Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kebijakan Hukum tentang Bantuan Hukum untuk Pemberantasan Korupsi di Indonesia Rizal, Moch. Choirul
Al-Jinayah : Jurnal Hukum Pidana Islam Vol. 4 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, Surabaya, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5046.977 KB) | DOI: 10.15642/aj.2018.4.1.147-171

Abstract

Studi konseptual ini fokus terhadap 2 (dua) permasalahan pokok. Pertama, kebijakan hukum tentang bantuan hukum di Indonesia. Kedua, kebijakan hukum tentang bantuan hukum untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Kini, kebijakan hukum tentang bantuan hukum di Indonesia dapat dijumpai dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum beserta aturan pelaksanaannya. Kebijakan hukum tersebut dipandang lebih konkrit dan menjamin aspek pemenuhan hak atas bantuan hukum bagi masyarakat yang tidak mampu. Kebijakan hukum tentang bantuan hukum di Indonesia memungkinkan untuk dilakukan oleh advokat, paralegal, dosen, dan mahasiswa. Pada perkembangannya kemudian, kebijakan hukum tentang bantuan hukum dapat dimaksimalkan untuk upaya-upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Kegiatan pemberian bantuan kepada masyarakat tidak mampu tidak hanya sebatas pendampingan atau penyelesaian perkara di pengadilan (litigasi), tetapi juga dapat diberikan secara nonlitigasi. Ambil contoh, misalnya, dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi bantuan hukum yang terverifikasi dan terakreditasi oleh pemerintah dapat melakukan penelitian hukum sebagai bagian dari kegiatan pemberian bantuan hukum untuk masyarakat yang tidak mampu. Hasil penelitian hukum tersebut, paling tidak, memuat monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan hukum pemberantasan korupsi di Indonesia. Berawal dari hasil penelitian hukum tersebut, selain masyarakat tidak mampu mendapatkan haknya untuk mendapatkan informasi hukum, pemegang dan pemutus kebijakan mendapatkan rekomendasi-rekomendasi pembaruan kebijakan hukum untuk lebih memaksimalkan upaya-upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Pendidikan Antikorupsi bagi Paralegal Komunitas untuk Isu Pemilihan Umum di Kota Kediri Dermawan, Rizki; Rizal, Moch Choirul; Rachmatulloh, Mochammad Agus; Widodo, Muhammad Fajar Sidiq
Al-Jinayah : Jurnal Hukum Pidana Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, Surabaya, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/aj.2022.8.2.165-191

Abstract

Praktik-praktik transaksional yang cenderung koruptif dalam pemilihan umum (pemilu) di Indonesia ditengarai akan tetap terjadi, karena masih ditemukannya sikap yang cenderung permisif terhadap korupsi. Padahal, praktik yang koruptif itu perlahan-lahan akan menggerus kehidupan demokrasi dan menghancurkan kedaulatan rakyat. Mengingat masalah tersebut, penelitian ini merumuskan pola yang baik terkait pendidikan antikorupsi bagi paralegal komunitas untuk isu pemilu oleh organisasi bantuan hukum (OBH) perguruan tinggi (PT) di Kota Kediri. Penelitian ini termasuk sebagai penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif-kualitatif dengan menggunakan pendekatan kebijakan dan pendidikan. Hasilnya, kebijakan tentang bantuan hukum memberikan kepercayaan kepada OBH yang terverifikasi dan terakreditasi untuk memberikan bantuan hukum secara litigasi dan nonlitigasi untuk masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi. OBH PT di Kota Kediri belum semua terverifikasi dan terakreditasi, sehingga berpengaruh pada pendanaan untuk menjalankan program-programnya. Namun, keadaan demikian tidak dapat dijadikan alasan untuk menutup ruang pelayanan kepada masyarakat, mengingat sumber daya manusia yang dimiliki oleh PT, misalnya, adalah pendidikan antikorupsi bagi paralegal komunitas untuk isu pemilu dengan berbasis pada cara-cara yang partisipatif dan dialogis.
Sanksi Tindak Pidana Pencantuman Klausula Baku pada Karcis Parkir Kendaraan Bermotor Rizal, Moch. Choirul
Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Vol. 3 No. 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.201 KB) | DOI: 10.15642/ad.2013.3.2.299-322

Abstract

This article discusses about a criminal sanction of the standard clauses in a motor vehicle parking ticket for parking service manager according to article 18 paragraph (1) jo. article 62 paragraph (1) of Law No. 8 year 1999 about consumer’s protection. Standard clause is an agreement where the procedure of making it is unilateral. A standard clause listed on the ticket motorists has violated the provision of article 18 paragraph (1) letter a, namely “the businesses doers, in offering goods and/or services that are held for trading, are prohibited from making or including a standard clauses in each document and/or agreement if they had declare the transfer of responsibility of entrepreneurs”. The inclusion of a standard clause as mentioned in the above provisions can be categorized as a criminal offense. The criminal penalty of such act is imprisonment of a maximum 5 (five) years or a criminal sanction of a maximum Rp. 2,000,000,000.00 (two billions rupiah) as stipulated in article 62 paragraph (1) UUPK. In Islam, these are included a criminal act and they have not stipulated in the text yet. So that, it becomes the authority of ulil 'amri to determine the punishment.
Decision of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia regarding Criminal Procedure Law in Criminal Law Enforcement in the City of Kediri Nurhayati, Siti; Rizal, Moch. Choirul; Dermawan, Rizki
Jurnal Hukum Magnum Opus Vol. 7 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jhmo.v7i1.9698

