Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Agrivet

PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) DENGAN APLIKASI PGPR, PUPUK ORGANIK CAIR, DAN BIOSAKA DENGAN WAKTU PEMANGKASAN PUCUK Putri, Assyfa Urifatun; Padmini, Oktavia Sarhesti; Haryanto, Darban
Jurnal Agrivet Vol 30, No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11620

Abstract

Upaya meningkatkan produktivitas kacang panjang yaitu dengan pengaplikasian pupuk organik cair dan pemangkasan pucuk. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan jenis pupuk organik cair dan waktu pemangkasan pucuk yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga ulangan. Petak utama yaitu waktu pemangkasan pucuk yang terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa pemangkasan, pemangkasan 30 hst, dan pemangkasan 40 hst. Anak petak yaitu terdiri dari tiga aras yaitu urinkelinci, PGPR, dan biosaka. Data dianalisis menggunakan analysis of varian, dan uji lanjut Duncan’ Multiple Range Test pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antar perlakuan pada parameter panjang tanaman 30 HST, 35 HST, 40 HST, jumlah daun 35 HST, dan 40 HST. Pupuk organik cair urinkelinci menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah polong per tanaman, bobot buah per tanaman, dan panjang polong dibandingkan dengan PGPR. Waktu Pemangkasan 30 HST menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, panjang polong, jumlah polong per petak, dan bobot polong per hektar.
PENGARUH UMUR BIBIT PINDAH TANAM DAN PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Masita, Dewi; Haryanto, Darban; Suwardi, Suwardi
Jurnal Agrivet Vol 29, No 1 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i1.8551

Abstract

Tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) merupakan komoditas tanaman hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat. Produktivitas tanaman terung ungu di Indonesia termasuk masih rendah. Permasalahan rendahnya produktivitas dapat diselesaikan dengan budidaya yang tepat. Salah satu langkah mengatasi permasalahan tersebut adalah kombinasi perlakuan umur bibit pindah tanam dan pemberian air cucian beras. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh umur perpindahan bibit dan dosis pemberian air cucian beras yang tepat. Penelitian dilaksanakan mulai Februari-Juni 2022 di Jl.Jetis Jombongan, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan faktorial (3×4) berupa Rancangan lingkungan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor I adalah umur bibit pindah tanam dengan tiga taraf, yaitu 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Faktor II adalah dosis pemberian air cucian beras dengan empat taraf, yaitu 0 ml/tanaman, 100 ml/tanaman, 200 ml/tanaman, dan 300 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan umur bibit pindah tanam 21 hari dengan pemberian air cucian beras 300 ml pada parameter berat buah, panjang buah, dan diameter buah. Perlakuan umur bibit pindah tanam 21 hari memberikan hasil tertinggi pada parameter tinggi tanaman 2,4,6 MST, jumlah daun 2,4,6 MST, diameter batang 2,4,6 MST, waktu berbunga, berat buah, panjang buah, diameter bauh, jumlah buah per tanaman, dan potensi hasil. Pemberian air cucian beras 300 ml memberikan hasil tertinggi pada parameter diameter buah dan berat buah.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN TANAMAN MARIGOLD (Tagetes erecta L.) Puspitasari, Septiana Dewi; Haryanto, Darban; Padmini, Oktavia Sarhesti
Jurnal Agrivet Vol 29, No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.7973

Abstract

Tanaman marigold (Tagetes erecta L.) merupakan salah satu jenis tanaman hias dengan keindahan warna bunganya yang memiliki banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman marigold, memperoleh komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol yang terbaik terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman marigold. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kabupaten Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Januari - Maret 2022. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) disusun secara faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu M1 : tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi (1:2:1); M2 : tanah + arang sekam +pupuk kandang sapi (2:1:1); dan M3 : tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi (1:1:2). Faktor kedua adalah konsentrasi paclobutrazol yang terdiri dari lima taraf yaitu P0 : 0 ppm; P1 : 50 ppm; P2 : 100 ppm; P3 : 200 ppm; dan P4 :300 ppm. Data hasil pengamatan dianalisi menggunakan sidik ragam dan dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukkan adanya interaksi M1P4 pada diameter bunga dan umur mulai berbunga. Komposisi media tanam M1 mendapatkan hasil terbaik terhadap parameter panjang akar, jumlah kuntum bunga, umur mulai berbunga, diameter bunga, dan bobot kering tanaman. Konsentrasi paclobutrazol 0 ppm mendapatkan tinggi tanaman tertinggi sedangkan untuk konsentrasi 300 ppm mendapatkan tinggi tanaman terpendek dan diameter bunga lebih besar.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN KYURI (Cucumis sativus L.) TERHADAP PENGATURAN JARAK TANAM DAN PEMANGKASAN TANAMAN Fitriana, Nur; Haryanto, Darban; Setyaningrum, Tuti
Jurnal Agrivet Vol 31 No 1 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i1.12140

