Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pembuatan Bioetanol Dari Limbah Kulit Durian Menggunakan Proses Fermentasi Reza, Jeanne Salwa Saphira; Yerizam, Muhammad; Ekawati, Linda
Jurnal Daur Lingkungan Vol 8, No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v8i1.307

Abstract

The utilization of durian peels, which are considered agricultural waste, remains minimal. One alternative to reduce the amount of durian peel waste is to use it as a basic material for producing bioethanol. Durian peels contain a significant amount of cellulose, making them highly potential as a basic material for bioethanol production. One of the key processes in producing bioethanol is fermentation, which is carried out with the help of microorganisms, specifically those from baker’s yeast or Saccharomyces cerevisiae. This experiment was conducted to determine the effect of fermentation duration and yeast mass on the resulting bioethanol content. The independent variables in this study are fermentation time and the mass of yeast used. The fermentation times used are 24, 48, 72, 96, and 120 hours, with yeast mass concentrations of 2%, 4%, and 6% mass/volume. After fermentation, the process continues to the purification or distillation stage to obtain the final bioethanol product. The obtained bioethanol will then be measured for its refractive index and analyzed using Gas Chromatography to determine its bioethanol content (%). The highest bioethanol content observed in this experiment was 29.33%, achieved with a fermentation time of 72 hours and a yeast mass of 6%. The quantitative analysis using GC showed the highest bioethanol content of 29.70%. These results indicate that durian peel waste has significant potential as a basic material for bioethanol production.
Pengaruh Variasi Jumlah Katalis Ni/Al2O3 dan Konsentrasi KOH Terhadap Efisiensi Metanasi CO2 Gilang Ramahdan; Junaidi, Robert; Ekawati, Linda
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 01 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Febuari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i01.24201

Abstract

Pencemaran karbon dioksida (CO2) adalah salah satu permasalahan lingkungan global yang saat ini menjadi isu yang sangat penting. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, emisi karbon dioksida di Indonesia meningkat sebesar 4,54% dari tahun 2015 hingga 2019. Pada tahun 2015, emisi karbon dioksida di Indonesia mencapai sekitar 505,3 juta ton CO2. Namun pada tahun 2019, emisi karbon dioksida meningkat menjadi sekitar 527,3 juta ton CO2 . dari batu bara naik 1,6% sedangkan emisi bahan bakar minyak meningkat 2,5%. Salah satu cara untuk mengurangi karbon dioksida di atmosfer adalah dengan mengubah karbon dioksida dan menggunakannya dalam bahan kimia, misalnya dengan menghidrogenasi CO2 menjadi metana. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan gas metana dari karbon dioksida menggunakan variasi jumlah katalis Ni/Al2O3 dan variasi konsentrasi KOH. Dalam penelitian ini, digunakan CO2 sebagai bahan baku dengan katalis Ni/Al2O3 dan logam Zn. Jumlah Katalis Ni/Al2O3 diatur dengan variasi (51,52, 53 dan 54 gram), konsentrasi KOH diatur dengan variasi (3,5M; 4M; dan 4,5M) dan waktu operasi 20 menit. Untuk analisa gas metana (CH4) yang dihasilkan akan dianalisa menggunakan Multi Gas Detector Analyzer. Berdasarkan hasil penelitian ini gas metana hasil konversi paling tinggi diangka 47,58% dengan variasi pada jumlah katalis 54 gram dan konsentrasi KOH 4,5M
Pemanfaatan Silikon dari Fly Ash Batubara Dalam Produksi Gas Hidrogen Sesri Resti; Robert Junaidi; Linda Ekawati
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrogen merupakan salah satu sumber energi alternatif yang menjanjikan dalam mendukung transisi menuju energi bersih. Namun, metode produksi hidrogen konvensional masih menghadapi tantangan berupa konsumsi energi tinggi dan ketergantungan pada bahan baku fosil. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah fly ash batubara sebagai bahan dasar dalam produksi hidrogen melalui proses ekstraksi silika (SiO₂) dan reduksi menjadi silikon (Si) menggunakan metode metalotermal dengan magnesium (Mg) sebagai reduktor. Silikon yang dihasilkan kemudian direaksikan dengan larutan KOH untuk menghasilkan gas hidrogen. Penelitian ini menggunakan variasi rasio Mg:SiO₂ (1:1, 1,5:1, dan 2:1) serta variasi konsentrasi KOH (2 M, 2,5 M, 3 M, dan 3,5 M) untuk mengoptimalkan produksi hidrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rasio Mg:SiO₂ dan konsentrasi KOH memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah silikon yang dihasilkan dan volume gas hidrogen yang terbentuk. Analisis XRF menunjukkan bahwa silikon hasil reduksi memiliki kemurnian mencapai 66,5%, sedangkan analisis FTIR mengkonfirmasi keberadaan ikatan Si Si pada bilangan gelombang 506–533 cm⁻¹. Dengan demikian, pemanfaatan fly ash batubara sebagai sumber silikon dapat menjadi pendekatan yang efisien dan berkelanjutan dalam produksi hidrogen ramah lingkungan.