Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Etika Bisnis Terhadap Keberlanjutan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di Surabaya Leba, Desinta; Sandari, Tries Ellia
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 2 No. 12 (2025): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/aksioma.v2i12.2116

Abstract

Business ethics are an important element in maintaining business sustainability, especially in MSMEs which are a vital sector in the Indonesian economy. This study aims to analyze the influence of business ethics on the sustainability of MSMEs in Surabaya. The research method uses a quantitative approach with survey techniques to MSME actors in various business sectors. The research instrument is in the form of a questionnaire with a Likert scale that measures the dimensions of business ethics such as honesty, transparency, fairness, and responsibility, as well as business sustainability indicators such as operational stability, customer loyalty, and business growth. Data analysis uses simple linear regression. The results of the study are expected to show that business ethics have a positive and significant effect on the sustainability of MSMEs in Surabaya. These findings confirm that the implementation of business ethics is not only a moral obligation, but also an important strategy in the development of a long-term oriented business. Business ethics are a fundamental pillar in maintaining business sustainability, especially for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) which have a strategic role in the national economy. In the context of increasingly fierce competition and ever-evolving consumer demands, the application of business ethics serves not only as a moral guideline, but also as a strategy to improve reputation and competitiveness. Various studies show that business ethics can reduce business risks, increase customer trust, and strengthen the company's position in the long term. This is increasingly relevant for MSMEs in Surabaya which is the center of creative economy and trade activities in eastern Indonesia. In addition, several articles highlight the importance of business ethics in facing the era of digitalization. The application of ethics in digital media, online marketing, and electronic transactions is an important factor that determines the sustainability of modern MSME businesses. Articles related to the digital economy show that MSME actors who adopt technology without ignoring business ethics tend to perform better, especially in terms of increasing customer loyalty and the effectiveness of marketing strategies. This is in line with the dynamics of MSMEs in Surabaya which are increasingly shifting towards a digital-based business ecosystem.
Penerapan Prinsip Etika Bisnis dalam Mengurangi Keterlambatan Pembayaran dan Risiko Piutang Macet pada Transaksi Business to Business (B2B) Nabilah, Putri; Hakiki, Nensi Rahma Nor; Sandari, Tries Ellia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4716

Abstract

Keterlambatan pembayaran dan piutang macet merupakan persoalan krusial dalam transaksi Business-to-Business (B2B) karena tidak hanya mengganggu arus kas perusahaan, tetapi juga dapat merusak kepercayaan dan keberlanjutan hubungan bisnis jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana penerapan prinsip etika bisnis mampu menekan keterlambatan pembayaran serta meminimalkan risiko piutang macet dalam transaksi B2B. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis data sekunder dari berbagai sumber online, artikel, serta publikasi digital yang relevan. Landasan teoritis penelitian mencakup konsep etika bisnis, Agency Theory, Stakeholder Theory, serta Trust and Commitment Theory yang dihubungkan dengan manajemen piutang dan risiko kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai etis seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, transparansi, dan integritas berperan sebagai fondasi penting dalam memperkuat kepatuhan terhadap komitmen pembayaran. Keterlambatan pembayaran sering dipicu oleh lemahnya tata kelola internal, rendahnya akuntabilitas pengambil keputusan, serta munculnya moral hazard dari pihak pembeli yang sengaja menunda pembayaran demi kepentingan likuiditas jangka pendek. Penerapan etika bisnis dapat dioperasionalkan melalui peningkatan transparansi informasi, penguatan pengawasan internal, penetapan kebijakan kredit yang adil, serta komunikasi yang jelas dan terdokumentasi antara pembeli dan pemasok. Selain itu, budaya integritas mendorong perusahaan menjaga reputasi dan memenuhi kewajiban sesuai kesepakatan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa etika bisnis bukan sekadar norma moral, melainkan strategi manajerial yang efektif untuk membangun hubungan B2B yang sehat, stabil, dan berkelanjutan, sekaligus menekan potensi piutang macet dalam jangka panjang.
ANALISIS FRAUD TRIANGLE DALAM KASUS MANIPULASI LAPORAN KEUANGAN PADA PT INDOFARMA TBK Fahmi, M. Nur Kholish; Novianti, Fitria Intan; Aini, Nurul; Marsyanada; Sandari, Tries Ellia
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik manipulasi laporan keuangan pada PT Indofarma Tbk melalui pendekatan Fraud Triangle. Latar belakang penelitian ini didasari oleh terungkapnya kasus kecurangan yang menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengendalian dan tata kelola perusahaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan, hasil audit investigatif, serta sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan finansial akibat penurunan kinerja, lemahnya pengawasan internal, serta rasionalisasi oleh manajemen menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya kecurangan. Praktik tersebut dilakukan melalui manipulasi transaksi, penyajian akun yang tidak wajar, serta penyalahgunaan dana perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecurangan merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor dalam organisasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengendalian internal, peningkatan kualitas tata kelola perusahaan, serta penerapan audit forensik guna meminimalkan risiko kecurangan di masa mendatang.
PERAN PENTING AKUNTANSI FORENSIK DAN AUDIT INVESTIGATIF SEBAGAI INSTRUMEN PENCEGAHAN FRAUD PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI Sandari, Tries Ellia; Siswati, Nanik Dwi; Kusumaningrum, Berliana Indah; Jayanti, Ayu Dwi; Anggraini, Fitri Dwi
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2757

