Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH OLAHRAGA TREADMILL TERHADAP KONSENTRASI GAS ASETON (DIABETESMELLITUS BIOMARKER) PADA GAS HEMBUS MANUSIA Muyasaroh, Nurul
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.087 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v19i1.11

Abstract

Penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk melakukan terapi olahraga. Penyakit diabetes mellitus memiliki penanda biologis berupa gas aseton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan konsentrasi gas aseton pada gas hembus seseorang sebelum dan setelah berjalan di atas treadmill, menggunakan spektrometer fotoakustik laser CO2. Penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui apakah benar olahraga dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Konsentrasi gas aseton pada gas hembus orang setelah berjalan di atas treadmill mengalami penurunan sebesar 38% hingga 60% dibandingkan dengan sebelum berjalan di atas treadmill.
PENGARUH PENAMBAHAN EM4 PADA PENGOMPOSAN AMPAS KULIT LADA PUTIH (Piper nigrum, L) TERHADAP KANDUNGAN NPK Larasati Nanda Lakaoni; Rita Dewi Triastianti; Nurul Muyasaroh; Nasirudin Nasirudin
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v22i1.135

Abstract

Luwu Timur merupakan daerah produsen lada terbesar di provinsi sulawesi selatan. Dalam pengolahanlada, khususnya lada putih akan menghasilkan limbah berupa ampas kulit lada putih dari hasil rendaman selama 1minggu yang dapat mencemari lingkungan sekitar karena memiliki bau yang tidak sedap. Tujuan dari penelitianini adalah mengetahui pengaruh penambahan EM4 pada pengomposan ampas kulit lada putih (Piper nigrum, L)terhadap kandungan NPK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan AcakLengkap (RAL) yaitu EM4 sebanyak 0 ml, 5 ml, 10 ml, 20 ml dan diulang sebanyak tiga kali. Variasi EM4tersebut diaplikasikan ke dalam ampas kulit lada putih yang kering dengan bantuan air yang dipercik sampaimerata dan larutan gula sebanyak 10.5 ml untuk dijadikan pupuk kompos. Pengomposan dilakukan selama 28 haridan mengamati fisik kompos yaitu suhu, warna, tekstur dan bau. Data yang diperoleh dari pengujian dianalisisstatistik menggunakan uji ANOVA (One way Anova) dan dilanjutkan uji BNT ( Beda Nyata Terkecil). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa berdasar anova α 5% membuktikan bahwa EM4 berpengaruh nyata terhadap kadarkalium kompos ampas kulit lada putih (Piper nigrum, L). Uji BNT α 5% menunjukkan bahwa volume EM4sebanyak 5 ml merupakan perlakuan terbaik karena lebih efisien dari volume EM4 yang lain dengan hasil yangtidak berbeda nyata dengan volume EM4 sebanyak 10 ml dan 20 ml.
Pengaruh Bahan Bakar Terhadap Arus dan Tegangan yang Dihasilkan oleh Polymer Electrolite Membrane Fuel Cell yang Terintegrasi dengan Gasifier Sampah Organik Ucik Ika Fenti Styana; Nurul Muyasaroh; Muhammad Sigit Cahyono
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities, and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.083 KB) | DOI: 10.30588/jo.v3i2.590

