Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Produksi Pengupasan Overburden di Tambang Batubara Pit KAI 1 PT Kurnia Alam Investama Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi Muhammad Rizky Amendra; Iswandaru; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6040

Abstract

Abstract. PT Karunia Alam Investama is a coal mining company located in Hajran Village, Batin xxiv District, Batanghari Regency, Jambi Province. The applied mining system is an open pit mining system with top loading and its loading pattern. The loading process is carried out using the Hitachi zaxis excavator and the transport people using the Scania P360 Dump Truck. The hauling distance from the mining front to the dumping area is 150 ±. The problem that occurs is that the production target of 88385.9 BCM/month has not been achieved from the actual calculation of overburden production, based on the calculation results it can be seen that the production is 76038.77 BCM/month. The data collected is in the form of conveyor load time, conveyance cycle time, swelling factor, bowl filling factor, roads, work resistance, mechanical device specifications. Efforts were made to achieve the production target, namely by increasing the effective working time from the time constraint so that the work efficiency of the conveyance increased from 60.39% to 64.59% and the addition of 1 unit of Dump Truck Scania P360 conveyance. so that production increased from 76038.77 BCM/month to 92957.24 BCM/month. Abstrak. PT Karunia Alam Investama merupakan sebuah perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi Desa Hajran Kecamatan Batin xxiv, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Sistem penambangan yang diterapkan adalah sistem tambang terbuka dengan dan pola pemuatannya yaitu top loading. Proses pemuatan dilakukan dengan menggunakan Excavator hitachi zaxis dan peroses pengangkutan menggunakan Dump Truck Scania P360 . Jarak angkut dari front penambangan menuju dumping area 150 ±. Permasalahan yang terjadi adalah belum tercapainya target produksi sebesar 88385,9 BCM/Bulan dari perhitungan produksi overburden dilakukan secara aktual, berdasarkan hasil perhitungan dapat bahwa produksi sebesar 76038,77 BCM/Bulan. Data yang dikumpulkan berupa waktu edar alat muat, waktu edar alat angkut, faktor pengembangan, faktor pengisian mangkuk, jalan, hambatan kerja, spesifikasi alat mekanis. Upaya yang dilakukan agar target produksi tercapai yaitu dengan meningkatkan waktu kerja efektif dari waktu hambatan sehingga efisiensi kerja alat angkut meningkat dari 60,39% menjadi 64,59% dan penambahan 1 unit alat angkut Dump Truck Scania P360. sehingga produksinya meningkat dari 76038,77 BCM/Bulan menjadi 92957,24 BCM/Bulan.
Percobaan Pendahuluan Pengaruh Variasi Temperatur pada Proses Ekstraksi Lithium dengan Metode Adsorpsi dari Geothermal Brine PT Geo Dipa Energi Unit Dieng Menggunakan LiMn2O4 Muhammad Ikmal Hikmatullah; Linda Pulungan; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6049

Abstract

Abstract. The use of lithium for batteries in the world has increased recently, especially with the emergence of substitutes for fossil fuel based vehicles. The main source of lithium currently comes from brine salar mining which is mostly produced from Chile, Argentina to Australia. However, lithium production from mining is considered ineffective and has a negative impact on the environment. The discovered of other potential sources of lithium from brine geothermal, there are many studies on direct lithium extraction in order to shorten the production time. One method of direct lithium extraction is the adsorption method. Geothermal sources in Dieng area, Karang Tengah, Banjarnegara Regency, Central Java Province have lithium content in the range of 17-99 ppm (Suprapto, 2020). Therefore, a study was conducted on the direct extraction of lithium from brine taken from the Wellpad 30 of Geodipa Geothermal Plant Dieng unit with a concentration of 77.31 ppm. The study was carried out with variations in room temperature, 70°C and 95°C on brine using LiMn2O4 adsorbent, which aims to determine the optimal temperature for extraction and the location of brine taking when production is going to be seen from the temperature. From the results, it was found that the optimal temperature for extraction using the Adsorption method occurred in samples treated at room temperature (26°C). These results indicate an adsorption efficiency of 43.32% with a lithium uptake of 8.37 mg/g adsorbent. Abstrak. Penggunaan lithium untuk baterai di Dunia meningkat belakangan ini, terlebih dengan mulai bermunculannya pengganti kendaraan berbahan bakar fossil. Sumber utama lithium saat ini berasal dari pertambangan brine salar yang banyak dihasilkan dari negara Chile, Argentina hingga Australia. Namun produksi lithium dari penambangan tersebut dirasa kurang efektif dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Dengan diketahuinya sumber potensial lithium lainnya yang berasal dari brine geothermal, banyak penelitian mengenai ekstraksi lithium secara langsung agar dapat mempersingkat waktu produksi. Salah satu metode ekstraksi lithium secara langsung adalah dengan metode adsorpsi. Sumber geothermal di daerah Dieng, Desa Karang Tengah, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah memiliki kandungan lithium direntang 17-99 ppm (Suprapto, 2020). Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai ekstraksi lithium secara langsung dari brine yang diambil pada Wellpad 30 PLTP Geodipa unit Dieng dengan kadar sebesar 77,31 ppm. Penelitian dilakukan dengan variasi suhu ruang, 70°C dan 95°C pada brine menggunakan adsorben LiMn2O4 yang bertujuan mengetahui suhu optimal untuk dilakukan ekstraksi dan lokasi pengambilan brine apabila akan dilakukan produksi dilihat dari suhunya. Dari hasil pengujian didapatkan suhu optimal untuk melakukan ekstraksi menggunakan metode Adsorpsi terjadi pada sampel dengan perlakuan suhu ruang (26°C). Hasil tersebut menunjukkan efisiensi adsorpsi sebesar 43,32% dengan lithium uptake sebanyak 8,37 mg/g adsorben.
Pengaruh Geometri Jalan Tambang Terhadap Produksi Alat Angkut Tambang Batubara PT Hillconjaya Sakti Jobsite Sebuku Tanjung Coal, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Heriansyah; Iswandaru; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6076

