Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Tunjuk Silang Sebagai Media Komunikasi Pada Sistem Kearsipan Anastasia Nugroho Ratna Cahya Wening; Agustinus Rustanta
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 9 No 2: September 2024
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/yg7c3755

Abstract

Arsip sebagai sumber informasi penting dalam organisasi memainkan peran kunci dalam pengelolaan informasi dan komunikasi. Dalam pengelolaan arsip, organisasi seringkali mengalami keterlambatan dalam mengelompokkan dokumen yang terkait dengan masalah yang sama dan mengidentifikasi dokumen yang terkait dengan berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem pengelolaan arsip yang efektif dalam meningkatkan efisiensi komunikasi organisasi. Dengan menggunakan metode tunjuk silang, penelitian ini menemukan bahwa pengelolaan arsip yang efektif dapat meningkatkan efisiensi komunikasi organisasi dengan cara mengelompokkan dokumen yang terkait dengan masalah yang sama dan mengidentifikasi dokumen yang terkait dengan berbagai aspek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tunjuk silang dapat meningkatkan efisiensi komunikasi organisasi dengan cara menghemat waktu dan sumber daya. Implikasi penelitian ini adalah bahwa organisasi dapat meningkatkan kinerja dengan cara menggunakan sistem pengelolaan arsip yang efektif dan efisien.
Analisis Perilaku Profesional Mahasiswa Praktik Kerja Industri Berdasarkan Hasil Penilaian Pembimbing Lapangan Maria Estri Wahyuningsih; Agustinus Rustanta; Jessica Christiana; Louratte Monica Nehemia
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 10 No 1: Maret 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/0k7sgx87

Abstract

Penelitian ini belum pernah dilakukan. Sumber data yang terkumpul belum pernah diteliti. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program praktik kerja industri. Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan kurikulum. Selama ini asumsi bahwa semua mahasiswa yang praktik kerja industri sangat baik. Mahasiswa praktik kerja industri sangat memuaskan bahkan pujian-pujian dari pembimbing lapangan selalu sangat baik. Semua mahasiswa praktik kerja industri dinilai sangat baik oleh pembimbing lapangan perlu dibuktikan dengan penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan secara menyeluruh kondisi profesionalitas mahasiswa menurut penilaian pembimbing lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian tentang penilaian profesionalitas mahasiswa menunjukkan bahwa secara keseluruhan diperoleh informasi bahwa terdapat 0,12% berada pada rentang nilai 0-59. Terdapat 2,30% berada pada rentang nilai 60-69, dan 14,20% berada pada rentang nilai 70-79 serta 83,38% berada pada rentang nilai 80-100. Dengan data tersebut ditemukan 83,38% mahasiswa memiliki keterampilan kesekretarisan dan kemampuan profesional yang baik sekali.
Sekretaris Indonesia: sebuah potret sekretaris saat ini Agustinus Rustanta; Gabriel Chquita; Jessika Aprilia
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 4 No 2: September 2019
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/rks0eb67

Abstract

Penelitian ini tentang gambaran profil sekretaris saat ini. Objek penelitian ini adalah para sekretaris khususnya yang ada di Jakarta dan sebagian lagi tersebar di beberapa kota di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tugas sekretaris pada era industry 4.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode yang dipakai adalah metode survey dan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner melalui google form. Temuan penelitian ini diperoleh gambaran bahwa tugas sekretaris saat ini mengalami perubahan bukan perubahan pada bidang kerja namun pada cara mereka mengerjakan tugas-tugas rutin sekretaris. Pada umumnya sekretaris dipermudah dalam mengerjakan tugas oleh karena kehadiran teknologi informasi yang dapat membantu bahkan menggantikan tugas sekretaris.
Implementasi Teknologi Hidroponik dan Budidaya Lele Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Agustinus Rustanta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 6 No 1: JANUARI 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/7yd5ts25

