Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

TELAAH HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP SISTEM PEMBAYARAN DIGITAL DALAM LAYANAN OJEK ONLINE DI SITUBONDO Rozadi, Ilzam; Makki, Mustaqim; Abrori, Faizul
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v5i1.8983

Abstract

Abstract        This research aims to analyze the digital payment system in online motorcycle taxi services in Situbondo based on a sharia economic law perspective. The development of digital technology has driven significant changes in transaction systems, including in the transportation sector. Online motorcycle taxi services in Situbondo have adopted many digital payment methods such as electronic wallets (e-wallets) and bank transfers. This research uses a qualitative approach with field study methods and interviews with driver partners, service users and local ulama figures. The research results show that the digital payment system provides convenience and efficiency, but also raises several sharia issues, such as unclear contracts, potential usury in the cashback system, and transaction security. From the perspective of sharia economic law, there are three contracts in the digital payment system, including the ijarah contract, wakalah bil ujrah, qardh or wadiah and can be accepted as long as they fulfill principles such as clarity of contract (valid contract), does not contain usury, gharar (uncertainty), and maisir (speculation). Therefore, it is necessary to strengthen sharia financial literacy and clearer regulations to ensure the conformity of digital services with sharia principles.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pembayaran digital dalam layanan ojek online di Situbondo berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah. Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem transaksi, termasuk di sektor transportasi. Layanan ojek online di Situbondo telah banyak mengadopsi metode pembayaran digital seperti dompet elektronik (e-wallet) dan transfer bank. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan dan wawancara terhadap mitra pengemudi, pengguna layanan, serta tokoh ulama setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital memberikan kemudahan dan efisiensi, namun juga menimbulkan beberapa isu syariah, seperti ketidakjelasan akad, potensi riba dalam sistem cashback, dan keamanan transaksi. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, sistem pembayaran digital terdapat tiga akad diantaranya akad ijarah, wakalah bil ujrah, qardh atau wadiah dan dapat diterima selama memenuhi prinsip-prinsip seperti kejelasan akad (akad yang sah), tidak mengandung riba, gharar (ketidakpastian), dan maisir (spekulasi). Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi keuangan syariah serta regulasi yang lebih jelas untuk menjamin kesesuaian layanan digital dengan prinsip-prinsip syariah.
PERSEPSI NASABAH ATAS PROMOSI DAN PELAYANAN BMT-UGT NUSANTARA PANJI (PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH) Mursidin, Syamsul; Sufyanto, Budi; Makki, Mustaqim
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v5i1.8989

Abstract

This study aims to analyze the effect of promotional strategies and service quality on customer satisfaction at BMT-UGT Nusantara Panji Branch, Situbondo in the perspective of Islamic economics. BMT as an Islamic microfinance institution has a strategic role in community economic empowerment, especially in areas that have not been reached by conventional banking services. Promotion strategy and service quality are important factors in creating customer satisfaction. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection methods through documentation studies and non-participatory observation. The results showed that promotional strategies that include advertising, sales promotion, personal selling, and publicity have a significant role in attracting customer interest. Meanwhile, service quality measured through the five dimensions of SERVQUAL, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy, contributes directly to customer satisfaction. Other factors such as product quality, adequate facilities, and social responsibility also influence the level of satisfaction. The conclusion of this study confirms that effective promotion and quality service are key in increasing BMT customer satisfaction and loyalty
Community Assistance in Facing the Covid-19 Pandemic through Education and Economic Programs Masrifatin, Yuni; Putri, Lusi Dwi; Anwar, Khoirul; Makki, Mustaqim
Bisma : Bimbingan Swadaya Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2023): August 2023
Publisher : STAI Miftahul ULa Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/bisma.v1i2.259

