Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Livelihood Strategies of Rainfed Rice Farmers During the Covid-19 Pandemic in Kalampadu Village, Ogan Ilir Regency Yulasteriyani, Yulasteriyani; Randi, Randi; Andriani, Dian Sri
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 9 No 2 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/hwkvqd18

Abstract

The COVID-19 pandemic has profoundly affected rural livelihoods, particularly among rainfed rice farmers whose income heavily depends on seasonal rainfall and market access. This study explores the livelihood strategies adopted by rainfed rice farmers in Kalampadu Village, Ogan Ilir Regency, during the pandemic era. The research aims to identify how farmers adapted their agricultural and non-agricultural activities in response to declining productivity, market disruptions, and mobility restrictions. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving 25 farming households. The analysis applied the Sustainable Livelihood Framework (SLF) to assess changes in five livelihood assets: human, natural, physical, financial, and social capital. The findings indicate that farmers experienced significant income reduction due to unstable rainfall patterns and limited access to agricultural inputs. To cope, they diversified their income sources through wage labor, small-scale trading, livestock rearing, and social network-based cooperation. Social capital played a crucial role in maintaining food security and sustaining mutual aid systems such as “gotong royong.” Furthermore, women contributed to household resilience by engaging in home-based economic activities, including food processing and handicrafts. The government’s social assistance programs and local institutions’ support were identified as key external factors enhancing adaptive capacity. This study concludes that livelihood sustainability among rainfed farmers during the pandemic relied on a combination of diversification, adaptation, and social collaboration. Strengthening local institutional capacity and promoting climate-resilient agricultural practices are recommended to enhance future livelihood resilience in rural communities vulnerable to environmental and economic shock
Pendampingan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sosiologi Berbasis Deep Learning berbantuan AI dengan Konteks Kearifan Lokal Safitri, Erna Retna; Raharjo, Makmum; Yulasteriyani, Yulasteriyani; Masyitoh, Maulida; Andriani, Dian Sri
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21281

Abstract

Background: Pendekatan Deep Learning dengan integrasi teknologi Artificial Intelegence (AI) perlu mempertimbangkan konteks kearifan lokal sehingga menjadi kekuatan dalam menanamkan nilai karakter dan relevansi pembelajaran. Akan tetapi guru belum sepenuhnya memiliki literasi digital yang memadai untuk mengintegrasikan unsur teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru Sosiologi dalam mengembangkan perangkat pembelajaran sosiologi berbasis Deep Learning berbantuan AI dengan konteks kearifan lokal. Metode: Metode kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan, dengan teknik ceramah, diskusi, serta penugasan. Pengumpulan data dilakukan terhadap 23 peserta pelatihan dengan teknik tes dan non tes. Teknik non tes berupa observasi dan angket dilakukan untuk mengumpulkan data persepsi dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Sedangkan teknik tes dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil: Hasil analisis menunjukan bahwa pelatihan dan pendampingan ini dapat secara efektif memberikan pemahaman kepada peserta tentang bagaimana merancang dan mengembangkan perangkat pembelajaran sosiologi berbasis Deep Learning berbantuan AI dengan konteks kearifan lokal. Efektifitas pelatihan secara kuantitatif terlihat dari peningkatan skor rata-rata pretest dan posttest dengan N-gain sebesar 0.74 yang terkategori tinggi. Kesimpulan: Hasil evaluasi juga menunjukan bahwa peserta memberikan respon positif terhadap kegiatan pelatihan sebesar 84.33 % dan tidak mengalami  kesulitan  selama mengikuti kegiatan sehingga dapat mengembangkan perangkat pembelajaran yang memenuhi standar kecukupan yang memadai dengan kategori baik sampai sangat baik pada setiap aspeknya.