Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Inovasi “Bata Bolong” sebagai Smart Composter untuk Penguatan Resiliensi Petani di Desa Suci, Jember Ihsannudin, Ihsannudin; Sunartomo, Aryo Fajar; Budiman, Subhan Arif; Galuh, Senki Desta; Mutmainnah, Laily; Luthfiyah, Lenny; Yanuarti, Rizky; Putri, Dessy Melia Eka; Putri, Ade Angelia Maizul; Firdausyah, Ilham Hanif
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2025): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i1.2441

Abstract

Perubahan iklim dan peningkatan volume limbah rumah tangga serta pertanian menimbulkan tantangan serius bagi ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan model pengelolaan limbah berbasis masyarakat melalui penerapan pendekatan ekonomi sirkular di Desa Suci, Kabupaten Jember. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui inovasi “Bata Bolong” sebagai komposter cerdas berbahan bata terawang. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan partisipatif, dan pendampingan teknis dalam produksi pupuk organik serta pemasaran berbasis digital. Analisis hasil dilakukan secara deskriptif melalui observasi, kuesioner, dan evaluasi capaian produksi. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan petani dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle serta kemampuan memproduksi pupuk organik dengan kualitas hara baik dan waktu dekomposisi lebih singkat. Program ini juga mendorong diversifikasi produk, peningkatan pendapatan, dan penguatan resiliensi masyarakat terhadap perubahan iklim. Inovasi Bata Bolong terbukti efektif sebagai model penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada wilayah pedesaan lain
PENERAPAN EKONOMI SIRKULAR MELALUI PENYULUHAN BRAND DAN PENGEMASAN PRODUK JAMUR PADA POKMAS PELITA BERKARYA DI DESA PENYANGGA TAMAN NASIONAL MERU BETIRI Lenny Luthfiyah, Lenny Luthfiyah Lenny Luthfiyah; Yanuarti, Rizky; Mutmainnah, Laily
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2025): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i1.2456

Abstract

Abstract: This community service program was carried out to strengthen the capacity of the Pokmas Pelita Berkarya group, which consists of former illegal loggers in the buffer village of Meru Betiri National Park, through the application of circular economy principles in mushroom cultivation. The main problem faced by the group was the low added value of their mushroom products due to limited marketing, lack of product identity (branding), and non-standard packaging that did not meet the requirements of the National Food Agency. To address this issue, participatory extension activities were conducted focusing on brand development, packaging standards, and digital payment adoption with QRIS. The activities included need assessment, interactive presentations, group discussions, and simple practice in designing labels and packaging. The results showed a significant increase in participants’ understanding of branding as not only a visual identity but also a strategic tool for building product reputation and consumer trust. Moreover, they recognized the importance of packaging that ensures product quality, safety, and competitiveness in modern markets. The introduction of QRIS also encouraged participants to adopt digital transactions, enhancing professionalism and market reach. Overall, the program successfully improved the knowledge and skills of the community, created social-ecological transformation narratives, and strengthened the sustainability of mushroom businesses aligned with circular economy practices. Abstract: Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas Kelompok Masyarakat (Pokmas Pelita Berkarya) yang terdiri atas mantan pelaku illegal logging di desa penyangga Taman Nasional Meru Betiri melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular pada usaha budidaya jamur. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya nilai tambah produk akibat pemasaran terbatas, belum adanya identitas merek (branding), serta kemasan yang belum memenuhi standar Badan Pangan Nasional. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan kegiatan penyuluhan partisipatif yang berfokus pada pengembangan brand, standar pengemasan, serta adopsi pembayaran digital dengan QRIS. Kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, presentasi interaktif, diskusi kelompok, dan praktik sederhana dalam mendesain label dan kemasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta bahwa brand bukan hanya logo, melainkan strategi membangun reputasi dan kepercayaan konsumen. Peserta juga menyadari pentingnya pengemasan sesuai standar untuk menjamin mutu, keamanan, dan daya saing produk di pasar modern. Selain itu, pengenalan QRIS mendorong keterbukaan terhadap transaksi digital sehingga meningkatkan profesionalisme usaha. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, memperkuat narasi transformasi sosial-ekologi, serta mendukung keberlanjutan usaha jamur sesuai prinsip ekonomi sirkular.
Loss–Gain Framing Effects on Maize Farmers’ Contract Farming Decisions for Enhancing Farm Economic Sustainability Yanuarti, Rizky; Hariyati, Yuli; Srisompun, Orawan; Supriono, Agus; Kuntadi, Ebban Bagus; Kusmiati, Ati; Agustina, Titin; Suwali, Suwali
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v10i1.7424

Abstract

Maize is a strategic food commodity in Indonesia, yet smallholder farmers remain vulnerable to high price volatility and market uncertainty that threaten the economic sustainability of farm enterprises. Contract farming has been promoted as a mechanism to stabilize income and strengthen farmers’ market access, but participation remains uneven and may depend not only on structural factors but also on how contract benefits and risks are communicated. This study aims to examine how loss–gain framing affects maize farmers’ intentions to participate in contract farming and to identify the key determinants of actual participation. A quantitative survey was conducted with 120 maize farmers in Jelbuk Subdistrict, Jember Regency, East Java, selected through purposive sampling to represent both contract and independent farmers. Farmers evaluated contract messages framed as potential gains or potential losses using a five-point Likert scale, and differences in responses were assessed using paired non-parametric tests. Binary logistic regression was then applied to explain farmers’ contract participation decisions. The results show that gain-framed messages generated higher intention scores than loss-framed messages across both farmer groups, indicating that benefit-oriented communication is more persuasive. However, participation decisions were more closely associated with farm size, profitability, age, and education than with framing responses alone. These findings suggest that effective contract farming expansion requires both supportive economic conditions and communication strategies emphasizing tangible benefits to enhance farm economic sustainability.