Abstract

Mentimun kyuri (Cucumis sativus L.) termasuk tanaman hortikultura yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Penelitian bertujuan untuk menentukan jarak tanam dan pemangkasan batang utama yang paling baik. Penelitian menggunakan metode percobaan lapangan faktorial disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama jarak tanam yaitu 30 cm x 60 cm, 40 cm x 60 cm, dan 50 cm x 60 cm. Faktor kedua pemangkasan yaitu tanpa pemangkasan, pemangkasan menyisakan 10 ruas, 12 ruas, dan 14 ruas. Setiap kombinasi perlakuan diuji sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Sidik Ragam, dilanjutkan dengan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan jarak tanam dan pemangkasan pada umur berbunga. Perlakuan jarak tanam 40 cm x 60 cm memberikan hasil paling baik pada diameter buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Perlakuan pemangkasan menyisakan 10 ruas, 12 ruas, dan 14 ruas memberikan hasil lebih baik daripada tanpa pemangkasan pada jumlah buah per tanaman, diameter buah per tanaman dan bobot buah per tanaman.  
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) DENGAN APLIKASI PGPR, PUPUK ORGANIK CAIR, DAN BIOSAKA DENGAN WAKTU PEMANGKASAN PUCUK Putri, Assyfa Urifatun; Padmini, Oktavia Sarhesti; Haryanto, Darban
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11620

Abstract

Upaya meningkatkan produktivitas kacang panjang yaitu dengan pengaplikasian pupuk organik cair dan pemangkasan pucuk. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan jenis pupuk organik cair dan waktu pemangkasan pucuk yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga ulangan. Petak utama yaitu waktu pemangkasan pucuk yang terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa pemangkasan, pemangkasan 30 hst, dan pemangkasan 40 hst. Anak petak yaitu terdiri dari tiga aras yaitu urinkelinci, PGPR, dan biosaka. Data dianalisis menggunakan analysis of varian, dan uji lanjut Duncan’ Multiple Range Test pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antar perlakuan pada parameter panjang tanaman 30 HST, 35 HST, 40 HST, jumlah daun 35 HST, dan 40 HST. Pupuk organik cair urinkelinci menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah polong per tanaman, bobot buah per tanaman, dan panjang polong dibandingkan dengan PGPR. Waktu Pemangkasan 30 HST menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, panjang polong, jumlah polong per petak, dan bobot polong per hektar.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN TANAMAN MARIGOLD (Tagetes erecta L.) Puspitasari, Septiana Dewi; Haryanto, Darban; Padmini, Oktavia Sarhesti
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.7973

Abstract

Tanaman marigold (Tagetes erecta L.) merupakan salah satu jenis tanaman hias dengan keindahan warna bunganya yang memiliki banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman marigold, memperoleh komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol yang terbaik terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman marigold. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kabupaten Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Januari - Maret 2022. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) disusun secara faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu M1 : tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi (1:2:1); M2 : tanah + arang sekam +pupuk kandang sapi (2:1:1); dan M3 : tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi (1:1:2). Faktor kedua adalah konsentrasi paclobutrazol yang terdiri dari lima taraf yaitu P0 : 0 ppm; P1 : 50 ppm; P2 : 100 ppm; P3 : 200 ppm; dan P4 :300 ppm. Data hasil pengamatan dianalisi menggunakan sidik ragam dan dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukkan adanya interaksi M1P4 pada diameter bunga dan umur mulai berbunga. Komposisi media tanam M1 mendapatkan hasil terbaik terhadap parameter panjang akar, jumlah kuntum bunga, umur mulai berbunga, diameter bunga, dan bobot kering tanaman. Konsentrasi paclobutrazol 0 ppm mendapatkan tinggi tanaman tertinggi sedangkan untuk konsentrasi 300 ppm mendapatkan tinggi tanaman terpendek dan diameter bunga lebih besar.
PENGARUH UMUR BIBIT PINDAH TANAM DAN PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Masita, Dewi; Haryanto, Darban; Suwardi, Suwardi
Jurnal Agrivet Vol 29 No 1 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i1.8551

Abstract

Tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) merupakan komoditas tanaman hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat. Produktivitas tanaman terung ungu di Indonesia termasuk masih rendah. Permasalahan rendahnya produktivitas dapat diselesaikan dengan budidaya yang tepat. Salah satu langkah mengatasi permasalahan tersebut adalah kombinasi perlakuan umur bibit pindah tanam dan pemberian air cucian beras. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh umur perpindahan bibit dan dosis pemberian air cucian beras yang tepat. Penelitian dilaksanakan mulai Februari-Juni 2022 di Jl.Jetis Jombongan, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan faktorial (3×4) berupa Rancangan lingkungan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor I adalah umur bibit pindah tanam dengan tiga taraf, yaitu 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Faktor II adalah dosis pemberian air cucian beras dengan empat taraf, yaitu 0 ml/tanaman, 100 ml/tanaman, 200 ml/tanaman, dan 300 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan umur bibit pindah tanam 21 hari dengan pemberian air cucian beras 300 ml pada parameter berat buah, panjang buah, dan diameter buah. Perlakuan umur bibit pindah tanam 21 hari memberikan hasil tertinggi pada parameter tinggi tanaman 2,4,6 MST, jumlah daun 2,4,6 MST, diameter batang 2,4,6 MST, waktu berbunga, berat buah, panjang buah, diameter bauh, jumlah buah per tanaman, dan potensi hasil. Pemberian air cucian beras 300 ml memberikan hasil tertinggi pada parameter diameter buah dan berat buah.