Abstract

Saat ini, kebutuhan bahan bakar fosil semakin meningkat dan ketersediannya semakin menipis. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan bakar alternatif seperti Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC). Teknologi ini mampu mengkonversi hidrogen yang dihasilkan dari biomasa melalui proses gasifikasi, menjadi sumber energi listrik. Akan tetapi, kinerja PEMFC sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kualitas bahan bakar yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas bahan bakar terhadap kinerja PEMFC yang terintegrasi dengan Fixed Bed Updraft Gasifier.  Bahan baku yang digunakan pada proses gasifikasi adalah biomasa berupa tempurung kelapa yang diproses di dalam gasifier menghasilkan syn gas, untuk kemudian dimasukkan ke dalam PEMFC dengan variabel syn gas yang dimurnikan maupun tanpa pemurnian, serta hidrogen murni sebagai kontrol. Peralatan yang digunakan adalah satu set alat Fixed Bed Updraft Gasifier yang diintegrasikan dengan PEMFC. Tahap awal pengujian adalah proses gasifikasi tempurung kelapa di dalam gasifier menghasilkan syn gas yang akan langsung ditampung di dalam gas holder. Pengujian berikutnya dilakukan dengan cara yang sama, tetapi syn gas tersebut kemudian dimurnikan melalui satu set peralatan cyclone, filter, scrubber, dan condensor. Produk syn gas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam PEMFC dengan pompa serta adanya penambahan oksigen menggunakan blower. Sebagai kontrol, dilakukan pengujian menggunakan hidrogen murni sebagai bahan baku PEMFC dengan laju alir 2,5 liter/menit dan  tekanan gas 2 kg/cm2. Analisa dilakukan dengan indikator arus dan tegangan untuk mengethaui daya yang dihasilkan dari Fuel Cell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syn gas hasil gasifikasi dapat digunakan sebagai bahan bakar PEMFC, namun arus dan tegangan yang dihasilkan sangat kecil. Untuk syn gas hasil pemurnian, arus yang dihasilkan sebesar 0,1 Ampere dan Tegangan 1 Volt dan lampu indikator bisa menyala agak redup. Hasil ini berbeda dengan pengujian menggunakan bahan bakar gas hidrogen murni, dimana mampu menghasilkan arus sebesar 1,4 Ampere dan tegangan 7 volt, serta lampu indikator bisa menyala dengan terang. Sementara untuk syn gas tanpa pemurnian, arus dan tegangan yang dihasilkan sangat kecil sehingga tidak terbaca oleh indikator. Kata kunci : Proton Exchange Membrane Fuel Cell, Fixed-Bed Updraft Gasifier, Syn Gas, Hidrogen, ListrikAbstrackAlternative fuels such as the Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC). This technology is able to convert hydrogen produced from biomass through a gasification process, into a source of electrical energy. However, PEMFC's performance is strongly influenced by several factors, including the quality of the fuel used. The purpose of this study was to determine the effect of fuel quality on PEMFC performance integrated with the Fixed Bed Updraft Gasifier. The raw material used in the gasification process is biomass in the form of a coconut shell which is processed in the gasifier to produce syn gas, to then be incorporated into PEMFC with a variable syn gas that is purified or without purification, and pure hydrogen as a control. The equipment used is a set of Fixed Bed Updraft Gasifier tools that are integrated with PEMFC. The initial stage of testing is the process of gasification of the coconut shell in the gasifier to produce syn gas which will be directly accommodated in the gas holder. Subsequent tests were carried out in the same way, but the syn gas was then purified through a set of cyclone equipment, filters, scrubbers, and condensers. The syn gas product is then put into PEMFC with a pump and the addition of oxygen using a blower. As a control, testing was conducted using pure hydrogen as PEMFC raw material with a flow rate of 2.5 liters / minute and a gas pressure of 2 kg / cm2. Analysis is carried out with current and voltage indicators to determine the power generated from the Fuel Cell. The results showed that the syn gas produced from gasification can be used as PEMFC fuel, but the current and voltage produced are very small. For syn gas purification results, the resulting current is 0.1 Ampere and 1 Volt Voltage and the indicator light can be lit somewhat dimly. This result is different from testing using pure hydrogen gas fuel, which is able to produce a current of 1.4 Amperes and a voltage of 7 volts, and the indicator lights can be lit brightly. While for syn gas without purification, the current and voltage produced are so small that they cannot be read by indicators. Keywords: Proton Exchange Membrane Fuel Cell, Fixed-Bed Updraft Gasifier, Syn Gas, Hydrogen, Electricity
