Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Volumetrik Bahan Galian Tertambang dengan Menggunakan Metode Fotogrametri di PT Bumi Kalimantan Lestari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat Viona Nathasya Gunawan; Noor Fauzi Isniarno; Iswandaru
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.7800

Abstract

Abstract. PT Bumi Kalimantan Lestari (BKL) is a mining company in Indonesia engaged in the mining industry sector, especially andesite. In each mining activity, the management of the stages from exploration to production is carried out properly in accordance with the guidelines for implementing good mining principles in order to achieve the production targets that have been planned. PT BKL has a production target in March of 14,500 BCM with actual production of 12,825 BCM. To obtain accurate production calculations, the photogrammetric method is used. The photogrammetric method is science and technology used to obtain information about physical objects and the environment by using the principles of photography and electromagnetic images to determine characteristics such as size, shape and position of objects used as observations or research. This aerial photo shoot uses Unmanned Aerial Vehicle (UAV) technology, which is an unmanned aircraft that can perform photogrammetry automatically in the air. Field data acquisition process uses Unmanned Aerial Vehicle (UAV) technology, this data processing technique uses photogrammetric techniques with flight path planning stages, Ground Control Point (GCP) point measurements and Benchmark points which are then tied to BIG's CORS points to produce higher control point accuracy, Dense Cloud Point to produce Digital Terrain Model (DTM), and orthophoto. The calculation of the volume of minerals using the close-range photogrammetry method in the resulting model has a volume difference with the actual production results, namely 1,536 BCM with a percentage of 11.9%. Abstrak. PT Bumi Kalimantan Lestari (BKL) merupakan salah satu perusahaan tambang di Indonesia yang bergerak dalam sektor industri pertambangan khususnya batu andesit. Dalam setiap kegiatan pertambangannya, pengelolaan tahapan mulai dari eksplorasi hingga produksi dilakukan secara baik sesuai pedoman pelaksanaan kaidah pertambangan yang baik guna mencapai target produksi yang sudah direncanakan. PT BKL memiliki target produksi pada bulan Maret sebesar 14.500 BCM dengan produksi aktual 12.825 BCM. Untuk mendapatkan perhitungan produksi yang akurat dilakukan menggunakan metode fotogrametri. Metode fotogrametri merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang fisik obyek dan lingkungan dengan menggunakan prinsip fotografi dan gambar elektromagnetik untuk menentukan karakteristik seperti ukuran, bentuk dan posisi obyek yang dijadikan sebagai pengamatan atau penelitian. Pemotretan foto udara ini menggunakan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yaitu pesawat tanpa awak yang bisa melakukan fotogrametri secara otomatis di udara. Proses akuisisi data lapangan menggunakan teknologi Unmanned Aerial Vehicel (UAV), teknik pengolahan data ini menggunakan teknik fotogrametri dengan tahapan perencanaan jalur terbang, pengukuran titik Ground Control Point (GCP) dan titik Benchmark yang kemudian diikatkan dengan titik CORS milik BIG supaya menghasilkan ketelitian titik control yang lebih tinggi, Dense Cloud Point untuk menghasilkan Digital Terrain Model (DTM), dan ortofoto. Perhitungan volume bahan galian menggunakan metode fotogrametri jarak dekat pada model yang dihasilkan memiliki selisih volume dengan hasil produksi aktual yaitu sebesar 1.536 BCM dengan persentase 11,9%.
Analisis Kestabilan Lereng Tambang Kuari Batu Trass di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Desa Kedongdong Kidul Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat Muhammad Afif Zahrandika; Yuliadi; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.7858

