Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MANAJEMEN KREDIT PEMILIKAN RUMAH UNTUK MEMINIMALISIR KREDIT MACET PADA PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK. Apriani Simatupang; Etyca Rizky Yanti; Nuke Mardila
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v6i1.28185

Abstract

This study aims to determine the management of housings loans to minimize nonperforming loans at PT Bank Tabungan Negara Tbk (Case Study of the DKI Jakarta). The research method used in this research is descriptive analysis method with a qualitative approach. Data collection techniques using interview and observation. After the data is collected, then systematically arrange, it is type of debitor, type of credit, credit term, requairement of credit, credit management in this case control using the 5C principle (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition), credit decisions and credit agreements. After the data is compiled systematically then concluded. The results of the study are that there are 2 (two) types of Bank BTN Debitors are regular BTN  and priority BTN. In 2019, control credit management BTN DKI Jakarta branch is non effective, this is seen from the result of NPL increased to 4,83% while in 2018 only 2,56%. The NPL increased was dominated because debitors experienced disasters such as floods. Nevertheless, the risk base BTN rating is still at a good, and including a healthy bank, in accordance with Bank Indonesia nomore than 5%.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kredit pemilikan rumah untuk meminimalisir kredit macet pada PT Bank Tabungan Negara Tbk (Studi Kasus Cabang DKI Jakarta). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Setelah data dikumpulkan kemudian disusun secara sistematis yakni: jenis debitur, jeniskredit, jangka waktu kredit, persyaratan umum kredit, manajemen kredit dalam hal ini pengendalian kredit menggunakan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition), Keputusan Kredit dan Akad Kredit. Setelah data disusun secara sistematis lalu ditarik kesimpulan. Hasil Penelitian yang diperoleh yakni Tipe Debitur pada Bank BTN terdiri dari 2(dua) yakni BTN Reguler dan BTN prioritas. Manajemen kredit tahun 2019 pada Bank Tabungan Negara cabang DKI Jakarta dalam hal pengendalian kredit masih kurang efektif dilihat dari hasil pengukuran NPL tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 4,83% dibandinkan pada tahun 2018 sebesar 2,56%. Peningkatan NPL tersebut didominasi karena debitur mengalami bencana seperti banjir. Meskipun demikian, tingkat kesehatan Bank Tabungan Negara Cabang DKI Jakarta masih pada ambang batas termasuk bank yang sehat, sesuai ketetapan  Bank Indonesia tidak lebih dari 5%.
Business Plan “ATLEAST” Coffee and Eatery Rahmawati Dwi Astuti; Etyca Rizky Yanti
JURNAL MAHASISWA BINA INSANI Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Mahasiswa Bina Insani (Februari 2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai perencanaan bisnis ATLEAST Coffee and Eatery. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kelayakan pendirian bisnis ATLEAST Coffee and Eatery ditinjau dari empat aspek yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan operasional, aspek keuangan, dan aspek organisasi dan manajemen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan pembagian kuesioner kepada masyarakat sekitar Kota Bekasi. Aspek pasar dan pemasaran dianalisis menggunakan STP dan marketing mix. Aspek teknis dan operasional membahas pemilihan lokasi dan penentuan layout yang digunakan dalam menjalankan bisnis. Aspek keuangan dianalisis menggunakan metode Payback Period untuk menganalisis kriteria penilaian investasi. Aspek organisasi dan manajemen membahas lengkap tentang struktur organisasi yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pendirian bisnis ATLEAST Coffee and Eatery dinyatakan layak berdasarkan keempat aspek tersebut
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS PENGEMBANGAN SEKOLAH BERDASARKAN ASPEK STRATEGI DAN ASPEK KEUANGAN Etyca Rizky Yanti; Apriani Simatupang
Jurnal Ilmiah Manajemen "E M O R" Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.386 KB) | DOI: 10.32529/jim.v3i2.387