PERBANDINGAN KINERJA WATER METER DIGITAL DAN WATER METER MEKANIK TERHADAP FINANSIAL PERUMDA AIR MINUM TIRTA AJI WONOSOBO Anggi Liliani; Handayani Sri Winarno; Nurul Muyasaroh; Heru Bagus Hermawan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERUMDA Air Minum Tirta Aji Wonosobo meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan pengembangan aksesoris berupa penggunaan water meter digital dan mekanik. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja water meter digital dan mekanik, mengetahui kendala yang menyebabkan ketidakakuratan kedua water meter, dan menganalisa pengaruh kinerja kedua water meter terhadap finansial PERUMDA Air Minum Tirta Aji Wonosobo. Metode penelitian dilakukan dengan survey lokasi pemasangan water meter digital dan mekanik, identifikasi masalah, observasi, wawancara, dan studi literatur. Pengumpulan data dan pengolahan data bersumber dari data primer dan sekunder. Hasil akurasi water meter digital terdapat 8 water meter yang akurat menguntungkan, dengan kepekaan 0,0111 m3/jam, sedangkan water meter mekanik terdapat 9 water meter yang akurat merugikan, dengan kepekaan 0,0224 m3/jam. Water meter digital dinilai lebih akurat dan peka membaca aliran air dibandingkan water meter mekanik. Kendala yang mempengaruhi ketidakakuratan pada water meter digital adalah perubahan aliran air dan kotoran, sedangkan pada water meter mekanik adalah aliran air bertekanan rendah, pencurian air sebelum water meter, gear yang sudah aus, dan kesalahan dalam pemilihan kelas water meter. Tarif yang dihasilkan water meter digital sejumlah Rp 13.281,50/bulan, yaitu lebih menguntungkan dibandingkan water meter mekanik sejumlah Rp 11.300,00/bulan. Dalam segi biaya pemasangan, water meter mekanik lebih ekonomis dan terjangkau.
PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK SECARA FITOREMEDIASI SISTEM CONSTRUCTED WETLANDS DENGAN TANAMAN HIAS IRIS (Iris pseuadacorus) DAN MELATI AIR (Echinodorus palifolius) Ayuningtyas, Endah; Muyasaroh, Nurul; Hermawan, Heru Bagus; Irene Arum AS; Retno Susetyaningsih; Jumiati; K.R, Muhammad Nurwahid
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah menjadi salah satu permasalahan yang berkepanjangan dan cukup sulit untuk diatasi karena akan terus ada mengikuti perkembangan kehidupan manusia. Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang merupakan salah satu penghasil limbah domestik terbesar yang berasal dari toilet, pencucian piring dari kantin dan air wudhu. Salah satu metode pengolahan biologis yang dinilai terjangkau dan efektif untuk menurunkan zat pencemar di dalam air limbah yaitu fitoremediasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan tanaman hias Iris (Iris pseuadacorus) dan Melati Air (Echinodorus palifolius) dalam menurunkan kadar COD, BOD, dan TSS pada limbah air domestik (greywater) di SMP N 3 Prambanan. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan constructed wetlands (CWs). Variabel penelitian ini yaitu variasi komposisi 2 tanaman Iris (A); Melati Air (B) dan gabungan 2 jenis tanaman (C) serta waktu tinggal 2 dan 4 minggu. Parameter yang dianalisis adalah COD, BOD, dan TSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi tanaman hias Iris (Iris pseudoacorus) dan Melati Air (Echinodorus palaefolius) serta waktu tinggal yang lama dalam sistem constructed wetlands mempunyai pengaruh terhadap efisiensi penurunan kadar BOD, COD dan TSS pada limbah domestic sebesar 94%; 95% dan 85%. Sistem constructed wetlands terintegrasi, yang terdiri dari gabungan 2 jenis tanaman berurutan dan waktu tinggal 4 minggu, dapat memberikan efisiensi penyisihan COD, BOD dan TSS terbesar.
PENGARUH JENIS DAN JUMLAH TANAMAN TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI COD DAN TSS PADA LIMBAH CAIR KATERING MENGGUNAKAN METODE CONSTRUCTED WETLAND Nabila Salsabil Ikhsani; Retno Susetyaningsih; Nurul Muyasaroh; Irene AA Suwandhi; Evy Kusumaningrum
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.389

