Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kinerja Persimpangan Tanpa Rambu Lalu Lintas: Dampak terhadap Keamanan dan Potensi Kecelakaan di Persimpangan Sungai Pauh Jl. Prof. A. Madjid Ibrahim Basrin, Defry; Mutia, Eka; Pramudia, Orys
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2025): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i1.7319

Abstract

Abstract — Traffic signs play an important role in regulating smoothness, orderliness and safety on the road. The absence of traffic signs will have an impact on increasing the risk of accidents. This is because drivers do not have a clear indication of safe speed, road priority, or potential dangers ahead. Pauh River Junction Jl. Prof. A Majid Ibrahim is an intersection that is categorized as busy with activity. However, this intersection does not have traffic signs, which are visual communications that function to provide important information to drivers regarding road conditions, speed limits, directions to take, and potential dangers. The research was conducted to analyze intersection performance using the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI) method and the Traffic Conflict Technique (TCT) method used to predict the level of accident ratios, as well as extracting further information regarding driver behavior in dealing with conflicts. Based on the research carried out, a DS of 0.5 was obtained, which indicates that the intersection performance has medium service status. Meanwhile, the potential for accidents shows a figure of 5.5% with an average speed of serious conflict between 18-25 km/hour. The distance that has the potential to cause accidents tends to be around 2.6 m - 3.0 m. Obtained 48% for the category of drivers who were involved in conflicts due to accelerating the vehicle's speed.
TINJAUAN PENILAIAN KINERJA BANGUNAN GEDUNG HIJAU (BGH) PADA GEDUNG LABORATORIUM PGSD UNIVERSITAS SAMUDRA Zulistian, Fitri; Purwandito, Meilandy; Mutia, Eka
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31135

Abstract

Abstrak: Pembangunan Infrastruktur dapat menimbulkan dampak buruk diantaranya meningkatkan limbah pencemaran, polusi udara, berkurangnya daerah resapan dan lahan terbuka hijau. Upaya untuk mengurangi dampak buruk yang akan ditimbulkan, dengan menerapkan konsep Green Building atau Bangunan Gedung Hijau. Bangunan Gedung Hijau merupakan bangunan yang menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam beberapa kriteria kinerja penilaian sesuai fungsi dan klasifikasi setiap variabel bangunan gedung hijau tersebut. Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra merupakan salah satu bangunan Gedung perkuliahan yang berada dibawah lingkup pengelolaan FKIP. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui presentase dan rekomendasi teknis penilaian Bangunan Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.01/SE/M/2022 Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Metode penelitian yang digunakan berupa survey langsung di lapangan dan wawancara menggunakan form survey. Pada hasil penelitian ini Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra memperoleh total poin penilaian sebesar 74 dengan presentase 44,85%. Nilai tersebut belum termasuk kedalam katagori Bangunan Gedung Hijau. Rekomendasi teknis yang diberikan pada 5 kriteria yaitu Pengelolaan tapak, efisiensi penggunaan energi, kualitas udara, pengelolaan sampah, dan pengelolaan air limbah sebagai upaya peningkatan penilaian bangunan Gedung dengan total poin 94 sebesar 58,18% sehingga Gedung tersebut masuk kedalam katagori bangunan Gedung hijau golongan PRATAMA.Kata Kunci : Bangunan Gedung Hijau, Gedung Baru, Penilaian Bangunan, Analisa Kinerja BGH
Rancang Bangun Prototipe Desalinator Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Pada Desa Meurandeh Kecamatan Manyak Payed Prastika, Juni; Mutia, Eka; Lydia, Ellida Novita
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.734

