Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teknisia

KINERJA SEISMIK STRUKTUR PADA TIPE GEDUNG DENGAN KETIDAKTERATURAN KETINGGIAN DAN DENAH Eka Faisal Nurhidayatullah; Mochamad Teguh
TEKNISIA Vol. XXIII, No. 1, Mei 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas kinerja seismic struktur pada bangunan gedung, yang memiliki vertical and horizontal irregularrities ditunjukkan dengan elevasi bangunan A lebih tinggi dan lebih panjang dari pada bangunan. Bangunan tersebut mempunyai beberapa keunikan desain, antara lain memiliki dua massa gedung (blok A dan B) yang dibangun di atas tanah berkontur. Untuk menyatukan dua massa bangunan tersebut dihubungkan oleh struktur tangga dengan elevasi yang berbeda. Massa bangunan A terdapat dilatasi terbatas atau tidak menerus. Pemeriksaan kinerja seismik dilakukan guna menentukan implikasi yang ditimbulkan dari keunikan desain bangunan tersebut ketika dilanda gempa dan bagaimana solusi atau metode yang tepat untuk mengatasinya.Pemerikasaan kinerja seismik dilakukan dalam tiga tahapan berdasarkan FEMA 310 (1998), yaitu evaluasi tahap 1 (screening) dengan Rapid Visual Screening (RVS) sesuai FEMA 154 (2002), evaluasi tahap 2 (analisis linier) menggunakan analasis beban gempa statik ekuivalen dan analisis dinamik respon spektrum untuk menentukan nilai Demand Capacity Ratio (DCR), dan evaluasi tahap 3 (analisis nonlinier) menggunakan analisis pushover dengan program SAP2000 v.14. Titik kinerja (performance point) ditentukan dengan Metode Spektrum Kapasitas berdasarkan ATC-40 (1996). Level kinerja struktur gedung ditentukan berdasarkan kriteria drift ratio yang disyaratkan oleh ATC-40 (1996). Kondisi sendi plastis struktur gedung ditentukan dengan FEMA 356 (2000).Dari hasil penelitian tahap 1 didapatkan hasil RVS menurut FEMA 154 (2002)adalah not good atau terdapat bagian struktur dan non struktur yang tidak memenuhi persyaratan . Nilai DCR pada analisis tahap 2 untuk beberapa elemen balok sudah lebih dari 2 atau sudah dalam kondisi nonlinear in-elastik, sehingga diperlukan evaluasi lebih detail pada evaluasi tahap 3. Pada evaluasi tahap 3, diperoleh level kinerja struktur gedung damage control.
Prediction of ground motion due to the influence of Nonlinear Soil Conditions using probabilistic approach Nurhidayatullah, Eka Faisal; Dwi Kurniati
Teknisia Vol 29 No 2 (2024): Teknisia
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol29.iss2.art2

Abstract

Ground acceleration data plays an important role in obtaining accurate dynamic analysis results. This data is difficult to find in Indonesia. There is a need for a comprehensive study related to ground motion prediction by considering the condition of the soil that is able to change the acceleration which can significantly affect the building damage. The latest earthquake events and soil tests data need to be collected. Probabilistic analysis was performed to obtain the target spectra. The deaggregation analysis are used as a reference for collecting earthquake recording data. The spectral matching process is carried out according to the target spectra. Earthquake records with small errors to the target spectra are selected. Only ground motion that has the smallest deviations of acceleration, velocity, displacement, directivity and arias intensity to the original earthquake recording is used in non-linear site response analysis. Surface ground motion is obtained from the analysis of wave propagation from the bedrock to surface by considering the influence of onlinear parameters of the soil. The spectral response analysis at bedrock shows the acceleration value at 0.2 seconds period is 1.326g and 1 second period is 0.447g. Each year, the hazard is dominated with earthquakes magnitude from 6.97 to 7.23 Mw which occur in the range of 89 to 111 km with 22.20% percentage. Darfield, New Zealand ground motion from spectral matching results is the best ground motion recording that is most suitable when used at research area. Surface ground motion tends to amplify about 1.2 times.