Abstract

Limbah cair dari industri katering mengandung kadar pencemar COD dan TSS yang tinggi sehingga memerlukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan jumlah tanaman terhadap penurunan konsentrasi COD dan TSS pada limbah cair katering menggunakan sistem Constructed Wetland Sub-surface Flow. Dua jenis tanaman yang digunakan adalah keladi (Caladium bicolor) dan singonium (Syngonium podophyllum). Jumlah tanaman tiap reaktor sebanyak 4 dan 6 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanaman berpengaruh signifikan terhadap penurunan COD, namun tidak terhadap TSS. Tanaman singonium memberikan efisiensi penurunan COD sebesar 67% - 85% dan TSS sebesar 52% - 73%, lebih tinggi dibandingkan keladi. Jumlah tanaman tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kedua parameter.
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH DI TPS3R GO - SARI GUWOSARI DAN TPS3R KSM SEJAHTERA MANDIRI BANTUL Muhammad Laufin Zulfikar; Handayani Sriwinarno; Suyatna; Nurul Muyasaroh
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pengelolaan sampah di kedua TPS3R berdasarkan aspek teknik operasional, aspek organisasi, aspek pembiayaan dan aspek peran masyarakat. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Secara garis besar kedua TPS3R ini sudah efektif, tetapi untuk TPS3R Sejahtera Mandiri di aspek pembiayaan harus lebih dikelola lagi agar pemasukan dan pengeluaran perbulannya terdata dengan jelas. Untuk kegiatan yang dilakukan kedua TPS3R ini sudah sesuai dengan UU No 18 Tahun 2008 yang melaksanakan prinsip 3R. TPS3R Go – Sari Guwosari sudah berhasil tidak membuang sampah ke TPA sedikitpun, akan tetapi untuk TPS3R Sejahtera Mandiri masih membuang sampah residunya ke TPA Samas seminggu sekali. TPS3R yang sudah sesuai dengan persyaratan teknis penyediaan TPS3R sesuai Permen PU No 03 Tahun 2013 Pasal 30 ialah TPS3R Go – Sari Guwosari. Dan untuk TPS3R Sejahtera Mandiri ada beberapa kriteria yang belum sesuai contohnya luas TPS3Rnya masih dibawah 200m².
PENDAYAGUNAAN LIMBAH DIAPER SEBAGAI BAHAN BAKAR MENGGUNAKAN PROSES DENSIFIKASI: Pendayagunaan Limbah Diaper sebagai Bahan Bakar Menggunakan Proses Densifikasi Muyasaroh, Nurul; Ayuningtyas, Endah
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2024): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol16.iss1.art2

Abstract

Popok sekali pakai (diaper) menjadi pilihan mayoritas ibu karena kepraktisannya. Hal ini menimbulkan limbah diaper yang semakin hari semakin menumpuk. Pendayagunaan limbah diaper masih sangat jarang dilakukan. Selama ini limbah diaper ditimbun di tempat pembuangan sampah atau dibuang sembarangan di sungai. Kondisi ini menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, baik berupa pencemaran udara, air, tanah serta berkurangnya estetika lingkungan. Terlebih jika terdapat feses pada limbah diaper sehingga menimbulkan pencemaran bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah diaper menjadi biofuel pellet yang renewable dan sustainable menggunakan proses densifikasi. Tujuan selanjutnya dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kelembaban terhadap nilai kalor biofuel pellet, menganalisis proksimat serta membandingan angka Escherichia coli limbah diaper sebelum dan sesudah diolah menjadi biofuel pellet. Proses pembuatan biofuel pellet dilakukan dengan mengumpulkan limbah diaper; menghancurkannya menggunakan alat pencacah; mengeringkan dan mensterilkannya; kemudian mencetak menjadi biofuel pellet. Pengujian nilai kalor dilakukan berdasarkan pedoman ASTM D-2015 dan perhitungannya berdasarkan pedoman ASTM D-3175. Analisis proksimat dilakukan berdasarkan pedoman ASTM D-3174, ASTM D-1762-84, ASTM D-3172 dan ASTM D-2395. Limbah diaper dapat diolah menjadi biofuel pellet menggunakan proses densifikasi. Semakin rendah kelembaban, maka nilai kalor biofuel pellet semakin tinggi. Biofuel pellet dengan kelembaban 0% memiliki nilai kalor sebesar 6181,9 kal/g, kadar zat volatil 74,55%, kadar abu sebesar 15,25%, kadar karbon terikat sebesar 10,20% dan densitas sebesar 0,86 . Nilai kalor, kadar zat volatil dan densitas biofuel pellet ini memenuhi standar SNI 8021:2014. Sedangkan kadar abu dan kadar karbon terikat belum memenuhi standar. Angka Escherichia coli limbah diaper sebesar  cfu/g, sedangkan setelah diolah menjadi biofuel pellet menurun drastis yaitu <10 cfu/g.
Optimization of Biofiltration Techniques for Reducing Heavy Metal Contamination in Urban Wastewater Susetyaningsih, Retno; Muyasaroh, Nurul; Ayuningtyas, Endah; Jumiati, Jumiati; Fahreza, Muhammad Rizqi
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 16 No. 2 (2025): November
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2025.v16.no2.p90-97