Abstract

Abstract. Slope stability is an important factor in planning an open pit mine. A stable slope design will have a major impact on mine economics and production. This study aims to determine the stability of the slopes in the research location area and provide recommendations for optimal mine slope geometry based on the values of the Safety Factor (SF), Probability of Failure (PoF), and Strength Reduction Factor (SRF). Analysis activities were carried out using 2 methods, namely the limit equilibrium method accompanied by probabilistic analysis to determine the PoF value of the mine slope and using the finite element method. Based on the research results, it is known that the constituent rocks on the slopes of the Kedongdong quarry mine are trass stones. On a single slope the recommended mine slope geometry is H= 5 m and Ꝋ= 50o, H= 6 m and Ꝋ= 45o, H= 8 m and Ꝋ= 40o, H= 10 m and Ꝋ= 35o. On the actual overall slope an analysis of 2 sections was carried out, namely section A-A' and section E-E "from the results of the analysis of both sections in a safe condition. On the overall slope of the final pit, 2 sections were analyzed, namely section B-B' and section F-F' and from the results of the analysis both sections were in an unsafe condition, so a recommendation was given that section B-B' angle was changed from 47o to 37o while for section F-F' the angle was changed from 50o to 35o so that a safe FK value was obtained. Abstrak. Kestabilan lereng merupakan salah satu faktor penting dalam merencanakan tambang terbuka. Desain lereng yang stabil akan berdampak besar terhadap keekonomian dan produksi tambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan lereng pada daerah lokasi penelitian dan memberikan rekomendasi geometri lereng tambang yang optimal dengan berdasarkan pada nilai Faktor Keamanan (FK), Probability of Failure (PoF), dan Strength Reduction Factor (SRF). Kegiatan analisis dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu metode kesetimbangan batas disertai dengan analisis probabilistik untuk mengetahui nilai PoF dari lereng tambang dan menggunakan metode elemen hingga. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa batuan penyusun pada lereng tambang kuari kedongdong yaitu batu trass. Pada lereng tunggal geometri lereng tambang yang di rekomendasikan yaitu H= 5 m dan Ꝋ= 50o, H= 6 m dan Ꝋ= 45o, H= 8 m dan Ꝋ= 40o, H= 10 m dan Ꝋ= 35o. Pada lereng keseluruhan aktual dilakukan analisis terhadap 2 section yaitu section A-A’ dan section E-E” dari hasil analisis kedua section berada dalam kondisi aman. Pada lereng keseluruhan final pit dilakukan analisis terhadap 2 section yaitu section B-B’ dan section F-F’ dan dari hasil analisis kedua section berada dalam kondisi tidak aman, sehingga diberikan rekomendasi yaitu section B-B’ sudut diubah dari 47o menjadi 37o sedangkan untuk section F-F’ sudut diubah dari 50o menjadi 35o sehingga diperoleh nilai FK yang aman.
Rencana Teknis dan Biaya Reklamasi Tambang Batubara di PT Bhadra Pinggala Sejahtera Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Mulya Prasetya; Noor Fauzi Isniarno; Solihin
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.8684

Abstract

Abstract. Coal mining in Indonesia is generally carried out with an open pit mining system so that it has an impact on environmental damage. The government requires holders of mining business permits to repair land disturbed by mining activities. The government has issued a clear policy regarding reclamation, namely PP No. 78 of 2010 concerning "Reclamation and Post-mining" and Ministry of Energy and Mineral Resources Regulation No. 7 of 2014 concerning "Implementation of Reclamation and Postmining in Mineral and Coal Mining Business Activities". Studies regarding technical plans and reclamation costs need to be carried out so that reclamation can run optimally. In this research, a study on reclamation planning and reclamation cost calculation was carried out on former Pit C mining with a total area of 131,67 Ha during 2023 to 2027. Technical planning includes studies on land use management, revegetation and maintenance. Calculation of reclamation costs includes the calculation of direct costs and indirect costs, direct costs include land use planning costs, revegetation costs, and maintenance costs while indirect costs include equipment mobilization costs (2.5%), reclamation planning costs (6.5-6 .8%), and supervision costs (4.3-4.9%). Based on the calculations, the direct cost of the reclamation plan for the ex-mining area of Pit C from 2023-2027 is IDR 75.311.443.648 with an indirect cost of IDR 7.042.627.235. The total cost of the planned reclamation activities is IDR 82.354.070.883. Abstrak. Tambang batubara di Indonesia umumnya dilakukan dengan sistem tambang terbuka (open pit mining) sehingga berdampak terhadap kerusakan lingkungan. Pemerintah mewajibkan pemegang izin usaha pertambangan untuk melakukan perbaikan terhadap lahan terganggu akibat dari aktivitas penambangan. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang jelas terkait reklamasi yaitu PP No.78 Tahun 2010 tentang “Reklamasi dan Pascatambang” dan Permen ESDM No. 7 Tahun 2014 tentang “Pelaksanaan Reklamasi Dan Pascatambang Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara”. Kajian mengenai rencana teknis dan biaya reklamasi perlu dilakukan agar pelaksanaan reklamasi dapat berjalan secara optimal. Pada penelitian ini dilakukan kajian perencanaan reklamasi dan perhitungan biaya reklamasi pada bekas penambangan Pit C dengan luas total 131,67 Ha selama tahun 2023 hingga 2027. Perencanaan teknis meliputi kajian penata gunaan lahan, revegetasi, dan pemeliharaan. Perhitungan biaya reklamasi meliputi perhitungan biaya langsung dan biaya tidak langsung, biaya langsung mencakup biaya penata gunaan lahan, biaya revegetasi, dan biaya pemeliharaan sedangkan biaya tidak langsung meliputi biaya mobilisasi alat (2,5%), biaya perencanaan reklamasi (6,5-6,8%), dan biaya supervisi (4,3-4,9%). Berdasarkan perhitungan didapatkan biaya langsung rencana reklamasi untuk area bekas penambangan Pit C dari tahun 2023-2027 yaitu sebesar Rp 75.311.443.648 dengan biaya tidak langsung sebesar Rp 7.042.627.235. Sehingga total biaya dari rencana kegiatan reklamasi sebesar Rp 82.354.070.883.
Kajian Teknis dan Ekonomis Pemberaian Overburden dengan Metode Ripping pada Tambang Batubara PT Duta Tambang Rekayasa Kecamatan Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara Ayu Ramadhina; Zaenal; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.8740

