Articles
POLA KOMUNIKASI PENJUAL TERHADAP PEMBELI PEMPEK DI KOTA PALEMBANG
Elsa Maria Simarmata;
Agustinus Rustanta
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Publisher : STARKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/jikb.v6i1.467
Pola Komunikasi sangat penting dalam mendukung kelancaran proses komunikasi sehari-hari. Pola Komunikasi terbentuk karena adanya kebiasaan berulang yang terjadi secara terus menerus di dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda di dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini fokus pada pola komunikasi yang terjadi antara penjual terhadap pembeli pempek yang terjadi di Restoran Pempek Beringin Gudang Makan-Kenten Street, Jalan MP. Mangkunegara, Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teori yang digunakan adalah Teori Interaksi Simbolik. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dengan 3 (tiga) orang, yaitu dua orang karyawan dan satu orang konsumen Pempek Beringin. Dari hasil wawancara mendalam dan observasi di lapangan, penulis menemukan bahwa pola komunikasi secara umum sudah dijalankan dengan cukup baik oleh penjual dan pembeli di Restoran Pempek Beringin.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Kredibilitas Dosen Dan Daya Tarik Dosen
Agustinus - Rustanta
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Publisher : STARKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/jikb.v3i2.169
Not all people are able to be good educators. A person who wants to be an educator or a lecturer must have pedagogic skills and be an expert on his field. He/she must be credible and attractive as she/he will be a role model for his/her students. From the point of view of communication, she/he should be able to deliver his/her subjects to students. He/she should have skilss of ethoes, pathoes, and logoes as Aristotle said. He/she should be a good public speaker for his/her students. This research is to see if there is a positive effect between credibility and attractiveness to student motivation to learn. It is a quantitative research in which the researcher is trying to achieve a comprehesive description about the effect of credibility and attractiveness to the students motivation. It shows that there a posititive and significant effect on the credibility (1.9%) and attractiveness (11.6%) to students motivation. His/her charisma has the very positive and significant effects to motivationTidak semua dosen layak dan pantas menjadi dosen. Ia harus tidak hanya menguasai keterampilan mengajar namun ia juga harus mejadi pakar di bidangnya. Ia harus credible sehingga ia dapat menjadi role model bagi para mahasiswanya. Karena perannya sebagai role model, syarat menjadi dosen makin lama makin sulit. Dari sisi komunikasi, ia harus mampu menyampaikan isi mata kuliah dengan baik. Aristoteles menyebutnya sebagai kemampuan beretorika dengan konsep etos, patos dan logos. Ia tidak hanya pakar dibidangnya namun juga harus menarik dalam bertutur kata terutama dalam membawakan mata kuliah di depan para mahasiswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kredibiliyas dosen dan daya tarik dosen mampu memberikan dampak positif kepada mahasiswanya. Menggunakan pendekatan kuantitatif, peneliti ingin mencoba mendapatkan gambaran secara umum mengenai pengaruh variabel kredibilitas dan daya tarik dosen terhadap motivasi mahasiswa untuk belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang benar bahwa kredibilitas dan daya tarik dosen memberikan dampak pada motivasi mahasiswa untuk belajar namun jika diteliti lebih jauh, kredibilitas dosen tidak secara positif dan signifikan berpengaruh pada motivasi mahasiswa (1,9%). Sedangkan variabel daya tarik dosen menyumbang 11,6% terhadap motivasi belajar mahasiswa Tarakanita. Jika diteliti lebih jauh komponen kharisma saja yang secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya motivasi belajar mahasiswa
Deception in Online Learning During the Pandemic of Covid-19 in Indonesia
Agustinus Rustanta;
Desy Misnawati
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (736.321 KB)
|
DOI: 10.24002/jik.v18i2.3764
Computer-mediated communication on distance learning brings various effects on thelecturers and the higher-education students. Distance learning has been performed on campusesin Indonesia since the pandemic of Covid-19. This research aims to describe the students’deception via computer-mediated communication. Interpersonal deception and computer-mediated communication theories are chosen to analyze this deception phenomenon. Data were collected through questionnaires and distributed to students in Jakarta as the red zone of the pandemic ofCovid-19. The findings show the students tended to manipulate information before they deliver it tothe audience and to hide their identity or presence during the virtual classroom.
