Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PROBLEMATIKA ARAH KIBLAT DAN APLIKASI PERHITUNGANNYA Syarif, Muhammad Rasywan
Hunafa: Jurnal Studia Islamika Vol 9, No 2 (2012): Pemikiran Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper discusses the direction of qiblah to Mecca. This direction is determined from any point or place on the earths surface through the calculation and measurement procedures. Therefore, it is basically a kind of measurement to determine a direction to which Ka’bah can be seen from any point or place on the earth’s surface. Along with advances in technology, at this time qiblah’s direction can be determined more accurately than in the period of the Prophet or in the early days when Islam arrived to Indonesia. Therefore, the accuracy of determining the qiblah’s direction is adjusted according to the ability and advance of technology in their days. The determination of position, direction and distance from one point to another can be carried out using mathematic method and assisted with visualization software in order that deviation in qiblah’s direction can be observed either in mosques or other buildings.Kata kunci: Masjid, Ka’bah,  Arah kiblat
PROBLEMATIKA ARAH KIBLAT DAN APLIKASI PERHITUNGANNYA Syarif, Muhammad Rasywan
Hunafa: Jurnal Studia Islamika Vol 9 No 2 (2012)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.807 KB) | DOI: 10.24239/jsi.v9i2.76.245-269

Abstract

Abstract: This paper discusses the direction of qiblah to Mecca. This direction is determined from any point or place on the earth's surface through the calculation and measurement procedures. Therefore, it is basically a kind of measurement to determine a direction to which Ka’bah can be seen from any point or place on the earth’s surface. Along with advances in technology, at this time qiblah’s direction can be determined more accurately than in the period of the Prophet or in the early days when Islam arrived to Indonesia. Therefore, the accuracy of determining the qiblah’s direction is adjusted according to the ability and advance of technology in their days. The determination of position, direction and distance from one point to another can be carried out using mathematic method and assisted with visualization software in order that deviation in qiblah’s direction can be observed either in mosques or other buildings.Kata kunci: Masjid, Ka’bah,  Arah kiblat
KONSOLIDASI METODOLOGIS KALENDER ISLAM INTERNASIONAL Syarif , Muh Rasywan; Naif
Jurnal Bimas Islam Vol 10 No 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.915 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v10i3.33

Abstract

Efforts to build an international Islamic calendar had been addressed in international scientific seminars since 1393 H / 1973 AD, most recently on 28-30 May 2016/21-23 Sya?ban 1437 H under the theme "Muktamar Tauhid in Takwim al-Islami ad-Dauli? or International Islamic Calendar Unification in Istanbul-Turkey Conference, 2016. This seminar was formed by voting, which is to accept the international Islamic Calendar unification and to reject various forms of the zonal calendar. Nevertheless, this decision does not make the International Islamic calendar automatically applied. Consequently, it is expected the implementation and political authority in utilising it. In this case, the state involvement, Islamic associations, religious institutions, educational institutions and Muslim societies have a pivotal role regarding the development and application of this international Islamic calendar. By using a detailed analytical approach, this paper aims to photograph the steps and tasks of the figure exemplary to consolidate strategy in seeking realisation the international Islamic calendar unification. The results of this study found that the importance of a single authority role such as the OIC to justify and to socialize the International Islamic Calendar implementation for civil, worship, economic, social and other purposes. Upaya membangun Kalender Islam internasional telah dibahas dalam melalui seminar ilmiah internasional sejak 1393 H/1973 AD, terakhir pada 28-30 Mei 2016 1437 Sya'ban M/21-23 H dengan tema "Mukhtamar Tauhid di Takwim al - Islami iklan-Dauli atau ' Kalender Islam Internasional penyatuan di Istanbul Turki (Turki konferensi 2016). Dari seminar ini dihasilkan keputusan, melalui pemungutan suara, yaitu menerima penyatuan Kalender Islam internasional dan menolak berbagai bentuk kalendar zonal. Namun keputusan ini tidak nebjadikan kalender Islam Internasional otomatis diterapkan. Dibutuhkan strategi implementasi dan wewenang politik dalam menerapkannya. Dalam hal ini keterlibatan negara, organisasi Islam, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan dan masyarakat muslim sangat penting dalam pengembangan dan penerapan Kalender Islam internasional ini. Dengan menggunakan sebuah pendekatan analitis deskriptif, tulisan ini bertujuan memotret langkah dan peran tokoh teladan mengkonsolidasikan strategi dalam mencari realisasi penyatuan Kalender Islam internasional. Hasil studi ini menemukan bahwa pentingnya peran otoritas tunggal seperti OKI untuk membenarkan dan bersosialisasi pelaksanaan Kalender Islam Internasional untuk kegiatan sipil, ibadah, ekonomi, sosial dan keperluan lainnya.
RATIONAL IDEAS HARUN NASUTION PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW Muh. Rasywan Syarif
Al-Risalah VOLUME 21 NO 1, MEI (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-risalah.v1i1.21017

