Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurna Beta Kimia

Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Software 3D Pageflip Professional pada Materi Pokok Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit untuk SMA/MA Kelas X Syamsudin, Fitria K; Bandu, Sudirman; Lalang, Arvinda C.; Lestarani, Dewi; Lantik, Vinsensius
Jurnal Beta Kimia Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1: Mei 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v2i1.7327

Abstract

Ilmu kimia tidak hanya sekedar memecahkan soal-soal tetapi kita harus mempelajari deskripsi seperti fakta kimia, aturan-aturan kimia dan bahan atau materi yang dipelajari dalam ilmu kimia sangat banyak. Banyaknya bahan yang harus dipelajari sehingga tidak sedikitnya siswa yang tidak suka dengan pelajaran kimia. Akibatnya hasil belajar siswa banyak yang tidak tuntas. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengembangkan bahan ajar yang menarik. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud hasil pengembangan dan kelayakan bahan ajar digital menggunakan 3D Pageflip Profesional. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Hasil penelitian diperoleh wujud pengembangan bahan ajar digital menggunakan 3D Pageflip Profesional pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit yaitu terdiri dari cover, pengantar, petunjuk modul, tampilan utama (pendahuluan, materi, rangkuman materi, soal evaluasi), dan halaman akhir yang memuat nama pengembang. Produk bahan ajar ini juga memuat gambar, dan video pendukung pembelajaran yang membantu siswa dalam memahami materi larutan elektrolit dan non elektrolit serta video tutorial pemakaian bahan ajar digital. Sementara hasil uji kelayakan penilaian ahli materi memiliki kategori baik dengan presentase keidealan 79,84% dan penilaian ahli media memiliki kategori sangat baik degan presentase yaitu 95,29. Hasil uji coba dalam hal uji respon siswa memiliki kategori sangat baik dengan persentase keidealan masing-masing pada uji coba kelompok kecil sebesar 97,36 dan pada uji coba kelompok besar sebesar 97,21. Berdasarkan hasil penilaian ahli materi, ahli media dan uji respon siswa yang terdiri dari uji coba kelompok kecil dan kelompok besar yang dilakukan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak di gunakan dalam pembelajaran.
Pengembangan Alat Peraga Drag Racing Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Berbantuan Model Inquiri Materi Gerak Lurus Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Di SMP Negeri 3 Kupang Timur Pulungtana, Rama Adi Dohanson; Yusuf, Yusniati H. Muh; Bani, Marsi D.S.; Lantik, Vinsensius
Jurnal Beta Kimia Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, Nomor 2: November 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v3i2.12157

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian dan pengembangan (Researct and Development) dengan model pengembangan IDDIE. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk Mengetahui cara mengembangkan alat peraga drag racing pembelajaran IPA, mengetahui kelayakan alat peraga drag racing pembelajaran IPA yang telah dikembangkan dan mengetahui aktivitas pembelajaran siswa setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kupang Timur. Sampel penelitiannya yaitu siswa kelas VIII D SMP Negeri Kupang Timur. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh penilaian ahli pakar Alat peraga dimana berdasarkan penilaian pakar ahli alat produk secara keseluruhan memperoleh presentase penilaian sebesar 90% dinyatakan “sangat layak”. Setelah alat peraga tersebut dimplementasikan, siswa juga menilai secara langsung alat tersebut, berdasarkan hasil penilaian secara keseluruhan siswa menyatakan alat peraga tersebut “sangat baik” dengan perolehan persentase sebesar 98,32%. Siswa juga sangat antusias dan tertarik dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan alat peraga hal ini bisa dilihat dari hasil penilaian melalui observasi yang dilakukan oleh peneliti dimana presentase penilaiannya mencapai 83,52% yang termasuk dalam kategori “sangat aktif” .