Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

REVITALISASI MAPALUS SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BUDAYA MINAHASA DI MANADO SULAWESI UTARA Mandolang, Nova Olvie; Pandean, Mariam L. M.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v3i2.996

Abstract

Abstrak: Mapalus adalah sebuah bentuk kebudayaan yang direalisasikan melaui kegiatan saling membantu yang dilakukan suatu kelompok masyarakat. Kegiatan mapalus ­­umumnya memiliki tujuan untuk saling membantu satu sama lain dalam anggota mapalus, baik membantu dalam suasana senang (ucapan syukur atas hasil bumi) maupun dalam suasana duka (meninggal dunia). Adapun tujuan pengabdian yang penulis lakukan terkait dengan budaya mapalus, yaitu agar masyarakat suku Minahasa akan tetap peduli dan melestarikan budaya tersebut sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat Minahasa. Adapun metode yang dilakukan penulis yakni sosialisasi dan penyuluhan dalam suatu kegiatan rukun sosial kemasyarakatan. Mitranya yaitu kelompok masyarakat di satu kelurahan yang diwakili oleh 35 orang kepala keluarga sebagai anggota dari rukun sosial kemasyarakatan dimaksud. Evaluasi dilakukan lewat satu kegiatan yang disebut dengan kumawus. Hasilnya, hanya setengah dari anggota rukun yang ikut melaksanakan mapalus dalam kegiatan kumawus  tersebut, sehingga penulis berupaya untuk merevitalisasi budaya tersebut selama dua tahun, sampai pada akhirnya semua anggota terlibat dalam kegiatan kumawus. Kegiatan pengabdian ini berdampak positif bagi peningkatan nilai ekonomis keluarga.Kata Kunci: mapalus; budaya; kearifan lokal; masyarakat Minahasa.Abstract:  Mapalus is a form of culture that is realized through mutual assistance activities carried out by a community group. Mapalus activities generally have the aim of helping each other among Mapalus members, both in a happy atmosphere (giving thanks for the produce of the earth) and in an atmosphere of sorrow (passing away). The purpose of the dedication that the author is doing is related to Mapalus culture, namely that the Minahasa people will continue to care for and preserve this culture as one of the local wisdoms of the Minahasa people. The method used by the author is socialization and counseling, which are two of the pillars of society. The partners are community groups in one kelurahan, which are represented by 35 heads of households as members of the intended social group. Evaluation is carried out through an activity called kumawus. As a result, only half of the rukun members participate in carrying out Mapalus in the kumawus activities, so the authors try to revitalize the culture for two years until, in the end, all members are involved in kumawus activities. This service activity has a positive impact on increasing the economic value of the family.Keywords: mapalus; culture; local wisdom; the Minahasa people
Interference of Manado Malay Language in the Japanese Language Learning Process at SMA Negeri 2 Manado: Interferensi Bahasa Melayu Manado Dalam Proses Pembelajaran Bahasa Jepang Di SMA Negeri 2 Manado Maya I Ch Selat; Mariam L M Pandean; Jultje A J Rattu; Dwianita Conny Palar
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4549

Abstract

Interferensi merupakan bentuk penyimpangan dari kaidah bahasa yang benar karena adanya pengaruh bahasa pertama pada bahasa kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi bentuk-bentuk interferensi bahasa Melayu Manado dalam pembelajaran bahasa Jepang. selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya interferensi dalam pembelajaran bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan siswa dan guru saat berbicara bahasa Jepang. data yang terkumpul dianalisis dengan teori interferensi. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan siswa dan guru melakukan interferensi di bidang leksikal ketika berbicara
Pelatihan Penulisan Esai Berbasis Budaya Lokal Pada Siswa SMA/SMK Di Kabupaten Minahasa Selatan Pandean, Mariam; Palit, Anatje Tinike; Karouw, Stella
Servitium Smart Journal Vol 3 No 2 (2025): Servitium Smart Journal
Publisher : Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31154/servitium.v4i1.36

Abstract

Writing is a skill to express ideas or thoughts in written form. Essay writing is relatively short because it only contains certain topics or reviews in the form of criticism/suggestions or opinions that are delivered coherently and have coherence so that they can be easily understood. Essay topics about culture are intended to foster a sense of love and pride in the local culture of each region. The purpose of this training activity is to train high school/vocational school students to write essays on the theme of local culture. This activity was carried out on August 6, 2024 at SMK Negeri I Tareran Minahasa Selatan. The method used was in the form of training and mentoring in writing essays. The results obtained by all participants or students totaling 75 students have been able to write essays with various local cultural themes. This result is very visible in the increase in competency that students initially did not have, after this training activity, a significant increase was obtained from participants regarding their ability to write essays and produced 75 essays on the theme of culture.  Keywords— Language, Writing, Author, Essay Writing, Local Culture.
KUASA BAHASA KESEPULUH FIRMAN: SUATU KAJIAN ANALISIS WACANA HISTORIS TERHADAP KELUARAN 20:1-17 Wenas, Richo; Pandean, Mariam Lidia Mytty; Warouw, Maya Pinkan
Diegesis : Jurnal Teologi Vol 10 No 2 (2025): DIEGESIS: JURNAL TEOLOGI
Publisher : Publisher: Bethel Press; Unit Penerbit: STT Bethel Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46933/DGS.vol10i2136-159