Abstract

Community Assistance Activities in Dealing with the Covid 19 Pandemic Through the KPM-IK STAIM Nganjuk Program aims to help the community develop and pass the pandemic period by staying productive in the Education sector and the economy. The method in this research is Asset Based Community Developmet (ABCD) or asset-based community empowerment approach. Through the approach of Asset Based Community Development (ABCD) this can sustainably form the independence of the community in increasing income so as to improve its welfare. The results of the education sector research this activity has a positive impact with the change of students to better maintain the discipline of respecting teachers and science,while the economic sector of the community is helped in the manufacture of SIUP for MSMEs in pandantoyo village
Kebijakan Fiskal dan Distribusi Kekayaan pada Era Khalifah 'Umar bin Khattab: Analisis Historis terhadap Optimalisasi Zakat dalam Perspektif Ekonomi Islam Kontemporer Hasan, Zaenol; Makki, Mustaqim
Ulumuna: Jurnal Studi Keilsman Vol 11 No 1 (2025)
Publisher : LP2M IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/ju.v11i1.8013

Abstract

This study discusses the relevance of Caliph ‘Umar bin Khattab's fiscal policy in responding to the challenges of wealth distribution inequality facing contemporary Muslim countries. The main questions raised are: How can the zakat distribution model of ‘Umar's time be adopted as a fiscal solution in the context of modern Islamic economics? This research occupies a historical-normative position with an Islamic Principle approach, examining zakat policy as the main instrument of wealth distribution and community economic empowerment. The method used is a literature study of classical and contemporary sources, analysed with an institutional approach. The results show that the integration of a centralised zakat system, fiscal decentralisation and the principle of social justice applied by ‘Umar proved to improve welfare and reduce social inequality. The findings suggest that strengthening zakat literacy, tax incentives, and management modernisation can make zakat an effective and ethical fiscal instrument in the current Indonesian context.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PENGRAJIN GITAR KABEL MELALUI USAHA DAUR ULANG KABEL BEKAS SEBAGAI UPAYA KEMANDIRIAN EKONOMI DAN KETERJAGAAN ALAM DI BONDOWOSO Makki, Mustaqim
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.164 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3523436

Abstract

Abstrak: Para pengrajin gitar listrik ini diinisiasi oleh pemuda yangmenempati rumah singgah yang bernama Totok Hariyanto. Gitarbuatannya lebih dikenal dengan sebutan “Gitar Kabel”. Penghunirumah singgah yang ada di bawah naungan Dinas Sosial PemerintahKabupaten Bondowoso. Berdasarkan hasil penelitian adalah merekayang berdomisili di rumah singgah, mayoritas bukan penduduk asliBondowoso, mereka banyak yang dari kota tetangga seperti Jember,Probolinggo bahkan ada yang dari luar Jawa, ada sebagian dari merekayang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk. Dari data penelitianbanyak dari mereka yang berharap kejelasan status kewarganegaraankarena sebagian kecil masih belum memiliki KTP (Kartu TandaPenduduk). Adapun strategi yang digunakan dalam dampingan iniadalah pendekatan Participatory Action Research (PAR). Keterlibatanpeneliti pada transformasi sosial terhadap konstruksi potensi yangdimiliki masyarakat marginal. Adanya masyarakat yang mempunyaipotensi keahlian dalam bidang pengembangan ekonomi namun tidakmampu mengejewantahkan keahliannya karena tidak mempunyaiinstrumen atau media yang mendukung. Dengan adanya programdampingan ini, harapannya mereka bisa mandiri secara proporsionaldan tidak lagi berpangku tangan untuk meminta-minta dan mengamendi jalanan, sehingga kehidupan mereka lebih tertata dan mandiri daritatanan finansial melalui industri ekonomi kreatif dengan menciptakangitar listrik dan replika gitar.
DAKWAH KONTEKSTUAL : MENGUNGKAP PESAN DAKWAH KHR KHOLIL AS’AD MELALUI TRADISI SABUNG AYAM DI PESANTREN WALISONGO Makki, Mustaqim
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.713 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3523036