Abstract

Abstract. PT Hillconjaya Sakti is a mining contractor company whose job is to strip coal and overburden with an overburden production target of 291.937 BCM/month on one of the PC 2000 excavator loaders with actual production of 266.043 BCM/month. The problem in this study is the design of the overburden stripping haul road which is not ideal causing less than optimal productivity. So it is necessary to evaluate the geometry of the road which aims to determine the ideal haul road design, compare the target production of the conveyance with production after repair and find out the cycle time of the conveyance in overburden hauling activities .The research was conducted in the overburden area from front loading to disposal at South T3 Pit with HD Sanyi SRT 95C conveyor with a capacity of 42 m2. The data collected is crossslope, superelevation and maximum speed of the conveyance under certain road grade conditions and also the T-junctions formed on the haul road.. In the research results there are many road segments that have not reached the ideal criteria in road geometry, especially in the front loading area. The results of calculating the ideal geometry are 21,33 m for one lane, 25,55 m for bends, 1,02 m super elevation and 42,6 cm crossslope. The results of road repairs will cause a decrease in the circulation time or cycle time of the transportation equipment, there is a change in the cycle time of the transportation equipment, namely 13,97 minutes, 14,3 minutes, 14,02 minutes, 14,05, 14,2 minutes to 10,48 minutes so there was an increase in the production of transportation equipment to 336.982 BCM/month. Abstrak. PT Hillconjaya sakti merupakan perusahaan kontraktor penambangan yang bertugas dalam melakukan pengupasan batubara dan overburden dengan target produksi overburden sebesar 291.937 BCM/bulan pada salah satu alat muat excavator PC 2000 dengan produksi aktual 266.043 BCM/bulan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah perancangan pada jalan angkut pengupasan overburden yang tidak ideal menyebabkan produktivitas kurang optimal. Maka perlu dilakukan evaluasi geometri jalan yang bertujuan untuk melakukan penentuan rancangan jalan angkut ideal, melakukan perbandingan target produksi alat angkut dengan produksi setelah perbaikan dan Mengetahui cycle time dari alat angkut pada kegiatan pengangkutan overburden.. Penelitian dilakukan pada area overburden dari front loading ke disposal di Pit T3 Selatan dengan alat angkut HD Sanyi SRT 95C dengan kapasitas 42 m2. Data yang dikumpulkan adalah data crossslope, superelevasi serta kecepatan maksimal alat angkut dalam kondisi grade jalan tertentu dan juga pertigaan yang terbentuk pada jalan angkut.. Pada hasil penelitian terdapat banyak segmen jalan yang belum mencapai dari kriteria ideal pada geometri jalan khusus nya pada daerah front loading. Hasil dari perhitungan geometri ideal yaitu 21,33 m untuk satu jalur,jalur tikungan 25,55 m, superelevasi 1,02 m dan crossslope 42,6 cm. Hasil perbaikan jalan akan menyebabkan penurunan waktu edar atau cycle time alat angkut, terjadi perubahan cycle time alat angkut yaitu 13,97 menit, 14,3 menit, 14,02 menit, 14,05, 14,2 menit menjadi 10,48 menit sehingga terjadi peningkatan produksi alat angkut menjadi 336.982 BCM/Bulan.
Pemodelan Geologi Pasir Besi Menggunakan Metode Penampang Berdasarkan Data Seismik Refleksi di Daerah Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara Jivan Akbar; Noor Fauzi Isniarno; Dudi Nasrudin Usman
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6149