Abstract

Abstract. PT Duta Tambang Rekayasa is a company engaged in coal mining with an IUP of 1,700 Ha. Has a Stripping Ratio (SR) of 12 BCM OB/Ton BB with a coal production target of 50,000 tons per month and an Overburden (OB) stripping target of 600,000 BCM per month. OB stripping based on Rippability in that area is included in the category of using the Ripping Method. The actual results of Ripping production are not yet known, so it is necessary to study both from a technical and economic point of view. The technical review consists of calculating the achievement of productiontargets by analyzing the production of Ripping and digging activities and the need for tools. The study from an economic perspective is the calculation of the estimated cost of the equipment. Data that needs to be analyzed is the production of Bulldozers and Backhoes, economic data in the form of equipment ownership, and operating costs. The study used three tools and observed, namely the Komatsu D375A Bulldozer, the Liebherr 756 Bulldozer, and the Hitachi 870 LCH 8G Backhoe. Based on the research results, it can be analyzed regarding the average Ripping production using the Komatsu D375A Bulldozer of 1440.74 BCM/hour/tool, with a production target of 300,000 BCM/month/tool. This tool has been (fulfilled) with a production yield of 393,782.33 BCM/month/ tools, for the estimated Ripping costs incurred Rp. 2,286.61,- BCM/hour. While the average Ripping production using the Liebherr 756 Bulldozer is 894.52 BCM/hour/tool. Production of the Liebherr 756 Bulldozer (not fulfilled) with a yield of 200,837.45 BCM/month/tool is suggested to add to 2 units of equipment, with an estimated Ripping cost of Rp. 2550.33,- BCM/hour. Hitachi ZX870LCH-5G Backhoe loading and unloading equipment production (not yet fulfilled) with a production output of 130,049.83 BCM/month/tool is suggested to add to 5 units of equipment, with an estimated digging-loading cost of Rp.3,638.32,- BCM/hour. Abstrak. PT Duta Tambang Rekayasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara dengan IUP seluas 1.700 Ha. Memiliki StRipping Ratio (SR) 12 BCM OB/Ton BB dengan target produksi batubara sebesar 50.000 ton per bulan dan target pengupasan Overburden (OB) sebesar 600.000 BCM per bulan. Pengupasan OB berdasarkan Kemampugaruan (Rippability) pada daerah tersebut termasuk kategori menggunakan Metode Ripping. Belum diketahui secara aktual hasil produksi Ripping maka perlu dilakukan kajian baik dari segi teknis dan ekonomis. Kajian teknis terdiri dari perhitungan pencapaian target produksi dengan analisis produksi aktivitas Ripping dan aktivitas gali-muat dan kebutuhan alat. Kajian dari segi ekonomis yaitu perhitungan estimasi biaya alat. Data yang perlu di analisis berupa produksi Bulldozer dan Backhoe, data ekonomi berupa biaya kepemilikan dan biaya operasi alat. Penelitian menggunakan tiga alat dan yang diamati, yaitu Bulldozer Komatsu D375A, Bulldozer Liebherr 756 dan Backhoe Hitachi 870 LCH 8G. Berdasarkan hasil penelitian dapat dianalisis mengenai produksi rata-rata Ripping menggunakan Bulldozer Komatsu D375A sebanyak 1440,74 BCM/jam/alat, dengan target produksi 300.000 BCM/bulan/alat alat ini sudah (terpenuhi) dengan hasil produksi 393.782,33 BCM/bulan/alat, untuk estimasi biaya Ripping yang dikeluarkan sebesar Rp. 2.286,61,- BCM/jam. Sementara produksi rata-rata Ripping menggunakan Bulldozer Liebherr 756 sebanyak 894,52 BCM/jam/alat. Produksi Bulldozer Liebherr 756 (belum terpenuhi) dengan hasil 200.837,45 BCM/bulan/alat disarankan menambah menjadi 2 unit alat, dengan estimasi biaya Ripping yang dikeluarkan sebesar Rp. 2.550,33,- BCM/jam. Hasil produksi alat gali-muat Backhoe Hitachi ZX870LCH-5G (belum terpenuhi) dengan hasil produksi 130.049,83 BCM/bulan/alat disarankan menambah menjadi 5 unit alat, dengan estimasi biaya gali-muat sebesar Rp.3.638,32,- BCM/jam.
Pemodelan dan Estimasi Sumberdaya Nikel Laterit Berdasarkan Kandungan Ni dan Fe dengan Menggunakan Metode Kriging di PT Putra Perkasa Abadi, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara Muhamad Rizaldi Fadlilah; Noor Fauzi Isniarno; Dono Guntoro
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.8834