Abstract

Gagasan pembaharuan hukum Islam lebih dipandang sebagai tantangan sekaligus ancaman yang perlu diwaspadai. Keadaan yang demikian ini hampir menjadi model pemikiran sebagian besar Muslim di Indonesia, yang tentu saja pada akhirnya memimbulkan kegelisahan bagi para penggiat pemikiran Islam, untuk berusaha melakukan rekonstruksi pemikiran, terutama bagi kalangan muda Muslim dari berbagai ormas Islam. Gesekan pemikiran, baik yang muncul dikalangan umat Islam maupun yang diimpor dari Barat, tentunya membawa pada wajah gerakan pemikiran Islam menjadi sangat variatif Obsesi Harun, yaitu ingin melihat ummat Islam Indonesia maju. Kemajuan tersebut menurutnya akan tercapai jika pemikiran umat Islam juga maju, dan pikiran maju tersebut bertitik tolak pada pandangan ideologi rasionalnya yang menurutnya sangat cocok dengan perkembangan dan tantangan kemajuan ketika itu. Atas dasar itulah Harun membawa pemikiran-pemikiran yang diintrodusir di IAIN, sehingga ketika memperkenalkan Islam, Harun mencoba menggunakan pendekatan filosofis dalam buah pikirannya seperti antara lain dalam buku Islam ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Pembaharuan dalam Islam, Sejarah Pemikiran dan Gerakan, serta Islam Rasional, Gagasan dan Pemikiran Harun Nasution. Harun Nasution adalah seorang pembaharu pendidikan tinggi Islam di Indonesia, yang kontribusinya terhadap perkembangan pemikiran Hukum Islam di Indonesia, adalah hasil dari dialog antara dia dengan lingkungan.
PROBLEMATIKA ARAH KIBLAT DAN APLIKASI PERHITUNGANNYA Muhammad Rasywan Syarif
Hunafa: Jurnal Studia Islamika Vol 9 No 2 (2012)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.807 KB) | DOI: 10.24239/jsi.v9i2.76.245-269

Abstract

Abstract: This paper discusses the direction of qiblah to Mecca. This direction is determined from any point or place on the earth's surface through the calculation and measurement procedures. Therefore, it is basically a kind of measurement to determine a direction to which Ka’bah can be seen from any point or place on the earth’s surface. Along with advances in technology, at this time qiblah’s direction can be determined more accurately than in the period of the Prophet or in the early days when Islam arrived to Indonesia. Therefore, the accuracy of determining the qiblah’s direction is adjusted according to the ability and advance of technology in their days. The determination of position, direction and distance from one point to another can be carried out using mathematic method and assisted with visualization software in order that deviation in qiblah’s direction can be observed either in mosques or other buildings.Kata kunci: Masjid, Ka’bah,  Arah kiblat
Konsolidasi Metodologis Kalender Islam Internasional: Meneladani Intelektual Umar Bin Khattab dan Julius Caesar Muh Rasywan Syarif; Naif
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i3.33

