Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Agroprimatech

EFEKTIVITAS PENCAMPURAN HERBISIDA GLIFOSAT DENGAN 2,4 D TERHADAP PENGENDALIAN GULMA BERDAUN SEMPIT DAN GULMA BERDAUN LEBAR PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guinensis Jacq) Afrianti, Suratni
Agroprimatech Vol. 1 No. 1 (2017): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.43 KB) | DOI: 10.34012/agroprimatech.v1i1.436

Abstract

Gulma merupakan organisme penggangu tanaman yang dapat menimbulkan resiko terutama penurunan hasil produksi. Penelitian ini berupa aplikasi lapangan terhadap pengendalian gulma dengan menggunakan pencampuran herbisida glifosat dengan 2,4 D. Parameter yang di amati adalah tingkat kematian gulma setelah aplikasi dan fase tumbuh kembali gulma setelah gulma terhitung mati.rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan, yaitu G0 (tanpa glifosat) G1 (5,5 ml) G2 ( 7,5 ml) G3 (9,5 ml) dan D0 (tanpa 2,4 D) D1 ( 0,25ml) D2 (1,25ml) D3 (2,25ml). Hasil penelitian menunjukkan presentase kematian gulma paling tinggi pada perlakuan G3D3. Semakin tinggi dosis yang digunakan maka semakin cepat tingkat kematian gulma.
DAMPAK KERUSAKAN SUMBER DAYA ALAM AKIBAT PENAMBANGAN BATUBARA DI NAGARI LUNANG, KECAMATAN LUNANG SILAUT, KABUPATEN PESISIR SELATAN, PROVINSI SUMATERA BARAT Afrianti, Suratni
Agroprimatech Vol. 4 No. 1 (2020): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.727 KB) | DOI: 10.34012/agroprimatech.v3i2.916

Abstract

Penambangan batubara memberikan manfaat yang cukup besar terhadap peningkatan pembangunan daerah dan penyerapan tenaga kerja, sealin itu juga menberikan dampak terhadap terjadi perubahan kualitas lingkungan hidup baik lingkungan fisik, kimia, biologi maupun sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Metode pegumpulan data ini adalah dengan mengumpulkan data skunder dari Dokument UKL/Upl, Review jurnal, buku dan tulisan ilmiah lainnya kemudian di deskriptifkan menjadi sebuah tulisan, dimana dari analisis tersebut menggambarkan bahwa tambang batubara terutama tambang terbuka akan menimbulkan dampak terjadinya perubahan bentang alam, erosi tanah, polusi udara dan air serta dampak terhadap keanekaragaman hayati setempat. Dampak dari perubahan tersebut dapat bersifat positif yang menguntungkan masyarakat tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif yang menurunkan kualitas lingkungan hidup.
RIMBO LARANGAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MINANG KABAU UNTUK MENJAGA KELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN Afrianti, Suratni
Agroprimatech Vol. 4 No. 1 (2020): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.979 KB) | DOI: 10.34012/agroprimatech.v3i2.917

Abstract

Kehidupan masyarakat minang kabau Sehari- hari banyak bergantung kepada alam, alam sebagai sumber penghidupan juga sebagai sumber ilmu pengetahuan sehingga ada pepapatah minang kabau yang mengatakan bahwasanya “Alam Takambang jadi Guru” dalam Bahasa Indonesia di baca Alam terkembang Jadi Guru, di minang kabau kelestrian alam dan lingkungan terutama hutan sangat dijaga dengan baik hal ini dilakukan sejak zaman nenek moyang dahulunya, sehingga ada salah satu kearifan lokal masyarakat minang kabau yang dinamakan Rimbo Larangan, Rimbo Larangan yaitu melindungi rimbo atau dalam Bahasa Indonesia disebut Rimba/hutan. Tujuan tulisan ini adalah untuk melihat Tata cara mengakan kearifan lokal rimbo larangan yang ada di sumatera barat, Bentuk-Bentuk Larangan Yang Dibuat Untuk Rimbo Larangan, Factor Factor Yang Mempengaruhi Bertahannya Kearifan Lokal Rimbo Larangan, metode yang digunakan untuk membuat tulisan ini adalah dengan cara Review jurnal, buku dan tulisan ilmiah lainnya yang berkaitan tentang Rimbo Larangan Kearifan Lokal Masyarakat Minang Kabau Untuk Pelestarian Sumber Daya Alam.
Analysis Of Biomass Of Mucuna Bracteata DC Due To The Provision Of Coffee Skin Waste As An Alternative Fertilizer Tarigan, Andry Admaja; Perangin-angin, Hagai Jorenta; Afrianti, Suratni; Sulastri, Yustina Sri; Sihaloho, Martha Adiwaty; Pratomo, Bayu
Agroprimatech Vol. 9 No. 1 (2025): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v9i1.6504