Abstract

This article examines the Ten Commandments (Exodus 20:1–17) using the Discourse-Historical Approach (DHA) as developed by Ruth Wodak. The study aims to analyze how divine authority is constructed and legitimized both linguistically and theologically within the text, while also uncovering the social and theological implications of language use in shaping the moral and spiritual order of the faith community. The research employs a qualitative method with a literature-based approach. The findings reveal that the Ten Commandments function not merely as ethical imperatives but also as a discursive instrument for constructing social structures, legitimizing divine authority, and forming the collective identity of the people of Israel. Analysis of topical structure, discursive strategies, and linguistic features within the text confirms the role of language as a vehicle for establishing norms, authority, and the social world of believers. These insights contribute a new dimension to biblical theological studies through the lens of critical linguistic analysis.
Reduplikasi Bahasa Galela Cie, Ochtania Belaristy; Pandean, Mariam Lidia Mitty; Ranuntu, Garryn Christian
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5832

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pembentukan reduplikasi bahasa Galela dan kaidah kebahasaan yang dihasilkan. Teori yang digunakan merujuk pada Ramlan (2012) yang membagi reduplikasi menjadi 4 bagian, yaitu reduplikasi penuh, sebagian, kombinasi dengan pembubuhan afiks, dan kombinasi pembubuhan fonem. Metode yang digunakan ada penelitian ini adalah metode agih yang dikemukakan Sudaryanto (2015). Pada penyediaan data dilakuakn dengan teknik simak libat cakap dan pada tahap analisis menggunakan teknik BUL atau bagi unsur langsung. Hasil penelitian yang ditemukan, reduplikasi bahasa Galela terbagi menjadi dua, yaitu reduplikasi penuh dan reduplikasi sebagian. Reduplikasi penuh dan reduplikasi sebagian terdapat fungsi subjek, predikat, objek, keterangan. Kategori yang ditemukan adalah nomina dan frasa nominal, verba dan frasa verbal. Nomina atau frasa nominal tidak berubah sebagai produk hasil reduplikasi, hal ini berlaku juga pada verba dan frasa verbal.
Lanskap linguistik di kelurahan Bahu kota Manado Makasambe, Jeansi; Pandean, Mariam Lidia Mitty; Ranuntu, Garryn Christian
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7i4.1028

Abstract

This article aims to identify and describe the phenomena of language variation, categories and functions found in Bahu sub-district, Manado city. This research method uses a qualitative descriptive method. Data collection was carried out using observation, documentation and note-taking methods. This research data is in visual form in the form of images containing language variations of the linguistic landscape in Bahu sub-district, Manado city and this data was taken using a cellphone camera. The results of this research found 39 data. Then eight language variations were found, monolingual, bilingual and multilingual. These language variations include two monolingual variations, namely Indonesian and English. There are four variations of bilingualism found. These variations consist of Indonesian-English, Indonesian-Malay Manado, and Italian-English, and English-Japanese. Furthermore, two multilingual variations were found, namely Indonesian-Melayu Manado-English, Indonesian-Javanese dialect-English-Malay Manado. The category of language sign producers in Bahu sub-district, Manado city consists of top-down and bottom-up categories. There are two functions, which consist of informational and symbolic function.
Analisis Strategi Pemasaran pada Bisnis Fusion Gastronomi: Studi Kasus KOI Dessert Bar di Australia Sukendar, Reynard Ansell; Adnyana, Ni Wayan Christy; Pandean, Mariam
Ebisma (Economics, Business, Management, & Accounting Journal) Vol. 5 No. 2 (2025): Economics, Business, Management, & Accounting Journal (Ebisma)
Publisher : Haka Vyza Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61083/ebisma.v5i2.91

Abstract

KOI Dessert Bar is a premium dessert brand recognized for its fusion gastronomy and strong visual aesthetics. The background of this study focuses on how an appropriate marketing strategy can build differentiation and maintain exclusivity amid intense competition in the modern culinary industry. The research method employed a qualitative descriptive analysis by examining the implementation of the 7P marketing mix at KOI Dessert Bar, including product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. The results and discussion show that product innovation based on edible art, combined with interior design and packaging that support multisensory experiences, strengthens consumer perceptions of exclusivity and quality. Promotional strategies involving visual storytelling, brand collaborations, and user-generated content successfully increase consumer interest and engagement. The role of Reynold Poernomo and the culinary team is also significant in building authenticity and emotional bonding with customers. However, business expansion encounters challenges related to taste and plating consistency, the availability of premium ingredients, and dependence on visual trends that may fluctuate over time. In conclusion, the sustainability of KOI Dessert Bar depends on maintaining a balance between creativity and operational efficiency through standardized processes, strengthened supply chain management, and diversified services without diminishing the exclusivity of the brand. KOI Dessert Bar merupakan salah satu merek dessert premium yang dikenal melalui pendekatan gastronomi fusion dan estetika visual yang kuat. Latar belakang penelitian ini berfokus pada bagaimana strategi pemasaran yang tepat mampu membangun diferensiasi serta mempertahankan eksklusivitas di tengah kompetisi industri kuliner modern. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan meninjau penerapan bauran pemasaran 7P pada KOI Dessert Bar, meliputi elemen produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, serta bukti fisik. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa inovasi produk berbasis edible art, desain interior dan packaging yang mendukung pengalaman multisensori, serta strategi promosi berbasis visual storytelling, kolaborasi merek, dan konten pengguna berhasil meningkatkan minat dan keterlibatan konsumen. Peran figur Reynold Poernomo dan tim kuliner juga menjadi faktor penting dalam membangun autentisitas dan kedekatan emosional dengan pelanggan. Meskipun demikian, ekspansi bisnis menghadapi tantangan berupa konsistensi rasa dan plating, ketersediaan bahan baku premium, serta ketergantungan pada tren visual yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Kesimpulannya, keberhasilan dan keberlanjutan KOI Dessert Bar bergantung pada kemampuan menjaga keseimbangan antara kreativitas dan efisiensi operasional melalui standardisasi proses, penguatan manajemen rantai pasok, serta diversifikasi layanan tanpa mengurangi citra eksklusivitas merek.