Abstract

Abstract. Nickel laterite is a metallic mineral resulting from the chemical weathering process of ultramafic rocks which results in residual and secondary enrichment of Ni, Fe, Mn, and Co elements (Syafrizal et al.,2011). With the cut-off grade Ni, modeling and estimation of resources is important to obtain a block model of Ni resources. The distribution of Ni levels is heterogeneous, so mining is carried out by selective mining referring to model blocks that have been mapped to meet the cut-off grade Ni. Based on this, it is possible for low and high Ni levels to be optimized, because if you only take Ni levels above 1.6%, Ni levels below the cut-off grade are not utilized. The resource estimation method used is kriging. Because kriging is the best linear unbiased estimator, many parameters are considered in kriging one of which is the variogram model. The variogram model is a geostatistical analysis by considering the location of the sample point, so that information on the relationship of one point with another point is expressed in the range/radius of information points that still have a spatial relationship. Based on statistical analysis, Block North and Block South data distribution are abnormal, with coefficient of variation values of 0.494 and 0.410. Resources that meet the cut-off grade Ni for blending needs are obtained low nickel, medium and high grade ore nickel. The total laterite nickel resources of the North Block amounted to 36,757 tons with an average Ni content of 1.64%, the total laterite nickel resources of the South Block amounted to 178,186 tons with an average Ni content of 1.62%. When viewed from the average rate per block, both blocks meet the cut-off grade Ni. Abstrak. Nikel laterit merupakan mineral logam hasil proses pelapukan kimia batuan ultramafik yang mengakibatkan pengkayaan unsur Ni, Fe, Mn, dan Co secara residual dan sekunder (Syafrizal et al., 2011). Dengan adanya cut-off grade Ni, maka pemodelan dan estimasi sumberdaya penting dilakukan untuk mendapatkan model blok sumberdaya Ni. Distribusi kadar Ni yang heterogen, maka penambangan dilakukan secara selective mining mengacu pada blok model yang sudah dipetakan untuk memenuhi cut-off grade Ni. Berdasarkan hal tersebut, memungkinkan adanya kadar Ni rendah dan tinggi yang harus di-optimalkan, karena jika hanya mengambil kadar Ni diatas 1.6%, kadar Ni di bawah cut-off grade tidak termanfaatkan. Metode estimasi sumberdaya yang digunakan adalah kriging. Pemilihan metode kriging dikarenakan kriging merupakan best linear unbiased estimator, banyak parameter yang diperhatikan dalam kriging salah satunya adalah model variogram. Model variogram merupakan analisis geostatistik dengan mempertimbangkan lokasi titik sampel, sehingga didapatkan informasi hubungan satu titik dengan titik yang lainnya dinyatakan dalam range/radius titik informasi yang masih memiliki hubungan secara spasial. Berdasarkan analisis statistik, Blok North dan Blok South distribusi datanya tidak normal, dengan nilai koefisien variasi 0.494 dan 0.410. Sumberdaya yang memenuhi cut-off grade Ni untuk kebutuhan blending didapatkan low nickel, medium dan high grade ore nickel. Total sumberdaya nikel laterit Blok North sebesar 36,757 ton dengan kadar Ni rata-rata 1.64%, total sumberdaya nikel laterit Blok South sebesar 178,186 ton dengan kadar Ni rata-rata 1.62%. Jika dilihat dari kadar rata-rata per-Blok, kedua Blok memenuhi cut-off grade Ni.
Remaining Service Life Discharge Conveyor F pada Tambang Batubara PT XYZ di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan Rahma Azizah Kotta; Elfida Moralista; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.8877

