Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

FORMATION OF LEADERSHIP CHARACTER THROUGH THE EDUCATIONAL PHILOSOPHY OF KI HADJAR DEWANTARA IN THE CONTEXT OF ANTI-CORRUPTION Faizah, Ummi; Nasikhin; Fihris; Muthia, Ratna
Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni: Ahsani Taqwim
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/ahsanitaqwim.v2i2.340

Abstract

This research aims to explore and analyze the role of Ki Hadjar Dewantara's educational philosophy as a foundation in shaping the character of anti-corruption leadership among the younger generation. The main focus of the research is to explore moral values such as honesty, responsibility, exemplary, and mutual cooperation contained in Ki Hadjar Dewantara's teachings, and how these values can be applied in formal and non-formal education environments to foster leadership attitudes with integrity. The research method uses a qualitative approach with a literature review design, where data is obtained through documentation studies and synthesis of literature from various sources such as books, journals, and official documents. Data analysis techniques refer to the Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with data validity strengthened through source triangulation and member checking. The most important finding in this study is the relevance of Ki Hadjar Dewantara's principles, such as "tut wuri handayani," "ing ngarso sung tuladha," and "among," in creating young leaders who are transparent, responsible, and dedicated to society. These principles can be implemented through exemplary learning methods, character education programs, and non-formal activities such as fundraising or leadership training. The contribution of this research lies in the development of a theoretical framework and the development of theoretical frameworks.
STRATEGI DAKWAH DALAM SIMBOLISASI MASJID AGUNG DEMAK: KAJIAN ISLAM INKLUSIF DAN AKULTURASI BUDAYA M. Rifqy Rabbani; Ratna Muthia
Journal Central Publisher Vol 2 No 8 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i8.497

Abstract

Latar Belakang : Masjid Agung Demak merupakan simbol strategis dakwah Walisongo yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal melalui simbolisasi arsitektur. Masjid ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pemerintahan, dan sosial masyarakat Jawa pada masa Islamisasi Nusantara. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengkaji peran simbol-simbol arsitektural tersebut dalam memengaruhi persepsi dan penerimaan ajaran Islam oleh masyarakat Jawa, serta mengisi kekosongan kajian tentang hubungan arsitektur dan dakwah kultural dalam konteks Islamisasi. Metode : Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada simbolisasi arsitektur Masjid Agung Demak sebagai strategi dakwah Walisongo. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Demak tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, sosial, dan pemerintahan yang strategis dalam proses Islamisasi di Nusantara. Arsitektur masjid ini, seperti atap tumpang sari, saka guru, dan ornamen budaya lokal, merepresentasikan strategi akulturasi Walisongo dalam menyampaikan ajaran Islam secara damai. Kesimpulan : Masjid Agung Demak menjadi bukti nyata bahwa strategi dakwah Walisongo efektif dalam menyebarkan Islam melalui pendekatan kultural dan simbolik, yang memadukan ajaran Islam dengan kearifan lokal, membentuk identitas keislaman yang unik di Nusantara.
UPAYA GURU MENGEMBANGKAN IMAJINASI SISWA DALAM MEMBUAT PUISI DI KELAS IV MIN 1 KENDAL Kholifah, Anies Nur; Muthia, Ratna
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v8i1.18881

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui upaya guru mengembangkan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal, serta  faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal. Kajian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dijalankan dengan observasi, wawancara,  serta dokumentasi. Teknik analisa data dijalankan secara interaktif melalui aspek yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta mengambil kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data memakai triangulasi sumber. Hasil penelitian memperlihatkan upaya yang dijalankan guru dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal yakni guru memakai metode pembelajaran yang menarik serta media yang relevan dengan tujuan belajar serta materi yang diajar. Guru memakai metode sugesti imajinasi serta penggunaan lagu Bunda-Melly Goeslaw sebagai media terbukti mengembangkan imajinasi siswa dalam membuat puisi serta membuat pembelajaran menulis puisi menyenangkan. Selain itu, guru juga mengajukan berbagai pertanyaan yang membimbing. Pertanyaan-pertanyaan yang membimbing terbukti efektif dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat siswa berpikir kritis serta membayangkan dengan lebih baik. Faktor pendukung dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal yakni siswa fokus dalam pembelajaran, sarana serta prasarana yang memadai, serta ketertarikan dengan lagu. Sedangkan faktor penghambat dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di Kelas IV B MIN 1 Kendal yakni keterbatasan waktu. Kata Kunci: Imajinasi; Siswa; Membuat puisi
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA KARTU HURUF DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS 1 Hayati, Safira Noor; Muthia, Ratna
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v8i1.18898

