Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Pada Baznas Kota Bukittinggi Berdasarkan PSAK No. 16 Renold, Muhammad Adzan; Sumarni, Nini
Ekono Insentif Vol 19 No 2 (2025): Ekono Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jei.v19i2.2090

Abstract

Abstrak BAZNAS Kota Bukittinggi memiliki beberapa aset tetap namun sudah rusak dan tidak diperlukan lagi dalam aktivitas lembaga, menurut PSAK No.16 diharuskan untuk melakukan penghentian pengakuan aset tetap. Jenis Penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan pengkajian laporan keuangan yang menyangkut pencatatan aset tetap. Sumber data yang menjadi acuan penelitian ini data primer dan data sekunder. Hasil Penelitian yaitu BAZNAS Kota Bukittinggi telah mempraktikkan PSAK No. 16 tentang pengakuan, perolehan, depresiasi, dan pelaporan aset tetap, namun penerapan penghentian pengakuan aset tetap belum diterapkan sehingga harga perolehan aset tetap yang sudah rusak masih diakui dalam laporan keuangan, terdapat kerugian penghentian aset tetap sehingga harus disajikan dalam laporan perubahan dana. Menurut Kebijakan Keuangan BAZNAS dan LAZ selisih nilai yang terjadi akibat pelepasan aset tetap harus disajikan kedalam laporan keuangan perubahan dana amil atau dana zakat atau dana infak dan sedekah. Abstract BAZNAS Bukittinggi city owns several fixed assets that are damaged and no longer used in institutional activities. Under PSAK No. 16, such assets should be derecognized. This study uses a descriptive qualitative method by analyzing financial reports related to fixed asset records, with data drawn from primary and secondary sources. The findings show that BAZNAS has implemented PSAK No. 16 in terms of recognition, acquisition, depreciation, and reporting. However, derecognition has not been applied, causing acquisition costs of damaged assets to remain in the financial statements. This results in losses on asset derecognition, which should be presented in the statement of changes in funds. According to BAZNAS and LAZ financial policies, differences arising from asset disposal must be reported in the financial statements under amil funds, zakat funds, or infak and sedekah funds.
Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Sayur di Panyalaian Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar Chrisanty, Rachel Aprilia; Ridhah, Habibatur; Sumarni, Nini; Dewi, Yenty Astari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36929

Abstract

Pendapatan petani yang turun sejak beberapa bulan terakhir selain diakibatkan oleh curah hujan yang tidak menentu juga terdapat beberapa factor lain seperti factor perpanjangan tangan pada saat penjualan, factor bibit dan factor-faktor lainnya. Tjuan penelitian ini adalh untuk menganalisis strategi peningkatan pendapatan petani sayur di panyalaian kecamatan x koto kabupaten tanah datar. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metoede kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan analisis dan informan sebanyak 3 informan. Kesimpulan penelitian ini untuk meningkatkan pendapatan petani adalah dengan meminimalisir risiko baik itu dari serangan hama dengan menggunakan prestisida, persaingan harga dengan menerapkan kejujuran,cuaca yang ekstrem melalui irigasi yang lancar dan mengoptimalkan penggunaan pupuk dengan dosis yang tepat,serta memperhatikan factor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani seperti harga, modal, tempat dan produk
Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Kopi Aren berdasarkan Metode Full Costing pada Kopi Gerobakan Kosca Birugo Hartono, M Ade Saputra; Sumarni, Nini
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi (HPP) pada UMKM Kopi Gerobakan KOSCA Birugo serta membandingkannya dengan metode full costing. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih digunakannya metode sederhana oleh UMKM yang belum memasukkan seluruh unsur biaya produksi secara lengkap, khususnya biaya overhead pabrik tetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis dilakukan dengan menghitung seluruh komponen biaya produksi, kemudian membandingkan hasil perhitungan HPP menurut metode UMKM dengan metode full costing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPP menurut metode UMKM sebesar Rp6.791 per cup, sedangkan menurut metode full costing sebesar Rp7.092 per cup, dengan selisih Rp301. Perbedaan ini disebabkan karena metode full costing memasukkan seluruh biaya produksi, baik variabel maupun tetap, termasuk biaya penyusutan. Dengan demikian, metode full costing menghasilkan informasi biaya yang lebih akurat dan dapat digunakan sebagai dasar yang lebih tepat dalam penentuan harga jual dan perencanaan laba usaha.
Pengaruh Biaya Lingkungan dan Kinerja Lingkungan terhadap Profitabilitas (Studi Kasus Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2024) Ramadhani, Dian; Sumarni, Nini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37746