Abstract

Abstract. Conveyor is a means of conveyance used in the mining industry to move mining materials. The conveyor structure is made of steel which is prone to corrosion as a result of environmental influences which can cause a reduction in thickness and reduce the remaining life of the conveyor structure. This research was conducted to determine the type of corrosion, corrosion control method, corrosion rate, and the Remaining Service Life of the conveyor structure. The methodology used in this research is thickness reduction measurement. The conveyor structure has a length of 96 meters consisting of 3 segments with 25 test points. Measurements were made using a Smart Sensor Ultrasonic Thickness Gauge TT 130. The output obtained is the reduced thickness value which is used to determine the Corrosion Rate and Remaining Service Life. The environmental conditions of the study area in 2015-2020 had an average rainfall of 218.32 mm/year, an average relay humidity of 81.37% and an average temperature 25.92 0C. The type of corrosion that occurs in the conveyor structure is uniform corrosion. The corrosion control method used is the coating method with a three layers system. Coating method for primary coating using Seaguard 5000, Intermediate coating using Sherglass FF, and top coating using allphatic acrylic modified polyurethane. The corrosion rate of the conveyor structure ranges from 0.18 - 0.31 mm/year and based on the relative corrosion resistance of steel it is included in the good category. The service life of the conveyor structure is 7 years and the remaining service life ranges from 6.53 - 9.49 years, so there are 11 test points or 44% test points which are predicted not to reach the design life of 15 years. Abstrak. Conveyor merupakan alat angkut yang digunakan di industri pertambangan untuk memindahkan bahan tambang. Struktur conveyor terbuat dari baja yang rawan mengalami korosi sebagai akibat pengaruh lingkungannya yang dapat menyebabkan pengurangan ketebalan dan mengurangi sisa umur pakai struktur conveyor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis korosi, metode mengendalian korosi, laju korosi, dan Remaining Service Life struktur conveyor. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran pengurangan ketebalan. Struktur conveyor memiliki panjang 96 meter yang terdiri dari 3 segmen dengan 25 test point. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Smart Sensor Ultrasonic Thickness Gauge TT 130. Output yang di dapat adalah nilai pengurangan ketebalan yang digunakan untuk menentukan Laju Korosi dan Sisa Umur Pakai. Kondisi lingkungan daerah penelitian tahun 2015-2020 memiliki curah hujan rata-rata 218,32 mm/tahun, kelembapan relatif rata-rata 81,37% dan suhu rata-rata 25,920C. Jenis korosi yang terjadi pada struktur conveyor adalah korosi merata. Metode pengendalian korosi yang digunakan yaitu metode coating dengan sistem three layers. Metode coating untuk primer coating menggunakan Seaguard 5000, Intermediate coating menggunakan Sherglass FF, dan Top coating menggunakan Aliphatic Acrylic Modified Polyurethane. Laju korosi struktur conveyor berkisar antara 0,1842 - 0,310 mm/tahun dan berdasarkan ketahanan korosi relatif baja termasuk ke dalam kategori good. Umur pakai struktur conveyor yaitu 7 tahun dan sisa umur pakai berkisar 6,53 - 9,49 tahun, sehingga terdapat 11 test point atau 44% test point yang diprediksi tidak dapat mencapai umur desain yaitu 15 tahun.
Interpretasi Tahanan Jenis Dua Dimensi Konfigurasi Wenner untuk Menentukan Struktur Bawah Permukaan di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur Fadlan Al Anshar; Noor Fauzi Isniarno; Dudi Nasrudi Usman
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.9044