Abstract

Keputusan pengembangan sekolah tentu berkaitan dengan investasi dalam jumlah besar yang berisiko. Dengan demikian untuk meminimalisir risiko dan mengestimasi keuntungan yang mungkin diperoleh, maka suatu studi kelayakan bisnis perlu dilakukan. Studi kelayakan ini harus dilakukan secara tepat dan cermat dengan maksud membantu tugas para estimator dalam menganalisis berbagai aspek kelayakan dan faktor- faktor yang berpengaruh dalam bisnis. Paper ini bertujuan untuk memaparkan Analisis Kelayakan Bisnis pengembangan SMAIT dari aspek strategi dan dari aspek keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan mendeskripsikan apakah pengembangan Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Istiqomah Balikpapan layak untuk dikembangkan atau tidak yang diukur dari aspek strategi dengan analisis SWOT dan aspek keuangan dengan analisis NPV, IRR, PI dan PP. Hasil temuan yakni Aspek Strategi dengan matriks SWOT dengan Internal Factors menemukan total score 2,9 dan Eksternal Factors dengan total score 2,8. Hasil S-W adalah –1 dan hasil O-T adalah +0,9 sehingga  melalui analisis SWOT pengembangan sekolah yang dilakukan sebaiknya menggunakan strategi ubah taktik (turn around) artinya strategi lama perlu diubah untuk mencapai peluang/kesempatan yang ada. Aspek Keuangan yang dilakukan dengan analisis NPV diperoleh senilai Rp.18.330.651.900, IRR sebesar 15,11568%, PI lebih besar dari 1 yakni 1,3604 dan PP selama 7,8054 tahun jika dimulai tahun 2019 maka di proyeksikan payback period hingga tahun 2026. Temuan analisis kelayakan aspek keuangan dapat disimpulkan pengembangan bisnis sekolah SMAIT Istiqomah Balikpapan layak diterima. Keywords : studi kelayakan bisnis, SWOT, NPV, IRR, PI, PP.
Perbandingan Tingkat Kesehatan Bank Konvensional Dan Bank Syariah Dengan Metode Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital Apriliyana Rahmawati; Etyca Rizky Yanti
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Administrasi Kantor (Desember 2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.542 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbandingan tingkat kesehatan bank konvensional dan bank syariah dengan menggunakan metode RGEC tahun 2011 – 2015. Sampel dalam penelitian ini adalah 17 bank konvensional dan 7 bank syariah. Pendekatan RGEC terdiri atas risk profile, good corporate governance, earnings dan capital. Resiko kredit diukur dengan NPL/NPF. Resiko likuiditas diukur dengan LDR/FDR. Good corporate governance diukur dengan nilai komposit self assessment GCG, earnings diukur dengan ROA dan BOPO. Dan capital diukur dengan CAR. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk. Dan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji Mann Whithney. Alat bantu analisis yang digunakan adalah SPSS 17.0. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan risk profile bank konvensional dan bank syariah. Tidak ada perbedaan GCG bank konvensional dan bank syariah. Tidak ada perbedaan earnings bank konvensional dan bank syariah. Tidak ada perbedaan capital bank konvensional dan bank syariah. Pentingnya penilaian kesehatan bank adalah untuk membentuk sebuah kepercayaan dari masyarakat kepada dunia perbankan serta untuk melaksanakan prinsip kehati – hatian. Kata Kunci: Perbandingan Tingkat Kesehatan Bank, Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital. Abstract: The aim of this research is to analyze comparison bank health level between conventional bank and sharia bank with use RGEC methode on periode 2011 – 2015. Sample in this research is 17 conventional banks and 7 sharia banks. RGEC methode consist of risk profile, good corporate governance, earnings and capital. Risk profile is measured with NPL and NPF. Liquidity risk is measured with LDR and FDR. Good corporate governance is measured with composit value of self assessment GCG, earning is measured with ROA and BOPO. And the last, capital is measured with CAR. Analyze methode which used in this research is use normalitas test saphiro wilk. And hipotesis test with use mann whithney test. Analyze help tool is used SPSS 17.0. Hipotesis test results are showing a difference risk profile between conventional bank and sharia bank. Have not a difference GCG conventional bank and sharia bank. Have not a difference earnings conventional bank and sharia bank. Have not a difference capital between conventional bank and sharia bank. The important of assessment bank health for establish a trust from public to banking world and for do the prudential banking. Keywords: Comparison Bank Health Level, Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital.
Dampak Struktur Aktiva, Profitabilitas, Rasio Hutang, Pertumbuhan Penjualan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal Dan Harga Saham Etyca Rizky Yanti
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Administrasi Kantor (Desember 2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.017 KB) | DOI: 10.51211/jak.v8i2.1453

