Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indikator makroekonomi yang terdiri dari inflasi, kurs, dan Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap indeks saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada periode Juli 2021–Desember 2024. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Sumber data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, serta Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap indeks saham BSI, yang berarti kenaikan inflasi cenderung menurunkan harga saham. Kurs juga berpengaruh negatif signifikan, sehingga pelemahan nilai tukar rupiah berdampak pada penurunan indeks saham BSI. Sementara itu, PDB berpengaruh positif signifikan, menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional mendorong peningkatan kinerja saham BSI. Hasil uji simultan (F-test) memperlihatkan bahwa ketiga variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap indeks saham BSI dengan nilai F-hitung 23,954 lebih besar dari F-tabel 2,76 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai Adjusted R² sebesar 0,671 menunjukkan bahwa 67,1% variasi pergerakan saham BSI dapat dijelaskan oleh variabel inflasi, kurs, dan PDB, sementara 32,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.