Abstract

Abstract. Judging from the regional geological map on the Samarinda sheet, it was found that in the study area there was a very complex structure. Geolistics is a method that can analyze subsurface structures with resistivity values. To identify subsurface conditions, it is necessary to model the results of measurements to strengthen interpretation with geological maps. Geoelectrical measurements were carried out using a 2-dimensional Wenner configuration NeoResist tool with the same distance between electrodes, which will produce an apparent resistivity value, resistivity resulting from software processing, and an apparent resistivity cross-section. Measurements were carried out in four tracks on fairly steep topographical conditions with a spacing of 10 meters between electrodes and a stretch of 400 meters. Acquisition and interpretation of measurement results obtained the lithology of minerals, including sandstone and claystone, and encountered geological structures in geoelectrical measurements. The results of the measurements obtained an indication of the structure on tracks 1, 3, and 4 and an anomaly in the resistivity value because there is a resistivity value that decreases and forms like a structure. On the cross section of track 1, there is a change in resistivity that is indicated to be affected by a rising fault in the western part of the geological map; on track 3, it is found that there is a resistivity filling like a fracture; on track 4, it gets resistivity like a fracture that is almost upright; and it is indicated that in that area, the change results from the influence of trajectory 1. This indication is strengthened by the location of the research area, which is surrounded by a complex structure. Abstrak. Ditinjau dari peta geologi regional pada lembar samarinda dijumpai bahwa pada daerah penelitian terdapat adanya struktur yang sangat komplek. Geolistik salah satu metode yang dapat menganalisis strukur bawah permukaan dengan nilai resisitivity. Untuk mengidentifikasi kondisi bawah permukaan di perlukan pemodelan hasil dari pengukuran untuk memperkuat interptretasi dengan peta geologi. Pengukuran geolistrik dilakukan menggunakan alat NeoResist konfigurasi wenner 2 dimensi dengan jarak antar elektroda yang sama akan menghasilkan nilai tahanan jenis semu, tahanan jenis hasil dari pengolahan software, Penampang apparent resistivity. Pengukuran dilakukan sebanyak 4 lintasan pada kondisi topografi yang cukup curam dengan jarak antar elektroda 10 meter dan bentangan sepanjang 400 meter. Akuisisi dan interpretasi data hasil pengukuran didapatkan litologi bahan galian diantaranya adalah batupasir dan batulempung, serta di jumpai adanya struktur geologi dalam pengukuran geolistrik. Hasil dari pengukuran didapatkan adanya indikasi struktur pada lintasan 1, 3 dan 4 dan didapatkan anomali pada nilai resistivity di karenakan terdapat nilai resistivity yang menunjam serta membentuk seperti struktur. Pada penampang lintasan 1 terdapat adanya perubahan resistivity yang diindikasikan terdampak oleh sesar naik pada bagian barat pada peta geologi, pada lintasan 3 didapatkan adanya resistivity yang mengisi seperti rekahan, pada lintasan 4 di dapatkan resistivity seperti rekahan yang hampir tegak dan diindikasikan bahwa pada daerah tersebut hasil dari pengaruh lintasan 1. Indikasi tersebut perkuat dengan lokasi daerah penelitian di kelilingi dengan struktur yang kompleks.
Analisis Hidrologi untuk Mendukung Rencana Penentuan Temporary Sump pada Tambang Emas Vicky Kurnia Nugraha; Noor Fauzi Isniarno
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.995