Abstract

Abstrak: Struktur modal merupakan bauran atau perpaduan dari hutang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa, stuktur modal dan harga saham erat kaitanya. banyak faktor yang mempengaruhi struktur modal. Oleh karena itu, penelitian ini dibatasi pada empat variabel bebas atau eksogen yaitu strukur aktiva, rasio hutang, profitabilitas dan pertumbuhan penjualan yang mempengaruhi variabel terikatnya atau variabel endogen yaitu struktur modal dan harga saham perusahaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana hubungan struktur aktiva, rasio hutang, profitabilitas, dan pertumbuhan penjualan mempengaruhi struktur modal baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian asosiatif kausal, objek penelitian adalah laporan keuangan perusahaan yang terdaftar kedalam indeks Kompas 100. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel struktur aktiva, rasio hutang, profitabilitas dan pertumbuhan penjualan secara simultan memilki pengaruh terhadap struktur modal dan terhadap harga saham. Secara parsial rasio hutang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal, sedangkan struktur aktiva, profitabilitas dan pertumbuhan penjualan tidak memilki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal, dan yang paling terlihat signifikan mempengaruhi struktur modal adalah faktor rasio hutang. Kata Kunci: Harga Saham, Profitabilitas, Pertumbuhan penjualan, Stuktur modal, Struktur aktiva, Rasio hutang. Abstract: Capital structure is a mix or a combination of long-term debt, preferred shares and ordinary shares, capital structure and stock prices closely related. many factors affect capital structure. Therefore, this study is limited to four independent or exogenous variables, namely asset structure, debt ratio, profitability and sales growth that affect the dependent variable or endogenous variables, namely capital structure and stock prices. This study is intended to determine the extent to which the relationship of the capital structure, debt ratio, profitability, and sales growth affects the capital structure both partially and simultaneously. This study uses causal associative research methods, the object of research is the financial statements of companies listed in the Kompas 100 index. The results show that the variable structure of assets, debt ratios, profitability and sales growth simultaneously have an influence on capital structure and on stock prices. Partially the debt ratio has a significant effect on the capital structure, while the asset structure, profitability and sales growth do not have a significant effect on the capital structure, and the most visible significant effect on the capital structure is the debt ratio factor. Keywords: Share Price, Profitability, Sales Growth, Capital Structure, Asset Structure, Debt Ratio.
Struktur Aktiva, Profitabilitas, Rasio Hutang, Dan Pertumbuhan Penjualan Berdampak Terhadap Struktur Modal Perusahaan Yang Terdaftar Pada Indeks Kompas 100 Etyca Rizky Yanti; Apriliyana Rahmawati
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 8 No 1 (2020): Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Administrasi Kantor (Juni 2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.472 KB)