Abstract

Kajian ini dimaksudkan untuk menginvestigasi sejauh mana pengeluaran yang dialokasikan untuk kepentingan ekologis serta performa keberlanjutan lingkungan berdampak terhadap tingkat keuntungan finansial perusahaan manufaktur yang bergerak di sektor industri esensial dan kimia, yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama kurun 2021–2024. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi BEI (www.idx.co.id). Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, menghasilkan 11 entitas usaha yang memenuhi kriteria. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi klasik, regresi linear berganda, serta evaluasi terhadap koefisien determinasi dan hipotesis. Hasil pengujian parsial (uji t) menunjukkan bahwa biaya lingkungan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan t_hitung 2,01954 berada di atas t_tabel 3,411. Sedangkan , kinerja lingkungan tidak menunjukkan relasi yang signifikan terhadap keuntungan, karena nilai_t_hitung (1,587) < _t_tabel (2,01954). Namun, secara simultan, biaya dan kinerja lingkungan menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap profitabilitas. Uji F mengindikasikan nilai signifikansi 0,006 < 0,05 serta F_hitung 5,852 yang melebihi F_tabel 3,226, sehingga hipotesis alternatif diterima dan relasi gabungan tersebut dinyatakan signifikan.
Analisis Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah pada Bank Sampah Lansek Manih Nagari Muaro Kabupaten Sijunjung Ramadhana, Azhara Rizaltul; Sumarni, Nini
ARZUSIN Vol 6 No 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i4.10179

Abstract

The preparation of financial statements based on the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM) has received attention in several studies, yet research that specifically discusses its application to community-based waste banks, particularly the Lansek Manih Waste Bank, remains limited. This study aims to analyze the preparation of financial statements based on SAK EMKM at the Lansek Manih Waste Bank in Nagari Muaro, Sijunjung Regency. This study used a qualitative approach with a case study design, involving 12 participants consisting of waste bank managers and customers selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and were then analyzed using the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the preparation of financial statements at the Lansek Manih Waste Bank is still carried out simply through the recording of cash inflows and cash outflows, without preparing a statement of financial position, income statement, and notes to the financial statements as regulated in SAK EMKM. This study also found inconsistencies in the recording of customer savings due to a manual recording system that has not yet been structured. The low level of managers’ understanding of accounting standards and the absence of training are the main factors preventing the implementation of SAK EMKM. This finding contributes to the development of signaling theory in the context of financial management transparency in community-based organizations and broadens understanding of the implementation of SAK EMKM in waste banks. The conclusion of this study emphasizes the importance of preparing financial statements that are systematic, accountable, and compliant with standards. The practical implications of this study indicate the need for assistance and training for waste bank managers to improve the quality of financial administration and the transparency of organizational management.
Analisis Penerapan SAK EMKM pada Penyusunan Laporan Keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Studi Kasus pada Toko Zahra Cake Pasaman) Diva, Putri Para; Sumarni, Nini
ARZUSIN Vol 6 No 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i4.10180

Abstract

The implementation of the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK-EMKM) in MSMEs has received attention in several studies, yet research that specifically discusses its application to the preparation of financial statements of culinary MSMEs in Pasaman Regency remains limited. This study aims to analyze the implementation of SAK-EMKM in the preparation of financial statements at Toko Zahra Cake Pasaman, identify the obstacles encountered, and determine the efforts made to overcome barriers to the application of these accounting standards. This study used a qualitative approach with a case study design, involving two main informants, namely the business owner and the financial manager, who were selected through purposive sampling. Data were collected through observation, unstructured interviews, and documentation, and were then analyzed using the interactive analysis technique of Miles and Huberman through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that Toko Zahra Cake has not implemented SAK-EMKM optimally because financial recording is still carried out simply and is limited to recording cash receipts and cash disbursements, without preparing a statement of financial position, income statement, and notes to the financial statements in accordance with the standards. The main obstacles to implementing SAK-EMKM include low accounting understanding, limited human resources, lack of training related to SAK-EMKM, and the suboptimal separation of personal and business finances. This finding contributes to the development of signaling theory and broadens understanding of the implementation of SAK-EMKM in culinary MSMEs. The conclusion of this study emphasizes the importance of accounting understanding, separation of business finances, and continuous assistance for MSME actors in improving the quality of financial statements based on SAK-EMKM.