Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

DUKUNGAN KELUARGA DAN MEKANISME KOPING BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN LANSIA Putri, Ronasari Mahaji; Devi, Hilda Mazarina
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2022): EDITION JULY 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i2.2892

Abstract

Fenomena tingginya kejadian kecemasan pada lansia masih belum tertangani. Kondisi lansia seringkali dihubungkan dengan rendahnya mekanisme koping lansia dan rendahnya dukungan keluarga lansia. Masalah kompleks ini akan menyebabkan kualitas hidup lansia memburuk Penelitin bertujuan menghubungkan dukungan keluarga, mekanisme koping dengan kecemasan pada lansia. Tujuan penelitia mengetahui hubungan self efficacy dengan kejadian depresi lansia. Merupakan penelitian observasional, desain crossectional. Populasi yakni seluruh lansia di RT X dan RW Y Kelurahan Tlogomas berjumlah 30 orang, dengan sampel diambil dengan teknik total populasi. Kriteria inklusi adalah pasien lansia yang mengalami kecemasan. Dukungan keluarga dan mekanisme koping adalah variabel bebas, dan  tingkat kecemasan variable terikat. Instrumen dukungan keluarga berupa kuesioner yang diadopsi dari Liandi (2011),  mekanisme koping serta instrument kecemasan menggunakan kuesioner HARS. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar  lansia mempunyai dukungan keluarga kurang (63,8%), mekanisme koping lansia kurang (70,0%), dan tingkat kecemasan berat (53,3%). Uji statistik menunjukkan kaitan dukungan keluarga dan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan lansia (p value = 0,000).
Usia, Riwayat Pendidikan, Activity Daily Living (ADL) Berhubungan Dengan Kejadian Demensia Pada Lansia Leton, Elisabet Masan; Putri, Ronasari Mahaji; Devi, Hilda Mazarina
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 3 (2022): EDITION NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i3.3923

Abstract

Fungsi kognitif menurun seiring dengan meningkatnya usia. Lansia dengan ADL dan pendidikan rendah juga beresiko terhadap terjadinya demensia. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi usia, riwayat pendidikan dan ADL terhadap kejadian demensia pada lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di Pondok Lansia Al-Ishlah Kecamatan Belimbing, Kota Malang sebanyak 35 orang. Jumlah sampel sebanyak 32 orang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen berupa kuesioner ADL menggunakan Indeks Barthel Collin dan kejadian demensia menggunakan MMSE. Data kemudian diuji menggunakan fisher’s exact. Hasil menunjukan bahwa 50% responden berusia 75-90 tahun, sebagian besar (75%) responden memiliki riwayat pendidikan dasar, hampir setengah responden (40,6%) memiliki ADL kategori ketergantungan berat, dan hampir setengah responden (37,5%) memiliki gangguan fungsi kognitif sedang. Hasil Analisa menunjukkan terdapat hubungan antara usia (0,004), riwayat pendidikan (p value 0,044) dan ADL (p value 0,034) terhadap kejadian demensia. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih lanjut faktor lain seperti asupan zat gizi yang berkaitan dengan kejadian demensia pada lansia.
Perceived Barriers as Primary Determinant Factor in Uncleanliness and Unhealthy Behavior among Adolescents Putri, Ronasari Mahaji; Devi, Hilda Mazarina; Parnawati, Tantry Ajeng
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 2 (2024): EDITION JULY 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i2.4709

Abstract

An increasing number of teenagers are engaging in uncleanliness and unhealthy behavior which is a significant cause for concern. These behaviors range from mild to severe. Clean and healthy living practice are far from the habits of teenagers. The aim of this study was to analyze the Health Belief Model in addressing the unhealthy behavior of adolescents in the Malang Region. The cross-sectional design used with a sample size of 148 individuals, selected through accidental sampling. Instruments included open and closed questionnaires as well as observational sheets, with data collection techniques comprising interviews and observations. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate tests. The results indicated that three variables had a significant relationship with clean and healthy living behaviors: perceived barriers (p=0.000), perceived susceptibility (p=0.000) and perceived self-efficacy (p=0.009). The majority of respondents (63.5%) exhibited good clean and healthy living behaviors. The most dominant variable influencing a clean and healthy living was perceived barriers with OR=17.15. It is recommended that future researchers investigate the effectiveness of clean and healthy living behaviors education, also the dangers of smoking and sexual behavior in adolescents.
Pengaruh Terapi Rekreasi terhadap Fungsi Kognitif Kelompok Lansia di Masyarakat Devi, Hilda Mazarina; Putri, Ronasari Mahaji
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v13i1.766