Abstract

Biomass Analysis of Mucuna bracteata DC Due to the Application of Coffee Husk Waste as an Organic Nutrient Source. Mucuna bracteata DC is a cover crop that plays a crucial role in soil conservation and soil fertility improvement. This study aims to analyze the effect of liquid organic fertilizer (LOF) derived from coffee husk waste on the biomass growth of Mucuna bracteata DC, particularly in terms of fresh shoot weight, fresh root weight, dry shoot weight, and dry root weight. The research was conducted at Jalan Kuali No. 50, Medan Petisah District. The experiment was designed using a Completely Randomized Block Design (CRBD) with a single-factor treatment consisting of seven LOF dosage levels: K0 (no treatment), K1 (5 mL/polybag), K2 (10 mL/polybag), K3 (15 mL/polybag), K4 (20 mL/polybag), K5 (25 mL/polybag), and K6 (30 mL/polybag), with four replications, totaling 28 experimental plots. The results showed that the application of coffee husk LOF significantly affected the biomass growth of Mucuna bracteata DC. The highest fresh shoot weight (9.51 g) and dry shoot weight (2.14 g) were recorded in treatment K6 (30 mL/polybag), whereas the highest fresh root weight (2.29 g) and dry root weight (0.32 g) were observed in treatment K5 (25 mL/polybag). Higher LOF doses generally increase plant biomass up to an optimal threshold, beyond which nutrient absorption efficiency by roots declines. Overall, the optimal LOF dosage for maximizing biomass growth in Mucuna bracteata DC ranges between 25–30 mL/polybag. The use of coffee husk waste as an organic nutrient source presents a sustainable alternative for improving plant productivity while reducing dependency on synthetic fertilizers.
EFEKTIVITAS PENCAMPURAN HERBISIDA GLIFOSAT DENGAN 2,4 D TERHADAP PENGENDALIAN GULMA BERDAUN SEMPIT DAN GULMA BERDAUN LEBAR PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guinensis Jacq) Afrianti, Suratni
Agroprimatech Vol. 1 No. 1 (2017): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v1i1.436

Abstract

Gulma merupakan organisme penggangu tanaman yang dapat menimbulkan resiko terutama penurunan hasil produksi. Penelitian ini berupa aplikasi lapangan terhadap pengendalian gulma dengan menggunakan pencampuran herbisida glifosat dengan 2,4 D. Parameter yang di amati adalah tingkat kematian gulma setelah aplikasi dan fase tumbuh kembali gulma setelah gulma terhitung mati.rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan, yaitu G0 (tanpa glifosat) G1 (5,5 ml) G2 ( 7,5 ml) G3 (9,5 ml) dan D0 (tanpa 2,4 D) D1 ( 0,25ml) D2 (1,25ml) D3 (2,25ml). Hasil penelitian menunjukkan presentase kematian gulma paling tinggi pada perlakuan G3D3. Semakin tinggi dosis yang digunakan maka semakin cepat tingkat kematian gulma.
DAMPAK KERUSAKAN SUMBER DAYA ALAM AKIBAT PENAMBANGAN BATUBARA DI NAGARI LUNANG, KECAMATAN LUNANG SILAUT, KABUPATEN PESISIR SELATAN, PROVINSI SUMATERA BARAT Afrianti, Suratni
Agroprimatech Vol. 4 No. 1 (2020): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v3i2.916

Abstract

Penambangan batubara memberikan manfaat yang cukup besar terhadap peningkatan pembangunan daerah dan penyerapan tenaga kerja, sealin itu juga menberikan dampak terhadap terjadi perubahan kualitas lingkungan hidup baik lingkungan fisik, kimia, biologi maupun sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Metode pegumpulan data ini adalah dengan mengumpulkan data skunder dari Dokument UKL/Upl, Review jurnal, buku dan tulisan ilmiah lainnya kemudian di deskriptifkan menjadi sebuah tulisan, dimana dari analisis tersebut menggambarkan bahwa tambang batubara terutama tambang terbuka akan menimbulkan dampak terjadinya perubahan bentang alam, erosi tanah, polusi udara dan air serta dampak terhadap keanekaragaman hayati setempat. Dampak dari perubahan tersebut dapat bersifat positif yang menguntungkan masyarakat tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif yang menurunkan kualitas lingkungan hidup.
RIMBO LARANGAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MINANG KABAU UNTUK MENJAGA KELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN Afrianti, Suratni
Agroprimatech Vol. 4 No. 1 (2020): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v3i2.917

