Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Optimization of Biofiltration Techniques for Reducing Heavy Metal Contamination in Urban Wastewater Retno Susetyaningsih; Nurul Muyasaroh; Endah Ayuningtyas; Jumiati Jumiati; Muhammad Rizqi Fahreza
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 16 No. 2 (2025): November
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2025.v16.no2.p90-97

Abstract

This study focuses on optimizing biofiltration techniques to mitigate heavy metal contamination in urban wastewater. The increasing presence of heavy metals in wastewater, particularly in urban environments, poses a significant threat to both human health and ecosystem stability. Biofiltration, a natural remediation process utilizing living organisms, has gained attention as an effective method for removing heavy metals from contaminated water. The research combines experimental analysis with a comprehensive literature review to evaluate and enhance the performance of various biofiltration systems. By examining the influence of different variables, such as plant species, soil composition, flow rate, and pollutant concentration, on the efficiency of heavy metal removal, this study provides a broad perspective on the potential applications of biofiltration. Experimental analysis of biofilter setups demonstrated that specific plant-microbe interactions and substrate types significantly enhance the absorption and accumulation of toxic metals. The literature review further supports these findings by summarizing past studies and providing insights into existing biofiltration techniques, their effectiveness, and limitations. The study's findings indicate that optimized biofiltration can serve as a sustainable and cost-effective solution for urban wastewater management. By providing a detailed understanding of how biofilters can be adapted and scaled for urban applications, the research contributes to the development of environmentally friendly wastewater treatment technologies. The results underscore the importance of integrating biofiltration systems into urban water management strategies for improving water quality and reducing environmental pollution.
PEMANTAUAN BERBASIS IoT TERHADAP VARIASI TEMPORAL PARTIKULAT, POLUTAN GAS, DAN MIKROKLIMAT DI SEKITAR FASILITAS PENAMPUNGAN SAMPAH Evy Kusumaningrum; Nurul Muyasaroh; Dedy Hariyadi; Helmi Danang Pamungkas
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v26i1.519

Abstract

Pemantauan beresolusi waktu tinggi diperlukan untuk menggambarkan perubahan kualitas udara di sekitar tempat penampungan sementara (TPS) sampah yang dapat dipengaruhi oleh pembakaran, bongkar-muat, lalu lintas, dan kondisi mikroklimat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan distribusi multiparameter, membandingkan variasi antarhari dan blok waktu, mengevaluasi hubungan antarparameter, serta mengidentifikasi keterbatasan mutu data selama sepuluh hari pemantauan. Studi observasional eksploratif menggunakan sensor AQD-26010 yang terintegrasi dengan RUT200 dan TUYA Smart Cloud untuk mencatat PM1,0, PM2,5, PM10, CO, CO₂, HCHO, TVOC, suhu, kelembapan, dan cuaca setiap 15 menit pada pukul 06.00-18.00, kemudian menganalisis 490 observasi dengan statistik deskriptif, korelasi Spearman, uji Kruskal-Wallis, dan koreksi Benjamini-Hochberg. Median (IQR) PM2,5, PM1,0, dan PM10 masing-masing sebesar 52 (32,25-127), 33 (21-85), dan 59 (38-146) dalam satuan keluaran alat. Ketiga fraksi partikulat berkorelasi kuat (ρ=0,755-0,927), HCHO dan TVOC berkorelasi sedang (ρ=0,403), sedangkan suhu dan kelembapan berkorelasi negatif sangat kuat (ρ=-0,955; n=343). Perbedaan antarhari ditemukan pada ketiga fraksi partikulat, HCHO, TVOC, suhu, dan kelembapan (p terkoreksi <0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan kualitas udara di lokasi pemantauan bersifat temporal dan respons antarsensor saling berkaitan, tetapi pengaruh sumber tertentu belum dapat dipastikan tanpa data aktivitas dan meteorologi yang lebih lengkap. Pemantauan berbasis IoT berpotensi mendukung deteksi episode pencemaran dan perencanaan pengelolaan lingkungan di sekitar TPS, namun interpretasi baku mutu harus ditunda sampai satuan, tanggal hari ke-8-10, dan kalibrasi alat terverifikasi.