Abstract

Abstrak Desa Meurandeh, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang yang berada didaerah pesisir mengakibatkan sulitnya mendapatkan air bersih. Air yang digunakan oleh masyarakat adalah air payau yang tidak layak dikonsumsi. Tujuan penelitian yaitu membuat model desalinator dengan tenaga surya dan mengetahui tingkat kualitas air. Maka diperlukan sistem pengolahan air payau menjadi air bersih dengan membuat model prototipe desalinator tenaga surya berukuran 100x100 cm, dengan skala 1:100 menggunakan metode desalinasi evaporasi. Dari pengujian destilasi diperoleh volume air yang kemudian dilakukan analisa debit aliran melalui lubang kecil yang menghasilkan debit nyata Q = 7,838 x 10-8 m3/dtk pada hari ke-1 lebih kecil dari debit teoritis Qt = 7,4 x 10-4 m3/dtk yang disebabkan adanya pelepasan uap panas. Kualitas air hasil destilasi diperoleh warnanya jernih, tidak berasa, tidak berbau, dengan hasil pengujian alat TDS diperoleh nilai 21 Mg/l dan pH meternya 7,3 Mg/l, hasil tersebut sudah sesuai standar baku mutu sehingga airnya layak dikonsumsi. Kata kunci: Desalinasi, evaporasi, kualitas air, debit aliran lubang kecil  Abstract Meurandeh Village, Manyak Payed District, Aceh Tamiang Regency, which is located in a coastal area, makes it difficult to get clean water. The water used by the community is brackish water which is not suitable for consumption. The purpose of the research is to make a desalinator model with solar power and to determine the level of water quality. So we need a brackish water treatment system into clean water by making a prototype model of a solar desalinator measuring 100x100 cm, with a scale of 1:100 using the evaporation desalination method. From the distillation test, the volume of water was obtained which was then analyzed for flow through a small hole which resulted in a real discharge Q = 7,838 x 10-8 m3/s on day 1 which was smaller than the theoretical discharge Qt = 7,4 x 10-4 m3/ s due to the release of hot steam. The quality of the distilled water obtained is clear, tasteless, odorless, with the results of the TDS tool testing the value is 21 Mg/l and the pH meter is 7.3 Mg/l, these results are in accordance with quality standards so that the water is fit for consumption.   Keywords: Desalination, evaporation, water quality, borehole flow rate
Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Bahan Tambah Serbuk Gypsum dan Abu Sekam Padi Arismawati, Resti; Lydia, Ellida Novita; Ardhyan, Muhammad Zacky; Mutia, Eka
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.5031

Abstract

Tanah lempung ekspansif ditandai oleh kemampuan untuk mengalami perubahan volume yang signifikan, dengan daya ekspansi dan kontraksi yang tinggi. Ketika tingkat kelembaban tanah meningkat, tanah akan mengembang, namun saat mengering, tanah ini akan menyusut. Dibutuhkan stabilisasi untuk memperbaiki sifat tanah. Stabilisasi yang digunakan merupakan bahan tambah berupa serbuk gypsum yang dapat menyerap rembesan air pada tanah dan abu sekam padi dapat mengisi rongga-rongga dari tanah. Tujuan pengujian ini untuk mengetahui karakterisitik sifat fisik tanah lempung ekspansif asli maupun yang distabilisasi, dan untuk menentukan nilai kohesi (c) dan sudut geser. Hasil pengujian memperoleh karakteristik sifat fisik dari tanah lempung ekspansif asli dengan nilai kadar air lapangan sebesar 35,71%, Gs sebesar 2,28, LL sebesar 47,19%, PL sebesar 13,71% dan PI sebesar 33,38%, dan tanah dengan lolos nomor saringan 200 sebesar 52,09%. Pada tanah. Presentase terbaik terdapat pada variasi LE 4 dimana batas atterberg mengalami penurunan, memiliki nilai w optimum terbaik dan memiliki nilai kohesi (c) sebesar 33,40 kpa juga sudut geser sebesar 72,03° yang merupakan nilai tertinggi, maka dari itu dapat disimpulkan bahwasanya penambahan serbuk gypsum dan abu sekam padi berpengaruh baik pada sifat tanah lempung ekspansif.