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis secara rinci peran akuntansi forensik dan audit investigatif dalam membantu usaha pencegahan serta identifikasi penipuan di perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan tinjauan pustaka yang mempertimbangkan berbagai referensi mengenai konsep, peran, dan implementasi akuntansi forensik serta audit investigatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntansi forensik memiliki peran strategis dalam aspek preventif, seperti mengidentifikasi kelemahan pengendalian internal, menganalisis risiko fraud, serta mendeteksi indikasi kecurangan sejak dini. Sementara itu, audit investigatif berperan dalam aspek represif melalui proses pemeriksaan mendalam, pengumpulan bukti yang sah, analisis pola kecurangan, serta pengungkapan pelaku dan modus operandi. Sinergi antara akuntansi forensik dan audit investigatif terbukti mampu meningkatkan efektivitas sistem deteksi fraud, menghasilkan proses investigasi yang lebih akurat, serta mengungkap kasus fraud secara komprehensif. Selain itu, penerapan kedua pendekatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi organisasi. Dengan demikian, integrasi akuntansi forensik dan audit investigatif menjadi elemen penting dalam menciptakan tata kelola organisasi yang baik dan bebas dari praktik kecurangan.
Pengaruh Etika Profesi Akuntan Publik terhadap Independensi dalam Kasus Manipulasi Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk Tahun 2018 Faradiba, Firstya Trista; Sodikin, Alvino Oktavierdinand; Sandari, Tries Ellia
Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jubikin.v2i4.1153

Abstract

The 2018 financial statement manipulation case of PT Garuda Indonesia Tbk revealed a violation of the ethical principles of the public accountant profession and weak auditor independence in detecting irregularities in revenue recognition. This incident has created an urgency to empirically test the extent to which professional ethics influence auditor independence in preventing financial statement manipulation. This study aims to analyze the influence of public accountant professional ethics on auditor independence using quantitative research methods. Data were obtained through variable measurements using structured instruments which were then processed and analyzed using the SPSS application through validity tests, reliability tests, simple linear regression analysis, and t-tests to determine the significance of the influence between variables. The results of the study indicate that professional ethics has a positive and significant influence on auditor independence, where the stronger the application of ethical principles, the higher the level of auditor independence in carrying out their professional duties. The conclusion of this study confirms that the consistent application of professional ethics is a fundamental factor in maintaining auditor objectivity and preventing the recurrence of financial statement manipulation cases such as those that occurred at PT Garuda Indonesia Tbk.