Abstract

Abstract. The geological conditions in the area of North Loloda District, North Halmahera Regency, North Maluku Province, one of which is composed of gravel, gravel, sand, and mud rock units which are placer deposits from the Alluvium Formation (Qa) which are indicated to contain iron sand deposits. These deposits are formed due to the weathering process of andesitic to basaltic igneous rocks which experience erosion and are transported to rivers and then continue to be carried to the sea. From this distribution, a geological model of the iron sand layer can be described by carrying out the exploration stage first. iron of which the amount and shape of the geological model are known. To identify iron sand deposits, 2 methods of exploration were carried out, namely direct exploration by drilling to describe the depth of the layer and indirect exploration using a geophysical method based on wave propagation, namely reflection seismic which gets output in the form of seismic wave cross-sections, from seismic cross-sectional data it is interpreted based on drilling data with changes from seismic propagation to the subsurface layers. Geological modeling is obtained from the interpretation of seismic data with correlations from drilling data, the number of interpretations obtained is 315 points from the results of crossings between 2 different seismic paths, the modeling is carried out using the cross-sectional method which obtains the amount of iron sand as much as 245.009.121 Bcm in the second layer. 3, sample testing was also carried out using the magnetic separator method and obtained the value of the magnetic content, namely point 1 93.3% and point 2 94.1%, if the whole iron sand was multiplied by the percentage of magnetism to get the amount of 229.573.546,3 Bcm. Abstrak. Kondisi geologi pada daerah Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara salah satunya tersusun dari satuan batuan Kerakal, kerikil, pasir, dan lumpur yang merupakan endapan placer dari Formasi Aluvium (Qa) yang di indikasi terdapat adanya endapan pasir besi. Endapan tersebut terbentuk karena proses pelapukan batuan beku andesitik hingga basaltik yang mengalami erosi dan tertransportasi ke sungai lalu terus terbawa ke laut, dari penyebaran tersebut dapat digambarkan model geologi dari lapisan pasir besi dengan melakukan tahap ekslorasi terlebih dahulu, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebaran material pasir besi yang diketahui jumlah dan bentuk model geologinya. Untuk mengindentifikasi endapan pasir besi dilakukan 2 metode eksplorasi yaitu ekplorasi langsung dengan melakukan pengeboran untuk menggambarkan kedalam lapisan dan ekplorasi tidak langsung menggunakan metode geofisika berdarsarkan rambatan gelombang yaitu seismik refleksi yang mendapatkan output berupa penampang gelombang seismik, dari data penampang seismik di interpretasi berdasarkan data pengeboran dengan perubahan dari rambatan seismik terhadap lapisan dibawah permukaan. Pemodelan geologi didapatkan dari hasil interpretasi data seismik dengan korelasi dari data pengeboran, didapatkan jumlah interpretasi sebanyak 315 titik dari hasil persilangan antara 2 arah jalur seismik yang berbeda, pemodelan dilakukan menggunakan metode penampang yang mendapatkan jumlah pasir besi sebanyak 245.009.121 Bcm pada lapisan yang ke 3, pengujian sampel juga dilakukan menggunakan metode magnetik separator dan mendapatkan nilai kadar kemagnetan yaitu titik 1 93,3% dan titik 2 94,1%, apabila kesuluruhan pasir besi dikalikan dengan persen kemagnetan mendapatkan jumlah 229.573.546,3 Bcm.
Kajian Rencana Teknis dan Anggaran Biaya Reklamasi Tambang pada Penambangan Nikel PT Manusela Prima Mining di Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku Muhammad Faiq Syahdan Banama; Zaenal; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6161