Abstract

Abstrak: Struktur modal merupakan bauran atau perpaduan dari hutang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa, stuktur modal dan harga saham erat kaitanya. banyak faktor yang mempengaruhi struktur modal. Oleh karena itu, penelitian ini dibatasi pada empat variabel bebas atau eksogen yaitu strukur aktiva, rasio hutang, profitabilitas dan pertumbuhan penjualan yang mempengaruhi variabel terikatnya atau variabel endogen yaitu struktur modal. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana hubungan struktur aktiva, rasio hutang, profitabilitas, dan pertumbuhan penjualan mempengaruhi struktur modal baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian asosiatif kausal, objek penelitian adalah laporan keuangan perusahaan yang terdaftar kedalam indeks Kompas 100. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel struktur aktiva, rasio hutang, profitabilitas dan pertumbuhan penjualan secara simultan memilki pengaruh terhadap struktur modal dan terhadap harga saham. Secara parsial rasio hutang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal, sedangkan struktur aktiva, profitabilitas dan pertumbuhan penjualan tidak memilki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal, dan yang paling terlihat signifikan mempengaruhi struktur modal adalah faktor rasio hutang. Kata Kunci: Stuktur modal, srtuktur aktiva, rasio hutang, profitabilitas, pertumbuhan penjualan. Abstract: Capital structure is a mix or a combination of long-term debt, preferred shares and ordinary shares, capital structure and stock prices closely related. many factors affect capital structure. Therefore, this study is limited to four independent or exogenous variables, namely asset structure, debt ratio, profitability and sales growth that affect the dependent variable or endogenous variables, namely capital structure. This study is intended to determine the extent to which the relationship of the capital structure, debt ratio, profitability, and sales growth affects the capital structure both partially and simultaneously. This study uses causal associative research methods, the object of research is the financial statements of companies listed in the Kompas 100 index. The results show that the variable structure of assets, debt ratios, profitability and sales growth simultaneously have an influence on capital structure and on stock prices. Partially the debt ratio has a significant effect on the capital structure, while the asset structure, profitability and sales growth do not have a significant effect on the capital structure, and the most visible significant effect on the capital structure is the debt ratio factor. Keywords: Capital structure, asset structure, debt ratio, profitability, sales growth.
Kepemimpinan Milenial Dalam Memperkuat Budaya Organisasi Muhammad Takrim; Etyca Rizky Yanti; Dewi Yuliati
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 9 No 2 (2021): Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Administrasi Kantor
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.877 KB) | DOI: 10.51211/jak.v9i2.1604

Abstract

Abstrak: Generasi millennial adalah generasi yang lahir mulai dari tahun 1980an sampai sekarang. Mereka diharapkan menjadi penerus dari generasi sebelumnya, secara tidak langsung generasi millennial juga dituntut untuk memiliki tanggung jawab memimpin bangsa di masa depan dengan tujuan mengubah nasib suatu bangsa menjadi lebih baik dan sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran dan kontribusi dari kepemimpinan milenial dalam memperkuat budaya organisasi di perusahaan, mengingat terdapat beberapa generasi yang terlibat dan berkecimpung di dunia kerja mulai dari baby boomers sampai dengan generasi milenia. Selain itu, beberapa petinggi yang menjabat di suatu organisasi pada perusahaan rata-rata ditempati oleh generasi diatas milenial tetapi tidak menutup kemungkinan generasi milenial juga dapat menempati posisi tersebut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yaitu untuk menemukan gejala atau fenomena yang terjadi di organisasi dengan adanya peran generasi milenial terhadap indikator-indikator dari budaya organisasi itu sendiri, diantaranya adalah norma, nilai dominan, aturan dan iklim organisasi. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar peran generasi perusahaan dalam memajukan perusahan. Hasil analisis Regresi Linear Sederhana menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan Kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap Budaya Organisasi (diterima). Ini berarti bahwa Kepemimpinan Milenial memiliki pengaruh positif pada Budaya Organisasi. Efek langsung dari Kepemimpinan pada Budaya terhadap Kinerja Karyawan Millenial. Efek langsung dari organisasi memiliki nilai koefisien 0.479 dari nilai p 0.002. Hasil analisis p-value <5% yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan. Ini berarti bahwa peningkatan Kepemimpinan memiliki efek signifikan pada peningkatan budaya kerja. Kata Kunci: Kepemimpinan, Generasi Milenial, Budaya Organisasi. Abstract: The millennial generation is the generation born from the 1980s until now. They are expected to be the successors of the previous generation, indirectly the millennial generation is also required to have the responsibility to lead the nation in the future with the aim of changing the fate of a nation to be better and more prosperous. This study aims to find out how big the role and contribution of millennial leadership in strengthening organizational culture in the company, considering that there are several generations involved and working in the world of work ranging from baby boomers to the millennial generation. In addition, several high-ranking officials who serve in an organization in the company are generally occupied by the generation above the millennials but it is possible that the millennial generation can also occupy that position. This type of research is quantitative descriptive, namely to find symptoms or phenomena that occur in organizations with the role of the millennial generation on indicators of the organizational culture itself, including norms, dominant values, rules and organizational climate. This is intended to find out how big the role of the company generation is in advancing the company. The results of the Simple Linear Regression analysis show that the hypothesis that leadership has a significant influence on Organizational Culture (accepted). This means that Millennial Leadership has a positive influence on Organizational Culture. Direct Effects of Leadership on Culture on Millennial Employee Performance. The direct effect of the organization has a coefficient value of 0.479 from a p value of 0.002. The results of the analysis of p-value <5% which shows a positive and significant effect. This means that increasing Leadership has a significant effect on improving work culture. Keywords: Leadership, Millennial Generation, Organizational Culture.
Sprint: How to Create Bussiness in Millenial Era Apriani Simatupang; Etyca Rizky Yanti; Ari Nurul Alfian
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.082 KB)