MEMBERDAYAKAN ANAK-ANAK MELALUI GELAR TIKAR (STUDI KASUS ANAK-ANAK PANTI ASUHAN DI KOTA DEPOK JAWA BARAT)
Agustinus Rustanta;
Devany Dwi Putri Halim;
Bella Damaica Sabatini;
Nuzlita Andarini
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jpkm.v26i3.16830
Artikel ini merupakan artikel tentang pelaksanan pengabdian kepada masyarakat oleh civitas akademik STIKS Tarakanita. Para pengabdi adalah dosen dan mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi yang tergerak untuk membina anak-anak yatim-piatu di Depok Jawa Barat. Tujuan layanan ini adalah untuk memberdayakan anak-anak yatim piatu. Metode yang digunakan dalam melaksanakan pendampingan kepada anak-anak ini adalah dengan mendampingi mereka dalam belajar; belajar Bahasa Inggris dan pendampingan mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) sekolah mereka. Kegiatan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi anakanak panti asuhan nemun juga berguna bagi para mahasiswa sebagai pendamping. Mahasiswa mendapat pengalaman mengelola anak-anak untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif, mahasiswa mendapatkan pembelajaran untuk bersabar dan kreatif sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dan menyenangkan sehingga anak-anak termotivasi untuk memanfaatkan waktu luang mereka dengan hal-hal yang bermanfaat. Anak-anak panti asuhan juga mendapatkan pembimbingan yang rutin dilakukan oleh para mahasiswa. Kata kunci: Layanan; Gelar Tikar; Yatim-Piatu; Pengabdian Kepada Masyarakat.AbstractIt is about student’s participation to Campus Social Responsibility of STIKS Tarakanita civitas Akademik. The participants are a lecturer and students of communication study program and the subjects of this activity are are children in an orphanage house in Depok, 30 km from campus. The objective of the service is to empower the unlucky children. Method used is accompanying them to do something useful such as learning English and studying for their lessons. By doing so, they do not wander on the street and in malls nearby. By doing this kind of activity, there are two parties getting the advantages from this social service activity. Students are learning how to teach others. It is something useful for their lives and the students are also learning how to appreciate their teachers. On the other hand, the children of Gelar Tikar spend their time with something beneficial to their lives.Keywords: Gelar Tikar; Social Service; Orphanage; Campus Social Responsibility.
The Sheath Warrior Returns: Identity and Ideology of the Nation
Agustinus Rustanta;
Evvy Silalahi
Indonesian Journal of Law and Economics Review Vol 7 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (17.508 KB)
|
DOI: 10.21070/ijler.2020.V7.459
This research focuses on non-verbal communication of sarong worn by Ma’ruf Amin as the candidate of Vice President of Republic Indonesia for the period of 2019-2024 who had been declared by the public election commission (KPU) on Junie 28, 2019. To analyze the meaning of sarong, the researchers use semiotics of Charles Sanders Peirce. The findings indicate that sarong denotatively means a piece of cloth which is sewn at its end to become a kind of tube to cover part of man’s body especially his stomach and below. Furthermore, sarong has very deep meaning, they are showing self-identity, local culture, the symbol of resistance to the culture of the west, it shows sincerity, complex way of thinking, flexibility, elegance, smart thinking, and excellent morality.
Dibalik Keputusan MK: Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa di Mahkamah Konstitusi
Agustinus Rustanta;
Gabriella Chiquita;
Jessika Aprilia;
Zaneta Noel
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30653/002.202053.280
BEHIND THE CONSTITUTIONAL COURT DECISION: COMMUNITY SERVICE BY STUDENTS AT THE CONSTITUTIONAL COURT. One of the social services done by students of Tarakanita Higher School has just finished. It was at the Constitutional Court, Jakarta. It is also the rarest event since it does not even happen in five years. It gave students of secretarial training opportunity to take part in this honorable event where they are given chance to perform their capability in trancribing every conversation took place during the sessions of presidential election despute 2019. There are 32 students joining in this special event. They are grouped into two shifts i.e. morning and evening shift. Each student is responsible to transcribe the conversation happened in all sessions. Several days before the sessions, they were briefed and trained to work in accordance with the standard of work of Constitutional Court. The conclusion is that students are able to join in any social services and their involvement is highly appreciated.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA ECO-ENZYM DI BEKASI SELATAN
Agustinus Rustanta;
Amelia Surya Jaya;
Michelle Graciella
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9776
Abstrak: Sampah organik terus menjadi masalah di kota-kota besar. Disamping terbatasnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sistem pengolahan sampah juga masih belum maksimal. Akibatnya, kebersihan lingkungan kurang terjada dan polusi udara meningkat. Peran masyarakat dalam mengolah sampah harus digalakkan secara masif dan berkelanjutan. Salah satu bentuk pengolahan sampah skala rumah tangga adalah dengan mengolah sampah terutama sampah kulit buah dan sayuran yang dapat diolah menjadi cairan yang berdaya guna luar biasa. Eco-enzym adalah salah satu produk pengolahan sampah kulit buah dan sayuran yang tidak hanya memiliki ekonomis tinggi namun juga membantu merawat bumi dalam skala kecil. Tujuan tulisan ini adalah untuk memaparkan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pemberdayaan warga untuk mengolah sampah kulit buah dan sayur menjadi cairan eco-enzym yang kaya akan manfaat. Metode pelaksanaan adalah dengan penyuluhan dan percontohan kepada warga di Bekasi Selatan kegiatan ini dapat diambil hikmah bahwa merawat bu. Hasil penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan limbah dapur dapat memberikan manfaat bagi warga, selain mengurangi sampah rumah tangga yang harus dikirim ke tempat Pembuangan Akhir, juga bermanfaat secara ekonomi warga.Abstract: Organic waste is still a problem in big cities. In addition, it is limited Final Disposal Site (TPA) area. The waste management system is not optimal as well. As a result, environmental hygiene is lacking and air pollution is increasing. The role of the community in processing waste must be massively and sustainably promoted. One form of household-scale waste processing is to process waste, especially fruit and vegetable peel waste, which can be processed into liquids that are extraordinary useful. Eco-enzyme is one of the products for processing fruit and vegetable peel waste that not only has high economics but also helps to care for the earth on a small scale. The purpose of this paper is to describe a community service activity in the form of empowering residents to process fruit and vegetable peel waste into an eco-enzyme liquid that gives benefits to the society. The implementation method is through counseling and demonstration to residents in South Bekasi. The result is that this training and this activity can be beneficial for the people and it reduces the garbage in the final garbage pool.