Abstract

Abstract. PT Manusela Prima Mining is a company engaged in nickel mining located in Piru Village, West Seram Regency, Maluku Province. Land that has been mined will be reclamated with the stages of land arrangement, revegetation, maintenance to plant maintenance and the total cost of reclamation. The purpose of this research is to find out the technical plans for land management, revegetation and care and maintenance in areas of former nickel mining activities. The data that will be needed is the productivity of mechanical equipment, reclamation area, compaction material (topsoil and overburden), land planning time, fuel data, revegetation costs, to be able to find out the total reclamation budget. The technical scheme plan for land use stewardship from 2023-2029 will be carried out in an area of ​​reclamation area and in accordance with a mining land area of ​​8.78 Ha. The stages of land use stewardship were carried out using Kobelco SK200 Excavator mechanical devices, Komatsu D85E-SS Bulldozers and Hino 500-FM260TI Dumptrucks with a requirement of 131,700 LCM topsoil compaction material and 439,000 LCM overburden. Then the revegetation stage uses staple crops in the form of acacia trees (Acacia mangium), insert plants in the form of cashew trees (Anacardium occidentale) and banana trees (Parkia speciose) and for cover crops in the form of nuts (mucuna bracteate). This plan will be carried out up to the maintenance and care stage to achieve 100% success for reclamation activities. Based on the research results, it can be concluded that PT Manusela Prima Mining with a mining business license (IUP) ends in 2029 and reclamation activities last until 2029 with a total reclamation budget of Rp 2,594,925,351. Abstrak. PT Manusela Prima Mining merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan nikel yang berlokasi di Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Lahan yang sudah ditambang akan dilakukan reklamasi dengan tahapan penataan lahan, revegetasi, perawatan hingga pemeliharaan tanaman dan total biaya reklamasi. Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui rencana teknis penataan lahan, revegetasi serta perawatan dan pemeliharaan pada area bekas kegiatan penambangan nikel. Data yang akan dibutuhkan yaitu produktivitas alat mekanis, luas lahan reklamasi, material pemadatan (topsoil dan overburden), waktu penataan lahan, data bahan bakar, biaya revegetasi, untuk dapat mengetahui anggaran biaya total reklamasi. Rencana skema teknis untuk penatagunaan lahan dari tahun 2023-2029 yang dilakukan pada luas area reklamasi dan sesuai dengan luas lahan penambangan sebesar 8,78 Ha. Tahapan penatagunaan lahan di lakukan dengan menggunakan alat mekanis Excavator Kobelco SK200, Bulldozer Komatsu D85E-SS dan Dumptruck Hino 500-FM260TI dengan kebutuhan material pemadatan topsoil 131.700 LCM dan overburden 439.000 LCM. Kemudian tahapan revegetasi menggunakan tanaman pokok berupa pohon akasia (acacia mangium), tanaman sisipan berupa pohon jambu mete (anacardium occidentale) dan pohon pete (parkia speciose) dan untuk tanaman penutup berupa kacang-kacangan (mucuna bracteate). Rencana ini akan dilakukan sampai dengan tahap pemeliharaan dan perawatan hingga mencapai keberhasilan 100% untuk kegiatan reklamasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pada PT Manusela Prima Mining dengan izin usaha pertambangan (IUP) berakhir pada 2029 dan kegiatan reklamasi berlangsung hingga tahun 2029 dengan total anggaran biaya reklamasi yaitu Rp 2.594.925.351,-.
Kajian Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Alat Angkut pada Jalan Tambang Quarry Batu Andesit di PT Silva Andia Utama Desa Giri Asih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat Taufiq Maulana Akbar; Iswandaru; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6231

