Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah di Ponsel Khalid Cellular (Studi Kasus UMKM Ponsel Khalid Cellular) Zulfi, Putri Febriani; Sumarni, Nini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini menganalisis penerapan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada Khalid Cellular, sebuah UMKM yang bergerak di bidang penjualan telepon seluler di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. SAK EMKM bertujuan menyederhanakan penyusunan laporan keuangan UMKM agar lebih informatif dan dapat dipercaya. Meskipun demikian, Khalid Cellular dan banyak UMKM lainnya belum menerapkan standar ini karena kurangnya pemahaman dan sosialisasi. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Khalid Cellular masih menggunakan pencatatan keuangan sederhana dan manual. Hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan akuntansi serta kurangnya penyebaran informasi terkait SAK EMKM. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam mengimplementasikan standar tersebut demi meningkatkan kualitas laporan keuangan serta akses terhadap pembiayaan.
Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Pada Baznas Kota Bukittinggi Berdasarkan PSAK No. 16 Renold, Muhammad Adzan; Sumarni, Nini
Ekono Insentif Vol 19 No 2 (2025): Ekono Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jei.v19i2.2090

Abstract

Abstrak BAZNAS Kota Bukittinggi memiliki beberapa aset tetap namun sudah rusak dan tidak diperlukan lagi dalam aktivitas lembaga, menurut PSAK No.16 diharuskan untuk melakukan penghentian pengakuan aset tetap. Jenis Penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan pengkajian laporan keuangan yang menyangkut pencatatan aset tetap. Sumber data yang menjadi acuan penelitian ini data primer dan data sekunder. Hasil Penelitian yaitu BAZNAS Kota Bukittinggi telah mempraktikkan PSAK No. 16 tentang pengakuan, perolehan, depresiasi, dan pelaporan aset tetap, namun penerapan penghentian pengakuan aset tetap belum diterapkan sehingga harga perolehan aset tetap yang sudah rusak masih diakui dalam laporan keuangan, terdapat kerugian penghentian aset tetap sehingga harus disajikan dalam laporan perubahan dana. Menurut Kebijakan Keuangan BAZNAS dan LAZ selisih nilai yang terjadi akibat pelepasan aset tetap harus disajikan kedalam laporan keuangan perubahan dana amil atau dana zakat atau dana infak dan sedekah. Abstract BAZNAS Bukittinggi city owns several fixed assets that are damaged and no longer used in institutional activities. Under PSAK No. 16, such assets should be derecognized. This study uses a descriptive qualitative method by analyzing financial reports related to fixed asset records, with data drawn from primary and secondary sources. The findings show that BAZNAS has implemented PSAK No. 16 in terms of recognition, acquisition, depreciation, and reporting. However, derecognition has not been applied, causing acquisition costs of damaged assets to remain in the financial statements. This results in losses on asset derecognition, which should be presented in the statement of changes in funds. According to BAZNAS and LAZ financial policies, differences arising from asset disposal must be reported in the financial statements under amil funds, zakat funds, or infak and sedekah funds.
PERLAKUAN AKUNTANSI ASET TETAP PADA BAZNAS KOTA BUKITTINGGI BERDASARKAN PSAK NO. 16 Muhammad, Renold; Sumarni, Nini; Martilova, Novera; Dewi, Yenty Astari
LAND JOURNAL Vol. 7 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47491/landjournal.v7i1.4593

Abstract

BAZNAS Bukittinggi city owns several fixed assets that are damaged and no longer used in institutional activities. Under PSAK No. 16, such assets should be derecognized. This study uses a descriptive qualitative method by analyzing financial reports related to fixed asset records, with data drawn from primary and secondary sources. The findings show that BAZNAS has implemented PSAK No. 16 in terms of recognition, acquisition, depreciation, and reporting. However, derecognition has not been applied, causing acquisition costs of damaged assets to remain in the financial statements. This results in losses on asset derecognition, which should be presented in the statement of changes in funds. According to BAZNAS and LAZ financial policies, differences arising from asset disposal must be reported in the financial statements under amil funds, zakat funds, or infak and sedekah funds.
Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Sayur di Panyalaian Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar Chrisanty, Rachel Aprilia; Ridhah, Habibatur; Sumarni, Nini; Dewi, Yenty Astari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36929

Abstract

Pendapatan petani yang turun sejak beberapa bulan terakhir selain diakibatkan oleh curah hujan yang tidak menentu juga terdapat beberapa factor lain seperti factor perpanjangan tangan pada saat penjualan, factor bibit dan factor-faktor lainnya. Tjuan penelitian ini adalh untuk menganalisis strategi peningkatan pendapatan petani sayur di panyalaian kecamatan x koto kabupaten tanah datar. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metoede kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan analisis dan informan sebanyak 3 informan. Kesimpulan penelitian ini untuk meningkatkan pendapatan petani adalah dengan meminimalisir risiko baik itu dari serangan hama dengan menggunakan prestisida, persaingan harga dengan menerapkan kejujuran,cuaca yang ekstrem melalui irigasi yang lancar dan mengoptimalkan penggunaan pupuk dengan dosis yang tepat,serta memperhatikan factor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani seperti harga, modal, tempat dan produk