Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengendalian Kualitas Bahan Baku Pada Produk Kerajinan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Dengan Menggunakan Metode Taguchi Haslindah, Andi; Andrie, Andrie; Fajrich Ariyana, Chendani; Azis, Abdul
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 1 No. 02 (2020): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.642 KB) | DOI: 10.47398/justme.v1i02.6

Abstract

Pemanfaatan eceng gondok menjadi bahan baku pembuatan kerajinan tangan berlangsung sejak tahun 2015 oleh kelompok usaha kerajinan tangan di Makassar. Pengendalian kualitas bahan baku sangat diperlukan guna mendapat produk yang cukup efisien dan efektif agar dapat diterima masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pengolahan bahan baku mentah dan mengetahui kualitas bahan baku pada produk kerajinan eceng gondok menggunakan metode Taguchi. Hasil dari penelitian ini untuk mengetahui proses apa saja yang berpengaruh terhadap kualitas bahan baku, maka dilakukan rancangan percobaan metode Taguchi. Karakteristik yang digunakan adalah Signal to Ratio (SNR) Small is Better, di mana semakin kecil semakin baik dengan nilai proses perubahan warna (D) pada ranking ke-1 sebesar 2,540, nilai proses pengeringan (C) pada ranking ke-2 sebesar 0,967, nilai proses pengambilan bahan baku (A) pada ranking ke-3 sebesar 0,241, nilai proses pencucian (B) pada ranking ke-4 sebesar 0,149 dan nilai proses penyortiran bahan baku (E) pada ranking ke-5 sebesar 0,059. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap kualitas bahan baku yaitu faktor Proses Perubahan Warna (D) dengan level optimal yang dapat digunakan yaitu Level 2 (Cokelat Muda), faktor Proses Pencucian (B) dengan Level 2 (Air bersih + sabun), dan faktor Proses Pengeringan (C) dengan Level 1 (7 hari). The use of Eceng Gondok hyacinth as raw material for making handicrafts has been going on since 2015 by the handicraft business group in Makassar. Control of the quality of raw materials is needed in order to obtain a product that is efficient and effective enough to be accepted by the community. The purpose of this study was to determine the processing of raw materials and to determine the quality of the raw materials in water hyacinth handicraft products using the Taguchi method. The results of this study were to determine which processes affect the quality of raw materials. To determine the factors from the analysis results, the Taguchi method experimental design was carried out. The characteristic used is Signal to Ratio (SNR) Small is Better, where the smaller the better The percentage of the color change process (D) in the 1st rank is 2,540. The percentage of the drying process (C) in the second rank is 0.967. The percentage of the raw material extraction process (A) in the 3rd rank is 0.241. The percentage of the washing process (B) in the 4th rank is 0.149 and the proportion of the raw material sorting process (E) in the 5th rank is 0.059. Factors that greatly influence the quality of raw materials are the Color Change Process (D) factor with an optimal level that can be used, namely Level 2 (Light Chocolate), Washing Process (B) with Level 2 (Clean water + soap), and Drying Process factors. (C) with Level 1 (7 days).
EVALUASI MAN POWER PLANNING TERHADAP PERUSAHAAN, PADA BAGIAN PRODUKSI DIVISI IKAN TUNA, STUDI KASUS PADA PT. BUMI MENARA INTERNUSA MAKASSAR Hanafie, Ahmad; Andrie, Andrie; Sastri Makkulau, Andi Desvi; Herianto, Herianto
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 2 No. 01 (2021): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.984 KB) | DOI: 10.47398/justme.v2i01.12