Abstract

The decline in cognitive abilities is often viewed as a normal issue and is considered a natural occurrence in old age. This decline is characterized by frequent forgetfulness, which is one of the early symptoms of senility among the elderly. To date, no research has been conducted on the effectiveness of recreational therapy, specifically brain gym exercises and memory games made from recycled materials, on the cognitive functions of the elderly residing in RT 06 RW 01 Tanjungrejo, Sukun, Malang City. This study aims to examine the relationship and impact of recreational therapy on the cognitive function of the elderly. It employs a pre-experimental research design with pretest and post-test assessments. The research population consists of 26 elderly individuals, and total sampling was used to select the samples. Brain gym sessions were conducted 12 times between June and July 2023. The instruments utilized include Mini Mental State Examination questions (11) and an observation sheet to document the implementation of recreational therapy. Data analysis was performed using the marginal homogeneity test. The results indicate a significant relationship between recreational therapy, involving brain gym exercises and memory games made from recycled materials, and the cognitive function of the elderly (p-value = .025 < .050). Based on these findings, it is recommended to motivate the elderly to continue participating in recreational therapy to prevent further decline in cognitive function. Moreover, recreational therapy can be promoted as a beneficial activity for the elderly, enhancing social interaction with their families
Asuhan Keperawatan Defisit Pengetahuan Pada Lansia Diabetes Melitus Tipe II Bille, Silvirinus; Devi, Hilda Mazarina
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v7i3.2629

Abstract

 ABSTRACTIn general, many elderly people with Diabetes Mellitus (DM) do not know the signs and symptoms of the disease because of the lack of information received. The nursing problem of knowledge deficіt is the abѕence or lack of cognitive infοrmation related tο a particular tοpic. The aim of this study was to find out how nursinġ cаre is implemented for knowledge deficits in elderly patients with diabeteѕ mellitus type II (DMTII) at the Bаntur Health Centeг. The гesearch design used is a case study. The number of clients used is as much as 3 people with inclusion criterias they had never received health education and did not really understand the disease they were suffering from. The nursing problem raised is a knowledge deficit. The action given was an educational action on the correct 3J гules (amount, type and schedule) which was given in stages over 3 days using leaflets as media. After being given educаtion, there is an increase in the ability to explain topics regarding 3J, there is an improvement in behavior in implementing the 3J rules and the three patients can repeat some of the information that has been conveyed by the гesearcheг. Thuѕ it can be cοncluded that gradual health education affect knowledge level. It is recommended for family and nurses to support the patient in medication, diabeteѕ management education, and observation.
Kondisi Lingkungan Sosial Dan Tingkat Kesepian Lansia Terlantar Di Griya Lansia Ina, Matilda Maria; Cita, Errick Endra; Devi, Hilda Mazarina
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i1.2946

Abstract

Penuaan merupakan penyebab kemunduran fisik, psikologis, dan sosial yang berdampak pada kondisi lingkungan sosial lansia. Salah satu masalah kesehatan yang lebih sering dialami oleh lansia adalah kesepian. Kesepian bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk perasaan hampa dan sendirian di tengah keramaian atau karena kehilangan identitas dan tidak mampu menyesuaikan diri dengan orang lain. Tujuan penelitian mengetahui korelasi kondisi lingkungan sosial dan tingkat kesepian pada lansia terlantar. Desain penilitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Berjumlah 65 digunakan sebagai sampel sebanyak 56 lansia diambil dengan teknik random sampling. Kuesioner lingkungan sosial dan kuesioner UCLA Loneliness Scale versi 3 digunakan sebagai instrumen penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji rho Spearman.Hasil penelitian didapatkan lansia dengan kondisi lingkungan yang cukup baik 31% dan mayoritas lansia mengalami tingkat kesepian kategori sedang 37%. Data penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 dan nilai r sebesar -0,585. Kesimpulan studi ini menjunjukkan terdapat korelasi kondisi lingkungan sosial dengan tingkat kesepian pada lansia terlantar.
Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga (IRT) Berhubungan Upaya Preventif Nyamuk Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) Kandi, Mariana Rambu Edelvis; Masluhiya AF, Swaidatul; Devi, Hilda Mazarina
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i1.2805

Abstract

Kasus Demam Berdarah (DBD) semakin meningkat di Indonesia, dibutuhkan upaya pencegahan yang serius dari berbagai pihak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu rumah tangga dengan tindakan pencegahan yang dilakukan untuk mencegah nyamuk pembawa penyakit DBD) di Desa Pakisaji Kabupaten Malang. Desa Pakisaji Kabupaten Malang menjadi lokasi penelitian desain cross-sectional ini. Pendekatan accidental Sampling digunakan untuk memilih secara acak 85 dari 108 ibu rumah tangga dalam populasi. Pengetahuan masyarakat mengenai penyakit DBD dan upaya pencegahannya diukur melalui survei umum. Hubungan antara tindakan pencegahan dengan tingkat pengetahuan diketahui melalui analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Mayoritas perempuan (52,9%) melakukan upaya pencegahan yang kuat tentang DBD, dan sejumlah 54,1 % mempunyai pengetahuan yang kuat tentang DBD. Tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan terbukti berkorelasi signifikan dengan analisis statistik (r=0,595, p=0,000). Hasil ini menyoroti pentingnya pendidikan dalam meningkatkan ketahanan ibu rumah tangga terhadap infeksi demam berdarah. Untuk mengubah praktik pencegahan demam berdarah di tingkat rumah, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai intervensi perilaku dan inisiatif pendidikan.
Tingkat Pengetahuan Berhubungan Dengan Praktik Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Dewasa Awal Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakisaji Padilero, Fertiyana Fin; Masluhiya, Swaidatul; Devi, Hilda Mazarina
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i3.3113