Abstract

Abstract. PT Silva Andia Utama is a company engaged in the andesite mining industry, using the Quarry mining method. PT Silva Andia Utama has set a production target of 637.2 BCM/day or 95.18 BCM/hour. However, the production target was not achieved due to several factors, one of which is the road geometry factor in the field including road width, road slope, cross slope, superelevation, and bend radius. this also affects the use of fuel in dump truck engines so there may be a potential for swelling in operational costs, especially in terms of fuel costs. Therefore, it is necessary to study the geometry of the mining road so that production targets are achieved and maximize fuel use and minimize operational costs, especially fuel costs. This research was conducted by observing the hauling process from the loading point to the dumping point with a distance of 0.60 km and divided into 23 road segments. The actual data taken includes road width, road slope, cross slope, superelevation, corner radius, cycle time, productive time, fill factor, swell factor, and fuel consumption of mechanical devices. Then calculations for the production of loading and transportation equipment, fuel consumption, fuel ratio, and fuel costs are carried out so that the actual calculation results are compared with the calculations after repairs following Ministerial Decree 1827 K/30/Mem/2018 and the American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO). Based on the calculations, the average production of the means of transportation is 86.76 BCM/hour with fuel consumption of 5.62 liters/hour for the means of transportation. The actual average fuel ratio of the means of transportation of 0.26 liters/BCM and the actual fuel consumption per trip of the means of transportation is 1.06 liters/rite. The actual fuel cost of the conveyance is Rp. 16,113,000. After re-evaluating the road geometry following the Ministerial Decree 1827 K/30/MEM/2018 standard by changing the slope from 13.42% - 21.22% to a maximum of 12% so that the travel time for transportation equipment becomes faster. For the production of transportation equipment after the repair of 108.54 BCM/hour, there was an increase of 26.25%, the fuel consumption of the transportation equipment after the repair was 4.45 liters/hour there was a decrease of 20.82%, and the fuel consumption per iteration after the repair was 0. 66 liter/rite decreased 37.73%. The fuel ratio after repairs for transportation equipment is 0.16 liters/BCM and for transportation equipment fuel costs after repairs are Rp. 10,136,622 decreased by 37.09%. Abstrak. PT Silva Andia Utama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri pertambangan bahan galian batu andesit dengan menggunakan metode penambangan Quarry. PT Silva Andia Utama menetapkan target produksi sebesar 637,2 BCM/hari atau 95,18 BCM/jam. Akan tetapi, target produksi tersebut tidak tercapai dikarenakan beberapa faktor salah satunya yaitu faktor geometri jalan yang ada di lapangan meliputi lebar jalan, kemiringan jalan, cross slope, super elevasi dan jari-jari tikungan. hal ini juga mempengaruhi penggunaan bahan bakar pada mesin dumptruck sehingga sangat mungkin memiliki potensi terjadi pembengkakan pada biaya operasional khususnya bagian biaya bahan bakar. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai geometri jalan tambang agar target produksi tercapai dan memaksimalkan penggunaan bahan bakar serta dapat meminimalisir pengeluaran biaya oprasional khususnya pada biaya bahan bakar. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati proses hauling dari loading point menuju dumping point dengan jarak 0,60 km dan terbagi menjadi 23 segmen jalan. Data yang diambil secara aktual meliputi lebar jalan, kemiringan jalan, cross slope, superelevasi, jari-jari tikungan, cycle time, waktu produktif, fill factor, swell factor, dan konsumsi bahan bakar alat mekanis. Kemudian dilakukan perhitungan produksi alat muat dan alat angkut, konsumsi bahan bakar, fuel ratio dan fuel cost sehingga hasil perhitungan aktual dibandingkan dengan perhitungan setelah perbaikan sesuai dengan standar Kepmen 1827 K/30/Mem/2018 dan American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO). Berdasarkan perhitungan, diperoleh rata-rata produksi alat angkut sebesar 86,76 BCM/jam dengan konsumsi bahan bakar untuk alat angkut sebesar 5,62 liter/jam. Untuk rata-rata fuel ratio aktual alat angkut sebesar 0,26 liter/BCM dan konsumsi bahan bakar per ritase aktual alat angkut 1,06 liter/ritase. Fuel cost aktual alat angkut sebesar Rp. 16.113.000. Setelah dilakukan evaluasi kembali terkait dengan geometri jalan sesuai dengan standar Kepmen 1827 K/30/Mem/2018 dengan mengubah kemiringan dari 13,42% - 21,22% menjadi maksimal 12% sehingga waktu tempuh alat angkut menjadi lebih cepat. Untuk produksi alat angkut setelah perbaikan sebesar 108,54 BCM/jam terjadi kenaikan 26,25%, konsumsi bahan bakar alat angkut setelah perbaikan adalah 4,45 liter/jam terjadi penurunan 20,82% dan konsumsi bahan bakar per ritase setelah perbaikan 0,66 liter/ritase terjadi penurunan 37,73%. Fuel ratio setelah perbaikan untuk alat angkut sebesar 0,16 liter/BCM dan untuk fuel cost alat angkut setelah perbaikan sebesar Rp. 10.136.622 terjadi penurunan 37,09%.
Remaining Service Life Discharge Conveyor F pada Tambang Batubara PT XYZ di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi La Ode Arlin; Elfida Moralista; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6849