Abstract

Perencanaan Sumber Daya Manusia dapat diraih oleh perusahaan melalui penempatan pegawai yang kompeten dan tepat pada posisinya yang dapat diketahui bila hendak merekrut karyawan, dan mempertahankan karyawan-karyawan terbaik yang telah ada, sehingga proses perencanaan tenaga kerja dapat dilakukan dengan lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan tenaga kerja pada bagian produksi divisi Ikan Tuna pada PT. Bumi Menara Internusa Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey langsung kelapangan dan mengembangkan fakta maupun data yang ada dilapangan. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisa waktu baku atau waktu standar dengan menggunakan faktor penyesuaian dan faktor kelonggaran menurut WestingHouse, selain itu jumlah penelitian ini selama 24 hari pada 3 stasiun kerja untuk divisi ikan tuna, mulai dari bagian penerimaan yang terdiri dari 31 karyawan, bagian Proses Retouching yang terdiri dari 21 karyawan, dan pada bagian Packing yang terdiri dari 16 karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu siklus, waktu normal dan waktu baku tercepat ada pada bagian packing ikan tuna. Human Resource Planning can be achieved by companies through the placement of employees who are competent and in precise positions that can be identified when recruiting employees, and retaining the best existing employees so that the workforce planning process can be carried out more optimally. This study aims to determine the labor planning process in the Tuna Fish Division production division at PT. Bumi Menara Internusa Makassar. This research is a quantitative study with a direct field survey approach and develops facts and data. The method used in this study uses standard time or standard time analysis using adjustment factors and allowance factors according to Westinghouse, besides the number of this research for 24 days at 3 workstations for the tuna division, starting from the reception section which consists of 31 employees, the Retouching Process section which consists of 21 employees, and the Packing section which consists of 16 employees. The results showed that the cycle time, average time, and fastest standard time were in the tuna packing section.
Analisa Postur Kerja Operator Mesin Pembuatan Adonan Mie Menggunakan Metode REBA (Rapid Entire Body Assesment) Haslindah, Andi; Andrie, Andrie; Afrayana, Rifqah; Endayani Guntur, Sri Yos
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 2 No. 01 (2021): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.838 KB) | DOI: 10.47398/justme.v2i01.16

Abstract

PT Karunia Indah Abadi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dalam memproduksi makanan instan yaitu Mie. Postur kerja yang sering dilakukan oleh operator dalam melakukan aktivitas area Mixing ialah mengangkat bahan baku. Risiko yang dapat ditimbulkan akibat postur kerja yang kurang baik adalah cedera tubuh seperti Musculoskeletal Disorders (MSDs). Oleh karena itu, diperlukannya menggunakan metode REBA untuk mengetahui tingkat risiko (risk level), level tindakan (action level), dan bagaimana perbaikan yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko MSDs pada seluruh tubuh yang menjadi keluhan operator. Berdasarkan hasil kuesioner Nordic Body Map (NBM) yang dilakukan terhadap 18 orang pekerja terdapat keluhan yang paling banyak yaitu keluhan leher bagian atas sebanyak 8 operator memperoleh persentase 44.44%. Hasil penilaian skor REBA menunjukkan postur kerja aktivitas mengangkat bahan baku tepung terigu dan tapioka masuk kategori berisiko tinggi yaitu skor 11. Usulan perbaikan untuk mengangkat tepung terigu yaitu dengan cara menyusun beberapa karung tepung terigu sampai setinggi perut operator agar memudahkan penuangan serta dilakukan oleh 2 orang operator dan untuk mengangkat tepung tapioka yaitu dengan cara dibuatkan alat bantu kerja yaitu meja setinggi mesin mixing. PT Karunia Indah Abadi is a company engaged in manufacturing in producing instant food, namely noodles. The working posture that is often used by operators in carrying out activities in the Mixing area is lifting raw materials. The risks that can be caused by poor work posture are bodily injuries such as Musculoskeletal Disorders (MSDs). Therefore, it is necessary to use the REBA method to determine the level of risk (risk level), level of action (action level), and how improvements need to be made to reduce the risk of MSDs in the whole body that becomes the operator's complaint. Based on the results of the Nordic Body Map (NBM) questionnaire conducted on 18 workers, the most common complaints were upper neck complaints as many as 8 operators got a percentage of 44.44%. The results of the REBA score assessment show that the work posture of the activity of lifting wheat flour and tapioca is in the high-risk category, namely a score of 11. Proposals for improvement to lift wheat flour are by arranging sacks of flour to the level of the operator's stomach to facilitate pouring which is carried out by 2 operators and to lift tapioca flour, namely by making a work aid, namely a table as high as the mixing machine.
PENGEMBANGAN PRODUK KUE DADAR BELANDA MAKANAN TRADISIONAL PADA HOME INDUSTRI DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Haslindah, Andi; Andrie, Andrie; Muyassirah, Muyassirah; Khatimah, Khusnul
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 3 No. 01 (2022): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.869 KB) | DOI: 10.47398/justme.v3i01.26