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu penting di Indonesia, terutama di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan dan tingginya ketergantungan terhadap pasokan eksternal. Artikel ini membahas implementasi teknologi hidroponik, budidaya lele, dan pembuatan ecoenzym sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RW 07, Kelurahan Jakamulya, Kabupaten Bekasi, selama tiga tahun (2021-2023). Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan dan praktik langsung, sehingga mereka dapat memanfaatkan lahan sempit secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Metode yang digunakan meliputi tahapan pengembangan model, pelatihan, dan implementasi bersama mitra masyarakat. Proses diawali dengan studi literatur dan percobaan mandiri oleh peneliti untuk merancang instalasi hidroponik, kolam lele skala rumah tangga, dan fermentasi limbah organik menjadi ecoenzym. Setelah model berhasil, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan warga dalam membangun dan mengoperasikan sistem ini. Pendampingan dilakukan hingga masyarakat mampu mengelola instalasi secara mandiri. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui wawancara, survei, serta analisis hasil panen. Hasil program menunjukkan bahwa hidroponik dan budidaya lele efektif dalam meningkatkan kemandirian pangan. Tanaman hidroponik, seperti selada dan kangkung, serta ikan lele, berhasil dipanen dengan siklus waktu singkat. Ecoenzym yang dihasilkan dari limbah organik juga bermanfaat sebagai pupuk, pembersih alami, dan penghilang bau. Selain mengurangi biaya rumah tangga, kegiatan ini memperkuat solidaritas warga melalui kerja sama dan berbagi hasil panen. Kegiatan ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat menjadi solusi ketahanan pangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Model ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai upaya kolektif untuk membangun kemandirian pangan keluarga sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.    ABSTRACT Food security is an important issue in Indonesia, especially in urban areas with limited land and high dependence on external supplies. This article discusses the implementation of hydroponic technology, catfish farming, and ecoenzyme manufacturing as innovative solutions to improve food security in the household environment. This community service activity was carried out in RW 07, Jakamulya Village, Bekasi Regency, for three years (2021-2023). This program aims to empower the community through training and hands-on practice, so that they can make optimal use of narrow land to meet their family's food needs. The methods used include the stages of model development, training, and implementation with community partners. The process began with a literature study and independent experiments by researchers to design hydroponic installations, household-scale catfish ponds, and fermentation of organic waste into ecoenzymes. After the model was successful, the activity continued with training for residents in building and operating this system. Assistance is carried out until the community is able to manage the installation independently. Success evaluation is carried out through interviews, surveys, and crop analysis. The results of the program show that hydroponics and catfish cultivation are effective in increasing food independence. Hydroponic crops, such as lettuce and kale, as well as catfish, are successfully harvested with a short time cycle. Ecoenzymes produced from organic waste are also useful as fertilizers, natural cleaners, and deodorizers. In addition to reducing household costs, this activity strengthens the solidarity of residents through cooperation and sharing of crops. This activity shows that simple technology can be a sustainable and environmentally friendly food security solution. This model can be replicated in other regions as a collective effort to build family food independence while supporting environmental sustainability. 
Hidroponik Sebagai Alternatif Ketahanan Pangan di Era Digital Agustinus Rustanta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 6 No 2: JULI 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/gs8hx264

Abstract

Isu ketahanan pangan di wilayah perkotaan menuntut solusi inovatif yang mampu menjawab tantangan keterbatasan lahan dan keterbatasan akses masyarakat terhadap pertanian konvensional. Hidroponik sebagai metode budidaya tanaman tanpa tanah menjadi salah satu alternatif strategis yang dapat diterapkan oleh masyarakat urban, khususnya generasi muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan melatih keterampilan dasar hidroponik kepada siswa-siswi SMK Negeri 70 Pondok Kelapa, Jakarta Timur, agar mereka memiliki pengetahuan serta keterampilan praktis yang dapat mendukung ketahanan pangan dalam skala rumah tangga maupun komunitas. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam satu hari melalui dua tahapan, yakni seminar edukatif selama dua jam dan praktik langsung selama dua jam berikutnya. Seminar tersebut mengangkat tema “Greenpreneur Muda: Alternatif Ketahanan Pangan di Era Digital” yang memuat materi seputar sistem hidroponik, jenis tanaman, peluang usaha, dan strategi pemasaran digital. Praktik dilakukan secara kelompok berdasarkan tahapan hidroponik, mulai dari persiapan media tanam hingga panen dan pascapanen. Metode pembelajaran yang digunakan adalah experiential learning dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan mampu mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan baik. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan minat berwirausaha di bidang pertanian urban berbasis teknologi. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam membentuk karakter pelajar yang adaptif, produktif, dan peduli terhadap isu ketahanan pangan melalui pendekatan yang relevan dengan konteks era digital.
Keterampilan Bertelepon dalam Bahasa Inggris Sebagai Sarana Membangun Citra Perusahaan Agustinus Rustanta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1 No 1: JANUARI 2020
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/5jdtsr30