Abstract

Abstract. Open pit mining is a mining system that is directly related to the outside air so that its activities take place according to weather conditions, one of which is during rainy season conditions, where the availability of water in a mine requires special attention that must be managed properly, if the water handling is not good it can have a negative impact on the condition of the mine. Based on the results of the study obtained, it can be calculated the Gumbel distribution, Mononobe equation, and rational formulas for processing rainfall data to obtain runoff discharge. The runoff discharge that enters the pit for segment 1 is 62,553.03 m³0/day, and for segment two it has a runoff discharge of 27,375.54 m³/day. To drain water outside the pit, two ditches for segment 1 have dimensions of 0 .92 m² and for segment 2 has a ditch dimension of 0.77 m². In handling runoff water outside the mining area, it will be handled using trenches, while in handling water that will enter the mining pit it will be handled by making temporary sumps with a total of two sumps for segment 1 having a volume of 2774.61 m³, and for segment two has a volume of 1308.87 m³. Abstrak. Tambang terbuka merupakan sistem penambangan yang berhubungan langsung dengan udara luar sehingga kegiatanya berlangsung dengan kondisi cuaca, salah satunya ialah pada saat kondisi musim penghujan, dimana keterdapatan air dalam suatu tambang diperlukan suatu perhatian khusus yang harus dikelola dengan tepat, jika penanganan airnya kurang baik maka dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi kondisi tambang tersebut. Berdasarkan hasil kajian yang didapatkan maka dapat dilakukan perhitungan distribusi Gumbel, persamaan Mononobe, dan rumus rasional untuk pepengolahan data curah hujan hingga mendapatkan debit limpasan. Debit air limpasan yang masuk kedalam pit untuk segmen 1 sebesar 62.553,03 m³/hari, dan untuk segmen dua memiliki debit air limpasan sebesar 27.375,54 m³/hari,untuk mengalirkan air diluar pit maka dibutuhkan dua paritan untuk segmen 1 memiliki dimensi sebesa 0,92 m² dan untuk segmen 2 memiliki dimensi paritan 0,77 m². Dalam penanganan air limpasan diluar area penambangangn akan ditangani dengan menggunakan paritan, sedangkan dalam menangani air yang akan masuk pada pit penambangan maka akan ditangani dengan pembuatan temporary sump dengan jumlah dua buah sump untuk segmen 1 memiliki volume sebesar 2774,61 m³, dan untuk segmen dua memiliki volume 1308,87 m³.
Kajian Geometri Jalan Angkut dari Lokasi Loading Point Menuju Lokasi Dumping Arif Mangkusagara; Zaenal; Noor Fauzi Isniarno
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5144

Abstract

Abstrak. PT Silva Andia Utama adalah perusahaan tambang batu andesit yang beroperasi di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dengan metode tambang terbuka (surface mining), perusahaan ini menghadapi tantangan dalam mencapai target produksi. Pada September 2023, produksi aktual hanya mencapai 13.654,65 BCM dari target 24.000 BCM, setara dengan 56,89%. Faktor utama yang menghambat adalah geometri jalan yang tidak sesuai standar dan ketidakserasian (match factor) antara alat gali-muat dan alat angkut. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan melakukan evaluasi teknis berbasis Keputusan Menteri ESDM 1827 tahun 2018 dan AASHTO 1965. Fokus evaluasi adalah perbaikan geometri jalan untuk mendukung produktivitas. Awalnya, match factor tercatat sebesar 0,42, dengan produksi 47,74 BCM/jam menggunakan 1 unit excavator Hitachi Zaxis 350 H dan 2 unit dump truck Mitsubishi Fuso 220 PS. Setelah optimasi, match factor meningkat menjadi 0,74, dengan produksi 87,02 BCM/jam. Hasilnya, produksi bulanan mencapai 24.887,94 BCM, melampaui target dengan persentase ketercapaian 103,70%. Kajian ini menunjukkan pentingnya evaluasi teknis dalam meningkatkan efisiensi operasional, terutama terkait geometri jalan dan penggunaan alat mekanis, untuk mendukung pencapaian target produksi perusahaan. Abstract. PT Silva Andia Utama operates in the andesite stone mining sector, located in Batujajar District, West Bandung Regency, West Java. The company employs surface mining methods and faced challenges in September 2023 when actual production reached only 13,654.65 BCM, achieving 56.89% of the 24,000 BCM target. The shortfall was attributed to substandard road geometry and an inefficient match factor between loading and hauling equipment. To address these issues, a technical evaluation was conducted, referencing the Minister of Energy and Mineral Resources Decree 1827 of 2018 and AASHTO 1965 standards. The evaluation aimed to improve road geometry and optimize equipment performance. Findings revealed a match factor of 0.42 and production of 47.81 BCM/hour using one Hitachi Zaxis 350 H excavator and two Mitsubishi Fuso 220 PS dump trucks. Following optimization efforts, productivity increased to 87.02 BCM/hour, with the match factor improving to 0.74. Monthly production rose to 24,887.94 BCM, exceeding the target with a 103.70% achievement rate. This case highlights the critical role of technical evaluations in optimizing equipment operations and road conditions, ensuring effective and efficient achievement of production goals.
Kajian Teknis Dimensi Sump dan Kebutuhan Pompa pada Penyaliran Tambang Terbuka PT. XYZ Muhammad Fawwaz Mursyid; Noor Fauzi Isniarno; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5282