Abstract

Abstrak: Dakwah Kontekstual yang dilakukan Kiai Kholil As’ad melalui tradisi sabung ayam dipesantren Walisongo adalah dakwah yang disesuaikan dengan konteks kekinian kondisi masyarakat dan dikhususkan kepada masyarakat yang gemar terhadap sabung ayam. Karena pada masyarakat tertentu yang pada dasarnya adalah orang-orang yang gemar terhadap sabung ayam tidak bisa diajak melalui dakwah biasa. Seperti yang dilakukan oleh sunan Kudus dengan menghiasi lembu karena pada jamannya mayoritas agamanya hindu budha yang memulyakan lembu/ sapi. Juga dicontohkan oleh Sunan Kalijaga yang mengajak masyarakat untuk masuk Islam menyesuaikan konteks masyarakat waktu itu melalui pertunjukan pewayangan dengan syarat yang mau masuk arena itu wajib membaca dua kalimat syahadat. Jika ingin melihat strategi dakwah para Walisongo bisa melihat cara dakwahnya Kiai Kholil As’ad dengan menyesuaikan dengan keinginan masyrakat yang jauh dari sentuhan para dai pada umumnya. Dakwah melalui sabung ayam ini sangat efektif bagi kalangan masyarakat yang gemar terhadap sabung ayam, karena diselasela prosesi sabung ayam, Kiai Kholil As’ad pelan-pelan mengenalkan Tauhid pada penggemar sabung ayam dengan cara membuat aturan yang kalah harus melakukan sholat sepuluh kali salam, bagi mereka yang sama sekali tidak paham terhadap niat dan gerakan sholat sudah ada gambar orang sholat dan praktek berwudhu’, mereka juga didampingi petugas pantau agar sholatnya sesuai dengan cara yang telah disyariatkan. Mayoritas para pecinta sabung ayam pada akhirnya insaf dan menjadi dekat dengan Kiai bahkan mereka ada yang rela mengabdikan dirinya di pesantren Walisongo. Kata kunci: Dakwah KHR Kholil As’ad, Tradisi Sabung Ayam, Pesantren.
Integrasi Sistem Pengawasan Dps Terhadap Lks Bmt Ugt Nusantara Kabupaten Situbondo Makki, Mustaqim; Sa’diyah, Sakinatus
Al-tsaman : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 3 No 1 (2021): Mei
Publisher : INAIFAS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/al-tsaman.v3i1.501

Abstract

The integration of the supervisory system at BMT UGT Nusantara (originally named BMT Sidogiri) by DPS has three supervisors, namely management supervisors, sharia supervisors, and financial supervisors. The three supervisors are both walking or supervising according to their respective positions. The supervision carried out by DPS on BMT Nusantara in Situbondo is integrated in one branch, so that the effectiveness of the supervision performance is one-stop integrated. The supervision of the work system of sharia financial institutions is usually carried out for six months once to the existing branches of BMT UGT Nusantara, but in this supervision the Sharia Supervisory Board (DPS) does not always go directly to conduct supervision, either in terms of products, contracts and so on, but the Sharia Supervisory Board (DPS) formed a sharia team devoted to controlling the existing branches of BMT UGT Nusantara. The supervision of the Sharia Supervisory Board (DPS) is unified in several branches due to the decision of the central management, in which the merging of several branches into one Sharia Supervisory Board (DPS) is not an obstacle in its supervision.
Implementasi Sistem Beban Tanggung Renteng dalam Financing Produk LASISMA di BMT NU Situbondo Makki, Mustaqim; Romla, Istiatul
Widya Balina Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v6i11.70

Abstract

Penerapan sistem Tanggung Renteng dalam kelembagaan keuangan familiar dikalangan masyarakat menengah kebawah. Tanggung renteng adalah pelimpahan tanggung jawab atas suatu pembayaran yang terhutang secara renteng (beruntun) sesuai dengan urutan, dan tanggung jawab renteng dapat terjadi ketika ada dua pihak atau lebih yang terkait dengan pembayaran terutang. Implementasi sistem Tanggung Renteng ini termasuk penerapan produk pinjaman dalam lembaga keuangan berbasis syariah yang ada di KSPPS. BMT NU Jawa Timur Kabupaten Situbondo dengan produk Layanan Berbasis Jamaah (Lasisma), dalam realisasi pinjamannya tidak ada agunan atau jaminan yang mengikat yang harus diserahkan kepada pihak lembaga keuangan. Sedangkan dalam prosesnya masih banyak diantara kelompok nasabah yang melakukan penyimpangan terhadap jalannya sistem tanggung renteng tersebut, sehingga dalam hal ini dari kedua pihak mengalami kerugian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) yang proses penelitiannya sebagian besar dilakukan langsung di situasi sosial yang dapat ditemui di tengah-tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini berusaha mengungkap secara objektif hal-hal yang berkaitan dengan masalah penelitian secara terang-terangan dan apa adanya.
Pembangunan Ekonomi Inklusif Melalui Nilai Islam dan Kearifan Lokal Makki, Mustaqim; Azisi, Azisi
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 8 No 1 (2024): AnCoMS, Oktober 2024
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v8i1.667