Abstract

Abstract. A conveyor is a type of conveyance used to transport mineral materials such as coal. The conveyor's structure is made of carbon steel. However, the conveyor's quality may suffer from corrosion caused by direct contact with coal impurities and their environment. The average air temperature was 27.830C, the average rainfall was 235.34 mm, and the relative humidity was 88.48%. The purpose of this study is to determine the type of corrosion, corrosion control conditions, specifically the coating used, corrosion rate, and the conveyor's remaining service life. Methodology in this research is measuring the thickness reduction of conveyor structure to determine corrosion rate and remaining service life. This research was conducted on a conveyor structure consisting of 4 segments with 32 test points along 142 meters. The actual thickness measurement of the conveyor structure is carried out using Ultrasonic Thickness Gauge TT 130. Type of corrosion that occurs in the conveyor structure is uniform corrosion. Corrosion control method applied to the conveyor structure is coating method. Coating used is a primer coating using Seaguard 5000, intermediate coating using Sherglass FF and top coating using Aliphatic Acrylic Modified Polyurethane. Corrosion rate on conveyor structure is 0.1857 – 0.3357 mm/year and is included in good category based on the relative corrosion resistance of steel. Remaining service life of conveyor structure is 6.580 – 9.138 years and based on the design life, which is 15 years, there are 12 test points or 37.5% test points which are predicted to not reach the design life of conveyor structure. Abstrak. Conveyor merupakan salah satu alat angkut yang digunakan untuk memindahkan material bahan galian seperti batubara. Struktur conveyor yang digunakan berbahan dasar baja karbon. Namun demikian struktur conveyor dapat mengalami penurunan kualitas yang diakibatkan oleh korosi yang terjadi karena kontak langsung dengan pengotor batubara dan lingkungannya. pengamatan kondisi lingkungan meliputi temperatur udara rata-rata 27,830C, curah hujan rata-rata 235,34 mm dan kelembapan relatif 88,48%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis korosi, kondisi pengendalian korosi yaitu coating yang diaplikasikan, laju korosi, dan sisa umur pakai struktur conveyor. Metodologi dalam penelitian ini adalah pengukuran pengurangan ketebalan struktur conveyor untuk mengetahui laju korosi dan sisa umur pakai. Penelitian ini dilakukan pada struktur conveyor yang terdiri dari 4 segmen dengan 32 test point sepanjang 142 meter. Pengukuran tebal aktual struktur conveyor dilakukan dengan menggunakan alat Ultrasonic Thickness Gauge TT 130. Jenis korosi yang terjadi pada struktur conveyor yaitu korosi merata. Metode pengendalian korosi yang diaplikasikan pada struktur conveyor yaitu metode coating three layer. Coating yang digunakan adalah primer coating menggunakan Seaguard 5000, intermediate coating menggunakan Sherglass FF dan top coating menggunakan Aliphatic Acrylic Modified Polyurethane. Laju korosi pada struktur conveyor yaitu 0,1857 – 0,3357 mm/tahun dan termasuk ke dalam kategori good berdasarkan ketahanan korosi relatif baja. Sisa umur pakai struktur conveyor yaitu 6,580 – 9,138 tahun dan berdasarkan umur desainnya yaitu 15 tahun maka terdapat 12 test point atau 37,5% test point yang diprediksi tidak dapat mencapai umur desain struktur conveyor.
Rencana Kegiatan Reklamasi Tambang Andesit PT Gunung Bumi Perkasa, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Ilham Adi Prassetia; Noor Fauzi Isniarno; Sriyanti
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6923