Abstract

Efforts to build an international Islamic calendar had been addressed in international scientific seminars since 1393 H / 1973 AD, most recently on 28-30 May 2016/21-23 Sya’ban 1437 H under the theme "Muktamar Tauhid in Takwim al-Islami ad-Dauli” or International Islamic Calendar Unification in Istanbul-Turkey Conference, 2016. This seminar was formed by voting, which is to accept the international Islamic Calendar unification and to reject various forms of the zonal calendar. Nevertheless, this decision does not make the International Islamic calendar automatically applied. Consequently, it is expected the implementation and political authority in utilising it. In this case, the state involvement, Islamic associations, religious institutions, educational institutions and Muslim societies have a pivotal role regarding the development and application of this international Islamic calendar. By using a detailed analytical approach, this paper aims to photograph the steps and tasks of the figure exemplary to consolidate strategy in seeking realisation the international Islamic calendar unification. The results of this study found that the importance of a single authority role such as the OIC to justify and to socialize the International Islamic Calendar implementation for civil, worship, economic, social and other purposes. Upaya membangun Kalender Islam internasional telah dibahas dalam melalui seminar ilmiah internasional sejak 1393 H/1973 AD, terakhir pada 28-30 Mei 2016 1437 Sya'ban M/21-23 H dengan tema "Mukhtamar Tauhid di Takwim al - Islami iklan-Dauli atau ' Kalender Islam Internasional penyatuan di Istanbul Turki (Turki konferensi 2016). Dari seminar ini dihasilkan keputusan, melalui pemungutan suara, yaitu menerima penyatuan Kalender Islam internasional dan menolak berbagai bentuk kalendar zonal. Namun keputusan ini tidak nebjadikan kalender Islam Internasional otomatis diterapkan. Dibutuhkan strategi implementasi dan wewenang politik dalam menerapkannya. Dalam hal ini keterlibatan negara, organisasi Islam, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan dan masyarakat muslim sangat penting dalam pengembangan dan penerapan Kalender Islam internasional ini. Dengan menggunakan sebuah pendekatan analitis deskriptif, tulisan ini bertujuan memotret langkah dan peran tokoh teladan mengkonsolidasikan strategi dalam mencari realisasi penyatuan Kalender Islam internasional. Hasil studi ini menemukan bahwa pentingnya peran otoritas tunggal seperti OKI untuk membenarkan dan bersosialisasi pelaksanaan Kalender Islam Internasional untuk kegiatan sipil, ibadah, ekonomi, sosial dan keperluan lainnya.
Ihtiar Metodologis Nidhal Qassum Menuju Kalender Islam Internasional Muh Rasywan Syarif
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.564 KB) | DOI: 10.30596/jam.v3i1.1070

Abstract

AbstrakNidlāl Qassūm adalah intelektual muslim abad 21 yang turut serta mengambil andil dalam konsep kalender hijriah internasional dengan berusaha memformulsikan awal dan akhir bulan kamariah berdasarkan visibiliats hilal. Ia menemukan bahwa dengan prinsip visibilitas hilal akan ditemukan ketidak sesuaian keterlihatan di berbagai negara terutama untuk negara yang berada di belahan Timur dunia.  Konsep kalender Qassūm merupakan salah satu pemikiran kalender hijriah internasional yang menggunakan prinsip bizonal (membagi dunia menjadi dua zona). Zona Barat meliputi seluruh benua Amerika dan benua yang lain masuk dalam zona Timur. Dalam penentuan awal bulan, kalender Qassūm menggunakan kriteria hisab ijtimak qabla al-fajr di kota Makkah.Kata Kunci: Nidhal Qassūm, hisab, kalender internasional
EFEKTIVITAS BP4 KUA KECAMATAN LILIRILAU KABUPATEN SOPPENG DALAM MEMINIMALISIR PERCERAIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 PERSPEKTF HUKUM ISLAM Rizma Syamwali Putri; Muh. Jamal Jamil; Muh. Rasywan Syarif
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v3i3.27340