Abstract

Several decisions of the MK formulated new arrangements regarding criminal procedural law in Indonesia. However, the legislature has yet to follow up. Therefore, this study focuses on describing and providing prescriptions regarding MK decisions which were followed up by criminal law enforcement officers in Kediri City along with the embodiment of the principle of legal certainty. Legal research (which is certainly normative) uses statutes, case and conceptual approaches. This research was conducted in the City of Kediri by collecting primary, secondary, and non-legal legal materials using library research, interviews, and focus group discussion techniques. Analysis in research is prescriptive to find the truth of coherence. As a result, first, the decisions of the MK that changed several articles in the criminal procedural law in Indonesia have been followed up by criminal law enforcement officials in the City of Kediri through the centralized policies of each institution. Second, several policies following up on the MK decision have guaranteed the realization of the principle of legal certainty, except for the issuance of a circular letter from the MA which confirms that a request for review is only 1 (one) time. However, these follow-up actions are not actually within the authority of each institution and are still partial in nature, giving rise to relatively one-sided interpretations and disparities in the handling of criminal cases.
Penyuluhan Hukum sebagai Upaya Preventif Pernikahan Dini dan Perundungan di Kalangan Remaja Ulin Na'mah; Rizki Dermawan; Moch. Choirul Rizal; Mochammad Agus Rachmatulloh; Muhammad Fajar Sidiq Widodo; Rezki Suci Qamaria; Afifah Mayaningsih; Kharisma Firda Candra Putri; Siska Fajri Inderaswari; Michelle Salma Khotom Aji; M Ijaz Alfan M
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v4i2.428

Abstract

Pernikahan dini dan perundungan (bullying) merupakan dua isu yang krusial di kalangan remaja Indonesia. Kedua masalah tersebut memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan fisik, mental, dan sosial remaja. Dalam upaya mengurangi insiden pernikahan dini dan perundungan pada remaja, diperlukan penyuluhan hukum sebagai upaya preventif. Penyuluhan hukum merupakan kegiatan edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hukum yang berlaku. Penyuluhan ini sangat penting dalam mencegah pernikahan dini dan perundungan dengan cara meningkatkan kesadaran hukum remaja seperti memberikan informasi mengenai undang-undang perlindungan anak, hak-hak anak, dan konsekuensi hukum dari pernikahan dini dan perundungan. Dimana kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pengabdian Fakultas Syariah IAIN Kediri kepada masyarakat dengan metode Participatory Action Reasearch (PAR). Hasil kegiatan ini menyimpulkan bahwa penyuluhan hukum adalah alat yang efektif dalam upaya preventif pernikahan dini dan perundungan di kalangan remaja. Dengan meningkatkan kesadaran hukum dan menyediakan edukasi yang komprehensif, diharapkan insiden pernikahan dini dan perundungan dapat dikurangi secara signifikan.
Studi Karakteristik Lumpur Intake Perusahaan Pembangkit Listrik Kusnul Dwi Ratnasari; Denny Dermawan; Moch. Choirul Rizal
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan produksi listrik membutuhkan air yang cukup banyak untuk air pengisi boiler, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air dilakukan pengambilan air laut. Dari kegiatan pengambilan air laut menghasilkan sedimen yang cukup banyak pada intake. Selama ini lumpur intake diambil dan ditampung pada tempat penampungan sementara dengan volume storage pond A sebesar 125.443,32 m3 dan storage pond B sebesar 361.335,24 m3. Melihat potensi lumpur yang begitu banyak, penelitian ini mencoba menganalisa karakteristik pada lumpur intake agar dapat dilakukan pemanfaatan. Metode yang digunakan adalah pengujian ukuran butir sesuai SNI 3423:2008, selanjutnya diplotkan pada segitiga tanah menurut United State Departement of Agriculture (USDA). Pengujian kandungan senyawa maupun unsur pada lumpur intake dengan menggunakan metode X-Ray Flourescence Spectrometer (XRF), selanjutnya dikomparasikan dengan kandungan senyawa-senyawa maupun unsur-unsur pada lempung. Hasil penelitian ini menunjukkan lumpur intake tergolong pada tanah lempung sesuai dengan ploting pada segitiga USDA. Kandungan senyawa terbesar yaitu Silika Dioksida (SiO2) sebesar 34,59% untuk sampel grab dan 45,7 - 46% untuk sampel composite place, dan unsur terbesar yang terkandung adalah Silika (Si) sebesar 32,7% – 32,8%, sehingga dapat disimpulkan bahwa lumpur intake secara teknis layak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan produk dari tanah liat.