Abstract

Kue dadar belanda adalah kue tradisional yang begitu digemari oleh masyarakat terdahulu serta rasanya yang unik dan enak terbuat dari telur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pengembangan produk kue dadar belada terhadap varian rasa yang baru. Metode pengumpulan data ini dilakukan observasi di sidrap, dan penyebaran kuisioner kepada 50 responden yang dianggap konsumen. Analisis data yang dilakukan yaitu tahap pengumpulan Voice Of Custumer, SPSS 16 serta penyusunan House Of Quality. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk melakukan perkembangan produk dadar belanda terdapat 6 atribut, atribut yng diprioritaskan adalah varian rasa dengan nilai 4.08934 dan harga terjangkau dengan nilai 3.33959. kesimpulan peningkatan kualitas produk dadar belanda sesaui dengan rumah mutu kualitas (House Of Quality). The Dutch omelet is a traditional cake that was very popular with the previous community and has a unique and delicious taste made from eggs. The purpose of this study was to determine the process of developing a belanda pancake product for a new flavor variant. This data collection method was carried out by observing the Sidrap and distributing questionnaires to 50 respondents who were considered consumers. Data analysis was carried out, namely the stage of collecting Voice Of Customer, SPSS 16, and the preparation of House Of Quality. The results obtained from this study indicate that to develop the Dutch omelet product, there are 6 attributes, the prioritized attributes are the flavor variant with a value of 4.08934 and affordable prices with a value of 3.33959. the conclusion of improving the quality of the Dutch omelet product is in accordance with the (House of Quality).
PERENCANAAN DAN PENGAWASAN MUTU BAHAN BAKU TERHADAP PROSES PRODUKSI Studi Kasus PT. AUTOCLAVED & CONCRETE PRODUCTS Andrie, Andrie; Haslindah, Andi; Mardiana, Mardiana; Redjeb, Randi Darwis
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 3 No. 01 (2022): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.213 KB) | DOI: 10.47398/justme.v3i01.28

Abstract

Perkembangan pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah Sulawesi Selatan tentunya pesanan bata ringan semakin meningkat, sehingga perusahaan membutuhkan perencanaan dan pengendalian kualitas bahan baku agar pengelolaan proses produksi berjalan dengan optimal. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perencanaan dan pengawasan bahan baku terhadap kelancaran proses produksi. Hasil yang diperoleh valid dan reliabel, dimana nilai rata-rata tertinggi pertama pada variabel perencanaan terdapat pada X1.4 dengan nilai 0,897, nilai validitas tertinggi kedua pada variabel monitoring terdapat pada X2.5 dengan nilai 0,958 dan ketiga nilai rata-rata rata-rata tertinggi untuk variabel proses produksi adalah Y1 dengan nilai 0,958. Hasil regresi linier berganda variabel perencanaan (X1) berpengaruh signifikan dan positif terhadap kelancaran proses produksi dengan nilai koefisien 0,495 dan variabel kontrol berpengaruh signifikan dan positif terhadap kelancaran proses produksi dengan nilai koefisien sebesar 0,673. Pengaruh yang diberikan oleh perencanaan dan pengawasan bahan baku terhadap proses produksi sangat berpengaruh. The development of infrastructure development, especially in the South Sulawesi region, of course, orders for lightweight bricks are increasing, so companies need planning and quality control of raw materials so that the management of the production process runs optimally. This research is to determine the effect of planning and monitoring raw materials on the smooth production process. The results obtained are valid and reliable, where the first-highest average value on the planning variable is found in X1.4 with a value of 0.897, the second-highest validity value on the monitoring variable is found in X2.5 with a value of 0.958 and the third the average value The highest average for the production process variable is Y1 with a value of 0.958. The results of multiple linear regression of the planning variable (X1) have a significant and positive effect on the smoothness of the production process with a coefficient value of 0.495 and the control variable has a substantial and positive impact on the smoothness of the production process with a coefficient value of 0.673. The influence given by planning and supervising raw materials in the production process is very influential.
RANCANG BANGUN ALAT PELUBANG PLASTIK MULSA OTOMATIC BERBASIS ERGONOMI Hanafie, Ahmad; Andrie, Andrie; Muhammad, Dai; Andar, Andar
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 3 No. 02 (2022): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.877 KB) | DOI: 10.47398/justme.v3i02.32