Abstract

This study examines the development of inclusive economy in the mualaf community through the application of Islamic values and local wisdom, with a case study of the Alyumna Candi Kuning Foundation in Bali. Previous studies have less explored the mualaf community in the context of economic development, especially in non-Muslim areas such as Candi Kuning Bedugul, thus this study fills this gap. This research offers a new approach by combining Islamic values, such as the development of inclusive economic empowerment, the contribution of zakat and infaq implementation concepts, and Balinese local wisdom such as gotong royong and tri hita karana to strengthen the economy of the mualaf community. The research uses a qualitative approach with a case study method. Data was collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis. Thematic analysis was used to understand the application of Islamic values and local wisdom in economic mentoring activities for the mualaf community. The research shows that the integration of religious values and local wisdom can strengthen the community economy, create social solidarity, and support inclusive economic development. The religion and local culture-based approach has proven effective in addressing the economic challenges of the Alyumna Foundation's mualaf community. Research recommendations include the development of policies that support inclusive economic models based on religious and local cultural values. Governments and organizations can adopt this approach to assist other communities in Indonesia.
Evaluasi Manajemen LAZ NH terhadap Peningkatan Kinerja Sistem Pengelolaan Dana Zakat di Pondok Pesantren Nurul Huda Abdur Rahman; Makki, Mustaqim
AQaduna : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 2 No 1 Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/aqaduna.v2i1.28

Abstract

Zakat merupakan suatu bentuk ibadah maliyyah ijtima’iyyah yang memiliki posisi sangat penting, strategis dan menentukan, baik dilihat dari ajaran agama Islam ataupun dari segi pembangunan kesejahteraan umat. Dalam Sumber-sumber pokok ajaran Islam di jelaskan bahwa Zakat harus dikelola dengan baik, terutama adanya amil yang memiliki hak dalam mengelola zakat. Namun, pada kenyataannya pengelolaan zakat terbilang sulit di praktekkan pada sebagian masyarakat muslim di berbagai Daerah. Dalam menyikapi berbagai problematika yang sering terjadi maka diperlukan manajemen yang tepat dan terstruktur serta diikuti dengan pemikiran dasar bahwa semua aktivitas yang berkaitan dengan zakat harus dikerjakan secara Profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Manajemen Zakat di Lembaga Amil Zakat Nurul Huda yang terdiri dari Pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat di LAZ Nurul Huda hingga penelitian ini dibuat. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (file research) adapun sumber data di peroleh yaitu melalui hasil wawancara (interview) kepada Pengurus LAZ Nurul Huda. Dan sebagai tambahan Informasi juga di dapat dari buku, artikel, jurnal, dan lain yang ada kaitanya dengan penelitian ini. Berdasarkan Hasil Penelitian ini Penulis menyimpulkan bahwa Pengelolaan zakat di Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nurul Huda sudah dapat dikatakan cukup baik dan telah sesuai dengan ketentuan Syari’ah. Zakat tersebut berasal dari Zakat Fitrah dan zakat maal hasil pertanian, dan hasil perniagaan. Kendala yang dihadapi ialah minimnya kesadaran masyarakat untuk berzakat, pendampingan dan pembinaan kepada mustahik penerima manfaat zakat produktif yang masih belum optimal. Solusi yang dilakukan yakni dengan bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang dapat melaksanakan pendampingan dan pembinaan kepada mustahik.