Abstract

Abstract. In mining industry reclamation activities are very important, because ex-mining land can change the landscape of an area and change land use. Reclamation is an activity that aims to repair or arrange land used for mining activities so that it can function and be useful according to its designation.The purpose of this study is to know the technical plan for land management that will be carried out from reclamation activities, to know the technical revegetation plans to be carried out by reclamation activities, to know the technical plans for care and maintenance to be carried out by reclamation activities and to know the total costsThe planned land reclamation technical scheme scheme will be carried out from 2025-2028 with the area of ​​reclamation in accordance with the area of ​​the mining area being cleared. The total area to be reclaimed is 8.4 Ha. Land structuring activities will begin in 2025 to 2028 including leveling the land surface and spreading topsoil. Meanwhile, the tools used were the Hitachi ZX 210 Excavator, the Hino Super Ranger FF Dump Truck, and the ZKJT 656G Bulldozer. The revegetation technical plan begins in 2025 with a total area of ​​2.62 Ha, in 2026 with a total area of ​​2.42 Ha, in 2027 with a total of 2.065 Ha and 2028 with an area of ​​1.245 The plants used in revegetation activities are the main plants in the form of Sea sengon trees, insert plants in the form of palawijaya plantsMaintenance and maintenance technical plans are carried out in 2025 to 2028 after revegetation activities are carried out. The maintenance and care technical plan includes the activities of fertilizing, replanting, watering and administering medicines for plants or commonly known as plant insecticides. The total cost of this reclamation plan is Rp. Rp. 1,570,236,570.- Abstrak. Dalam industri pertambangan kegiatan reklamasi adalah hal yang sangat penting, karena lahan bekas penambangan dapat mengubah bentang alam suatu wilayah dan merubah tataguna lahan. Reklamasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki atau menata lahan bekas kegiatan penambangan agar dapat berfungsi dan berguna sesuai peruntukannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui rencana teknis penataan lahan yang akan dilakukan dari kegiatan reklamasi, mengetahui rencana teknis revegetasi yang akan dilakukan kegiatan reklamasi, mengetahui rencana teknis perawatan dan pemeliharaan yang akan dilakukan kegiatan reklamasi serta mengetahui total biaya Rencana skema teknis penataan lahan yang akan direklamasi dilakukan dari tahun 2025-2028 dengan luas area reklamasi sesuai dengan luas area penambangan yang dibuka. Luas total yang akan direklamasi 8,4 Ha. Kegiatan penataan lahan dimulai pada tahun 2025 hingga tahun 2028 meliputi kegiatan perataan permukaan lahan dan penebaran tanah pucuk. Sedangkan alat yang digunakan adalah Excavator Hitachi ZX 210 , Dump Truck Hino Super Ranger FF, dan Bulldozer ZKJT 656G. Rencana teknis revegetasi dimulai pada tahun 2025 dengan total luas 2,62 Ha, tahun 2026 dengan total luas 2,42 Ha, tahun 2027 dengan total 2,065 Ha.dan 2028 seluas 1,245 Tanaman yang digunakan pada kegiatan revegetasi yaitu tanaman pokok berupa Pohon sengon Laut, tanaman sisipan berupa tanaman palawijaya Rencana teknis pemeliharaan dan perawatan dilakukan pada tahun 2025 hingga tahun 2028 setelah dilakukannya kegiatan revegetasi. Rencana teknis pemeliharaan dan perawatan meliputi kegiatan pemupukan, penyulaman, penyiraman serta pemberian obat-obatan untuk tanaman atau yang biasa disebut dengan insektisida tanaman. Adapun total biaya rencana reklamasi ini adalah Rp. Rp. 1.570.236.570.-
Aplikasi Penginderaan Jauh (Remote Sensing) untuk Identifikasi Zona Potensi Keberadaan Emas Epitermal PT DEF di Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Deden Manzil Franandy; Noor Fauzi Isniarno; Zaenal
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.7006

Abstract

Abstract. The development of today's technology has increased, for example information technology in exploration activities. One of them is the Remote Sensing method, where this method is included in indirect exploration. Remote sensing is useful in identifying potential zones of mineral deposits by means of data interpretation. Hydrothermal alteration is a process of mineralogy, chemical and textural changes that occur in rocks caused by the interaction of hot fluids with the rocks they pass through. The alteration process is a form of metasomatism, namely the exchange of chemical components between fluids and rock walls. Although the interaction of hot fluids with assistance is an interrelated factor, temperature and fluid chemistry are probably the most influential factors in the hydrothermal alteration process. Hydrothermal alteration in epithermal systems does not depend much on wall rock composition, but is controlled more by rock gradient, temperature and fluid composition. Based on the interpretation of Landsat 8 imagery, hydrothermal alteration minerals are known for their light orange appearance. If the potential alteration areas are digitized and then combined with a lineament pattern, it will show that the distribution of lattered rocks tends to follow the lineament pattern, but some are out of lineament. Most of the alteration area is in alignment with the northwestern direction of the research area. The alteration zone is a zone associated with epithermal gold mineralization. Based on the mapping of the potential for gold mineralization that has been carried out using the lithology, structure, and alteration approaches, the results of the overlay or merger show that the area with the potential for gold mineralization is in the Northwest of the study area, with a total area of ​​distribution of potential mineralization, namely 57.92 ha. Abstrak. Perkembangan zaman sekarang teknologi mengalami peningkatan, contohnya teknologi informasi dalam kegiatan eksplorasi. Salah satunya teknologi metode Penginderaan Jauh (Remote Sensing), dimana metode ini termasuk ke dalam eksplorasi tak langsung. Penginderaan Jauh berguna dalam mengidentifikasi zona potensi endapan bahan galian dengan cara interpretasi data. Alterasi hidrotermal adalah suatu proses perubahan mineralogi, kimiawi dan tekstur yang terjadi pada batuan yang disebabkan oleh interaksi fluida panas dengan batuan yang dilaluinya. Proses alterasi merupakan suatu bentuk metasomatisme, yaitu pertukaran komponen kimiawi antara cairan-cairan dengan batuan dinding. Walaupun interaksi fluida panas dengan bantuan merupakan faktor yang saling terkait, tetapi temperatur dan kimia fluida kemungkinan merupakan faktor yang paling berpengaruh pada proses alterasi hidrotermal. Alterasi hidrotermal pada sistem epitermal tidak banyak bergantung pada komposisi batuan dinding, akan tetapi lebih dikontrol oleh kelulusan batuan, temperatur dan komposisi fluida. Berdasarkan hasil interpretasi Citra Landsat 8, mineral alterasi hidrotermal dikenal dengan kenampakan warna oranye muda. Apabila daerah potensi alterasi didigitasi dan kemudian digabungkan dengan pola kelurusan, maka akan menunjukkan sebaran batuan yang terlatrerasi cenderung mengikuti pola kelurusannya, tetapi ada juga yang berada di luar kelurusan. Sebagian besar daerah alterasi berada pada kelurusan dengan arah Barat Laut daerah penelitian. Zona alterasi tersebut merupakan zona yang berkaitan dengan pemineralan emas epitermal. Berdasarkan pemetaan potensi mineralisasi emas yang telah dilakukan terhadap pendekatan litologi, struktur, dan alterasi, maka dari hasil overlay atau penggabungan menunjukkan daerah yang berpotensi terdapat pemineralan emas berada pada Barat Laut daerah penelitian, dengan total luas dari sebaran potensi mineralisasi yaitu 57,92 ha.
Rancangan Penentuan Lokasi Crushing Plant Sirtu CV Brilliant Ningrat di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat Zharfan Ghana; Yunus Ashari; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.7418