Abstract

Plastik Mulsa adalah bahan untuk menutup tanah yang berfungsi untuk mencegah penguapan air sehingga dapat menurunkan suhu tanah, menyuburkan,melindungi permukaan tanah dari terpaan sinar matahari langsung dan air hujan yang dapat menyebabkan tanah erosi, mengurangi serangan hama dan penyakit tanaman. Adapun tujuan penelitian adalah untuk Merancang alat pelubang plastik mulsa automatic berbasis ergonomi dan Menganalisa dimensi-dimensi tubuh pengguna alat. Metodologi yang dilakukan adalah dengan cara menganalisis dimensi tubuh manusia yang berpengaruh. Sebelum alat dirancang, Dilakukan uji statistik yang meliputi uji keseragaman data dan uji kecukupan data. Uji keseragaman data dikatakan seragam bila mana data berada diantara BKA dan BKB dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat ketelitian 5%. Sedangkan Uji Kecukupan data, gunanya untuk mengetahui data cukup atau tidak dengan syarat N’ < N, dengan 100 responden. Hasil dari penelitian ini adalah ukuran dimensi tubuh yang akan digunakan pada desain alat pelubang plastik mulsa otomatic berbasis ergonomi, yaitu Panjang jangkauan tangan (PJT)=76,6cm, bahu ke siku (BS)=36,68cm, siku ke tangan (ST)=54,37cm, pergelangan tangan ke tangan (PTKT)=25,39cm, panjang jari-1(PJ-1)=8,97cm,panjang jari-2(PJ-2)=10,89cm,panjang jari-3(PJ-3)=12,16cm,panjang jari-4(PJ-4)=11,96cm,panjang jari-5(PJ-5)=10,17cm,siku ke siku (SS)=41,2cm,panjang telapak tangan (PTT)=22,78cm, lebar telapak tangan (LTT)=12,96cm,lebar jari-2345 (LJ-2345)=10,04cm,tinggi badan tegak (TBT)=178,48cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah realisasi alat pelubang plastik mulsa automatic berbasis ergonomi. Plastic Mulch is a material to cover the soil which functions to prevent the evaporation of water so that it can reduce soil temperature, fertilize, and protect the soil surface from direct sunlight and rainwater that can cause soil erosion, and reduce pests and plant diseases. The research objectives are to design an ergonomics-based automatic plastic mulch punching tool and to analyze the body dimensions of the tool user. The methodology used is by analyzing the influential dimensions of the human body. Before the tool is designed, statistical tests are carried out which include data uniformity tests and data adequacy tests. The data uniformity test is said to be uniform if the data is between BKA and BKB using a 95% confidence level and a 5% accuracy level. While the Data Sufficiency Test, the point is to find out whether the data is sufficient or not with the conditions N' < N, with 100 respondents. The results of this study are the dimensions of the body that will be used in the design of the ergonomics-based automatic plastic mulch punch tool, namely, hand reach length (PJT) = 76.6cm, shoulder to elbow (BS) = 36.68cm, elbow to hand (ST) =54.37cm, wrist to hand (PTKT)=25.39cm, finger length-1(PJ-1)=8.97cm, finger length-2(PJ-2)=10.89cm, finger length-3( PJ-3)=12.16cm, finger length-4(PJ-4)=11.96cm, finger length-5(PJ-5)=10.17cm, elbow to elbow (SS)=41.2cm, palm length hand (PTT)=22.78cm, palm width (LTT)=12.96cm, finger width-2345 (LJ-2345)=10.04cm, erect body height (TBT)=178.48cm. The conclusion of this study is the realization of an ergonomics-based automatic plastic mulch punch
ANALISIS KINERJA PEGAWAI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DI KANTOR DESA KAMIRI DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Haslindah, Andi; Andrie, Andrie; Syamsir, Syamsir; Setiawan, Sandi
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 3 No. 02 (2022): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.88 KB) | DOI: 10.47398/justme.v3i02.33