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang berbahaya, maka penting untuk memahami cara menghindarinya. Pemahaman akan berdampak pada perilaku masyarakat, dan teknik pencegahan DBD akan dikaitkan dengan perilaku yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku pencegahan DBD pada orang dewasa awal dengan pengetahuan di Wilayah Kerja Puskesmas Pakisaji. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sebanyak 98 dari 130 orang dewasa awal menjadi sampel penelitian. Partisipan dalam penelitian ini harus berusia dewasa awal (26–35 tahun), melek huruf, dan bersemangat untuk berpartisipasi. Sampel dipilih secara simple random sampling. Kesadaran terhadap DBD merupakan variabel bebas, sedangkan teknik pencegahan DBD merupakan variabel terikat. Alat untuk pencegahan DBD adalah lembar kuesioner pengetahuan dan perilaku. Peneliti menggunakan uji exact fisher untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37,8% dewasa awal memiliki pemahaman yang sangat baik tentang DBD; lebih dari separuh (38,8%) remaja menggunakan strategi pencegahan DBD yang berhasil; ada korelasi antara tingkat pengetahuan dengan teknik pencegahan DBD (p = 0,000, OR = 28,6). Direkomendasikan lebih banyak peneliti menggunakan 5 M plus untuk menguji strategi pencegahan DBD dalam keluarga, terutama di kalangan remaja.
Peningkatan Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi Santri melalui Yogurt Sedot Sehat Devi, Hilda Mazarina; Rosdiana, Yanti; Widyastuti, Fikka Kartika; Sujana, Indra Ahmad; Kitu, Graccelya Angel
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i3.946

Abstract

A social welfare institution functions as a substitute for parents or guardians by fulfilling the physical, mental, and social needs of the children under its care, while also promoting activities that foster economic independence. A community service initiative, implemented through a series of workshops on the production of Healthy Squeezable Yogurt, was designed to strengthen partnerships that support both the health and economic sustainability of the institution. The program was conducted over a one-year period, with intensive mentoring provided for three months from July to September 2024 targeting caregivers and 55 residents of the Sunan Ampel Orphanage in Malang City. The mentoring sessions covered several key areas, including production, consumption, packaging, and marketing. After three months of implementation, 80% of the students were reported to consume yogurt regularly, while 91% experienced no health-related problems. Furthermore, the students demonstrated the ability to produce yogurt independently and accurately. It is recommended that the product packaging be further enhanced to increase its visual appeal, that marketing efforts be expanded through social media platforms, and that regular cooking shifts be established to promote the long-term business sustainability.
The Effect of G1R1J PSN Education on Improving Knowledge and Preventive Actions Against Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Among Housewives in the Working Area of Wagir Public Health Center Kitu, Graccelya Angel; AF, Swaidatul Masluhiya; Devi, Hilda Mazarina
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 10 No 2 (2025): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v10i2.4623

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a major public health problem in tropical countries, including Indonesia. In early 2024, 60,296 DHF cases and 455 deaths were reported nationwide. The high prevalence of DHF is linked to limited knowledge and prevention practices, especially among housewives. This study aimed to examine the effect of Mosquito Nest Eradication (PSN) education using the One House One Mosquito Larvae Monitor (G1R1J) approach in improving knowledge and preventive actions related to DHF. A pre-experimental one-group pre-test and post-test design was used with 79 housewives selected through consecutive sampling. The intervention involved educational materials (leaflets and videos) accessed four times over four weeks. Data were collected using questionnaires and observation sheets and analyzed using the Wilcoxon test. Results showed significant improvements in knowledge (from 55.7% to 97.5%) and preventive actions (from 54.4% to 67.1%) inthe “good” category. The Wilcoxon test indicated a significant effect of PSN G1R1J education on both knowledge (p-value = 0.000 < 0,05) and preventive actions (p-value= 0.001 < 0,05). It is recommended that housewives continue to apply 5M-Plus practices independently. Further studies are suggested to explore other influencing factors such as attitudes, media exposure, and health worker support in DHFprevention.