Abstract

This study focuses on optimizing biofiltration techniques to mitigate heavy metal contamination in urban wastewater. The increasing presence of heavy metals in wastewater, particularly in urban environments, poses a significant threat to both human health and ecosystem stability. Biofiltration, a natural remediation process utilizing living organisms, has gained attention as an effective method for removing heavy metals from contaminated water. The research combines experimental analysis with a comprehensive literature review to evaluate and enhance the performance of various biofiltration systems. By examining the influence of different variables, such as plant species, soil composition, flow rate, and pollutant concentration, on the efficiency of heavy metal removal, this study provides a broad perspective on the potential applications of biofiltration. Experimental analysis of biofilter setups demonstrated that specific plant-microbe interactions and substrate types significantly enhance the absorption and accumulation of toxic metals. The literature review further supports these findings by summarizing past studies and providing insights into existing biofiltration techniques, their effectiveness, and limitations. The study's findings indicate that optimized biofiltration can serve as a sustainable and cost-effective solution for urban wastewater management. By providing a detailed understanding of how biofilters can be adapted and scaled for urban applications, the research contributes to the development of environmentally friendly wastewater treatment technologies. The results underscore the importance of integrating biofiltration systems into urban water management strategies for improving water quality and reducing environmental pollution.
ANALISIS DAYA TAMPUNG EMBUNG TEMPAK DALAM UPAYA KONSERVASI SUMBER DAYA AIR Irene Wahyuni Putri; Triyono; Nurul Muyasaroh
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.431

Abstract

Embung merupakan infrastruktur konservasi sumber daya air yang berfungsi menampung air hujan dan sumber air lain untuk mendukung kebutuhan irigasi serta menjaga keseimbangan ekosistem. Embung Tempak mulai beroperasi pada Januari 2025 belum memiliki data pasti mengenai volume air masuk (inflow) dan keluar (outflow), sehingga efektivitasnya dalam konservasi sumber daya air belum diketahui. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kapasitas tampung Embung Tempak melalui perhitungan inflow dan outflow serta mengevaluasi efektivitasnya dalam konservasi air. Data inflow meliputi curah hujan Stasiun Sempu periode 2010–2019, debit mata air, dan debit saluran irigasi diukur langsung. Volume curah hujan dihitung dari tinggi curah hujan dikalikan luas embung, debit mata air menggunakan metode volumetrik, dan debit saluran irigasi dengan metode pelampung. Outflow dihitung dari evaporasi dan debit pelimpah. Menganalisis evaporasi menggunakan metode Rohwer, sedangkan pelimpah dihitung dengan rumus chute spillway. Hasil menunjukkan total inflow sebesar 382.450,11 m³/bulan dan outflow sebesar 568,548 m³/bulan, menandakan embung efektif dalam konservasi air melalui pengendalian limpasan, penyediaan air saat kemarau, dan pengisian ulang air tanah.