Abstract

Pada dasarnya manusia membutuhkan pelayanan, bahkan secara realita dapat dikatakan bahwa pelayanan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan di kantor desa, yang berlokasi di Desa Kamiri. Metode pengumpulan data ini di lakukan penyebaran kusioner kepada 95 responden. Analisis data yang di lakukan yaitu tentang suara masyarakat (Voice Of Costumer) terhadap pelayanan kantor desa, SPSS 16, Serta penyusunan House Of Quality. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk melakukan analisis pelayanan, terdapat 5 atribut meliputi Tangible, Assurance, Responsive, Reliability dan Emphaty. Setelah dilakukan penganalisaan data terhadap atribut yang paling berpengaruh, ditemukan bahwa pelayanan yang merupakan atribut dari Reliability memiliki skor paling tinggi dengan nilai 5,183 dabn Atribut kebersihan dan parkiran yang merupakan dimensi mutu Tangible, memperoleh skor terendah dengan nilai 1,328 sehingga bagian ini perlu perlu mendapatkan perhatian khusus agar playanan yang di harapkan bisa terwujud serta sarana dan prasarana yang belum memadai segera di lengkapi. Kesimpulan pelayanan kantor desa sesuai dengan rumah mutu kualitas (House Of Quality). Basically, humans need service, even, in reality, it can be said that service cannot be separated from human life. The purpose of this study was to determine the community's response to the services provided at the village office, which is located in Kamiri Village. This data collection method was carried out by distributing questionnaires to 95 respondents. The data analysis that was carried out was about the voice of the community (Voice of Customer) on village office services, SPSS 16, and the preparation of the House of Quality. The results obtained from this study indicate that to perform service analysis, there are 5 attributes Tangible, Assurance, Responsive, Reliability, and Empathy. After analyzing the data on the most influential attributes, it was found that the service which is an attribute of Reliability has the highest score with a value of 5.183, and the attribute of cleanliness and parking, which is a Tangible quality dimension, gets the lowest score with a value of 1.328 so this section needs special attention. so that the expected service can be realized and the facilities and infrastructure that are not yet adequate are immediately completed. Conclusion village office services in accordance with the quality of the house (House Of Quality).
IMPLEMENTASI FAULT TREE ANALYSIS PENYEBAB DEFECT KEMASAN GULA RAFINASI Aminuddin AP, Rezki Amelia; Hakim, Hakim; Andrie, Andrie; Apsari, Ayudya Eka
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 5 No. 01 (2024): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/justme.v5i01.60

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab kecacatan kemasan gula rafinasi di PT. XYZ menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Data dikumpulkan melalui survei kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden yang terdiri dari pekerja dan manajer produksi, serta melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor utama penyebab kecacatan kemasan meliputi distribusi kasar, penempatan sembarangan, kesalahan pada mesin jahit, dan kesalahan manusia. Distribusi kasar dan penempatan sembarangan berkontribusi terhadap robeknya kemasan, sementara kesalahan pada mesin jahit dan kesalahan manusia menyebabkan jahitan yang tidak sesuai. Kebersihan ruang penyimpanan yang tidak terjaga juga menyebabkan karung menjadi kotor. Rekomendasi perbaikan yang direkomendasikan meliputi penataan ulang ruang penyimpanan, penerapan standar kebersihan yang ketat, pengawasan rutin, pelatihan karyawan, dan pemeliharaan rutin fasilitas. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kecacatan kemasan dan meningkatkan kualitas produk. Penelitian ini juga menyarankan studi lebih lanjut mengenai efektivitas langkah-langkah perbaikan dan eksplorasi teknologi baru dalam proses pengemasan dan penyimpanan.
RELAYOUT TATA LETAK DAN FASILITAS PADA RUANG ANDE’Z LAUNDRY DENGAN METODE CRAFT (COMPUTERIZED RELATIVE ALLOCATION FACILITIES TECHNIQUE) Lestari, Nur Annisa; Andayani, Putril Zalzabil; Hanafie, Ahmad; Andrie, Andrie
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 20 No. 02 (2025): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v20i02.280

Abstract

Ruang A’ndez laundry pada layout yang kurang terintegrasi sehingga proses kerja karyawan kurang optimal dikarenakan karyawan membutuhkan waktu dan tenaga lebih untuk berpindah ke satu bidang kerja ke bidang kerja lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki layout proses dengan alur yang terintegrasi sehingga dapat meminimalisasi jarak, waktu dan tenaga serta memudahkan aktifitas karyawan. Penelitian ini menggunakan metode CRAFT (Computerized Relative Allocation Facilities Technique) untuk perbaikan layout yang bertujuan untuk mencari perancangan optimum dengan melakukan perbaikan tata letak secara bertahap. Dari hasil pengamatan dan serangkaian perhitungan yang dilakukan didapatkan hasil berdasarkan data perbandingan didapatkan hasil bahwa suatu pengerjaan dilakukan lebih cepat dan menghemat waktu dengan layout usulan. Perhitungan efisiensi didapatkan pada jarak sebanyak 48,64%, dengan jarak awal yaitu sebesar 37 m dan jarak tata letak usulan sebesar 19 m, menghemat waktu pengerjaan laundry lebih cepat dan didapatkan penghematan waktu sebesar 44,44%, dengan waktu pada saat tata letak awal sebesar 180 detik (3 menit) menjadi 100 detik (1 menit 40 detik) jadi ruang Ande’z Laundry lebih optimal dan efesiensi pada jarak dan waktunya lebih efektif dari sebelum Relayout.