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dengan menggunakan kartu huruf terhadap peningkatan pemahaman materi setelah terampil membaca pada siswa MI Tarbiyatul Khairat Semarang terhadap materi peristiwa siang dan malam. Latar belakang penelitian berfokus pada rendahnya keterampilan membaca siswa kelas satu sekolah dasar, serta kurangnya minat, dan metode pembelajaran yang monoton menjadi penyebab siswa kesulitan memahami materi bacaan. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan kartu huruf sebagai media untuk meningkatkan keterampilan sebagai upaya peningkatan pemahaman terhadap materi bacaan siswa. Rancangan penelitian menggunakan true experimental design berbentuk pretest-posttest. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes unjuk kerja. Pengambilan sampel dilaksanakan di MI Tarbiyatul Khairat Semarang dengan sampel 28 siswa dari dua kelas. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa model pembelajaran Make a Match dengan kartu huruf dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi bacaan yang diberikan secara signifikan. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor pemahaman sebesar 50% dan tingkat peningkatan yang sedang, sedangkan kelompok kontrol hanya menunjukkan peningkatan sebesar 12%. Hasil ini menunjukkan keefektifan model pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa. Penelitian ini juga menekankan pentingnya penerapan metode pengajaran yang inovatif, seperti model pembelajaran make-a match dengan menggunakan kartu huruf, agar siswa terlibat secara aktif dan meningkatkan pemahaman bacaan mereka. Kata Kunci : Model Pembelajaran;  Metode pengajaran;  Pemahaman Membaca; RTE
FORMATION OF LEADERSHIP CHARACTER THROUGH KI HADJAR DEWANTARA’S EDUCATIONAL PHILOSOPHY IN THE CONTEXT OF ANTI CORRUPTION Ummi Faizah; Nasikhin; Fihris; Ratna Muthia
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4814

Abstract

This research aims to explore and analyze the role of Ki Hadjar Dewantara's educational philosophy as a foundation in shaping the character of anti-corruption leadership among the younger generation. The main focus of the research is to explore moral values such as honesty, responsibility, exemplary, and mutual cooperation contained in Ki Hadjar Dewantara's teachings, and how these values can be applied in formal and non-formal education environments to foster leadership attitudes with integrity. The research method uses a qualitative approach with a literature review design, where data is obtained through documentation studies and synthesis of literature from various sources such as books, journals, and official documents. Data analysis techniques refer to the Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with data validity strengthened through source triangulation and member checking. The most important finding in this study is the relevance of Ki Hadjar Dewantara's principles, such as “tut wuri handayani,” “ing ngarso sung tuladha,” and “among,” in creating young leaders who are transparent, responsible, and dedicated to society. These principles can be implemented through exemplary learning methods, character education programs, and non-formal activities such as fundraising or leadership training. The contribution of this research lies in the development of a theoretical framework and the development of theoretical frameworks.
Implementation of Islamic Education Values through 5S Habits: A Program Managemnet Approach in Madrasa Khakim, Luthfi; Muthia, Ratna; Asiyah, Nur; Mahmudulhassan, Mahmudulhassan
QUALITY Vol 13, No 2 (2025): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v13i2.32010

Abstract

Amidst an ethical and moral crisis marked by rising bullying and social injustice, implementing character education through the 5S practice (Senyum, Salam, Salim, Sapa, Sopan) in madrasas is crucial to reinstilling Islamic educational values. This study aims to describe how the 5S fosters Islamic character in students at MI Al-Khoiriyyah 2 Semarang. This study is a descriptive qualitative field study. The subjects of the study were homeroom teachers and students who were selected based on their active involvement in implementing the 5S culture in the madrasa environment. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data validity strengthened through source and technique triangulation, member checks, and audit trails. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, presentation, and drawing conclusion. The results of the study indicate that the implementation of Islamic educational values that can be integrated into the 5S habituation at MI Al-Khoiriyyah 2 Semarang includes: rahmah (compassion), silaturrahmi, respect, strengthening ukhuwah (brotherhood), tawadhu’ (obedience), and social concern. Supporting factors for implementing the 5S habituation at MI Al-Khoiriyyah 2 Semarang include the learning environment, community environment, and family environment. This study contributes to the literature by demonstrating how the 5S habituation can effectively integrate Islamic moral values into educational practices. It also provides madrasas with a practical reference for strengthening positive cultures and teacher role models.
Pernikahan Dini Sebagai Penghambat Pendidikan Remaja: Studi Kasus tentang Kondisi Psikologis dan Masa Depan Remaja di Kabupaten Brebes Jawa Tengah Zulfasa Kaila Yuniasih; Azwa Qonitatun; Sahra Naura Luwistiana; Alifa Rizqi Kaila; Ratna Muthia
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v3i1.2003

Abstract

This study analyzes the dynamics of "Early Marriage and Shattered School Hopes" regarding eroded psychological well-being and pawned adolescent ideals in Brebes Regency. Using a qualitative case study design, data were gathered via in-depth interviews, participatory observation, and document analysis from eight informants, processed using Miles and Huberman's interactive model. Findings reveal early marriage is not merely a social event but systemic trauma damaging psychological structures through three aspects: first, victims' psychological conditions marked by identity loss, prolonged anxiety, and "fatalistic resignation"; second, lost educational access due to interactions of "normative-cultural coercion," "institutional structural barriers," and "economic-domestic double burdens"; third, manifestations of buried ideals comprising "hindered academic grief," "identity cognitive conflict," and "internalized existential despair." The research proves education loss from early marriage destroys human potential, altering character, leaving spiritual voids, and perpetuating intergenerational poverty cycles, thus urgently demanding holistic interventions including psychosocial rehabilitation and alternative education pathways. This study's main contribution is introducing the "systemic trauma" concept that actively extinguishes adolescents' existential hopes, filling literature gaps by providing a detailed psychological map to formulate recovery policies previously neglected in early marriage prevention discussions.