Abstract

Abstract. CV Brilliant Ningrat is a company engaged in rock mining with sirtu commodities in Leles District, Garut Regency, West Java Province. In determining the location of the Crushing Plant, supporting data is needed which will strengthen the arguments in determining the location of the Crushing Plant. In this study the supporting data is the soil bearing capacity of the Terzaghi method. The soil bearing capacity of the Terzaghi method plays a role in calculating the foundation to be stepped on by the Crushing Plant. To obtain supporting data using the soil bearing capacity of the Terzaghi method, data are needed in the form of soil density (ρ), soil cohesion (C) and soil inward shear angle (ϕ). The results of testing the soil samples, obtained the largest soil density (ρ) value of 1.67 gr/cm3, the largest soil cohesion (C) value of 0.016 and the largest soil shear angle (ϕ) value of 15.86o. This value will be included in the soil bearing capacity of the Terzaghi method and will produce a value of 8.74 KPa. Referring to SNI 8460:2017, the bearing capacity of the foundation permit from the bearing capacity of the soil is divided by a minimum safety factor of 3 for shallow foundations. So that the value of the permit bearing capacity is 2.91 KPa. The Crushing Plant land preparation stage uses the Cut and Fill method. Based on the results of calculating the stripping volume of the Crushing Plant obtained from the Crushing Plant Topographic Map using AutoCAD software, it shows that the area to be stripped is 85875.51 LCM consisting of top soil material of 28387.81 LCM and sirtu material of 57487.70 LCM. Abstrak. CV Brilliant Ningrat adalah perusahaan yang bergerak dibidang penambangan batuan dengan komoditi sirtu di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Pada penentuan lokasi Crushing Plant dibutuhkan data pendukung yang akan memperkuat argumentasi dalam penentuan lokasi Crushing Plant. Pada penelitian ini data yang menjadi pendukung berupa daya dukung tanah metode Terzaghi. Daya dukung tanah metode Terzaghi ini berperan untuk membuat perhitungan pondasi yang akan dipijak oleh Crushing Plant. Untuk mendapatkan data pendukung yang menggunakan daya dukung tanah metode Terzaghi diperlukan data berupa density tanah (ρ), kohesi tanah (C) dan sudut geser dalam tanah (ϕ). Hasil dari pengujian sampel tanah, didapatkan nilai density tanah (ρ) terbesar senilai 1,67 gr/cm3, kohesi tanah (C) terbesar senilai 0,016 dan sudut geser dalam tanah (ϕ) terbesar senilai 15,86o. Nilai ini akan dimasukkan kedalam daya dukung tanah metode Terzaghi dan menghasilkan nilai sebesar 8,74 KPa. Mengacu kepada SNI 8460:2017, daya dukung izin pondasi dari daya dukung tanah dibagi dengan faktor keamanan besarnya minimum 3 untuk pondasi dangkal. Sehingga nilai dari daya dukung izin sebesar 2,91 KPa. Tahap penyiapan lahan Crushing Plant menggunakan metode Cut and Fill. Berdasarkan hasil perhitungan volume pengupasan Crushing Plant yang didapatkan dari Peta Topografi Crushing Plant menggunakan perangkat lunak AutoCAD, menunjukkan area yang akan dikupas sebesar 85875,51 LCM terdiri dari material top soil sebesar 28387,81 LCM dan material sirtu sebesar 57487,70 LCM.