Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hukum Memilih Pemimpin Non Muslim chotban, sippah
Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-qadau.v5i1.5663

Abstract

Beragam istilah yang digunakan dalam al-Quran dalam memaknai kepemimpinan diantaranya: khalifah, imam, sulthan, malik, ulil amri, dan waly. Pengistilahan tersebut digunakan dalam konteks dimana kepemimpinan berlaku. Pemimpin harus adil, amanah, bermusyawarah dan menegakkan amr al-ma`ruf wa nahy mungkar.Hukum memilih pemimpin non muslim diisyaratkan dalam al-Qur`an salah satunya dalam QS.al-Maidah/5: 51. Sedangkan beberapa ulama berpendapat haram memilih pemimpin Non-Muslim. Ada beberapa ulama yang memberikan kelonggaran/moderat dengan memberikan syarat ketika dalam keadaan darurat maka dibolehkan. MUI, memberikan fatwanya bahwa memilih pemimpin Non-Muslim adalah hukumnya haram, kecuali dalam keadaan daraurat.
Nilai Keadilan dalam Syariat Poligami chotban, sippah
Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-qadau.v4i1.5754

Abstract

Syariat poligami seperti halnya syariat Islam lainnya mengandung nilai keadilan untuk mendatangkan kemaslahatan bagi umat Islam itu sendiri. Allah swt menjadikan keadilan sebagai dasar dalam konstruksi hukum, baik yang bersifat privat maupun publik. Poligami sebagai syariat yang secara khusus berkaitan dengan subsistem hukum kekeluargaan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan daruriyat manusia, menjaga agama (hifsh ad-diin), jiwa (hifzh annafs) dan keturunan (hifzh an-nasl). Kehadiran syariat poligami dalam konteks demikian merupakan manifestasi (dari) keadilan syariat Islam untuk memberikan dan mewujudkan kemaslahatan bagi umat Islam
The Calendar Systems of Sulawesi Ethnic Groups from the Perspective of Falak Science Syarif, Muh Rasywan; Chotban, Sippah; Syam, Hikmatul Adhiyah; Surya, Nurfadillah; Safiai, Mohd Hafiz
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 9 No. 3 (2025): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v9.i3.26954

Abstract

The calendar systems of the ethnic groups in Sulawesi highlight a gap in understanding regarding the extent to which these traditional systems align with, differ from, or complement contemporary astronomical and Islamic time-keeping practices. Despite these communities’ rich, culturally embedded knowledge of time-division based on celestial movements, there has been minimal research on how these indigenous systems engage with scientific astronomy or are shaped by religious influences. Furthermore, there is a lack of comparative studies examining how each community’s calendar system reflects their unique cultural identities, cosmologies, and adaptations to environmental changes. This study examines the calendar systems of popular Sulawesi ethnic groups which are the Bugis, Mandar, and Toraja through the lens of falak science. This study employs a qualitative approach, utilizing document analysis, interviews, and observations as its primary methods. The findings indicate that these Sulawesi ethnic groups hold a rich repository of traditional knowledge on calendar systems, which aligns closely with foundational astronomical principles. Addressing these gaps could deepen insights into the preservation of cultural heritage and the potential integration of traditional knowledge with contemporary scientific and religious calendar practices.