Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Pelanggaran Maksim Grice Dan Dinamika Hubungan Dalam Film Animasi Link Click (时光代理人) Leyla Latifah; Eunike Enja Padma Metta; Yang Nadia Miranti
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 4 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2025.4.2.18654

Abstract

Penelitian ini menganalisis pelanggaran Maksim Grice dalam percakapan dan dampaknya terhadap dinamika hubungan dalam donghua Link Click (时光代理人). Latar belakangnya adalah fenomena penyimpangan komunikasi yang disengaja dalam media naratif untuk membangun karakter dan alur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, transkripsi dialog, dan koding, dilanjutkan analisis pragmatik berdasarkan teori Maksim Grice. Hasil penelitian mengidentifikasi 20 data pelanggaran, dengan Maksim Relevansi sebagai yang paling dominan. Analisis implikatur menunjukkan pola kontras: Lu Guang konsisten melanggar Maksim Relevansi dan Kualitas sebagai strategi pengendalian informasi dan emosi untuk menjaga fokus misi, sementara pelanggaran Cheng Xiaoshi terhadap Maksim Kuantitas dan Cara didorong oleh impulsivitas emosional dan empati. Simpulannya, pelanggaran Maksim Grice berfungsi sebagai mekanisme naratif yang efektif untuk membangun dinamika hubungan sinergis namun tidak stabil antara kedua karakter utama, di mana kontras antara rasionalitas dan emosionalitas menjadi penggerak perkembangan karakter dan ketegangan cerita.
A Patricia Giovanni Tan; Tita Rally Celavia; Yang Nadia Miranti
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 4 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2025.4.2.18662

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menginformasikan tentang bagaimana metode sosiolinguistik dapat menganalisis tokoh dalam drama China “Always Home”. Drama China sebagai salah satu hiburan layar kaca yang beberapa tahun terakhir telah naik ke kancah internasional, telah berhasil menarik perhatian berbagai kalangan dari berbagai negara, salah satunya adalah Drama China “Always Home” yang berhasil menarik perhatian publik. Analisis sosiolinguistik dalam drama dapat membantu memahami bahwa bahasa dalam drama bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai alat untuk membangun karakter tokoh dalam drama, dan menciptakan interaksi sosial yang nyata, agar pesan yang ada dalam drama dapat tersampaikan dan diterapkan oleh penonton.
Teori Tindak Tutur Film “Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河)” Siti Khadijah Fahreiva; Chatrine Chatrine; Yang Nadia Miranti
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 4 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2025.4.2.18667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur yang terdapat dalam film Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河), yaitu film Tiongkok yang mengangkat isu sosial tentang perundungan, trauma psikologis, serta perjuangan remaja dalam menghadapi tekanan keluarga dan lingkungan sekolah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindak tutur yang dikemukakan oleh John R. Searle, yang membagi tindak tutur menjadi lima jenis, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, yang berfokus pada analisis percakapan tokoh utama untuk mengungkap makna dan fungsi yang mengungkapkan ucapan sebagai tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif dan direktif merupakan jenis yang paling dominan dalam film tersebut. Dominasi kedua jenis tindak tutur ini mencerminkan kondisi emosional para tokoh yang mengalami tekanan sosial dan konflik batin, sekaligus menggambarkan cara mereka mengekspresikan perasaan serta memengaruhi tindakan orang lain. Melalui analisis ini, dapat dipahami bahwa bahasa dalam film Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河) tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media penyampaian emosi, kekuasaan, dan bentuk perlawanan sosial dalam kehidupan remaja Tiongkok zaman sekarang.
Analisis Simbolisme dalam Film Big Fish and Begonia Naila Choirrizqa; Hanif Dwi Juliawan; Yang Nadia Miranti
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 4 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2025.4.2.18674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman simbolisme dan implikatur yangterkandung dalam film animasi Big Fish and Begonia “大鱼海棠” (2016) karya Liang Xuan dan ZhangChun. Film ini diangkat dari mitologi Tiongkok kuno yang menggambarkan hubungan antara manusia,alam, dan dunia roh. Dengan menunjukan simbolisme laut dan ikan besar sebagai representasi jiwamanusia, serta bagaimana implikatur muncul dalam percakapan antar tokoh. Penelitian menggunakanpendekatan kualitatif dengan teori semiotika Roland Barthes sebagai landasan analisis, terutamamelalui konsep denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap dialog,karakter, warna serta adegan dalam film yang mengandung makna tersirat dan simbolis. Hasil analisismenunjukkan bahwa film ini, secara keseluruhan, tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi jugamengandung pesan filosofis yang mendalam tentang harmoni manusia dan alam. Penelitian inidiharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian linguistik terapan dan sastra melaluipemahaman simbolisme dan implikatur dalam karya film animasi Tiongkok.
Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biàn Liǎn dari Tiongkok Nadia Ariellah Wahyu Amanda; Yang Nadia Miranti
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 11, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v11i1.5414

Abstract

In these performing arts, masks serve as the main medium for expressing symbolic meaning, however these two mask arts show differences in symbolic interpretation, social function, and performance context. This research aims to analyze the comparison of the symbolic meaning of masks and social context in Malangan Mask Dance from Indonesia and Biàn Liǎn Dance from China. This study uses qualitative research to describe the approach of literary analysis using Clifford Geertz's interpretive anthropology framework and Victor Turner's symbolic theory. The results show that Malangan Mask Dance understands masks as symbols of stable characters with traditions, rituals, and social activities in Javanese society. Meanwhile, Biàn Liǎn Dance considers masks as symbols of transition, showing dramatic and rapid changes in emotions and characters. These differences reflect the cultural orientation, social structure, and interpretation by the supporting community of the symbolic function of performing arts in their social life. Keywords - Biàn Liǎn, Comparative, Malangan Mask Dance, Symbolic Meaning.