Abstract

Kehidupan masyarakat minang kabau Sehari- hari banyak bergantung kepada alam, alam sebagai sumber penghidupan juga sebagai sumber ilmu pengetahuan sehingga ada pepapatah minang kabau yang mengatakan bahwasanya “Alam Takambang jadi Guru” dalam Bahasa Indonesia di baca Alam terkembang Jadi Guru, di minang kabau kelestrian alam dan lingkungan terutama hutan sangat dijaga dengan baik hal ini dilakukan sejak zaman nenek moyang dahulunya, sehingga ada salah satu kearifan lokal masyarakat minang kabau yang dinamakan Rimbo Larangan, Rimbo Larangan yaitu melindungi rimbo atau dalam Bahasa Indonesia disebut Rimba/hutan. Tujuan tulisan ini adalah untuk melihat Tata cara mengakan kearifan lokal rimbo larangan yang ada di sumatera barat, Bentuk-Bentuk Larangan Yang Dibuat Untuk Rimbo Larangan, Factor Factor Yang Mempengaruhi Bertahannya Kearifan Lokal Rimbo Larangan, metode yang digunakan untuk membuat tulisan ini adalah dengan cara Review jurnal, buku dan tulisan ilmiah lainnya yang berkaitan tentang Rimbo Larangan Kearifan Lokal Masyarakat Minang Kabau Untuk Pelestarian Sumber Daya Alam.
Pengaruh Formulasi Cendawan Entomopatogen Metharizium anisopliae(Metchnikoff) Sorokin dan Beauveria bassiana(Bals.-Criv.) Vuill terhadap Pertumbuhan dan Daya Tahan Hama Penyakit pada Bibit Kelapa Sawit (Pre nursery) Gunawan, Juan Felix; Rahayuwati, Sat; Pratomo, Bayu; Afrianti, Suratni
Agroprimatech Vol. 8 No. 2 (2024): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v8i2.5409

Abstract

Entomopathogenic fungi are fungi that can cause death to insect pests. Some reports state that entomopathogenic fungi are endophytic or can grow in plant tissue and are positive for plant growth and produce phenol substances that insects do not like. The study aims to determine whether the formulation of entomopathogenic fungi Metharizium anisopliae (Metchnikoff) Sorokin and Beauveria bassiana (Bals.-Criv.) Vuill given to pre-nursery oil palm seedlings can help increase growth and resistance to pests and plant diseases. The study used factorial RAK with 3 replications and 2 factors, namely M. anisopliae fungus (M) with 4 levels: M0 = 0 g (control), M1 = 5g, M2 = 10g, and M3 = 40g, and B. bassiana fungus (B) with 4 levels namely: B0 = 0g (control), B1 = 5g, B2 = 10g, and B3 = 40g. The research resultsshowed that sprouts could grow into seedlings well, with an average third leaves appearing at week 12 after planting. The results of ANOVA analysis showed that the treatment factor of M. anisopliae and B. bassiana fungus gave an effect that was not significantly different on the parameters of the number of leaves, plant height, stem diameter, leaf length, number of leaf spots, leaf spot area, number of insect bites, insect bite area, plant length, crown wet weight, crown dry weight, root wet weight, root dry weight and root crown ratio. In other words, adding various doses of mixed formulation of M. anisopliae and B. bassiana did not provide a response to trigger plant growth and prevent the undesirable effects of insects. There are suggested that the two fungi are already in the oil palm seedling tissue as endophytes but until the 12th week, they have not shown any effect as a growth promotor or preventive effect the seddling tissue not liked by insects.
Analysis Of Biomass Of Mucuna Bracteata DC Due To The Provision Of Coffee Skin Waste As An Alternative Fertilizer Tarigan, Andry Admaja; Perangin-angin, Hagai Jorenta; Afrianti, Suratni; Sulastri, Yustina Sri; Sihaloho, Martha Adiwaty; Pratomo, Bayu
Agroprimatech Vol. 9 No. 1 (2025): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v9i1.6504

Abstract

Biomass Analysis of Mucuna bracteata DC Due to the Application of Coffee Husk Waste as an Organic Nutrient Source. Mucuna bracteata DC is a cover crop that plays a crucial role in soil conservation and soil fertility improvement. This study aims to analyze the effect of liquid organic fertilizer (LOF) derived from coffee husk waste on the biomass growth of Mucuna bracteata DC, particularly in terms of fresh shoot weight, fresh root weight, dry shoot weight, and dry root weight. The research was conducted at Jalan Kuali No. 50, Medan Petisah District. The experiment was designed using a Completely Randomized Block Design (CRBD) with a single-factor treatment consisting of seven LOF dosage levels: K0 (no treatment), K1 (5 mL/polybag), K2 (10 mL/polybag), K3 (15 mL/polybag), K4 (20 mL/polybag), K5 (25 mL/polybag), and K6 (30 mL/polybag), with four replications, totaling 28 experimental plots. The results showed that the application of coffee husk LOF significantly affected the biomass growth of Mucuna bracteata DC. The highest fresh shoot weight (9.51 g) and dry shoot weight (2.14 g) were recorded in treatment K6 (30 mL/polybag), whereas the highest fresh root weight (2.29 g) and dry root weight (0.32 g) were observed in treatment K5 (25 mL/polybag). Higher LOF doses generally increase plant biomass up to an optimal threshold, beyond which nutrient absorption efficiency by roots declines. Overall, the optimal LOF dosage for maximizing biomass growth in Mucuna bracteata DC ranges between 25–30 mL/polybag. The use of coffee husk waste as an organic nutrient source presents a sustainable alternative for improving plant productivity while reducing dependency on synthetic fertilizers.