Abstract

ABSTRAKPotensi kewirausahaan di Indonesia sangat besar. Indonesia membutuhkan 2% dari jumlah penduduk yang memiliki kewirausahaan agar tercipta kesejahteraan dan peningkatan daya beli masyarakat. Namun belum terwujud secara maksimal karena masalah perekonomian masih saja menitikberatkan pada masalah pengangguran. Khususnya kota Bekasi tingkat pengangguran masih diangka 5,3%. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan suatu kegiatan pembinaan dan pendampingan masyarakat dalam bentuk kegiatan pegabdian masyarakat guna menekan angka pengangguran. Pengangguran terbanyak yakni lulusan SMA/SMK sehingga sasaran kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah kepada kaum millennial usia kurang dari 20 tahun dan sedang berada dibangku sekolah tingkat menengah atas. Peserta kegiatan ini 147 orang dan 87% peserta sangat setuju bahwa topik yang dibicarakan sesuai dengan harapan peserta, 82% peserta sangat setuju bahwa materi yang disampaikan pembicara dengan jelas,  dan 84% peserta sangat setuju bahwa pembicara menguasai topik yang disampaikan. Seluruh peserta memiliki niat untuk menciptakan usaha atau bisnis yang akan digelutinya. Melalui kegiatan ini diharapkan ada pendampingan dan pembinaan secara terjadwal guna terciptanya usaha untuk kaum millennial hingga mengalami perkembangan usaha. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sharing dan latihan membuat perencanaan bisnis.Kata kunci: Kewirausahaan; Millenial; Studi Kelayakan Bisnis;Membangun Bisnis.  ABSTRACTThe potential for entrepreneurship is huge in Indonesia. Indonesia needs 2% of the population to have entrepreneurship to create prosperity and increase people's purchasing power. However, it has not been realized maximally because the economic problem still emphasizes the problem of unemployment. In particular, the city of Bekasi has an unemployment rate of 5.3%. Therefore, it is necessary to carry out community development and assistance activities to reduce unemployment. The most unemployed are high school / vocational high school graduates, so the target of the activities carried out is for millennials who are less than 20 years old. There were 147 participants in the activity and 87% of the participants strongly agreed that the topic discussed was in line with the participants' expectations, 82% of the participants strongly agreed that the material presented by the speaker was clear, and 84% of the participants strongly agreed that the speaker mastered the topic presented. All participants have the intention to create a business or business that they will do. Through this activity, it is expected that there will be assistance and coaching on a scheduled basis for the creation of businesses for millennial communities to experience business development. The method used in the implementation of this activity is sharing and training to make business plans.Keywords: Entrepreneurship; Millennial; Business Feasibility Study;Create Bussiness. 
Achievement Entrepreneurship Training Untuk Calon Pengusaha Muda Kota Bekasi apriliyana rahmawati; Etyca Rizky Yanti; Hanif Aulawi
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat (JPMM) Vol 2, No 2: Oktober (2020)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.04 KB) | DOI: 10.35671/jpmm.v2i2.1096