Abstract

Keterampilan bertelepon dapat dikembangkan atau ditingkatkan dengan cara berlatih atau melakukan simulasi. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu para sekretaris di sebuah perusahaan di Medan khususnya pelatihan bertelepon dalam Bahasa Inggris. Metode yang digunakan untuk menyampaikan materi ini adalah pelatihan atau praktik langsung di bawah binaan narasumber dari Sekolah Tinggi Tarakanita. Pelatihan ini dilakukan untuk menjawab permintaan bahwa percakapan telepon dirasa sangat dibutuhkan untuk menunjang tugas para sekretaris. Kenyataan bahwa sebagai sekretaris perusahaan raksasa, bahwa rekan kerja atau konsumen atau business partners tidak hanya berbicara dalam Bahasa Indonesia. Sangat dimungkinkan para peserta komunikasi berbahasa Inggris. Oleh karena itu, para sekretaris harus mampu menangani telepon menggunakan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
Ketahanan Pangan melalui Gerakan Cinta Tanaman Rosalia Kurni Setyawati; Agustinus Rustanta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 2: JULI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/pt513a37

Abstract

Setiap orang butuh pangan untuk bertahan hidup. Untuk kehidupan yang berkelanjutan, maka siapa saja dapat terlibat dalam menjaga ketahanan pangan walaupun dalam skala mikro atau rumah tangga baik yang memiliki lahan yang luas maupun yang memiliki lahan yang sangat sempit. Terlebih, saat ini masa pandemi terus berlangsung dimana hampir semua orang berada di rumah dan bekerja dari rumah. Dengan demikian tingkat konsumsi makanan meningkat. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran masyarakat dalam menggalakkan ketahanan pangan melalui cinta tanaman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan. Kemudian, para peserta penyuluhan melakukan penanaman secara mendiri dirumah masing-masing dengan cara mengamati, meniru dan memodifikasi sendiri-sendiri sesuai lahan dan sumber daya yang ada. Dengan metode tersebut, masyarakat makin menyadari banyak peluang untuk ambil bagian dalam meningkatkan ketahanan pangan dari rumah mereka masing-masing melalui menanam tanaman produktif seperti bunga dan sayur-sayuran melalui sistem hidroponik maupun aquaponik. Masa pandemi menjadi momen bagi warga untuk mengisi waktu luang secara produktif. Hasil dari kegiatan ini, warga diuntungkan karena selain dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri juga lebih irit dalam pengeluaran karena sebagian pangan sudah dapat dipenuhi sendiri.
Berbagi dengan Sesama dalam Masa Pandemi Covid-19 di Bekasi Selatan Rosalia Kurni Setyawati; Agustinus Rustanta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/v2xj5722

Abstract

Membantu orang lain tidak harus menunggu kaya atau berkecukupan secara ekonomi. Membantu orang lain tidak harus nilainya besar. Sebagai manusia kita perlu saling membantu dalam bentuk apapun dan kapanpun karena kita pun juga suatu ketika akan membutuhkan uluran tangan orang lain. Kegiatan penggalangan dana ini merupakan inisiatif warga yang peduli pada saudara yang menderita yang terdampak oleh pembatasan sosial berskala besar yang mengakibatkan sebagian masyarakat tidak dapat bekerja atau bahkan tidak lagi memiliki pekerjaan karena terkena PHK. Inisiatif ini ternyata mendapat sambutan positif dari warga lain sehingga bantuan kepada yang membutuhkan benar-benar dapat dilakukan secara swadaya, dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk sembako namun juga diberikan dalam bentuk uang untuk mereka berobat. Metode yang dilakukan untuk menentukan apakah mereka berhak menerima atau tidak dengan melakukan survey atau bertanya langsung dengan cara mendatangi rumahnya. Dengan demikian, data yang terkumpul merupakan data yang akurat sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran. Kesimpulannya adalah bahwa setiap anggota masyarakat dapat secara swadaya dan sesuai kebutuhan berupaya untuk meringankan beban saudara kita dengan berbagai cara.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Melalui Menulis Opini dan Berita bagi Staf dan Kontributor Majalah Rosalia Kurni Setyawati; Agustinus Rustanta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 3 No 1: JANUARI 2022
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/7byf3z12

Abstract

Pada umumnya kegiatan menulis baik itu karya ilmiah maupun bentuk lain merupakan kegiatan yang tidak semua orang mampu melakukannya. Diperlukan waktu dan usaha yang sungguh-sungguh untuk dapat menjadi seorang penulis terutama penulis profesional. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan salah satu kegiatan sosial dalam rangka menambah, memperkaya atau meningkatkan keterampilan menulis baik untuk terbitan majalah maupun terbitan lainnya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan. Dengan kedua metode tersebut peserta dihadapkan pada aktivitas teknis sehingga mereka mampu menuliskan gagasan dalam bentuk tulisan yang dapat dibaca oleh orang banyak. Dari pelatihan ini diperoleh informasi bahwa untuk mampu menulis yang jauh lebih penting untuk diasah adalah keterampilan membaca. Dengan banyak membaca maka referensi yang ada dalam pikiran dapat dituangkan dalam bentuk tulisan.