Abstract

The main problem in this research is how to review Islamic law on the urgency of the pre-marital course on household harmony at KUA, Mandai District, Maros Regency. From the main problem, two sub-problems were formulated, namely: 1. What is the Urgency of the Pre-Marriage Course on Household Harmony in KUA, Mandai District, Maros Regency?. 2. What is the Urgency of the Pre-Marriage Course on Household Harmony at the KUA, Mandai Sub-district, Maros Regency in terms of Islamic Law? Descriptive Qualitative Research is the type of research used in this thesis, namely field research. The results of this study indicate that the Pre-Marriage Course is very important for every bride and groom to follow as an effort to create a harmonious family by providing knowledge, understanding, skills and raising awareness to adolescents of marriageable age. Second, pre-marital courses have urgency because they contain positive values ​​(maṣlahaḥ) and pre-marital courses strengthen and support the realization of hifẓ an-nasl. The Pre-Marriage Course is carried out so that the prospective bride and groom can get provisions to build a household and can realize household harmony and avoid divorce. The implication of this research is that it is hoped that every prospective bride and groom will take the Pre-Marriage Course seriously so that the bride and groom can get provisions before starting a family. It is hoped that KUA will continue to provide course materials that support harmony in the household of every bride and groom, as well as provide advice on divorce which may occur if husband and wife cannot control the conflict in their household. Keywords: Pre-Marriage Course, Household Harmony.
Menyoal Akurasi Arah Kiblat Masjid Agung (Studi Kasus Masjid Agung Parepare dalam Tinjauan Trigonometri Arah Kiblat) ABD Karim Faiz; Budiman Budiman Budiman; Muh Rasywan Syarif
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 8, No 2 (2022): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v8i2.11129

Abstract

Eksistensi Ilmu Falak dan menyebarnya Ilmu Falak menjadi sebab kalibrasi arah kiblat masjid menjadi wajib, begitu juga Masjid Agung A.G.K.H. Abdul Rahman Ambo Dalle Kota Parepare. Kesimpulan awal peneliti berdasarkan pengukuran berbasis Google Earth arah kiblat Masjid Agung A.G.K.H. Abdul Rahman Ambo Dalle Kota Parepare melenceng ke arah selatan. Tujuan Penelitian ini yang pertama mendeskripsikan penggunaan metode arah kiblat Masjid Agung A.G. KH. Abdul Rahman Ambo Dalle Kota Parepare. Kedua, analisis historis dan kalibrasi arah kiblat dengan hisab kontemporer menggunakan alat aplikasi Google Earth, tongkat istiwa dan theodholite. Hasil penelitian ini yang petama bahwa metode pengukuran arah kiblat Masjid Agung Kota Parepare menggunakan metode Kompas. Kedua, Kalibrasi arah kiblat berdasarkan metode Google Earth ditemukan kemelencengan arah kiblat. Adapun hasil kalibrasi dengan metode Tongkat Istiwa ditemukan kemelencengan arah kiblat sebesar 5o 30. Hasil Kalibrasi Arah Kiblat dengan metode theodholite ialah 6o. Berdasarkan tiga metodologi tersebut disimpulkan bahwa arah kiblat masjid agung kota parepare tidak akurat.
Perbandingan Penentuan Awal Waktu Shalat Dengan Metode Hisab Trigonometri dan Program Accurate Times Muhammad Odeh St Khalija; Rasywan Syarif
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.22144

Abstract

Penentuan awal waktu shalat penting bagi umat islam dalam melaksanakan ibadahnya. Untuk menentukan awal waktu shalat terdapat beberapa metode, peneliti ingin membandingkan 2 metode yaitu hisab trigonometri dan program accurate times Muhammad odeh. Metode hisab trigonometri dan program accurate times Muhammad Odeh memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Dimana perbedaan dari kedua metode ini tidak terlalu jauh atau hanya berkisaran 1-2 menit saja. Tidak hanya itu kedua metode ini juga masing-masing memiliki sisi keunggulan dan kelemahan. Diantaranya sisi keunggulan hisab trigonometri yaitu dapat menghitung waktu shalat lengkap dan sisi keunggulan dari program accurate times Muhammad Odeh yaitu dapat menentukan awal waktu shalat dengan cepat. Maka perbandingan kedua metode ini penting karena hisab trigonometri merupakan pengetahuan dasar dalam menentukan awal waktu shalat, dan program accurate times dapat menjadi pengevaluasian dari hasil perhitungan yang dilakukan pada hisab trigonometri.