Multimodality analysis of Jokowi's Social Exchange Theory and Political Marketing to Ma'ruf Amin's infidelity at the 2019 Presidential Election Contestation
Agustinus Rustanta;
Evvy Silalahi
JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Vol 8 No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (33.855 KB)
|
DOI: 10.21070/jkmp.v8i1.690
In the constellation of the 2019 presidential election, there is something very interesting. Prabowo's camp quickly announced his vice-presidential candidate but Jokowi did not immediately announce his chosen vice-presidential candidate. Even until the last moment, Jokowi let the issue of the vice-presidential candidate rolling in the community. Unexpectedly, Jokowi chose a man who was never included in consideration of public. Jokowi's choice also made several names with the initials M as stated himself that his chosen vice-presidential candidate was M. Surprisingly, he announced that his chosen vice-presidential candidate was Ma'ruf Amin, a senior cleric and Chairman of the MUI (Majelis Ulama Indonesia). The issue of Ma'ruf Amin's selection in this study focuses on social exchange theory from Richard Emerson and the concept of political marketing from Jennifer Lees, especially the MOP (Market Oriented Product) model with a qualitative multimodality approach. Data were analysed using a visual text analysis to dig deeper into Jokowi's non-verbal meaning by deciding to choose Ma'ruf Amin as a vice-presidential candidate. The data were photos of the nomination of the presidential and vice-presidential. The findings of this study are that the election of Ma'ruf Amin is the most appropriate and accurate choice to defeat Prabowo. By choosing Ma'ruf Amin, Jokowi won before competing against Prabowo. Ma'ruf is a symbol, means, and source of Jokowi's victory
Ketahanan Pangan melalui Gerakan Cinta Tanaman
Kurni Setyawati Rosalia;
Agustinus Rustanta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/jkum.v2i2.620
Setiap orang butuh pangan untuk bertahan hidup. Untuk kehidupan yang berkelanjutan, maka siapa saja dapat terlibat dalam menjaga ketahanan pangan walaupun dalam skala mikro atau rumah tangga baik yang memiliki lahan yang luas maupun yang memiliki lahan yang sangat sempit. Terlebih, saat ini masa pandemi terus berlangsung dimana hampir semua ornag berada di rumah dan bekerja dari rumah. Dengan demikian tingkat konsumsi makanan meningkat. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran masyarakat dalam menggalakkan ketahanan pangan melalui cinta tanaman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kemudian amati, tiru, dan modifikasi contoh kegiatan cinta tanaman di keluarga masing-masing. Dengan metode tersebut, masyarakat makin menyadari banyak peluang untuk ambil bagian dalam meningkatkan ketahanan pangan dari rumah mereka masing-masing melalui menanam tanaman produktif seperti bunga dan sayur-sayuran misalnya melalui system hidroponik maupun aquaponik. Masa pandemi menjadi momen bagi warga untuk mngisi waktu luang secara produktif. Hasil dari kegiatan ini, warga diuntungkan karena selain dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri juga lebih irit dalam pengeluaran karena sebagian pangan sudah dapat dipenuhi sendiri.
Berbagi dengan Sesama dalam Masa Pandemi Covid-19 di Bekasi Selatan
Rs. Kurni Setyawati;
Agustinus Rustanta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/jkum.v2i1.492
Membantu orang lain tidak harus menunggu kaya atau berkecukupan secara ekonomi. Membantu orang lain tidak harus nilainya besar. Sebagai manusia kita perlu saling membantu dalam bentuk apapun dan kapanpun karena kita pun juga suatu ketika akan membutuhkan uluran tangan orang lain. Kegiatan penggalangan dana ini merupakan inisiatif warga yang peduli pada saudara yang menderita yang terdampak oleh pembatasan sosial berskala besar yang mengakibatkan sebagian masyarakat tidak dapat bekerja atau bahkan tidak lagi memiliki pekerjaan karena terkena PHK. Inisiatif ini ternyata mendapat sambutan positif dari warga lain sehingga bantuan kepada yang membutuhkan benar-benar dapat dilakukan secara swadaya, dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk sembako namun juga diberikan dalam bentuk uang untuk mereka berobat. Metode yang dilakukan untuk menentukan apakah mereka berhak menerima atau tidak dengan melakukan survey atau bertanya langsung dengan cara mendatangi rumahnya. Dengan demikian, data yang terkumpul merupakan data yang akurat sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran. Kesimpulannya adalah bahwa setiap anggota masyarakat dapat secara swadaya dan sesuai kebutuhan berupaya untuk meringankan beban saudara kita dengan berbagai cara.