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan wirausaha  bagi siswa – siswi SMK. Metode yang digunakan berupa tahapan kegiatan antara lain observasi dan survey, pengumpulan materi, diskusi/konsultasi, dan terakhir adalah tahap monitoring. Hasilnya sebanyak 3orang siswa memiliki ide dan gagasan serta memberanikan diri untuk berwirausaha sehingga mendapatkan sedikit bantuan dana. Perlu upaya yang berkelanjutan untuk dapat menumbuhkan jiwa wirausaha dikalangan calon pengusaha muda. Upaya monitoring ini dilakukan untuk memberikan semangat kepada calon pengusaha muda yang berani untuk mencoba dan memulai hal baru. Entrepreneurship dapat menjadikan calon pengusaha muda menjadi lebih mandiri dalam financial dan ikut membangun ekonomi, membuka kesempatan untuk melakukan perubahan, dan dapat membantu masyarakat dalam menciptakan kesempatan kerja. Menyadari bahwa mandiri dalam financial salah satunya dengan menciptakan wirausaha sendiri maka pelatihan entrepreneurship ini sangat penting untuk ditanamkan sejak dini. Sehingga generasi muda paham akan karakter seorang wirausaha, bagaimana cara menciptakan produk, memasarkan produk lewat dunia digital, dan bagaimana cara bangkit dari kegagalan. Sehingga selepas lulus SMK dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Dan dapat meningkatkan persentase wirausahawan di Indonesia. Karena kemajuan suatu negara atau bangsa ditentukan oleh jumlah wirausaha (entrepreneur)-nya. Begitu pun Indonesia, jika ingin menjadi bangsa yang maju, harus punya banyak entrepreneur. Saat ini, entrepreneur di Indonesia tak sampai 0,5% dari populasi, kalah jauh dari Singapura, Jepang, dan negara- negara maju lainnya yang sudah di atas 10%. Entrepreneur Indonesia setidaknya harus mencapai 2% dari jumlah penduduk. Oleh sebab itu, lembaga akademis dalam hal ini universitas turut berperan penting dalam menanamkan jiwa wirausaha di kalangan generasi muda.                     
MEMBANGUN MINAT INVESTASI SAHAM GENERASI Z Apriliyana Rahmawati; Triyogo Moelyo Adhi; Apriani Simatupang; Etyca Rizky Yanti; Dea Alya
Jurnal Abdimas Sosek (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Sosial Ekonomi) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Pengabdian Masyarakat Perkumpulan Dosen Manajemen Indonesia (PDMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.585 KB)

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk pengenalan investasi saham kepada siswa tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) dan sederajat sehingga dapat menarik minat mereka untuk berinvestasi saham di kemudian hari. Dalam pengabdian kepada masyarakat ini dijelaskan dua materi yaitu tentang investasi di pasar modal konvensional dan di pasar modal syariah. Dan dijelaskan bagaimana cara generasi Z untuk mulai berinvestasi saham. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara daring (via zoom). Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa SMK(Sekolah Menengah Kejuruan) dan umum di wilayah bekasi pada khususnya dan diluar Jabodetabek pada umumnya. Metode yang digunakan berupa tahapan kegiatan antara lain observasi dan survey, pengumpulan materi, penjelasan materi, dan terakhir adalah tahap diskusi/tanya jawab serta evaluasi. Hasilnya para audience sangat antusias dalam mengenal investasi saham baik saham konvensional maupun saham syariah. Peserta mendaftarkan untuk melakukan investasi saham dengan modal tidak terlalu besar. Tim pelaksana berharap agar peserta memiliki perubahan dalam kebiasaan berinvestasi dimasa kini dan dimasa yang akan datang. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh tim pelaksana yaitu peserta menyisihkan sedikit uang mereka untuk ikut dalam berinvestasi bentuk saham dengan minimal investasi sebesar Rp.100.000,00.