renang Sukapura dengan dipandu oleh dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani di bawah pengawasan para guru SLB. Hasil dari pengabdian ini memberikan wawasan kepada guru dan orang tua siswa terkait tumbuh kembang anak melalui pemberian asupan makanan yang bergizi dan aktivitas yang menunjang terhadap pertumbuhan. Selain itu peserta didik juga diberikan bekal keterampilan renang agar dapat melakukan secara mandiri sebagai upaya menjaga kesehatan, kebugaran, dan memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan.
Analisis Peran Guru PJOK dalam Mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila: Fokus pada Elemen Gotong Royong Juhrodin, Juhrodin; Setiawan, Deni; Hartadji, Rd. Herdi; Narlan, Abdul
Jurnal Gladiator Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor1749011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam mengimplementasikan elemen gotong royong sebagai bagian dari Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri se-Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan metode survei melalui angket yang diberikan kepada 40 guru PJOK yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan 38 butir pernyataan yang mencakup delapan indikator peran guru. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi elemen gotong royong oleh guru PJOK masih belum optimal, dengan mayoritas responden berada pada kategori "Jarang" (30%) dan "Sering" (27,5%), sedangkan kategori "Kadang-kadang" (25%), "Selalu" (12,5%), dan "Sangat Jarang" (5%). Faktor yang memengaruhi antara lain kurangnya pemahaman guru tentang Profil Pelajar Pancasila, keterbatasan waktu dan kurikulum, serta minimnya media pembelajaran inovatif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan sistematis, pengembangan kurikulum, dan penggunaan metode pembelajaran yang efektif untuk mengintegrasikan nilai gotong royong dalam pembelajaran PJOK.
Analisis Tingkat Kemampuan Pukulan Servis Tenis sebagai Dasar Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Jasmani pada Klub Tenis Junior Manonjaya Agustryani, Resty; Narlan, Abdul; Subekti, Nuriska; Pratama, Tegar Maesabudi
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jurinotep.v4i3.187

Abstract

This study aims to determine the level of tennis service skills among junior athletes at the Manonjaya Tennis Club in 2024. The background of this study is based on the importance of mastering service techniques as a basic skill in tennis that plays a major role in scoring points in a match. The research method used is quantitative descriptive with a survey technique. The research population consisted of 20 athletes, with a sample of 12 junior athletes (8 boys and 4 girls) aged 10–14 years selected using purposive sampling. The research instrument was the Hewitt tennis test, which consisted of 10 service skill trials assessed based on ball placement accuracy. Data analysis used descriptive percentage statistics. The results showed that the average service ability of the athletes was 40% with a median of 40.5, a mode of 41, a minimum value of 37, a maximum value of 43, and a standard deviation of 2.88. A total of 67% of athletes were in the high category (Grade B), while the other 33% were in the medium category (Grade C). The conclusion of this study is that the service ability of junior athletes at the Manonjaya Tennis Club is relatively good, although there are still athletes who need further training. This study recommends the need for more focused training in physical, technical, and mental aspects of competition so that the quality of athletes' serves can improve consistently.
Program Pembinaan Remaja melalui Aktivitas Renang Berbasis Pengembangan Keterampilan Hidup Juhrodin, Juhrodin; Priana, Ari; Subekti, Nuriska; Narlan, Abdul; Mulyadi, Agus
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 6, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v6i3.25224

Abstract

Program pembinaan remaja di Galunggung Aquatic Club Tasikmalaya menghadapi permasalahan belum terintegrasinya pengembangan keterampilan hidup (life skills) secara terprogram dalam pelatihan renang. Program pelatihan yang ada masih terfokus pada aspek teknis dan prestasi tanpa mengembangkan life skills secara sistematis. Tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan dan mengimplementasikan model pembinaan remaja melalui aktivitas renang yang terintegrasi dengan delapan komponen life skills meliputi teamwork, goal setting, time management, emotional skills, interpersonal communication, social skills, leadership, dan problem solving and decision making . Metode yang digunakan adalah service learning tipe direct service dengan tahapan inisiasi, perencanaan, identifikasi kebutuhan, aksi, serta monitoring dan evaluasi. Program dilaksanakan selama 16 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu, melibatkan 40 atlet remaja dan 6-8 pelatih. Hasil uji Paired Samples t-Test menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan life skills atlet remaja dengan mean difference 82,833, nilai t hitung -13,331, dan signifikansi 0,000 (p 0,05). Program menghasilkan luaran berupa peningkatan keterampilan renang dan life skills atlet, modul pembinaan terintegrasi, pelatih terlatih dengan kompetensi ganda, instrumen evaluasi berbasis kerangka Cronin, serta model program berkelanjutan. Program ini membuktikan bahwa integrasi life skills dalam aktivitas renang efektif meningkatkan pengembangan holistik remaja ketika dirancang secara terstruktur dan sistematis.
Eksplorasi Nilai Karakter Moral Pasca Penerapan Pendekatan Intentionally Structuring dalam Pembelajaran PJOK Studi Kualitatif pada Implementasi Kurikulum Merdeka Juhrodin, Juhrodin; Subekti, Nuriska; Mulyadi, Agus; Narlan, Abdul
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 9, No 3 (2025): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v9i3.16909

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai karakter moral peserta didik pasca penerapan pendekatan Intentionally Structuring dalam pembelajaran PJOK pada Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus kolektif, penelitian dilakukan di SMA Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya selama delapan bulan. Subjek penelitian meliputi dua guru PJOK, dua peserta didik, dan satu kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, fokus grup diskusi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik Braun dan Clarke. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada empat nilai utama: tanggung jawab (85%), kerjasama (82%), sportivitas (78%), dan integritas (71%). Lima fase pembelajaran yang terstruktur berhasil menciptakan lingkungan student-centered dan contextual. Model ideal yang dikonstruksi mengintegrasikan enam komponen strategis: kurikulum spiral, teknologi-enhanced learning, collaborative ecosystem, holistic assessment, peer mentoring, dan sustainability mechanisms, dengan transfer learning efektif ke pembelajaran lainnya.