Abstract

Abstrak. Operasi tambang terbuka di PT XYZ menghadapi tantangan manajemen air akibat fluktuasi cuaca, terutama saat curah hujan tinggi. Penelitian ini berfokus pada desain geometri kolam penampungan dan pemilihan pompa yang optimal untuk memastikan efisiensi sistem pengelolaan  air tambang. Kolam penampungan dirancang untuk menampung limpasan air hujan tanpa mengganggu operasi tambang, sementara pompa yang tepat diperlukan untuk menjaga efektivitas pengaliran air dan keselamatan kerja. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer dari lapangan, seperti debit air limpasan dan kapasitas kolam, serta data sekunder dari catatan cuaca historis dan literatur terkait. Analisis menggunakan metode E.J. Gumbell untuk menghitung curah hujan ekstrem dan statistika untuk keseimbangan air di kolam. Hasil menunjukkan intensitas curah hujan maksimum mencapai 20,37 mm/jam, debit limpasan 9419,67 m³/jam, debit air tanah 64,65 m³/hari, dan debit pemompaan 3805,87 m³/hari. Desain kolam penampungan memiliki dimensi panjang dasar 40 m, panjang permukaan 50 m, dan kedalaman 5 m dengan kemiringan 45°. Saluran penyaliran didesain dengan lebar dasar 0,40 m, lebar permukaan 0,81 m, dan kedalaman 0,42 m. Kolam pengendapan dirancang dengan lebar 50 m, panjang 25 m, dan kedalaman 2 m. Untuk tahun pertama, kebutuhan maksimum adalah tiga pompa guna mengelola air secara optimal sesuai kapasitas desain. Abstract. Operasi tambang terbuka di PT XYZ menghadapi tantangan signifikan dalam manajemen air akibat fluktuasi cuaca, terutama selama curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang geometri kolam penampungan dan memilih pompa optimal untuk memastikan pengelolaan air tambang yang efisien serta mendukung kelancaran operasi dan keselamatan kerja. Kolam penampungan dirancang untuk mengakomodasi limpasan air hujan tanpa mengganggu aktivitas tambang, sementara pompa yang dipilih harus mampu mengalirkan air secara efektif. Data primer dikumpulkan langsung dari lapangan, termasuk debit limpasan dan kapasitas kolam, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan cuaca historis dan literatur terkait. Metode E.J. Gumbell digunakan untuk menganalisis curah hujan ekstrem, sementara analisis statistik diterapkan untuk menghitung keseimbangan air di kolam. Hasil penelitian menunjukkan intensitas curah hujan maksimum mencapai 20,37 mm/jam, debit limpasan hingga 9419,67 m³/jam, debit air tanah 64,65 m³/hari, dan debit pemompaan sebesar 3805,87 m³/hari. Kolam penampungan dirancang dengan panjang dasar 40 m, panjang permukaan 50 m, dan kedalaman 5 m dengan kemiringan 45°. Saluran drainase memiliki lebar dasar 0,40 m, lebar permukaan 0,81 m, dan kedalaman 0,42 m. Kolam pengendapan didesain dengan lebar 25 m, panjang 60 m, dan kedalaman 2 m. Pada tahun pertama, diperlukan tiga unit pompa untuk pengelolaan air yang optimal sesuai kapasitas desain.